Penyebab Gangguan Pendengaran Tuna Rungu dan Cara Mengatasinya

Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran dapat disebut tuna rungu ataupun tuli. Meski pun keduanya sama-sama populer dan sering digunakan, namun ternyata memiliki perbedaan secara penggunaan istilah. Tuna rungu dianggap lebih halus dan sopan untuk digunakan dalam tatanan sosial budaya dan dijadikan penyebutan dalam dunia medis. Sedangkan istilah tuli dianggap lebih kasar. Meski demikian, anggota komunitas Tuli lebih memilih disebut Tuli daripada tuna rungu. Mengapa demikian? Mereka beranggapan bahwa sapaan Tuli menunjukkan kelompok masyarakat yang memiliki identitas soial, bahasa ibu, dan budaya sendiri. Lalu, apa saja jenis dan penyebab gangguan pendengaran? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Jenis dan penyebab gangguan pendengaran

Tuna rungu memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari segi medis. Ketiganya berbeda dari segi penyebab. Penting untuk mengetahui dengan jelas penyebab tuna rungu pada seseorang sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

  • Gangguan pendengaran sensorineural (SNHL)

Gangguan pendengaran sensorineural(SNHL) menjadi penyebab 90% tuna rungu pada orang dewasa. Gangguan SNHL terjadi karena struktur bagian dalam mengalami kerusakan. Selain itu, SNHL juga bisa terjadi karena kerusakan syaraf pendengaran.

  • Gangguan pendengaran konduktif

Gangguan pendengaran konduktif adalah salah satu yang dapat menyebabkan seseorang menjadi tuna rungu. Penyebabnya yaitu adanya masalah pada gendang telinga, osikel, atau saluran telinga. Gangguan ini menyebabkan suara tidak dapat masuk pada telinga bagian dalam.

  • Gangguan pendengaran campuran

Gangguan pendengaran campuran tergolong paling rumit ditangani dibandingkan yang lainnya. Hal itu dikarenakan gangguan pendengaran campuran merupakan kombinasi gangguan SNHL dan gangguan kognitif. Kemampuan mendengar orang yang mengalami hal ini akan sangat buruk.

Cara mengatasi gangguan pendengaran

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi gangguan pendengaran yang dialami oleh seseorang. Tuna rungu pada setiap orang bisa berbeda-beda sehingga penanganannya pun akan disesuaikan. Berikut ini merupakan 3 cara mengatasi gangguan pendengaran yang sering digunakan.

  • Pemberian obat-obatan

Pemberian obat khusus dapat membantu mengatasi tuna rungu pada seseorang. Obat yang diberikan akan disesuaikan. Untuk penyakit Meniere, kombinasi obat tertentu akan diberikan beserta saran untuk melakukan diet rendah sodium dan natrium. Jika mengalami infeksi telinga kronis, Anda mungkin terbantu dengan obat antijamu dan antibiotik. Virus juga dapat membuat tuna rungu secara mendadak sehingga seringkali ditangani menggunakan obat kortikosteroid.

  • Pemakaian alat bantu dengar

Cara lain untuk mengatasi tuna rungu yaitu dengan memakai alat bantu dengar. Jenis alat bantu dengar bermacam-macam seperti jenis konvensional, alat bantu dengar dengan konduksi tulang, dan alat bantu dengan dengan implan koklea. Pemilihan alat bantu dengar akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

  • Operasi atau pembedahan

Selain obat dan alat bantu, operasi juga termasuk cara untuk mengatasi gangguan pendengaran. Tindakan pembedahan dilakukan jika berbagai obat tidak dapat mengatasi gangguan pendengaran yang dialami oleh seseorang. Beberapa jenis tuna rungu yang diatasi dengan operasi yaitu karena tumor jinak, trauma kepala penyebab kompartemen telinga pecah, serta tidak adanya saluran telinga tengah.  

Untuk dapat berkomunikasi dengan para tuna rungu, Anda dapat menggunakan bahasa isyarat. Sama seperti bahasa verbal, bahasa isyarat pun memiliki ragam jenis sesuai dengan daerah masing-masing. Komunitas Tuli di Indonesia menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sebagai bahasa utama. Untuk tuna rungu di Inggris, mereka menggunakan British Sign Language (BSL). Sedangkan di Amerika, terdapat Sign Language (ASL) yang digunakan tuna rungu Amerika Serikat. Semua bahasa isyarat tersebut dapat Anda pelajari, meski Anda bukan seorang tuna rungu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *