Segera Disalurkan, Jumlah Vaksin Covid-19 yang Akan diberikan Pemerintah

Pemerintah menargetkan 67% rakyat Indonesia bisa disuntikkan vaksin corona. Desember lalu, 1,2 juta dosis vaksin corona buatan Sinovac telah didatangkan dan siap digunakan. Januari ini, 1,8 juta dosis kembali didatangkan agar penyuntikan tahap satu dapat dilakukan.

Jumlah dosis ini akan bertambah hingga jumlah vaksin covid-19 mencapai tujuan herd immunity.

Siapa saja yang akan menerima vaksin Covid-19?

Untuk memutus penularan Covid-19, pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa pihak penyedia vaksin diantaranya Sinovac dari China, Novavax dan Pfizier dari Amerika Serikat, AstraZeneca dari Inggris, dan COVAX/GAVI yang diinisiasi oleh aliansi vaksin Gavi serta didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Diperkirakan jumlah vaksin Covid-19 yang akan diterima Indonesia mencapai 400 juta dosis. Jumlah ini diupayakan untuk ditambah mengingat populasi masyarakat Indonesia yang sangat besar. Dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin yang diperuntukkan bagi 181,5 juta jiwa. Dengan kata lain Indonesia masih membutuhkan sekitar 70 juta dosis lagi.

Jika dirinci, 400 juta dosis vaksin tersebut berasal dari 100 juta dosis vaksin yang siap disediakan oleh setiap pihak. Nantinya vaksin akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kelompok penerima yang telah ditetapkan.

Kelompok sasaran penerima vaksin di Indonesia terbagi menjadi sebagai berikut:

  1. Tenaga medis, TNI/Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak 3,4 juta orang.
  2. Tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW) sebanyak 5,6 juta orang.
  3. Seluruh tokoh/tenaga pendidik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, sampai sederajat perguruan tinggi, sebanyak 4,3 juta orang.
  4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan legislatif) sebanyak 2,3 juta orang.
  5. Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sebanyak 86 juta orang.
  6. Masyarakat yang berusia 19 hingga 59 tahun, sebesar 57 juta orang.

Selain tenaga kesehatan, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi kelompok usia muda. Hal ini agak berbeda dengan kebijakan beberapa negara lain yang justru lebih memprioritaskan lansia sebagai kelompok pertama penerima vaksin. Ini dikarenakan uji klinis fase 3 yang dilakukan belum memiliki data yang cukup mengenai kemanjurannya pada orang tua.

Kapan vaksin mulai diberikan?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjabarkan, rencana penyuntikan vaksin dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan periode vaksinasi mulai Januari hingga April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayanan publik.

Kemudian tahap kedua dilakukan pada bulan April hingga Maret yang diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4 juta masyarakat lainnya yang diberikan sesuai pendekatan kluster Covid-19.

Meski hingga kini pemerintah masih menanti hasil uji klinis fase 3 dan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin yang dikeluarkan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 3 juta dosis vaksin yang telah datang sudah mulai didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Vaksin didistribusikan sesuai dengan jumlah tenaga kesehatan dan garda terdepan penanganan Covid-19 yang berada di masing-masing wilayah. Misalnya, dilansir dari Bisnis, untuk penyuntikan tahap 1 sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac telah tiba di Jawa Tengah,  38.400 dosis vaksin tiba di Jawa Barat, dan di Jawa Timur sebanyak 77.760 dosis.

Protokol kesehatan tetap perlu dilakukan

Meski vaksin corona telah tersedia dan akan terus dikembangkan, masyarakat diminta untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan dengan sabun. Karena jumlah vaksin Covid-19 masih jauh dari kata cukup untuk membentuk kekebalan kelompok, hal ini sangat penting guna membantu mempercepat pemutusan penularan Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *