Rebound Headache Mengintai Penggunaan Obat Sakit Kepala Sebelah

Ketika seseorang mengalami migrain atau sakit kepala sebelah, biasanya mereka akan langsung menenggak beberapa butir obat tertentu yang sudah menjadi “andalannya”. Perilaku itu sebenarnya cukup efektif di awal, tetapi lama kelamaan, bisa saja membuat masalah kesehatan baru. Penggunaan obat sakit kepala sebelah harus hati-hati jika tidak ingin mengalami rebound headache.

Rebound headache adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kondisi sakit kepala yang disebabkan oleh penggunaan obat berlebihan. Lebih spesifik terkait obat yang dimaksud adalah obat yang masuk ke dalam kategori pereda nyeri, yang notabene adalah obat sakit kepala sebelah itu sendiri.

Seperti kita ketahui, hampir sebagian besar obat sakit kepala sebelah berasal dari kelompok obat analgesik atau pereda nyeri dan antipiretik, beberapa di antaranya yang populer adalah parasetamol, aspirin, atau ibuprofen. Rebound headache atau sakit kepala berulang, selain disebabkan penggunaan obat pereda nyeri secara berulang dan dalam jangka waktu yang lama, juga bisa disebabkan oleh penghentian obat secara tiba-tiba. 

Sakit kepala berulang atau rebound headache masuk ke dalam kategori sakit kepala sekunder. Sakit kepala sekunder dapat dimaknasi sebagai sakit kepala yang dipicu oleh adanya penyakit lain dalam tubuh. Jadi, kemunculan sakit kepala ini merupakan gejala penyakit tertentu. 

Selain sakit kepala berulang (rebound headache), ada beberapa tipe sakit kepala sekunder lain yang sering terjadi, semisal thunderclap headache, sakit kepala alerti atau sinus, sakit kepala akibat kafein, sakit kepala darah tinggi, sakit kepala saat olahraga (exertion headache), dan sakit kepala pasca trauma (post-traumatic headache).

Hampir semua gejala dari sakit kepala sekunder meliputi emosi tidak stabil atau mudah marah, mual, dan gelisah. Selain itu, kesulitan dalam mengingat juga bisa menjadi beberapa gejala adanya sakit kepala jenis ini, termasuk sakit kepala berulang.

Leih jauh mengenai gejala rebound headache yang muncul bisa dipengaruhi oleh jenis obat yang dikonsumsi. Sakit kepala ini cenderung terjadi setiap hari dan umumnya lebih buruk dirasakan pada pagi hari. Kondisi ini dapat membaik dengan obat, tetapi dapat muncul kembali setelah efek obat habis.

Alasan logis mengapa penggunaan obat sakit kepala sebelah atau obat pereda nyeri secara umum malah dapat menyebabkan sakit kepala adalah; penggunaan obat-obatan tersebut secara terus-menerus atau secara berlebihan akan membuat tubuh kebal (resisten) terhadap suatu obat. Akibatnya, tubuh memerlukan obat yang lebih kuat untuk mengatasi nyeri kepala yang dialami.

Ketika penggunaan obat dihentikan, bisa muncul respons seperti ketagihan. Kondisi inilah yang disebut dengan nyeri kepala berulang, sehingga penderita cenderung akan minum obat lagi. Pada titik ini, berhentinya minum obat yang sebenarnya memicu sakit kepala.

Menurut beberapa kalangan yang berkecimpung di dunia media, takaran paling wajar dalam penggunaan obat sakit kepala sebelah cukup dikonsumsi tak lebih dari 2 sampai 3 kali hari. Lebih dari itu, risiko mengalami rebound headache meningkat.

Cara terbaik untuk terhindar atau malah terbebas dari potensi kondisi medis ini adalah dengan tidak terlalu bergantung dengan penggunaan obat atau produk farmasi. Penggunaan obat sakit kepala berlebihan bisa dihindari dengan mencari tahu penyebabnya, sehingga pasien tidak bergantung pada obat dan bisa mengontrol nyeri dengan metode lebih alami.

Selain itu, seseorang juga bisa menghindari pemicu sakit kepala sebagai salah satu langkah yang efektif dalam menghindari rebound headache. Adapun pemicu yang sering ditemukan adalah akibat konsumsi cokelat, keju, MSG, garam, serta kondisi lainnya seperti kurang tidur, stres, masalah hormonal, dan lain-lain.

Jadi, alih-alih menggunakan obat sakit kepala sebelah secara berlebihan, mengusir sakit kepala terus-menerus yang paling baik adalah dengan mengatasi akar masalah atau penyebabnya terlebih dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *