Persiapan Sebelum Konsultasi dan Tanya Dokter Gastroenterologi

Dokter gastroenterologi adalah dokter yang spesialisasinya ada di bidang kesehatan sistem pencernaan. Ketika akan berobat, Anda bisa tanya dokter gastroenterologi seputar kondisi yang melibatkan sistem pencernaan Anda. 

Berbagai macam penyakit pada sistem pencernaan bisa ditangani oleh seorang dokter gastroenterologi. Contohnya seperti mual, sindrom iritasi usus besar, sampai dengan hepatitis C. 

Tanya dokter gastroenterologi seputar kondisi ini

Anda mungkin tidak tahu apakah gejala yang Anda alami berhubungan dengan masalah pada sistem pencernaan. Terkadang, setelah berkonsultasi ke dokter umum, dokter umum bisa saja mencurigai adanya gangguan pada pencernaan Anda. 

Jika hal ini terjadi, maka dokter umum bisa memberikan rujukan kepada Anda untuk berobat ke dokter spesialis gastroenterologi. Anda bisa tanya dokter gastroenterologi seputar gejala dari kondisi berikut ini:

  • Kanker hati
  • Kanker perut
  • Hernia hiatal
  • Polip di usus besar
  • Wasir
  • Penyakit kuning
  • Pankreatitis 

Masih ada banyak kondisi lain yang bisa Anda konsultasikan dengan dokter gastroenterologi. Dokter bisa menentukan apakah gejala Anda disebabkan oleh kondisi tertentu pada sistem pencernaan Anda. 

Jenis prosedur oleh dokter gastroenterologi

Selain seputar gejala dan kondisi, Anda juga bisa tanya dokter gastroenterologi mengenai prosedur untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi Anda. Seorang dokter gastroenterologi bisa memberikan prosedur dalam bentuk: 

  • Endoskopi

Endoskopi dilakukan dengan memanfaatkan kamera kecil. Kamera itu dipasang pada ujung tabung panjang tipis. Nantinya, tabung itu akan dimasukkan ke dalam tubuh, dan kamera bisa memperlihatkan bagian dalam organ pencernaan Anda. 

Tabung endoskopi dimasukkan melalui mulut dan tenggorokan. Biasanya, prosedur ini dilakukan untuk mendiagnosa gejala berupa rasa mual terus-menerus, mual dan muntah, masalah dalam menelan, sakit perut, dan penurunan berat badan yang tak bisa dijelaskan.

  • Polipektomi

Prosedur yang satu ini dilakukan oleh dokter gastroenterologi dengan mengangkat satu atau lebih polip dari lapisan usus. Polip ini merupakan sel pertumbuhan non-kanker yang dapat berkembang di usus besar Anda.

Polip bisa terjadi pada orang dewasa yang sudah melewati usia 50 tahun. Pengangkatan polip dengan metode polipektomi dilakukan dengan membakar polip menggunakan arus listrik.

  • Kolonoskopi dan sigmoidoskopi

Pada dasarnya, prosedur kolonoskopi serupa dengan endoskopi. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan. Anda bisa mendapatkan informasi lebih jelas mengenai kedua prosedur ini dengan tanya dokter gastroenterologi. 

Selama kolonoskopi, dokter bisa melihat seluruh bagian usus besar serta rektum. Sigmoidoskopi memungkinkan dokter untuk memeriksa rektum dan usus besar bagian bawah. 

Kapan perlu tanya dokter gastroenterologi

Anda mungkin tidak tahu kapan perlu berkonsultasi ke dokter gastroenterologi. Secara khusus, Anda perlu berobat apabila mengalami hal-hal berikut ini:

  • Mengalami sakit perut
  • Mengeluarkan darah saat buang air besar
  • Mengalami kesulitan menelan

Anda tidak harus selalu menunggu sampai merasakan gejala ini baru pergi menemui dokter. Apabila Anda sudah berusia 50 tahun ke atas, Anda lebih berisiko terkena masalah pada sistem pencernaan, salah satunya kanker kolon.

Karena itu, Anda bisa rutin berobat dan tanya dokter gastroenterologi sebagai upaya pencegahan. Ketika berkonsultasi rutin, Anda mungkin perlu menjalani serangkaian tes pemeriksaan menyeluruh. 

Jangan ragu untuk berobat ke dokter gastroenterologi ketika merasakan adanya gejala tertentu pada sistem pencernaan. Semakin cepat gejala Anda terdeteksi, semakin cepat juga pengobatan dilakukan.

Tanya dokter gastroenterologi mengenai hal-hal yang tidak Anda mengerti. Hal ini penting, supaya Anda bisa memelihara sistem pencernaan Anda dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *