Penyebab dan Gejala Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi di mana tulang kamu memiliki tingkat kepadatan di bawah normal. Ini bukanlah sebuah penyakit, namun jika kamu mengalami kondisi ini maka kamu berisiko mengalami osteoporosis.

Memiliki kondisi ini juga membuat kamu lebih berisiko mengalami beberapa gangguan tulang. Seperti patah tulang, postur bungkuk, dan rasa sakit hebat karena kehilangan tinggi badan.

Lalu apa sih yang sebenarnya mendasari kondisi ini bisa terjadi? Pelajari lebih lanjut soal osteopenia mulai dari penyebab hingga gejalanya pada ulasan di bawah ini!

Diagnosis

Untuk mengetahui apakah kamu menderitanya atau tidak, kamu harus menjalani tes kepadatan tulang. Tes ini akan mengukur massa dan juga kekuatan tulang kamu.

Metode yang umum digunakan adalah absorptiometry sinar-X energi ganda (DEXA atau DXA). Tes ini akan mengukur kepadatan tulang kamu di area pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Tinggi rendahnya level kepadatan tulang kamu didasarkan pada standar BMD atau Bone Mineral Density. Hasil tes ini dapat mengetahui apakah kamu menderita osteopenia atau osteoporosis, atau apakah tulang kamu normal.

Penyebab 

Ini adalah salah satu kondisi yang umum terjadi akibat adanya faktor penuaan. Umumnya kepadatan tulang akan mencapai puncaknya saat usia kamu menyentuh 30an.

Sepanjang kehidupan, tulang kita akan terus tumbuh dan berubah. Saat masih muda, tulang baru tumbuh sementara tulang lama rusak dan tubuh akan menyerapnya.

Proses menumbuhkan tulang baru lebih cepat ketimbang proses tubuh memecah tulang tua, alhasil massa tulang tinggi. Namun saat melewati masa puncak, prosesnya terbalik.

Tubuh akan lebih cepat memecah tulang tua, dan proses menciptakan tulang baru melambat, dan hasilnya massa tulang berkurang.

Faktor risiko

Kondisi ini lebih sering dan mungkin terjadi pada wanita. Penyebabnya ada beberapa. Pertama, secara umum massa tulang wanita memang lebih rendah ketimbang pria.

Kedua, pada wanita tingkat keropos tulang meningkat setelah memasuki masa menopause karena kadar estrogen turun. Selain menopauses, penurunan kadar estrogen juga bisa terjadi karena pengangkatan ovarium.

Sebab, ovarium berperan memproduksi estrogen. Jadi pengeroposan tulang lebih cepat akan terjadi jika kedua ovarium diangkat. Selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa membuat kamu lebih berisiko:

  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami osteopenia
  • Usia di atas 50 tahun
  • Memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun
  • Menjalani prosedur pengangkatan ovarium sebelum masa menopause
  • Kurang olahraga
  • Pola makan rendah kalsium dan vitamin D
  • Menggunakan produk tembakau seperti merokok
  • Mengonsumsi alkohol dan kafein terlalu banyak
  • Penggunaan obat prednison atau fenitoin
  • Mengalami hipertiroidisme

Gejala 

Pada umumnya, kondisi rendahnya massa tulang tidak menimbulkan gejala apapun. Hal ini biasanya baru disadari saat komplikasi atau gangguan seperti patah tulang terjadi.

Maka dari itu kamu disarankan untuk melakukan tes kepadatan tulang sedini mungkin. Kamu disarankan melakukan tes BMD apabila memiliki beberapa kriteria di bawah ini:

  • Kamu wanita berusia 65 ke atas
  • Wanita sudah masuk masa menopause di bawah usia 65 tahun
  • Kamu sudah masuk masa menopause dan pernah mengalami patah tulang karena aktivitas biasa

Diagnosis dan pengobatan kondisi ini sedini mungkin sangatlah penting. Ini dapat membantu mencegah osteoporosis dan masalah kesehatan di masa depan.

Nah itu dia sedikit rangkuman mengenai penyebab dan gejala osteopenia yang harus kamu ketahui. Jika memiliki beberapa faktor risiko di atas, segera buat janji temu dokter untuk melakukan tes BMD ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *