Pahami 7 Tanda Sinovitis Toksin pada Anak

Pahami 7 Tanda Sinovitis Toksin pada Anak

Bayi dan anak kecil umumnya menangis karena menandakan suatu ketidaknyamanan. Apabila ia cenderung menangis ketika sedang berjalan, Anda patut mewaspadai bahwa ia sedang terkena sinovitis toksin. 

Sinovitis toksin merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Infeksi yang disebabkan virus tersebut memicu peradangan dan pembengkakan sendi yang membuat anak menjadi sulit untuk menggerakkan bagian tertentu tubuhnya. 

Ada beberapa ciri khas dari penyakit yang kerap lebih sering menyerang anak laki-laki ini. Berikut adalah gejala-gejala umum yang biasa dialami bayi ketika terkena sinovitis toksin. 

  1. Berjalan Pincang 

Jika anak Anda sudah bisa berjalan, akan lebih mudah melihat ia terkena sinovitis toksin atau tidak. Anak-anak yang menderita sinovitis toksin umumnya akan berjalan pincang. Ini karena virus menginfeksi dan menyebabkan pembengkakan pada salah satu sisi panggul. 

  1. Menjinjit

Anak-anak memang masih sulit mengungkapkan rasa sakitnya. Namun, jika anak tiba-tiba sering melakukan kebiasaan menjinjit, khususnya ketika berjalan, ada patut curiga ada sesuatu yang tidak beres. Menjinjit merupakan sikap yang diambil anak untuk mengurangi rasa nyeri untuk berjalan. Ada kemungkinan ia tengah mengalami sinovitis toksin dan merasakan nyeri di bagian panggul, namun bingung bagaimana mau menjabarkannya. Andalah yang harus cepat tanggap. 

  1. Demam 

Bagaimanapun, sinovitis toksin merupakan infeksi virus. Ketika infeksi datang, tubuh akan melakukan perlawanan dengan meningkatkan antibodi sehingga menyebabkan demam. Hal inilah yang terjadi hampir pada setiap penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Ciri khas demam dari sinovitis toksin adalah demam ringan yang muncul sekitar 3 hari pertama pada saat mulai terinfeksi virus penyebab. Tidak jarang pula, demam pada sinovitis toksin disertai kondisi anak yang menggigil. 

  1. Malas Berjalan 

Malas berjalan pada anak-anak berusia 1—2 tahun dianggap biasa. Pasalnya, ada kecenderungan anak kecil memang tiba-tiba malas melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah ia kuasai. Namun bisa jadi juga, rasa malas berjalan si kecil disebabkan ia terkena sinovitis toksin yang menyebabkan rasa sakit tiap kali ia berjalan. 

  1. Kemerahan dan Bengkak 

Coba perhatikan bagian pinggul anak Anda. Apakah ada tanda-tanda pembengkakan? Jika iya, hampir dapat dipastikan ia tengah terkena sinovitis toksin yang membuat pinggul mengalami radang dan akhirnya bengkak. Kalaupun tidak bengkak, cobalah lihat apakah ada tanda kemerahan di area pinggul? Pasalnya, kemerahan pada pinggul juga menjadi gejala dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini. 

  1. Rewel 

Anak kecil suka menangis? Hal tersebut sangat wajar. Namun, Anda perlu mencurigai ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman apabila ia mendadak rewel sepanjang hari dan tidak ada penyebabnya. Jika ia tidak haus atau lapar ataupun tidak mengantuk, kondisi rewel bisa jadi karena adanya keluhan sakit di badan yang sulit ia ungkapkan. Cobalah sentuh beberapa bagian tubuhnya, tidak terkecuali pinggul. Jika tangisnya mengencang ketika Anda menyentuh pinggulnya, bisa jadi ia sedang mengalami sinovitis toksin. 

  1. Nyeri Lutut 

Salah jika Anda berpikiran bahwa gejala sinovitis toksin hanya menyerang bagian pinggul. Sebenarnya, infeksi dari virus menyebabkan peradangan di berbagai area sendiri anak Anda. Tidak jarang, ada anak yang mengeluhkan nyeri sendi di bagian lutut ketika mengalami sinovitis toksin. Anda bisa membawanya ke dokter untuk mendapat tes lebih tepat guna memastikan nyeri lutut tersebut tergolong sinovitis toksin atau bukan. 

Jangan terlalu khawatir apabila anak Anda terserang sinovitis toksin. Peradangan sendi pinggul ini umumnya terjadi secara temporer dan bisa sembuh maksimal dalam 5 minggu. Sejauh ini, tidak ditemukan pula potensi komplikasi berbahaya dari sinovitis toksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *