Obat Infeksi, Kapan Sebaiknya Menggunakan Antibiotik?

Jika Anda pernah mengalami infeksi bakteri, kemungkinan besar Anda sudah pernah mengonsumsi obat infeksi alias antibiotik. Jenis obat ini memang cukup sering digunakan.

Antibiotik diperlukan untuk mengobati berbagai infeksi, mulai dari radang tenggorokan, infeksi telinga, hingga infeksi saluran kemih dan sebagainya.

Faktanya, antibiotik atau obat infeksi adalah salah satu kelas pengobatan yang paling banyak digunakan di dunia kedokteran. Tentu, karena infeksi begitu beragam, antibiotik yang tersedia juga sangat beragam.

Mungkin Anda sudah sering mendengar sejumlah antibiotik yang umum ditemukan, mulai dari Amoxicillin hingga Clindamycin. Lantas, kapan antibiotik dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya?

Kapan perlu menggunakan antibiotik?

Antibiotik dipilih spesifik untuk jenis infeksi bakteri yang perlu diatasi. Secara umum, antibiotik untuk satu jenis infeksi tidak bisa digunakan untuk infeksi lainnya. Dengan penggunaan yang tepat, antibiotik umumnya aman dan tidak banyak efek samping.

Meski demikian, antibiotik juga rawan disalahgunakan sama seperti sebagian besar obat lainnya. Penyalahgunaan inilah yang dapat menyebabkan efek samping, mulai dari gangguan hingga ancaman serius.

Antibiotik harus disesuaikan dengan kelompok pasien tertentu, misalnya untuk penderita penyakit ginjal, penderita penyakit hati, untuk wanita hamil dan menyusui, serta banyak kelompok usia lainnya.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter dalam mengonsumsi antibiotik tertentu. Tidak semua antibiotik cocok dengan masalah Anda.

Kapan tidak perlu menggunakan antibiotik?

Perlu Anda tahu, obat infeksi alias antibiotik bukanlah obat utama untuk setiap infeksi. Sebagai contoh, sebagian besar sakit tenggorokan, batuk-pilek, flu, atau sinusitis berasal dari virus, bukan bakteri, dan tidak memerlukan antibiotik.

Infeksi virus ini biasa disebut self-limiting disease. Artinya, sistem kekebalan tubuh Anda akan menyerang dan melawan virus itu sendiri.

Penyalahgunaan antibiotik untuk infeksi virus justru dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik tertentu. Ini dapat mengurangi opsi antibiotik Anda ketika membutuhkannya di masa mendatang.

Jangan bagikan antibiotik Anda untuk orang lain dan jangan minum obat infeksi yang diresepkan untuk orang lain. Antibiotik seharusnya dihabiskan dalam sekali resep, tidak boleh disimpan.

Untuk memahami antibiotik, mengutip Drugs, ada beberapa pembagian antibiotik berdasarkan jenis infeksi, jenis antibiotik, dan kelas antibiotik berikut ini.

Daftar infeksi yang paling sering terjadi dan dapat diatasi dengan antibiotik

  • Jerawat
  • Bronkitis
  • Konjungtivis (mata merah)
  • Infeksi telinga
  • Penyakit menular seksual
  • Infeksi kulit
  • Radang tenggorokan
  • Diare
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Infeksi saluran kemih

Onbat infeksi (antibiotik) generik yang sering digunakan

  • Amoxicillin
  • Doxycycline
  • Cephalexin
  • Ciprofloxacin
  • Clindamycin
  • Metronidazole
  • Azithromycin
  • Sulfamethoxazole dan trimethoprim
  • Amoxicillin dan clavulanate
  • Levofloxacin

Kelas antibiotik

Nah sebagian besar antibiotik dibagi ke dalam kelas-kelas antibiotik tersebut. Kelas antibiotik adalah pengelompokan obat berdasarkan sifat kimia dan farmakologis serupa. Biasanya struktur kimia obat-obat dalam satu kelas mirip dan dapat membunuh bakteri yang sama.

  • Penisilin
  • Tetrasiklin
  • Sefalosporin
  • Kuinolon
  • Lincomycins
  • Makrolida
  • Sulfonamida
  • Glikopeptida
  • Aminoglikosida
  • Karbapenem

Hati-hati penggunaan obat infeksi tanpa resep dokter. Antibiotik diresepkan spesifik untuk jenis bakteri yang akan coba diredam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *