Prosedur Tes Hitung Retikulosit, Mulai Pengambilan Darah Hingga Pembacaan Hasil

Retikulosit mrtupakan sel darah merah yang belum matang. Tes hitung retikulosit digunakan untuk mengukur jumlah sel darah merah baru yang terbentuk. Tes ini biasanya dilakukan guna mendiagnosis jenis anemia, bahkan sekarang dapat digunakan untuk medetaksi penyakit lainnya, seperti penyakit ginjal. Tinggi atau rendahnya jumlah retikulosit menunjukkan jenis anemia tertentu meskipun tetap dibutuhkan tanda dan gejala lainnya.  

Apa yang harus disiapkan?

Pertama-tama pertugas laboratorium akan mengambil darah Anda sebagai sampel uji. Dokter biasanya menyarankan untuk melakukan puasa atau menghindari makanan serta minuman tertentu sebelumnya. Obat pengencer darah juga tidak boleh dikonsumsi.

Apabila Anda menderita hemofilia maka beritahu dokter karena akan memengaruhi proses pembekuan darah atau riwayat penyakit lainnya. Konsumsi obat-obatan tertentu juga sebaiknya diinformasikan kepada dokter, baik itu obat dengan resep atau obat yang dijual bebas.

Proses pengambilan darah

Biasanya petugas laboratorium mengambil sampel darah  siku bagian dalam atau punggung Anda. Berikut ini proses pengambilan darah yang dilakukan:

  1. Petugas mensterilkan area kulit dengan antiseptik
  2. Lengan bagian atas tempat suntikan dibungkus pita plastik untuk memberi tekanan dan menghambat laju aliran darah sehingga darah terkumpul
  3. Suntikkan jarum steril ke pembuluh darah dan pindah sampel darah ke botol yang telah disiapkan
  4. Lepas pita di lengan dan bersihkan area suntikan serta beri plaster

Bagi bayi dan anak-anak, prosesnya akan sedikit berbeda. Dokter akan membuat sayatan kecil di kulit. Saat darah keluar, dokter menggunakan strip tes untuk mengambil sampel darah yang berjumlah sedikit tersebut.

Akan tetapi, terdapat beberapa kasus orang dewasa yang juga tidak membutuhkan suntikan saat pengambilan darah. Dokter hanya menususk ujung jari dengan jarum kecil kemudian darah diambil menggunakan strip.  

Petugas kemudian akan menguji sampel darah di laboratorium dan mengirimkan ke dokter untuk dibaca hasil tes tersebut.

Dahulu dokter meletakkan sampel darah di bawah mikroskop untuk menghitung retikulosit satu per satu. Akan tetapi, saat ini telah digunakan mesin penghitung untuk mengetahui jumlah retikulosit seluruhnya. 

Pembacaan hasil tes

Pada dasarnya kadar normal retikulosit berbeda-beda di setiap prosedur. Bahkan beberapa kasus membutuhkan tes tambahan untuk memastikan jumlah retikulosit. Hasil pembacaan dituliskan dalam bentuk persentase. Rentang kadar normal orang dewasa dalam bentuk persentase yaitu 0,5-1,5%.

Kadar retikulosit yang tinggi menandakan bahwa Anda mengalami:

  • Pendarahan akut
  • Kehilangan darah kronis
  • Anemia hemolitik, pada orang dewasa maupun bayi baru lahir
  • Penyakit ginjal

Sementara kadar retikulosit rendah dapat mengindikasikan kondisi berikut ini:

  • Anemia karena kekurangan zat besi
  • Anemia aplastik
  • Kekurangan asam folat
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kegagalan fungsi sumsum tulang
  • Penyakit ginjal
  • Sirosis

Dokter akan menjelaskan mengenai hasil pembacaan tes hitung retikulosit serta masalah kesehatan yang mungkin Anda derita. Dokter juga akan merekomendasikan penanganan atau pengobatan lanjutan.

Siapa saja yang dilarang melakukan tes ini?

Beberapa orang tidak disarankan melakukan tes ini karena hasilnya dipengaruhi kondisi fisik, efek samping perawatan medis, atau pengobatan tertentu seperti:

  • Melakukan pengobatan, seperti pada penderita Parkinson, rheumatoid arthritis, demam, malaria
  • Kemoterapi kanker
  • Terapi radiasi
  • Hamil
  • Baru saja melakukan transfusi darah

Retikulosit berasal dari jaringan spons di dalam sum-sum tulang.  Sel darah merah memiliki waktu hidup hanya 4 bulan sehingga akan diproduksi retikulosit baru secara terus menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *