Pahami Bahaya Terlalu Sering Minum Teh dan Kopi

Pahami Bahaya Terlalu Sering Minum Teh dan Kopi

Menjadi salah satu hobi bagi sebagian masyarakat untuk mengonsumsi teh dan kopi di pagi hari, kedua jenis minuman ini disebut-sebut mampu memberikan sensasi kebahagiaan dan ketenangan. Dua jenis minuman ini menjadi pilihan konsumsi yang digemari oleh hampir semua orang di seluruh dunia, biasanya ditambah beberapa camilan saat menikmati waktu santai.

Berbagai manfaat dirasakan hanya dengan secangkir kopi atau teh, mulai dari kesehatan, membangkitkan energi, hingga sekadar minuman untuk bersantai. Di Indonesia kedua jenis minuman ini sangat mudah ditemukan, dengan berbagai macam jenis serta kemasan. Perlu diketahui untuk penyuka kedua jenis minuman ini ada perbedaan manfaat dari keduanya.

Bahaya Minum Teh dan Kopi

Kandungan tanin dalam teh bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh, selain itu studi menunjukkan jika konsumsi teh bisa menyebabkan terjadinya pengurangan penyerapan zat-zat besi sebesar 62 persen. Selain itu, sebuah studi mengklaim bahwa konsumsi teh lebih dari tujuh cangkir sehari bisa melipatgandakan risiko kanker prostat.

Kopi memiliki kandungan kafein yang sangat tinggi dan merupakan stimulan, sehingga jika seseorang yang mengonsumsinya sensitif atau tidak terbiasa mengonsumsi kopi, maka yang mengonsumsinya akan merasa gelisah hingga merasa cemas. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi teh dan kopi menjadi perhatian khusus bagi seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Pasalnya asupan kafein yang terdapat di dalam kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal inilah yang membuat seseorang tersebut perlu membatasi konsumsi kopi yang mengandung kafein sangat banyak. Kandungan asam kopi yang tinggi juga bisa menyebabkan terjadinya masalah pencernaan.

Kedua jenis minuman ini bisa menjadi sumber nutrisi dan antioksidan yang baik membantu tubuh dalam mencegah penyakit, jika dalam mengonsumsinya tidak dengan campuran gula atau krim. Konsumsi keduanya juga tergantung pada kondisi si peminum, selama seseorang tidak sensitif terhadap kafein dan tidak menderita sakit seperti maag.

Keduanya juga kaya akan zat antioksidan dan sama-sama menyehatkan jika dikonsumsi secara wajar. Zat antioksidan dalam kopi atau teh berpotensi dalam menurunkan risiko berbagai penyakit, memilih mengonsumsi teh atau kopi menjadi selera bagi setiap orang. Jika mencari asupan energi instan, kopi bisa dimanfaatkan menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi.

Manfaat Teh dan Kopi

  • Level Kafein

Kedua jenis minuman ini sama-sama mengandung kafein, kopi memiliki level kafein yang lebih tinggi ketimbang teh, yaitu sebesar 125-128 mg dalam secangkir kopi, sementara di dalam teh hanya sebanyak 55 mg. Meski sama-sama mengandung kafein, kandungan di dalam teh dapat membantu konsentrasi sementara kandungan pada kopi menghilangkan rasa tegang.

  • Mencegah Kanker

Secangkir teh mengandung quercetin yang bermanfaat bagi tubuh dalam mencegah munculnya beberapa masalah kesehatan serius. Seperti kanker, gangguan jantung hingga pembuluh darah, sementara pada kopi tidak memiliki khasiat yang sama.

  • Meredakan Nyeri

Teh memiliki kandungan beberapa zat yang bisa meredakan gejala nyeri serta gangguan inflamasi, selain itu teh bisa mampu meningkatkan metabolisme tubuh. Sementara itu, kopi memiliki kemampuan untuk meringankan gejala asma dan parkinson hingga melindungi dari penyakit alzheimer dan demensia.

  • Antioksidan

Kedua jenis minuman ini memiliki zat antioksidan yang bisa membantu menjaga kebugaran tubuh, teh melindungi tubuh dari stres dan menurunkan tingkat kolesterol yang ada di dalam darah. Sementara antioksidan pada kopi tanpa gula mampu menjaga tingkat gula darah hingga mencegah batu ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *