Mual Saat Haid, Ternyata Ini Beberapa Gangguannya

Mual Saat Haid, Ternyata Ini Beberapa Gangguannya

Berbicara tentang menstruasi atau haid, adalah sebuah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi akibat adanya siklus bulanan pada sistem reproduksi. Beberapa wanita mengalami gejala mual saat haid. Apakah yang menyebabkan kondisi tersebut? Bagaimana hubungannya dengan siklus menstruasi?

Menstruasi menunjukkan bahwa seorang wanita sudah mampu bereproduksi yang ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium). Maka, jika tidak terjadi proses kehamilan, dinding rahim tersebut akan meluruh dan keluar bersama darah melalui vagina.

Umumnya, menstruasi akan berjalan selama 3-7 hari, dan selama masa itu sebagian besar wanita mengalami gangguan-gangguan akibat adanya proses menstruasi tersebut. Hal ini normal terjadi selama tidak berlebihan. Berikut ini beberapa gangguan yang dialami wanita pada saat haid.

Sindrom PMS (Pramenstruasi)

Sindrom pramenstruasi merupakan beberapa gejala yang dialami wanita sebelum memasuki periode menstruasi. Pada umumnya, gejala PMS ini akan muncul pada 1- 2 minggu sebelum hari pertama haid, dan memiliki tingkat keparahan yang muncul pada setiap gejalanya. Gejala yang dirasakan juga tentunya bisa berbeda pada setiap orang, namun pada umumnya sindrom PMS ini memberikan efek perubahan emosi, perilaku hingga perubahan yang dirasakan oleh fisik. 

Penyebab sindrom pramenstruasi ini diakibatkan adanya perubahan hormon dan zat kimia di otak. Naik turunnya hormon estrogen dan progesteron, serta zat serotonin yang fluktuatif menyebabkan timbulnya beberapa keluhan, seperti nyeri pada payudara, nyeri punggung, perut kembung, hingga mudah marah.

Mual saat haid 

Rasa mual saat haid dan tidak nyaman pada perut yang dialami merupakan hal normal dan sering terjadi. Penyebab adanya rasa mual saat haid dikarenakan hormon prostaglandin yang masuk ke dalam aliran darah. 

Pada dasarnya, hormon prostaglandin ini berfungsi untuk merangsang kontraksi pada lapisan rahim dan mengalami peluruhan. Namun, bila terdapat sisa hormon, maka ia akan masuk ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan terjadinya rasa mual saat haid, muntah, hingga diare.

Kram perut

Kram perut juga dapat terjadi selama menstruasi. Hal ini dikarenakan adanya kontraksi dinding rahim yang bekerja lebih kuat daripada biasanya. Kontraksi otot tersebut berfungsi agar lapisan dinding rahim dapat meluruh dan mengalirkan darah haid. 

Pada saat dinding rahim kontraksi, maka rahim pun akan menekan pembuluh dara yang berada di lapisan rahim, sehingga dapat memutus aliran darah yang mengantarkan oksigen ke rahim. Akibat adanya pengurangan jumlah oksigen ini maka jaringan pada rahim mulai memproduksi prostaglandin sehingga muncullah rasa sakit.

Banyaknya jumlah darah yang keluar

Gangguan menstruasi yang dapat terjadi selanjutnya adalah menoragia. Menoragia adalah kondisi dimana jumlah darah yang keluar lebih banyak daripada biasanya. Sebagian besar hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan kadar hormon, terutama progesteron dan estrogen. Sehingga terkadang, hal ini dapat menyebabkan gangguan lainnya seperti kurang darah.

Tidak hanya ketidakseimbangan hormon, menoragia juga dapat terjadi karena faktor lain, seperti infeksi vagina, kelenjar tiroid yang kurang aktif, radang serviks, dan beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan rahim. Jika mengalami hal seperti ini, maka Anda harus segera mungkin memeriksakan ke dokter. 

Nyeri menstruasi yang berlebihan

Nyeri pada saat menstruasi memang umum terjadi akibat otot rahim mulai berkontraksi dan menjadi salah satu sindrom pramenstruasi. Namun, pada beberapa wanita dapat merasakan nyeri luar biasa. Gangguan seperti ini memiliki kemungkinan yang berkaitan dengan permasalahan medis, seperti adanya radang panggul atau endometriosis (jaringan yang timbul di luar rahim).

Demikianlah ulasan singkat yang berkaitan dengan beberapa gejala dan gangguan yang umum dialami oleh wanita pada saat menstruasi. Beberapa gangguan dapat Anda tangani dengan adanya pola hidup sehat, dan penangan yang tepat pada saat gangguan tersebut mulai dirasakan. 

Namun, bila gangguan yang terjadi secara berlebihan, seperti mual saat haid dan muntah yang terjadi selama beberapa hari, serta darah haid yang tidak berhenti hingga 2 minggu, maka Anda perlu memeriksa kondisi tersebut kepada dokter agar mendapatkan penangan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *