Penyebab Overbite atau Gigi Tonggos yang Perlu Diketahui

Apabila mendengar kata overbite, Anda kemungkinan besar tidak akan familiar dengan kondisi medis yang merujuk pada gigi.

Namun jika kata itu diartikan sebagai gigi tonggos, Anda pun langsung bisa mengertilah secara visual kondisi medis tersebut.

Ya, gigi tonggos atau yang bernama lain maloklusi merupakan kondisi medis pada gigi yang terlihat tidak sejajar antara gigi atas dan gigi bawah.

Ketidaksejajaran itu menyebabkan gigi bagian atas agak mengarah ke depan sehingga kondisi secara penampilan agak mengganggu, dan bahkan bisa memengaruhi tingkat rasa percaya diri di depan umum.

Akibatnya, banyak pemilik gigi tonggos yang menjadi malu bahkan untuk senyum sekalipun karena kondisi yang demikian membuat mereka menjadi bahan tertawaan.

Namun ada juga yang sebaliknya, tidak peduli dengan situasi, dan membiarkan gigi tonggosnya terlihat di depan publik.

Sebenarnya, bukan hanya rasa percaya diri saja akibat memiliki gigi tonggos yang terlihat berantakan .

Gigi tonggos dapat juga menyebabkan komplikasi berupa kerusakan pada gigi lain, gusi, atau lidah karena gigitan yang tanpa disengaja.

Karena itu, kondisi ini memerlukan perawatan khusus untuk mengatasinya agar gigi tonggos bisa dirapikan kembali.

Lalu mengapa bisa terjadi kondisi yang demikian? Hal ini sebenarnya tidak lepas dari hal-hal yang dilakukan di masa kecil. Hal-hal inilah yang menyebabkan gigi menjadi tonggos, dan malah sering tidak disadari. Apa saja itu? Simak di bawah ini!

Kebiasaan bernapas melalui mulut

Di masa kecil, mungkin Anda sering bernapas melalui mulut terutama saat Anda sedang pilek atau flu yang memang tidak memungkinkan untuk bernapas lewat hidung.

Dalam kondisi terkena flu atau pilek hal tersebut tidaklah masalah karena itulah satu-satunya alternatif.

Namun jika bernapas melalui mulut terus-menerus dilakukan alias di luar kondisi pilek dan flu, tanpa disadari hal tersebut malah akan menyebabkan gigi menjadi tonggos. Sebab, secara tidak langsung mengubah rahang gigi hingga tidak sejajar.

Mengisap jempol

Merupakan hal yang sangat umum jika anak kecil di masa tumbuh-kembangnya gemar mengisap jempol.

Mengisap jempol diibaratkan oleh anak menyusu pada ibu namun tidak menghasilkan nutrisi sama sekali.

Kebiasaan ini selain dianggap jorok juga ternyata memang tidak baik bagi pertumbuhan gigi anak karena lama-kelamaan akan menyebabkan gigi tonggos.

Ini akibat adanya gerakan maju mundur dari jempol yang berpotensi mengubah behtuk rahang gigi.

Kebiasaan menggigit kuku

Banyak orang menggigit kuku karena gemas dan cemas akan suatu hal yang terkadang tanpa disadari melakukan hal tersebut secara berlebihan hingga bengkak dan mengeluarkan nanah.

Rupanya mengigit kuku ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak menggigit kuku karena gemas.

Namun kebiasaan ini juga secara tidak langsung dapat menyebabkan overbite pada gigi sehingga gigi anak menjadi tonggos saat tumbuh-kembang karena mengubah bentuk rahang.

Menggunakan empeng atau dot

Di masa kecil Anda mungkin sering diingatkan untuk tidak selalu mengisap empeng atau dot oleh orang tua Anda karena bisa menyebabkan gigi menjadi tonggos.

Hal tersebut memang benar sebab kegiatan mengisap empeng atau dot yang gemar dilakukan bayi dan anak kecil berpotensi mengubah bentuk rahang. Karena itulah, pemberian ASI langsung sangat dianjurkan.

Salah dalam menggosok gigi

Gigi tonggos juga bisa muncul akibat kesalahan dalam menggosok gigi yang dilakukan oleh anak.

Hal ini karena gigi pada anak merupakan gigi yang masih muda dan mudah berubah posisi ketika disikat terlalu keras sehingga anak harus diajarkan untuk menyikat gigi dengan lembut.

Gigi berlubang

Gigi berlubang pada anak merupakan masalah yang harus segera diatasi. Sebab, jika dibiarkan malah akan membuat gigi menjadi tonggos.

Hal ini karena anak dalam masa tumbuh-kembangnya akan menggunakan rahang kanan dan kiri dalam mengasup makanan.

Apabila salah satu rahang gigi berlubang, hal tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan karena anak lebih condong pada sisi yang tidak berlubang.

Cabut gigi berlubang sebelum waktunya

Terakhir, overbite gigi juga karena banyak orangtua yang mencabut gigi susu yang berlubang pada anak sebelum waktunya, dan terjadi saat peralihan gigi susu ke dewasa. Akibatnya gigi menjadi tonggos karena adanya ruang kosong yang membuat gigi lain bisa berpindah posisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *