Ulasan Seputar Kesehatan

Jangan Diremehkan, Ini Pentingnya Gerakan Pemanasan Sebelum Berenang

Jangan Diremehkan, Ini Pentingnya Gerakan Pemanasan Sebelum Berenang

Sebelum memulai olahraga, Anda harus selalu mengingat untuk melakukan pemanasan. Ketika akan berenang pun, Anda tidak boleh lupa melakukan gerakan pemanasan sebelum berenang guna menghindari cedera.

Cedera saat berolahraga lebih rentan terjadi ketika seseorang tidak melakukan pemanasan lebih dulu. Karena itu, ketika akan berenang pun, Anda perlu untuk tetap melakukan pemanasan dengan sungguh-sungguh.

Pentingnya melakukan gerakan pemanasan sebelum berenang

Pada dasarnya, ada dua fungsi utama dari melakukan gerakan pemanasan sebelum berenang, yaitu:

  • Menghangatkan otot

Coba bayangkan saat sebuah karet dimasukkan ke dalam freezer selama 30 menit, lalu dikeluarkan dan diregangkan. Tentunya, karet itu akan menjadi kaku dan tidak bisa diregangkan sebagaimana mestinya.

Hal ini bisa dijadikan analogi sebagai otot-otot tubuh Anda. Tanpa aliran darah yang cukup, otot Anda tidak bisa memberikan elastisitas dan rentang gerak yang cukup untuk memaksimalkan potensi Anda saat berenang.

Karena itu, gerakan pemanasan bisa membantu Anda untuk memompa darah ke otot-otot tubuh, sehingga otot itu menjadi lebih siap untuk digunakan berolahraga.

Otot yang tidak dihangatkan melalui gerakan pemanasan beresiko menyebabkan cedera.

  • Meningkatkan denyut jantung

Peningkatan detak jantung juga memiliki pengaruh terhadap darah yang dipompa ke bagian-bagian tubuh Anda, termasuk otot. Denyut jantung yang meningkat berkontribusi dalam proses menghangatkan otot-otot.

Saat berenang, Anda akan mengeluarkan energi yang lebih besar dari biasanya agar bisa bergerak di dalam air. Tanpa peningkatan denyut jantung, tentunya energi itu tidak bisa dikeluarkan dengan maksimal.

Selain itu, ketika Anda masuk ke dalam air dingin tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, otot dan jantung Anda rentan mengalami syok. Hal ini dapat berakibat fatal bagi kesehatan Anda.

Karena itulah, Anda harus selalu melakukan pemanasan sebelum mulai berenang agar tidak membahayakan kesehatan Anda sendiri. 

Cedera yang terjadi akibat tidak melakukan pemanasan sebelum berenang

Apabila Anda meremehkan pentingnya melakukan gerakan pemanasan sebelum berenang, maka Anda lebih mudah mengalami cedera. Cedera yang mungkin terjadi berupa:

  • Nyeri punggung bagian bawah

Selama berenang, Anda bergantung cukup banyak pada otot-otot di area punggung bagian bawah dalam melakukan gerakan renang. Selain itu, otot punggung bagian bawah cenderung memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi.

Fleksibilitas tinggi ini membuat otot punggung bagian bawah lebih banyak digunakan. Jika tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu, hal ini akan memicu rasa nyeri setelah berenang.

  • Cedera bahu

Cedera yang satu ini merupakan cedera yang paling sering terjadi pada perenang. Cedera ini bisa saja terjadi karena adanya tekanan pada rotator cuff karena tangan menarik terlalu banyak air pada gerakan renang pertama.

Selain itu, cedera bahu lainnya berupa bisep tendinitis, yaitu peradangan yang menyakitkan pada tendon bisep. Ada juga cedera berupa ketidakstabilan bahu. 

Seluruh cedera bahu ini bisa dipicu oleh kelelahan saat berenang atau penggunaan otot yang terlalu berlebihan selama berenang. Hal ini semakin rentan terjadi pada perenang yang tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Sebagai orang yang akan melakukan olahraga renang, Anda perlu memahami pentingnya melakukan pemanasan. Cedera saat berolahraga sangat rentan terjadi jika tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Umumnya, cedera saat berenang memang bisa diatasi. Namun bila cedera itu cukup parah dan terjadi berulang kali, maka efeknya akan berbahaya bagi kesehatan Anda. Karena itu, selalu lakukan gerakan pemanasan sebelum berenang.

Bahaya Daging Babi Perlu Diwaspadai

bahaya daging babi untuk kesehatan

Banyak orang yang ingin jalan-jalan ke berbagai tempat, khususnya jika tempat tersebut merupakan tempat kuliner. Banyak makanan yang tersedia di berbagai tempat kuliner, salah satunya termasuk daging babi. Namun, sama seperti makanan lain, daging babi juga bisa berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, bahaya daging babi perlu diwaspadai.

Kondisi Pada Tubuh

Jika Anda ingin mengkonsumsi daging babi, Anda perlu pahami bahwa bahaya daging babi dapat menimbulkan kondisi berikut:

  1. Tekanan darah tinggi

Salah satu kondisi yang bisa timbul akibat bahaya daging babi adalah tekanan darah tinggi. Hal tersebut bisa terjadi karena seseorang mengkonsumsi daging babi yang tinggi lemak atau menggunakan garam dalam jumlah yang terlalu banyak.

  1. Hepatitis E

Hepatitis E juga merupakan kondisi lain yang bisa terjadi akibat bahaya daging babi. Hepatitis E merupakan virus yang ada pada hati daging babi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa daging yang tidak dimasak dengan matang akan menimbulkan risiko tersebut.

Pada umumnya, penderita hepatitis E tidak menunjukkan gejala apapun, namun ibu hamil bisa mengalami gagal hati dan berisiko terhadap kematian.

  1. Kanker hati

Kanker hati bisa terjadi karena adanya kandungan nitrosamine pada daging babi. Berdasarkan sebuah penelitian, manusia lebih sensitif terhadap nitrosamine dibandingkan dengan hewan uji coba seperti tikus.

Kandungan nitrosamine dapat ditemukan di bagian hati, sosis, ham, dan bacon. Selain itu, jika lemaknya banyak, berarti daging tersebut mengandung lebih banyak nitrosamine dibandingkan dengan daging babi yang lemaknya sedikit.

  1. Sirosis hati

Daging babi yang tidak diolah dengan baik juga dapat menimbulkan sirosis hati. Sirosis hati merupakan kondisi munculnya fibrosis pada hati.

  1. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat manusia. Hal tersebut berkaitan dengan mengkonsumsi daging babi yang tidak diolah dengan baik dan telah terjadi sejak tahun 1980-an. Otak merupakan bagian yang paling dipengaruhi oleh kondisi tersebut.

  1. Trikinosis

Trikinosis merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh cacing Trichinella spiralis. Cacing tersebut bisa ditemukan di daging babi yang tidak matang. Hingga saat ini, jumlah kasus trikinosis akibat mengkonsumsi daging babi yang tidak matang terus menurun.

  1. Yersiniosis

Walaupun kasus trikinosis semakin menurun, ada kondisi lain yang perlu diwaspadai yang disebabkan oleh daging babi, yaitu yersiniosis. Yersiniosis merupakan kondisi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia. Bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, demam, bahkan diare yang disertai dengan darah.

  1. Taeniasis

Taeniasis merupakan infeksi parasit yang terjadi karena adanya tiga spesies cacing daging pita. Salah satu spesies tersebut adalah Taenia solium dimana spesies tersebut juga dapat ditemukan di daging babi yang mentah.

Walaupun spesies tersebut tidak menimbulkan gejala apapun pada manusia, spesies tersebut dapat memicu cysticercosis. Cysticercosis merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kejang dimana kondisi tersebut perlu ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Kelompok yang Rentan Terhadap Bahaya Daging Babi

Sebagian orang bisa mengalami kondisi yang disebutkan di atas. Secara spesifik, orang-orang yang bisa mengalami kondisi tersebut termasuk ibu hamil, pasien yang menjalani terapi kanker, dan pasien yang menggunakan obat untuk menjaga sistem imun.

Penggunaan Daging Babi

Untuk menghindari risiko yang disebutkan di atas, jika Anda ingin mengkonsumsi daging babi, Anda sebaiknya lakukan cara-cara berikut:

  • Mencuci tangan sebelum mengolah daging babi.
  • Memperhatikan suhu daging babi ketika dimasak. Suhu minimal untuk memasak daging tersebut adalah 63 derajat Celsius.
  • Diamkan daging babi 3 menit setelah dimasak, kemudian Anda bisa memakan daging tersebut.
  • Penyimpanan daging babi tidak boleh lebih dari 4 hari dan suhu harus berada di bawah 4 derajat Celsius.
  • Daging babi perlu ditutup dengan rapat jika Anda menyimpannya di lemari es.
  • Jangan menaruh daging babi dalam suhu ruangan lebih dari 2 jam.

Kesimpulan

Daging babi merupakan daging yang bermanfaat bagi tubuh. Walaupun demikian, bahaya daging babi perlu diperhatikan dan Anda perlu mengolahnya dengan baik untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi seperti hepatitis E.

4 Manfaat TAT berserta Batasan Usianya

Thematic Apperception Test atau TAT merupakan salah satu jenis tes proyeksi dengan menjelaskan gambar ambigu. Menjadi metode yang populer dan dikenal sebagai teknik interpretasi gambar, hingga kini manfaat TAT membuat tes ini menjadi salah satu tes untuk menguji kepribadian yang paling banyak dipakai secara klinis.

Digagas oleh dua psikolog asal Amerika Serikat, Henry A. Murray dan Christina D.Morgan pada tahun 1930-an, tes proyeksi ini bisa dibilang sama seperti uji psikologis pada umumnya. Karena keberadaannya juga sempat menuai kontroversi, terutama terkait dengan metode penilaian yang tidak seragam.

Manfaat TAT

Tes ini didasarkan pada kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia muncul karena didorong oleh motivasi internal dan eksternal. Sementara lingkungan dipandang sebagai press atau tekanan yang memengaruhi dorongan tersebut. Kedua hal ini akan membentuk interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut tema, berikut beberapa manfaat dari tes ini.

  • TAT bermanfaat dalam mempelajari secara keseluruhan kepribadian seseorang, hal ini bisa digunakan untuk menginterpretasi tingkah laku abnormal, penyakit psikosomatis dan neurose.
  • Tes ini bisa ditgunakan untuk anak dengan usia minimal 4 tahun jika memungkinkan, karena terdapat perangkat pelengkap TAT khsusu untuk anak-anak yakni CAT.
  • TAT memiliki manfaat khusus, yakni sebagai pendahuluan interview terapi yang merupakan langkah pertama dalam psikoanalisa.

Thematic Apperception Test dilakukan dengan menunjukkan beberapa kartu bergambar dengan karakter ambigu. Memiliki bentuk bisa berupa sosok perempuan, laki-laki, anak-anak, aktivitas tertentu dan juga situasi. Manfaat lebih jauh dari tes ini bisa digunakan terhadap beberapa kondisi seperti berikut ini.

  • Mengenal Personal Lebih Jauh

Tes TAT bisa digunakan sebagai ice breaker ketika menjalankan ses konseling, sehingga subjek atau personal bisa merasa lebih rileks dan leluasa dalam bercerita. Kondisi ini juga bisa membuat terapis mengetahui konflik emosional yang mungkin dimiliki sang klien.

  • Bantu Ungkap Perasaan

Tes ini kerap digunakan sebagai alat terapi yang memudahkan klien mengungkapkan perasaan mereka secara tidak langsung. Kemungkinan subjek dapat menyampaikan apa yang mereka rasakan secara gamblang, meskipun dalam sudut pandang terapis mampu mengidentifikasi emosi.

  • Gali Pengalaman Hidup

Personal yang tengah menghadapi masalah seperti kehilangan pekerjaan, perceraian atau terminal ilnees dapat menginterpretasikan gambar dalam kartu dengan konteks apa yang tengah dialami. Terapis bisa menggunakan cara ini melakukan eksplorasi lebih jauh sepanjang konseling dilakukan.

  • Memeriksa Kondisi Psikologis

Terkadang tes TAT juga bisa digunakan sebagai metode dalam menilai kepribadian atau pola pikir seseorang, misalnya untuk mencari apakah seseorang tersebut sedang mengalami masalah psikologis atau tidak.

  • Evaluasi Terduga Tindak Kriminal

Selain digunakan untuk uji klinis, tes TAT bisa dipakai untuk menilai risiko seseorang mengulangi tindakan kriminal yang pernah dilakukan. Bisa juga mencocokan apakah personal seseorang itu cocok dengan terduga pelaku tindak kriminal tertentu, pada umumnya dipakai dalam psikologi forensik.

  • Tes Perekrutan Karyawan

Tes ini sering kali digunakan dalam proses perekrutan karyawan, terutama dalam menilai kepribadian pelamar kerja. Namun lebih khusus dipakai jika jabatan pekerjaan lebih rentan berhadapan dengan stres dan situasi serba tak pasti.

Batasan Usia

Untuk anak laki-laki dan perempuan pada usia 4 sampai 14 tahun, sementara untuk prria dan wanita berusia 14 tahun ke atas. Meskipun manfaat TAT bisa digunakan untuk anak usia 4-14 tahun, namun untuk anak usia 3-10 tahun lebih baik disarankan menggunakan CAT, sementara untuk usia 10 tahun ke atas menggunakan TAT.

Apa Itu Nekrofilia? Berikut Seluk Beluk Tentangnya!

Nekrofilia merupakan kelainan seksual pada seseorang berupa kepuasan seksual ketika berhubungan dengan mayat. Hasrat seksual penderita nekrofilia baru terpenuhi ketika melakukan hubungan seksual dengan mayat. Penderita tetap dapat melakukan hubungan seksual normal, namun kepuasan tidak akan didapatkan. Penyebab terjadinya nekrofilia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, nekrofilia dikaitkan dengan gangguan jiwa seperti depresi atau skizofrenia jenis kanibalisme dan vampirisme. Berikut ini akan dibahas mengenai seluk beluk tentang nekrofilia.

Sejarah nekrofilia

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental Edisi Kelima (DSM V), nekrofilia telah dihilangkan dari kelainan mental khusus. Nekrofilia kini hanya dimasukkan pada bagian dari parafilia. Apa itu parafilia? Parafilia adalah ketertarikan seksual yang tidak normal. Meski telah dihilangkan dari kelainan mental khusus, kasus nekrofilia telah tercatat sejak zaman Yunani kuno. Beberapa pembunuh berantai legendaris juga ternyata pernah melakukan hubungan seksual dengan mayat dan terindikasi mengidap nekrofilia seperti Jeffery Dahmer, Ed Gein, dan Garry Ridgewey. Gejala nekrofilia sendiri selalu berkaitan dengan kepuasan seksual seseorang dengan mayat. Beberapa gejala yang dialami penderita seperti membayangkan berhubungan seksual dengan mayat, mencari cara untuk mendapatkan mayat, hingga melakukan pembunuhan.

Cara mendiagnosis pasien nekrofilia

Diagnosis nekrofilia pada seseorang perlu melewati tahapan tertentu. Psikolog atau psikiater akan melakukan wawancara komprehensif dengan penderita, keluarga, serta orang-orang terdekatnya. Selain itu, beberapa pemeriksaan juga perlu dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa nekrofilia yang dialami memang karena gangguan jiwa, bukan disebabkan oleh kelainan medis lain. Berikut beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis.

  • Pemeriksaan darah secara lengkap
  • Pemeriksaan fungsi hormon tiroid
  • Pemeriksaan HIV dan hepatitis
  • CT-Scan atau MRI otak bila diduga terdapat kelainan otak
  • Pemeriksaan elektroensefalografi untuk menilai aktivitas listrik di otak

Jenis gangguan jiwa seksual lainnya

Tidak hanya nekrofilia saja, terdapat berbagai gangguan jiwa yang tergolong dalam parafilia. Berikut ini merupakan berbagai jenis gangguan jiwa golongan parafilia lainnya.

  • Sadisme

Sadisme merupakan kepuasan seksual seseorang ketika dapat menyakiti pasangan seksualnya. Dengan begitu, penderita sadisme akan melakukan berbagai tindakan untuk menyakiti pasangannya ketika berhubungan seksual seperti memukul, menampar, menggigit, hingga mencambuk.

  • Masokisme

Masokisme adalah kebalikan dari sadisme. Penderita masokisme akan merasakan kepuasan seksual ketika disakiti saat berhubungan seksual oleh pasangannya.

  • Bestialisme

Bestialisme merupakan kelainan seksual pada seseorang sehingga kepuasan hanya bisa didapatkan melalui hubungan seksual dengan binatang.

  • Fetihisme

Fetihisme merupakan kelainan seksual berupa penderita akan merasakan kepuasan hanya jika dapat melihat objek milik lawan jenisnya. Contohnya pada penderita laki-laki, kepuasan seksual baru terjadi ketika melihat celana dalam perempuan.

  • Voyeurisme

Voyeurisme didefinisikan sebagai kepuasan seksual pada seseorang hanya jika melihat seseorang telanjang saat berhubungan seksual.

  • Pedofilia

Pedofilia merupakan kelainan seksual berupa penerita akan memilih melakukan hubungan seksual dengan anak kecil. Jika objek seksual penderita bukan anak kecil maka hasrat seksualnya tidak akan terpuaskan.

  • Froteurisme

Froteurisme didefinisikan sebagai kepuasan seksual seseorang yang hanya didapat ketika menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh orang lain. Kepuasan baru terjadi ketika orang yang dijadikan objek tersebut tidak menyadarinya.

Gangguan jiwa berupa nekrofilia dapat disembuhkan melalui terapi psikologis. Penderita yang menunjukkan gejala nekrofilia perlu segera berkonsultasi dengan psikiater sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Terapi yang digunakan merupakan terapi seksual. Selain itu, dokter bisa meresepkan obat antidepresan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Apabila Anda ingin tahu lebih dalam tentang nekrofilia, konsultasi dan tanya jawab secara online dapat dilakukan melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Perbedaan Norages Injeksi dan Sediaan Sirup

Perbedaan Norages Injeksi dan Sediaan Sirup

Norages adalah salah satu merek obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Indonesia, Meprofarm. Sediaan obat ini ada dua, yakni Norages Injeksi dan Norages Sirup. Di manakah letak perbedaan keduanya, selain tentu saja cara penggunaannya? Berikut penjelasannya:

  • Norages Injeksi

Norages injeksi adalah obat untuk mengatasi nyeri berat akut dan kronis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Norages injeksi mengandung zat aktif metamizole sodium. 

Metamizole adalah obat antiinflamasi non steroid (NSAID) yang sering digunakan untuk meringankan rasa sakit atau mengatasi nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, bahkan nyeri setelah operasi. 

Metamizole bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin dalam menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan demam. Norages injeksi adalah salah satu sediaan yang diberikan sesuai petunjuk atau arahan dokter, melalui intravena atau intramuskular.

Dengan demikian, Norages Injeksi memiliki sifat antinyeri atau analgesik, antidemam atau antipiretik, dan meringankan peradangan atau biasa disebut dengan istilah antiinflamasi. Meprofarm sebagai produsen melepas produk ini ke pasaran dengan kemasan ampul berisi 2 mililiter Metamizole sodium di mana tiap satu mililiternya mengandung 500 miligram Metamizole sodium.

Penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan. Hanya tenaga medis yang sudah terlatih yang dapat menyuntikkan obat ini ke dalam tubuh pasien. Penyuntikannya bisa langsung ke titik-titik tertentu di tubuh dan juga melalui infus.

Adapun dosisnya, secara umum baik orang dewasa maupun anak-anak usia 15 tahun ke atas bisa memperoleh sekitar 2-5 ml i.v atau i.m dan tidak melebihi 10 ml. Overdosis obat mungkin saja terjadi jika pemberian obat dilakukan secara berlebihan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu. Sebab, Norages Injeksi ini memiliki kemungkinan efek samping yang cukup besar jika diberikan pada orang yang tidak tepat. Sebagai gambaran, berikut kondisi kesehatan seseorang yang perlu diperhatikan sebelum mendapat suntikan Norages Injeksi:

  • Pasien penderita penurunan otot (hipotonia).
  • Pasien dengan kondisi jumlah darah dan cairan yang berkurang drastis (hipovolemia).
  • Pasien kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Pasien penderita luka pada dinding (tukak) lambung dan usus 12 jari (duodenum).
  • Pasien penderita peradangan saluran napas (asma bronkial).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan sampai sedang.

Namun, dokter biasanya sudah mengobservasi dan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menyuntikkan Norages Injeksi sehingga hampir dapat dipastikan aman.

  • Norages Sirup

Norages Sirup merupakan obat yang digunakan untuk meredakan beberapa kondisi kesehatan kategori sedang hingga berat, seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, sakit punggung, nyeri kolik, pascaoperasi, dan lain-lain. 

Sama seperti Norages Injeksi, Norages Sirup ini juga memiliki kandungan utama Metamizole, yang bekerja dengan cara menghalangi sintesis pirogen endogen sehingga metamizole memiliki efek analgetik dan juga antiperadangan. 

Norages Sirup dilego ke pasaran dengan kemasan berisi 60 mililiter. Di mana tiap sendok takar (5 ml) mengandung 250 miligram Metamizole sodium. Seseorang yang ingin mengonsumsi obat ini harus sesuai dengan resep dan petunjuk dari dokter, kendati pada umumnya pengguna mendapat dosis maksimal 2 sendok takar (10 ml) sekali minum, setiap 6 sampai 8 jam.

Norages Sirup tak jauh berbeda dengan Norages Injeksi yang sama-sama obat keras. Ia juga memiliki kemungkinan kontraindikasi terhadap kelompok orang yang sensitif terhadap Metamizole sodium. Wanita hamil dan menyusui pun harus berhati-hati sebelum mengonsumsi obat ini. Sebab, bagi kelompok terakhir, obat ini dikategorikan C dan D yang artinya bisa menimbulkan efek kepada janin.

Itulah perbedaan antara Norages Injeksi dan Norages Sirup. Tak ada perbedaan berarti memang, selain cara penggunaan keduanya. Pastikan untuk tidak menggunakan obat ini secara bebas dan sembarangan untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin saja terjadi.

Dosis Akar Valerian Atasi Masalah Tidur dan Kecemasan

Apakah akhir-akhir ini Anda sulit tidur? Mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan akar valerian untuk mengatasinya. Akar valerian adalah salah satu tanaman herbal yang sering dipasarkan dalam bentuk suplemen makanan. Produsen mengklaim akar tanaman ini dapat mengatasi insomnia dan ketegangan saraf akibat cemas yang melanda diri. 

Meskipun ada banyak suplemen akar valerian di pasaran saat ini, tetapi jumlah yang terkandung di setiap kapsulnya berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jumlah dosis aman mengonsumsi akar valerian, terutama dalam mengatasi gangguan tidur dan kecemasan.

Mengenal akar valerian

Valerian (Valeriana officinalis) adalah tanaman liar di padang rumput di seluruh wilayaha Asia Amerika Utara, dan Eropa. Tanaman valeria akan menghasilkan bunga putih, merah muda, atau ungu di musim panas. Akarnya sendiri sudah dijadikan sebagai obat herbal sejak berabad-abda lamanya.

Hingga saat ini, para peneliti masih belum yakin cara kerja akar valerian untuk meredakan insomnia dan kecemasan. Ada dugaan bahwa akar valerian dapat meningkatkan zat kimia berupa asam gamma aminobutyric (GABA) di otak. Senyawa inilah yang berkontribusi untuk memberikan efek menenangkan dalam tubuh. Selain itu, banyak juga obat resep untuk kecemasan yang cara kerjanya sama dengan ini, seperti alprazolam dan diazepam.

Berapa dosis akar valerian yang dianjurkan untuk masalah tidur?

Umumnya, masalah tidur yang sering dialami adalah insomnia, yaitu ketidakmampuan untuk tetap tertidur atau tertidur. Bahkan, kondisi ini dapat memengaruhi sekitar sepertiga dari semua orang dewasa, setidaknya sekali seumur hidup. Jika insomnia dibiarkan berkepanjangan, maka efeknya sangat besar pada kualitas hidup penderitanya.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh American Family Physician, dosis akar valeria yang aman untuk mengatasi insomnia atau sulit tidur adalah 300 – 600 miligram yang dikonsumsi 30 menit – 2 jam sebelum tidur. Jika sediaannya dalam bentuk teh, maka Anda dapat menyeduhnya sebanyak 2 – 3 gram dalam 1 cangkir air panas selama 10 – 15 menit. Selain itu, tampaknya akar valerian bekerja efektif setelah Anda meminumnya secara teratur selama dua minggu atau lebih. Penting untuk diingat agar Anda tidak mengonsumsinya selama lebih dari sebulan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Lalu, berapa dosis amannya untuk kecemasan?

Melansir dari laman resmi Healthline, dosis aman akar valerian untuk mengatasi kecemasan lebih rendah daripada insomnia, yaitu 120 – 200 mg sebanyak tiga kali sehari dan dosis terakhirnya harus tepat sebelum tidur. Dosis memang sengaja lebih rendah agar tidak menyebabkan kantuk di siang hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda seperti biasanya.

Apakah akar valerian efektif untuk kecemasan dan tidur?

Sudah banyak penelitian secara klinis untuk menguji kemanjuran dan keamanan akar valerian untuk tidur dan hasilnya sangat beragam. Sebuah studi tahun 2009 menunjukkan tidak ada perbaikan dengan mengonsumsi 300 mg ekstrak valerian 30 menit sebelum tidur selama dua minggu. Sama halnya dengan tinjauan dari 37 studi yang menemukan bahwa sebagian besar uji klinis akar valerian menunjukkan bahwa akar valerian aman dikonsumsi, tetapi tidak efektif untuk insomnia.

Lain halnya dengan penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa konsumsi 400 mg ekstrak akar valerian dapat meningkatkan kualitas tidur, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, kualitas tidur, dan jumlah terbangun di tengah malam.

Sementara itu, penelitian akar valerian dalam mengobati kecemasan masih terbatas. Satu studi kecil tahun 2002 menunjukkan bahwa konsumsi 50 mg ekstrak akar valerian tiga kali sehari selama empat minggu dapat mengurangi kecemasan. Studi lainnya menggunakan dosis dalam jumlah sedikit lebih tinggi.

Catatan dari SehatQ

FDA telah menyatakan akar valerian aman dikonsumsi, tetapi efek samping ringan mungkin dapat terjadi, seperti pusing, sakit kepala, sakit perut, dan rasa gelisah. Terlebih lagi, herbal ini tidak disarankan dikonsumsi selama lebih dari sebulan tanpa saran dari dokter, apalagi dalam jangka panjang. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu, agar dapat disesuaikan aturan minumnya berdasarkan kebutuhan dan kondisi Anda saat ini.

Hidramnion

Apa yang Dimaksud dengan Hidramnion?

Memasuki masa kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu ibu hamil, karena mereka akan memiliki anak. Meskipun mereka akan memiliki keturunan secara biologis, ada berbagai tantangan yang perlu diwaspadai ibu hamil ketika mereka mengandung. Salah satu tantangan tersebut adalah kondisi yang kemungkinan akan dialami ibu hamil seperti hidramnion.

Apa yang Dimaksud dengan Hidramnion?

Hidramnion merupakan kondisi ketika ibu hamil mengandung, mereka memiliki terlalu banyak air ketuban di dalam rahimnya. Kondisi tersebut jarang terjadi dan berkisar antara 1 hingga 2 persen terjadi pada ibu hamil.

Meskipun hidramnion merupakan kondisi yang jarang terjadi, perut ibu hamil bisa membesar ketika usia kehamilan mereka di bawah 10 minggu, dan jika perutnya menonjol, mereka akan kesulitan bernafas, berdiri, dan berjalan.

Apa Saja Gejala Hidramnion?

Ibu hamil yang mengalami hidramnion bisa diketahui melalui seberapa besar perut yang tampak (karena banyaknya cairan ketuban). Jika mereka mengalami hidramnion, berikut adalah gejala yang bisa terjadi:

  • Sesak nafas ketika melakukan gerakan.
  • Pembengkakan pada bagian perut bawah.
  • Ukuran rahim lebih besar dari normal.
  • Jumlah urine berkurang.
  • Detak jantung janin sulit didengar.
  • Gerakan janin sulit dirasakan.

Apa Saja Penyebab Hidramnion?

Ibu hamil yang mengalami hidramnion bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Faktor genetik

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami hidramnion adalah faktor genetik. Jika kondisi tersebut terjadi, mungkin saja kondisi tersebut berkaitan dengan sindrom Edwards atau spina bifida (cacat lahir di bagian punggung).

  • Diabetes gestasional

Faktor lain yang dapat membuat ibu hamil mengalami hidramnion adalah diabetes gestasional. Ibu hamil lebih rentan terhadap hidramnion jika mereka pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.

Walaupun kaitannya antara diabetes dan banyaknya jumlah air ketuban pada masa kehamilan tidak tampak jelas, para pakar menduga bahwa janin yang menerima gula dalam jumlah yang terlalu banyak dari plasenta bisa menjadi faktor pemicu kondisi tersebut.

  • Sindrom transfusi janin kembar

Faktor lain yang perlu diwaspadai dan dapat membuat ibu hamil mengalami hidramnion adalah sindrom transfusi janin kembar atau twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Sindrom tersebut terjadi ketika salah satu janin menerima cairan dan darah dari plasenta dalam jumlah yang terlalu banyak. Janin tersebut mengeluarkan cairan melalui urine sehingga dapat menambah volume air ketuban.

  • Komplikasi pada janin

Hidramnion bisa dipengaruhi oleh komplikasi pada janin. Contoh komplikasi yang bisa terjadi adalah hydrops fetalis. Kondisi tersebut muncul ketika janin mengalami penumpukan cairan pada bagian paru-paru dan perut.

Apa Saja Komplikasi Hidramnion?

Jika ibu hamil mengalami hidramnion, mereka bisa mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Bayi sungsang.
  • Tali pusat terlepas dari rahim.
  • Persalinan terjadi secara prematur akibat pecahnya ketuban secara dini.
  • Perdarahan setelah janin lahir.
  • Plasenta terlepas dari dinding rahim lebih cepat dari proses melahirkan.

Seperti Apakah Diagnosis Hidramnion?

Jika Anda mengalami hidramnion, Anda sebaiknya hubungi dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik dengan mengukur seberapa banyak volume air ketuban yang ada di dalam perut.

Apa Saja Pengobatan Hidramnion?

Setelah mengetahui kondisi pasien, dokter dapat melakukan pengobatan. Dokter akan memberikan pengobatan tertentu kepada pasien jika pasien mengalami hidramnion akibat diabetes.

Jika pasien mengalami hidramnion akibat volume air ketuban yang tampak berlebihan, pasien perlu menjalani prosedur amniosentesis. Prosedur tersebut dilakukan dengan mengeluarkan cairan dari kantung ketuban untuk mengurangi risiko di dalam perut pasien.

Kesimpulan

Hidramnion merupakan kondisi yang serius yang perlu diwaspadai. Walaupun jarang terjadi, hidramnion dapat menimbulkan berbagai gejala sehingga perlu segera diatasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang hidramnion atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kehamilan, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

5 Faktor Penyebab Pusing Setelah Olahraga yang Perlu Diketahui

Olahraga memang bermanfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, jika dilakukan sembarangan dan asal-asalan saja dapat menyebabkan efek pusing setelah olahraga. alih-alih membuat tubuh bugar, justru membuat tubuh menjadi tidak enak.

Pusing setelah olahraga kadang tak jarang membuat seseorang bisa kehilangan kesadaran. Lantas, apa penyebab pusing ini? Simak selengkapnya di artikel ini.

Penyebab Pusing Setelah Olahraga

Biasanya, rasa pusing muncul setelah melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Kekuatan tubuh yang dikerahkan secara berlebihan dapat membuat jantung bekerja lebih keras. Efeknya, suplai darah ke otak pun jadinya berkurang.

Lebih lanjut, berikut beberapa penyebab terjadinya pusing setelah olahraga yang perlu diketahui.

  • Dehidrasi

Tubuh disebut dehidrasi ketika mengeluarkan cairan dari tubuh lebih banyak dibanding cairan yang masuk. Olahraga dapat membuat cairan tubuh hilang akibat peningkatan suhu tubuh. Untuk menurunkan suhu, tubuh mengeluarkan keringat.

Selain menyebabkan pusing, dehidrasi setelah olahraga juga bisa memicu gejala lain seperti mulut kering, tubuh kelelahan, hingga merasa sangat haus.

  • Teknik Pernapasan yang Salah

Pusing setelah olahraga juga bisa terjadi karena teknik pernapasan yang salah. Saat melakukan aktivitas fisik, otot akan butuh lebih banyak oksigen dan laju pernapasan maupun detak jantung pun akan meningkat.

Nah, jika Anda tidak bernapas dengan penuh baik sebelum maupun sesudah berolahraga, maka aliran darah yang kaya oksigen ke otak akan menurun. Sehingga akan membuat Anda merasa pusing karena otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  • Rendahnya Gula Darah

Jika Anda merasa pusing terutama setelah berolahraga, bisa jadi tanda kadar gula darah Anda menurun tiba-tiba. Sebab, ketika berolahraga, otot akan menggunakan energi lebih banyak dibanding biasanya. Terlebih 15 menit pertama berolahraga, tubuh akan menarik glukosa yang beredar di aliran darah dan otot untuk menghasilkan energi melakukan aktivitas fisik yang dilakukan.

Saat glukosa habis, maka akan membuat kadar gula darah dalam tubuh pun menurun. Tubuh kemudian mengambil cadangan gula di hati. Efeknya, otak kaan kekurangan glukosa sebagai sumber energi utamanya. Itulah kenapa Anda bisa merasakan pusing setelah berolahraga.

Gejala lain yang bisa dirasakan selain pusing adalah tubuh berkeringat, kebingungan, kelelahan, sakit kepala, hingga tubuh gemetaran.

  • Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah rendah juga bisa menjadi penyebab pusing setelah olahraga. Biasanya tekanan darah menurun 30-60 menit setelah melakukan aktivitas fisik. Pada sebagian orang, penurunan tekanan darah ini bisa terjadi lebih cepat saat seseorang tidak berhasil melakukan pendinginan pascaolahraga.

Pembuluh darah membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan dengan ritme kerja jantung dan juga otot. Ketika berolahraga, otot maupun jantung bekerja lebih ekstra untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke otot. Namun, akan kembali normal setelah melakukan aktivitas fisik.

Aliran darah ke otak menjadi sedikit terhambat karena pembuluh darah yang butuh penyesuaian terhadap kerja jantung. Ini berdampak pada otak menjadi kekurangan oksigen dan menyebabkan munculnya rasa pusing.

  • Aktivitas Fisik yang Berlebihan

Berolahraga terlalu berlebihan emicu adanya penurunan tekanan darah. Jika terus menerus dibiarkan, tubuh menjadi dehidrasi. Tekanan darah berkurang dan tubuh dehidrasi memicu munculnya kepala pusing setelah berolahraga.

Untuk mencegah pusing setelah olahraga, Anda bisa mengatur teknik pernapasan dengan tidak bernapas dangkal ketika berolahraga. Kemudian, jangan sampai Anda memaksakan untuk melakukan olahraga yang berlebihan, menyediakan air dan minumlah setelah beberapa menit berolahraga.

Memilih dan Merawat Sikat Gigi

Memilih dan Merawat Sikat Gigi

Banyaknya jenis sikat gigi di pasaran bisa saja membuat kita bingung dalam memilihnya. Belum lagi, dengan berkembangnya teknologi, kini juga ada sikat gigi elektrik. Dalam merespons hal itu, kerap kali kita hanya membeli berdasarkan iklan, tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sesungguhnya. 

Padahal, dalam memilih sikat gigi pertimbangan utama adalah sesuai dengan kebutuhan kita yang berdasarkan kondisi mulut dan gigi. Sebab, jika itu yang dikedepankan, maka bisa membantu kita dalam menghindari luka pada gusi dan gigi. Oleh karenanya, dalam artikel ini kita akan mencari tahu cara memilih sikat gigi dengan benar sesuai yang kita butuhkan. 

Pertama-tama, jangan terbuai dulu dengan motif sikat gigi, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bulu sikatnya. Secara umum jenis bulu bisa dibagi menjadi tiga, yaitu halus, sedang, dan kasar.

Dalam memilih sikat gigi, sangat dianjurkan membeli produk yang bulunya halus. Produk dengan jenis tersebut sangat membantu kita untuk membersihkan plak pada gigi tanpa merusak lapisan luarnya atau bisa disebut enamel gigi.

Hal tersebut lantaran bulu sikat yang halus memungkinkan lebih optimal menyasar daerah pada gigi yang sulit dijangkau. Selain itu, tekstur halus tentunya membuat bulu sikat lebih fleksibel dan dapat membantu kita agar gusi tidak terluka. Selain itu, dengan bulu yang halus juga membuat kita lebih nyaman menggunakannya. 

Berikutnya adalah masalah ukuran. Dalam memilih sikat gigi pastikan ukurannya kecil saja pada bagian ujung. Hal ini dikarenakan bisa mempermudah kita dalam menggerakkan bulu sikat agar menjangkau seluruh permukaan gigi. Alasan lain memilih ukuran kecil adalah mengingat apabila kita memilih ujung tempat bulu sikat ukurannya besar, yang terjadi malah bisa meningkatkan risiko gusi kita terluka. 

Di sisi lain, jangan lupa mengecek pegangan sikat gigi yang hendak kita beli. Sebabnya, jika tak nyaman digunakan atau malah licin, itu bisa berakibat fatal saat kita menggunakannya. Jangan sampai gusi kita terluka karena tangan kita terpeleset dari gagang sikat karena licin. Oleh karenanya, pastikan gagang sikat terdapat gerigi atau ada lapisan karet agar saat digenggam dengan nyaman dan tidak licin.

Tentu dari pembaca sekalian ada yang ingin bertanya, lebih efektif sikat gigi manual atau elektrik? Dalam praktiknya, sikat gigi elektrik memang bisa menjadi solusi jika di antara kita ada yang mengidap satu penyakit di mana ada keterbatasan kekuatan pada tangan, lengan, atau pundak. Hal ini biasa disebut artritis.

Sikat gigi elektrik pada dasarnya memang diperuntukan untuk yang menderita radang sendi, cacat fisik, atau orang dengan keterbelakangan mental. Untuk yang kondisinya, alhamdulillah, masih sehat, dianjurkan memilih sikat gigi manual. Sebab produk elektrik juga tidak bisa dikatakan berfungsi lebih baik dalam membersihkan gigi daripada yang manual. 

Itulah tips yang bisa diberikan sebelum memilih sikat gigi. Meski demikian, agar tak terlalu sering membelinya dan memastikan menjaga kebersihan, pembaca disarankan mencari tahu juga cara merawatnya. Paling tidak, hal yang bisa dilakukan adalah mencuci sikat gigi pada air yang mengalir.

Sehabis digunakan, dianjurkan pula agar tidak langsung menutup kepala sikat gigi atau menempatkannya di area tertutup, seperti lemari khusus yang biasa ada di kamar mandi. Sebaiknya, letakkan dulu pada gelas terbuka agar bulu sikatnya bisa kering setelah digunakan sebelum menempatkan ke ruang tertutup atau menutup bulu sikat dengan penutup khusus. Direkomendasikan pula, lebih baik menaruh sikat gigi di luar kamar mandi mengingat di dalam toilet banyak bakteri atau kuman.

Hal penting lainnya adalah jangan menggunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain, sekalipun orang tersebut masih keluarga. Hal ini malah menimbulkan risiko infeksi dan menjadi jalan penyebaran bakteri. Selain itu, jangan lupa mengganti sikat gigi jika sudah digunakan selama tiga sampai empat bulan.

Jago Melakukan Olahraga Split dalam Waktu Seminggu

Salah satu usaha untuk membuat kaki lentur adalah dengan cara melakukan olahraga split, olahraga ini dilakukan secara perlahan agar tidak merobek otot tendon. Melenturkan kaki atau split sebenarnya dapat dilakukan oleh semua orang tak terkecuali, yakni dengan peregangan secara teratur dan juga hati-hati agar spit yang dilakukan terasa rileks.

Split merupakan kelenturan yang kesannya bisa berguna untuk beragam aktivitas, termasuk olahraga balet, beladiri dan yoga. Untuk melakukan latihan ini diperlukan praktik dan peregangan yang intensif dan bahkan bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Namun, bukan berarti seseorang bisa menguasainya dalam satu minggu saja.

Tips Olahraga Split

  • Peregangan Bentuk V

Fokus peregangan ini terdapat pada otot paha bagian belakang, punggung bagian bawah dan betis namun hanya bisa dilakukan jika seseorang mampu meraih jari kaki. Berikut beberapa gerakan yang bisa dilakukan untuk peregangan V ini.

  • Duduk di lantai dan bentangkan tungkai hingga membentuk V yang lebar, setelahnya letakkan kaki berlawanan dengan tembok.
  • Posisikan punggung selurus mungkin, miringkan tubuh ke arah kanan dan sentuh jari kaki kanan dengan tangan, tahan hingga selama 30 hingga 60 detik.
  • Rentangkan lengan lurus ke depan, coba sentuhkan dada ke lantai lalu tahan posisi ini selama 30 hingga 60 detik.
  • Sentuh Jari Kaki

Menyentuh jari kaki bisa dilakukan sambil duduk dan berdiri, fungsinya adalah membantu meregangkan otot paha bagian belakang dan punggung bagian bawah. Lakukan beberapa langkah mudah berikut ini.

  • Duduk dengan kedua tungkai yang rapat dan hadapkan jari kaki ke atas, bungkukan badan ke depan dan coba sentuh jari kaki.
  • Jika tidak dapat, coba jangkau tumit dan jika menyentuh jari kaki terlalu mudah, coba genggam telapak kaki dengan kedua tangan, tahan selama 30 hingga 60 detik.
  • Peregangan ini bisa dilakukan dengan berdiri menggunakan kedua kaki yang dirapatkan, bungkukan ke bawah dan coba sentuh jari kaki.
  • Lutut tidak boleh dibengkokkan dan timpakan sebagian besar beratbadan, jika dilakukan dengan benar letakkan telapak tangan pada posisi di atas lantai, tahan hingga 60 detik.
  • Peregangan Kupu-kupu

Fokus pada peregangan kupu-kupu terdapat pada selangkangan dan paha bagian dalam, sehingga peregangan ini sangat penting untuk split. Cara untuk melakukan peregangan ini beberapa di antaranya seperti berikut.

Duduk di lantai, tekuk lutut sampai mengarah keluar dan kedua telapak kaki tertekan bersamaan, tekan lutut sedekat mungkin ke lantai.

Sambil menempelkan tumit ke selangkangan, duduk tegak dengan posisi punggung lurus, tahan peregangan ini selama 30 hingga 60 detik.

  • Lakukan Peregangan Lunge

Peregangan lunge atau menerjang berfungsi untuk membantu mengendurkan pinggul, hal ini sangat dibutuhkan dalam melakukan olahraga split dengan baik. Berikut beberapa cara melakukan peregangan ini.

  • Ambil langkah ke depan dengan kaki kanan dan menekuk kedua lutut sampai paha kanan sejajar dengan lantai, serta tulang kering kiri menyentuh lantai.
  • Letakkan kedua tangan di pinggul, pertahankan posisi punggung agar tetap lurus, secara perlahan alihkan berat badan ke depan hingga merasa peregangan di sekitar pinggul dan bagian atas paha.
  • Regangkan Otot Belakang dan Depan

Perlu diketahui jika otot paha depan dan belakang merupakan dua otot paling penting yang terlibat dalam split, sangat penting untuk melenturkan otot tersebut. Berikut beberapa langkah melakukan peregangannya dengan mudah.

  • Lutut dengan posisi menerjang gunakan bantal untuk menahan lutut bagian belakang jika diperlukan, posisikan punggung dengan lurus, kemudian ulurkan tangan ke belakang.
  • Raih tungkai kaki dan tarik ke arah pinggul sampai merasa merenggang pada otot paha depan, tahan selama 60 detik dan ulangi pada tungkai lain.
  • Untuk otot paha belakang bisa berbaring di bawah dengan punggung di lantai dan sandarkan tungkai pada tembok lurus, ulurkan lengan ke jari kaki.