Apakah Penyebab Air Ketuban Keruh Bisa Dicegah?

Apakah Penyebab Air Ketuban Keruh Bisa Dicegah?

Air ketuban memiliki tekstur yang cair, berwarna bening, dan tidak berbau atau cenderung berbau manis. Air ketuban merupakan bagian penting dalam pertumbuhan janin dan mempermudah selama proses persalinan. 

Namun perubahan warna air ketuban perlu diwaspadai. Penyebab air ketuban keruh dipengaruhi oleh beberapa faktor dan perlu pemeriksaan lebih lanjut agar tidak terjadi komplikasi serius. 

Cairan ketuban sebagai pelindung janin

Air ketuban merupakan cairan yang mengelilingi bayi, lebih sering digambarkan sebagai tempat bayi agar bisa berenang dan bergerak bebas di dalam rahim. Air ketuban diproduksi di minggu-minggu awal kehamilan yang diambil dari cairan tubuh ibu. 

Setelah bayi mencapai usia 20 minggu, cairan ketuban sebagian besar terdiri dari urin bayi. Air ketuban membantu banyak aspek dalam tumbuh kembang janin. Misalnya, bayi akan minum air ketuban untuk melatih sistem pencernaan dan otot-otot dalam tubuhnya. Cairan ketuban juga berfungsi melindungi bayi dari benturan dan risiko infeksi.

Anda tak perlu khawatir air ketuban tidak steril, karena cairan ini sangat bersih. Selain urin dan cairan tubuh ibu, cairan ketuban juga memiliki komposisi seperti hormon, nutrisi, antibodi, elektrolit, protein, sel janin, dan vernix atau lapisan pelindung kulit bayi. 

Air ketuban juga tidak memiliki bau busuk atau pesing, tapi mungkin tercium agak manis. Warnanya bening atau kuning pucat, dan teksturnya tidak kental. Terkadang ada sedikit garis merah dimana itu merupakan hal yang normal.

Penyebab air ketuban keruh

Normalnya warna air ketuban jernih atau agak kuning muda. Warna kekuningan berasal dari urobilin atau sisa pemecahan bilirubin yang memberi warna kuning pada urin. Terkadang ditemukan cairan berwarna putih yang berasal dari vernix. Kemudian memasuki trimester ketiga air ketuban berubah menjadi tidak berwarna. Antara minggu ke 33 dan ke 34 kehamilan, air ketuban mungkin berubah warna menjadi keruh. 

Salah satu penyebab air ketuban keruh karena bayi mengeluarkan mekonium. Mekonium merupakan feses pertama yang dikeluarkan bayi, biasanya dikeluarkan setelah bayi lahir. Namun, dalam kasus tertentu ketika kurangnya kadar oksigen ke janin atau hipoksia, bayi bisa mengeluarkan mekonium lebih awal sehingga menyebabkan air ketuban keruh kecoklatan. 

Kondisi ini disebut dengan meconium aspiration syndrome (MAS). MAS juga bisa dipicu oleh kondisi kesehatan ibu seperti hipertensi atau diabetes, atau jika usia kehamilan sudah di atas 40 minggu. Jika tidak segera ditangani, MAS bisa meningkatkan risiko lahir mati atau cacat lahir. 

Warna air ketuban keruh juga bisa disebabkan oleh:  

Infeksi bakteri

Chorioamnionitis adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi kantung ketuban. Infeksi ini biasanya berasal dari vagina dan saluran kemih, lalu menyebar ke kantung ketuban dan menyebabkan cairan ketuban keruh.

Anemia hemolitik

Kadar bilirubin yang berlebih pada bayi membuat warna urin bayi terlalu kencang, sehingga air ketuban keruh. Kondisi ini bisa dipicu ketika bayi mengalami anemia hemolitik. Hal ini ditandai dengan air ketuban berwarna merah tua.

Bayi meninggal dalam kandungan

Warna air ketuban yang terlalu gelap bisa menjadi tanda bayi meninggal dalam kandungan. 

Apakah perubahan warna air ketuban bisa dicegah?

Kondisi kesehatan janin dan rahim sebagian besar dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup ibu. Ibu hamil yang mengalami kelelahan bekerja, menderita penyakit tertentu, atau memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol rentan memiliki air ketuban keruh.

Maka untuk menghindari hal tersebut, ibu hamil harus menjaga kesehatan dan kesejahteraannya sendiri. 

Catatan

Penyebab air ketuban keruh bisa diketahui ketika terjadi kebocoran air ketuban. Ibu bisa memperhatikan warna dan bau dari air ketuban yang keluar, dan segera temui dokter untuk mendapatkan tindakan medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *