Testis Asimetris, Apakah Normal?

Testis asimetris pada umumnya adalah kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan. Masalah ini umum dialami oleh pria sejak usia perkembangan.

Kondisi salah satu testis lebih besar daripada yang lain adalah kondisi normal. Pada umumnya, testis sebelah kanan sedikit lebih besar dan testis sebelah kiri menggantung lebih rendah.

Perbedaan ukuran testis seringkali bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Meski begitu, ada beberapa kondisi testis asimetris yang bisa jadi indikasi masalah.

Jika testis terasa sakit atau mengalami perubahan bentuk, sebaiknya Anda segera menemui dokter. Ada beberapa kondisi testis asimetris yang perlu diwaspadai. Yuk disimak!

Kondisi testis sehat

Sebelum bicara soal kondisi testis asimetris, Anda perlu memahami bagaimana kondisi testis normal.

Sebagian besar pria memiliki testis dengan ukuran yang hampir sama, tapi biasanya salah satu testis memiliki ukuran lebih besar dari yang lain. Wajar jika salah satu testis menggantung lebih rendah dari yang lain.

Testis harus terasa halus tanpa benjolan apa pun. Testis harus terasa padat dan kencang, tapi tidak keras. Anda mungkin merasakan adanya tabung lunak di bagian belakang testis, ini disebut epididimis.

Seharusnya Anda tidak merasakan nyeri pada testis ketika duduk, berdiri, atau bergerak. Testis asimetris tidak masalah asalkan tidak menunjukkan kemerahan atau pembengkakan.

Testis berbentuk seperti telur, tidak bulat utuh. Seharusnya testis terasa halus tanpa gumpalan atau tonjolan.

Kondisi testis besar sebelah

Testis asimetris pada umumnya bukanlah indikasi suatu masalah. Namun, perhatikan gejala-gejala berikut untuk menghindari kemungkinan masalah.

  • Terasa nyeri
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Bentuk salah satu testis berbeda

Bagaimanapun, yang paling mengenal tubuh Anda adalah Anda sendiri. Jika Anda merasa ada perubahan bentuk testis secara ekstrem, segera dapatkan bantuan medis.

Penyebab testis asimetris

Ada beberapa hal penyebab testis lebih besar sebelah (testis asimetris). Kondisi-kondisi ini bervariasi dari yang paling ringan sampai yang mengancam nyawa.

Epididimitis

Peradangan di area epididimis, biasanya terjadi karena infeksi. Kondisi ini adalah gejala umum klamidia, suatu infeksi menular seksual (IMS). Temui dokter jika Anda merasakan nyeri ekstrem atau rasa terbakar saat buang air kecil.

Kista epididimis

Pertumbuhan tidak biasa epididimis yang disebabkan oleh kelebihan cairan. Kondisi ini pada umumnya tidak berbahaya, jadi tidak membutuhkan perawatan khusus.

Orkitis

Peradangan testis yang disebabkan oleh infeksi atau virus penyebab penyakit gondok. Segera temui dokter jika Anda merasa nyeri.

Hidrokel

Penumpukan cairan di sekitar testis yang menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini bisa jadi normal seiring dengan pertambahan usia, bisa juga jadi indikasi peradangan.

Varikokel

Pembesaran pembuluh darah dalam skrotum. Kondisi ini dapat menyebabkan rendahnya jumlah sperma, tidak perlu diobati jika tidak ada gejala lain.

Tumor testis

Pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal. Tumor dapat tumbuh di testis atau buah zakar. Waspada adanya benjolan baru di testis.

Kanker testis

Terjadi ketika sel-sel kanker menumpuk di testis Anda. Temui dokter jika Anda merasakan benjolan atau pertumbuhan baru di area testis.

Yang perlu diperhatikan

Seperti yang dijelaskan di atas, secara umum kondisi testis besar sebelah tidak perlu dikhawatirkan. Meski begitu, Anda perlu mewaspadai gejala-gejala lain yang bisa jadi pertanda adanya masalah, seperti:

  • Nyeri ekstrem
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Keluarnya cairan dari penis
  • Mual atau muntah
  • Sulit buang air kecil
  • Rasa nyeri di bagian tubuh lain

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi testis asimetris Anda. Dokter akan mencari adanya pertumbuhan, benjolan, atau kelainan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *