Tagged: napas

10 Penyebab Napas Terasa Berat, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Napas terasa berat biasanya terjadi ketika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat dan butuh banyak tenaga. Mislanya ketika Anda selesai berolahraga berat. 

napas terasa berat

Akan tetapi jika napas terasa berat tanpa melakukan aktivitas apapun, tentu Anda harus khawatir dan waspada. Karena mungkin saja kondisi ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang ditakutkan bisa mengancam kesehatan Anda.

Berbagai Penyebab Napas Terasa Berat 

Napas terasa berat terjadi saat oksigen yang masuk ke tubuh sedikit atau ketika tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak. Sehingga frekuensi pernapasan meningkat sebab tubuh harus bekerja keras untuk mencukupi oksigen yang diperlukan. Hal ini akan membuat napas Anda berat dibanding biasanya.

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan napos Anda menjadi berat.

  1. Asma

Penyakit asma memang membuat pernapasan seseorang menjadi berat akibat saluran di paru-paru meradang dan bengkak. Kondisi medis kronis ini tidak hanya membuat napas berat, tetapi juga membuat penderitanya batuk, sesak di dada, sesak napas, hingga mengi. 

  1. Demam

Saat demam, suhu tubuh meningkat dan butuh oksigen lebih banyak untuk menurunkan suhu badan. Orang yang mengalami demam juga akan sulit bernapas saat akan melakukan aktivitas fisik. Sangat disarankan ketika seseorang demam untuk beristirahat hingga benar-benar pulih.

Namun, jika kondisi napas berat dan disertai dengan pusing dan kebingungan, maka segeralh mendatangi dokter.

  1. Infeksi

Napas terasa berat juga biasanya disebabkan oleh infeksi seperti sinus, flu, pilek, pneumonia, dan bronkitis. Untuk infeksi ringan seperti pilek biasanya bisa sembuh sendiri. Namun, infeksi serius seperti bronkitis hingga pneumonia, harusnya ditangani segera oleh dokter agar tidak muncul komplikasi yang berbahaya.

  1. Dehidrasi

Tubuh yang dehidrasi biasanya juga mengalami napas berat karena tubuh tidak bisa menyuplai energi ke sel-sel tubuh. Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh, tetapi juga bisa disebabkan oleh paparan cuaca yang terlalu panas atau kebanyakan minum kopi atau alkohol.

  1. Reaksi Alergi

Reaksi alergii yang umumnya terjadi adalah ruam kulit, bersin-bersin, mual, diare, hingga hidung tersumbat. Reaksi alergi disebut dengan anafilaksis perlu diwaspadai karena menyebabkan mulut dan tenggorokan membengkak dan napas pun jadi berat.

  1. Obesitas

Berat tubuh yang berlebih membuat berbagai organ dalam tubuh bekerja keras, termasuk juga paru-paru. Hal ini akan membuat napas lebih berat bahkan bisa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik.

  1. Gangguan Cemas

Gangguan cemas dan penyakit mental lain juga dapat membuat seseorang mengalami napas berat. Kondisi napas berat ini semakin meningkatkan kecemasan yang dirasakan sehingga semakin membahayakan pula.

Penderita gangguan kecemasan sebaiknya menenangkan diri dan tidak buru-buru panik, mencari tempat sepi, dan tarik napas dalam-dalam. Mintalah bantuan medis jika pernapasan tidak kunjung normal setelah melakukan beberapa cara tersebut.

  1. Gagal Jantung

Ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal, biasanya merupakan ciri-ciri gagal jantung. Orang yang mengalami gagal jantung biasanya akan mengalami napas berat akibat adanya penumpukan di pembuluh darah dan bocornya cairan ke paru-paru.

  1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK merupakan kelompok penyakit paru-paru yang bisa membuat pernapasan penderitanya menjadi berat. Biasanya PPOK ini disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok. 

  1. Kanker Paru-paru

Salah satu gejala kanker paru-paru adalah napas terasa berat. Selain susah bernapas, gejala lain dari kanker paru-paru adalah nyeri dada, batuk (bahkan mengeluarkan darah saat batuk), suara serak, hingga produksi dahak meningkat.