Perbedaan Antara Pencabulan, Pelecehan Seksual, dan Pemerkosaan

Pada umumnya pengertian mengenai pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan. Tindakan ini bisa terjadi di mana saja, bisa itu di kantor, jalan dan bahkan di rumah. Bentuknya juga bermacam-macam, bisa dalam bentuk verbal maupun non-verbal, namun demikian tindakan ini ternyata berbeda dengan tindakan pencabulan dan pemerkosaan.

Tindakan pelecehan ini bisa mengakibatkan seseorang kesulitan seperti dalam pelaksanaan tugas dalam bekerja hingga menyebabkan seseorang merasa dirinya bekerja dalam iklim perusahaan yang tidak harmonis. Hal ini bahkan dapat menyebabkan risiko terhadap kesehatan dan juga keselamatan si pekerja tersebut.

Beda Pencabulan, Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan

  • Pencabulan

Tindakan ini bisa mencakup banyak hal berbeda, seperti menyentuh korban secara seksual, memaksa korban menyentuh pelaku secara seksual hingga memaksa korban melihat organ tubuh dan kegiatan seksual. Pencabulan merupakan termasuk tindakan kriminal, seperti misalnya yang terjadi pada seorang dokter olahraga di Amerika Serikat, Larry Nassar.

Larry Nassar diadili karena telah melakukan pencabulan terhadap anak-anak dan bukan seorang dewasa. Seluruh negara bagian AS mempunyai hukum yang menyebutkan bahwa anak-anak tidak mampu memberikan persetujuan atau sexual consent yang layak terkait tindakan seksual apa saja yang ada.

  • Pemerkosaan

Di tahun 2012 FBI mengeluarkan revisi terkait definisi pemerkosaan, yaitu melakukan penetrasi walaupun sedikit terhadap vagina atau anus dengan organ tubuh atau objek apa pun atau penetrasi oral dengan organ seks seseorang tanpa ada persetujuan dari seseorang tersebut. Adanya revisi ini disebut netral, dalam artian bisa mencakup korban siapa saja.

Definisi menurut FBI ini tidak seperti bayangan sebagian besar orang, pemerkosaan pada umumnya dilakukan oleh orang asing dengan paksaan. Sementara itu pada definisi FBI tidak menyebut apa saja terkait hubungan korban dan pelaku.

Yang dimaksud dengan persetujuan di atas adalah kemampuan seseorang untuk membuat keputusan tentang apa yang terjadi di tubuh seseorang. Khususnya ketika orang tersebut dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diinginkan berkaitan dengan perbuatan seksual.

Seorang pelaku pemerkosaan bisa melakukan seks berupa penetrasi terhadap korban melalui beberapa cara. Pelaku bisa mengacuhkan penolakan verbal, menolaknya dengan berteriak, atau juga bisa dengan penolakan fisik dengan menahan pelaku. Seorang pelaku pemerkosaan tidak bisa membela diri terhadap tuduhan dengan mengklaim tidak sadar.

  • Pelecehan Seksual

Sebutan atau istilah pemerkosaan dan serangan seksual kerap digunakan secara bergantian dalam sebuah berita. Definisi pemerkosaan itu spesifik, namun istilah pelecehan ini bisa dipakai untuk menggambarkan beberapa tindakan kejahatan yang bersifat seksual. Bisa dimulai dari menyentuh, mencium, menggesek, meraba hingga meraba korban secara seksual.

Kondisi ini merupakan istilah yang lebih luas ketimbang serangan seksual dan mencakup sebanyak tiga kategori perilaku yang tidak diperbolehkan. Pertama pemaksaan seksual, mengacu pada upaya implisit atau eksplisit untuk membuat suatu kondisi terkait pekerjaan bergantung pada perilaku seksual.

Bentuk pelecehan yang kedua adalah lebih sering terjadi yakni perhatian seksual yang tidak diinginkan, seperti sentuhan, pelukan, ciuman tak diinginkan, hingga tekanan terus menerus. Agar bisa disebut pelecehan yang melanggar hukum, perilaku seksual tersebut tidak harus diinginkan dan tidak menyenangkan bagi korban.

Perhatian seksual yang tidak diinginkan oleh korban bisa mencakup serangan seksual hingga bahkan pemerkosaan. Banyak pelecehan seksual dilakukan dengan tidak melibatkan perilaku seksual.  Sementara itu, pelecehan kategori ketiga dan yang paling sering terjadi adalah pelecehan gender, tindakan merendahkan gender orang lain tetapi tidak ada ketertarikan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *