Manfaat dan Tingkat Keamanan Dinatrium Guanilat pada Makanan

Manfaat dan Tingkat Keamanan Dinatrium Guanilat pada Makanan

Selain monosodium glutamat (MSG), dinatrium guanilat adalah zat aditif makanan lain yang mungkin jarang Anda lihat dan sering terlewatkan. Hal ini wajar karena terkadang zat aditif ini dicantumkan sebagai “perasa alami”. Dinatrium guanilat sering kali digunakan bersama dengan MSG dalam berbagai makanan, seperti keripik kentang, makanan kalengan, dan produk susu. 

Apa itu dinatrium guanilat?

Dinatrium guanilat adalah penambah rasa umum terbuat dari guanosine monophosphate (GMP). Istilah biokimia GMP adalah nukleotida, yang merupakan molekul penting penyusun DNA. Dinatrium guanilat biasanya dibuat melalui proses fermentasi tepung tapioka, tetapi juga bisa dari jamur, ragi, dan rumput laut.

Penggunaan dinatrium guanilat biasanya dipasangkan dengan MSG atau glutamat lainnya, tetapi bisa juga digunakan sendiri, meskipun hal ini jarang terjadi, karena biaya produksinya yang cukup mahal. Glutamat sendiri adalah protein alami yang terdapat dalam makanan, seperti keju dan tomat. Di otak Anda juga ada glutamat yang bertindak sebagai neurotransmiter.

Apa manfaatnya?

Meskipun menggunakan garam meja saja sudah dapat memberikan rasa pada makanan, penambahan senyawa glutamat dapat meningkatkan cara kerja lidah Anda untuk merasakan garam. Dinatrium guanilat dapat memperkuat intensitas rasa garam, sehingga Anda hanya butuh lebih sedikit garam untuk menghasilkan rasa yang sama.

MSG dan dinatrium guanilat bersama-sama akan meningkatkan cita rasa pada makanan Anda. Manusia dapat merespons kombinasi ini delapan kali lebih kuat dibandingkan hanya MSG saja. Dengan kata lain, ketika MSG dan dinatrium guanilat digabungkan, Anda cenderung akan menganggap rasa makanan jauh lebih enak.

Yang terpenting adalah kombinasi MSG dan dinatrium guanilat dapat menambah rasa umami pada hidangan. Umami adalah rasa dasar kelima, yang dikaitkan dengan rasa gurih dari daging sapi, ragi, jamur, dan kaldu. Mengingat dinatrium guanilat tidak dapat menghasilkan rasa umami, maka harus dipasangkan dengan MSG agar bisa menghasilkan rasa tersebut.

Dinatrium guanilat sebagai pengganti MSG

Meskipun jarang, dinatrium guanilat terkadang dikombinasikan juga dengan disodium inosinate (berasal dari asam inosinat (IMP)) untuk menggantikan penggunaan MSG secara keseluruhan. Ketika dicampur dengan dinatrium guanilat, akan terbentuk nukleotida yang disebut sebagai “I + G” dalam industri makanan. Sayangnya, I + G hanya bisa membuat rasa umami jika dipasangkan dengan MSG.

Umumnya, dinatrium guanilat ditambahkan ke berbagai jenis makanan olahan, termasuk sereal kemasan, saus, mie instan, makanan ringan, produk pasta, daging yang diawetkan, minuman energi, sup kalengan, dan sayuran kaleng. Senyawa ini juga tersedia secara alami pada ikan dan jamur, seperti jamur shiitake kering mengandung 150 mg dinatrium guanilat per 3,5 ons (100 gram).

Keamanan dinatrium guanilat 

FDA dan EFSA menyatakan bahwa dinatrium guanilat aman untuk dikonsumsi. Sayangnya, pedoman asupan atau dosis aman terkait dinatrium guanilat belum bisa ditetapkan, karena penelitiannya masih terbatas.

Dinatrium guanilat memang menambah kandungan natrium total suatu produk makanan, tetapi biasanya dimasukkan dalam jumlah kecil dan bervariasi. MSG, sebagai perbandingan mudahnya, mengandung sekitar 500 mg natrium dalam 1 sendok teh (4 gram MSG). Ini artinya dapat memenuhi sekitar 22% asupan natrium dari kebutuhan harian. 

Meskipun makanan olahan kemungkinan besar hanya sedikit kandungan MSG dan dinatrium guanilatnya, tapi bukan berarti menjadi satu-satunya sumber natrium dalam makanan Anda. Zat aditif ini sering kali digunakan sebagai pengganti garam, karena asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Ada sebuah penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa pemberian MSG 4g/gBB tikus dapat meningkatkan stres oksidatif. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, sehingga memicu penyakit kronis seperti penyakit jantung. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia terkait keamanan MSG dan dinatrium guanilat.

Kelompok yang sebaiknya menghindari zat ini

Jika Anda sensitif terhadap MSG sebaiknya juga menghindari dinatrium guanilat, karena sering digunakan secara bersama. Gejala sensitivitas MSG, seperti sakit kepala, otot sesak, dan kemerahan. Contoh produk yang mengandung MSG, seperti ajinomoto dan asam glutamat. Perlu dicatat bahwa MSG dan dinatrium guanilat aman dikonsumsi selama tidak berlebihan.

Sementara itu, Anda yang memiliki penyakit asam urat atau batu ginjal harus menghindarinya, karena guanilat di dalam tubuh dapat diubah menjadi purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat Anda.

Catatan

Dinatrium guanilat adalah zat aditif makanan yang umum digunakan sebagai penambah rasa. Bersama dengan MSG, zat aditif ini dapat mengurangi penggunaan garam pada makanan Anda. Selain itu, dinatrium guanilat aman dikonsumsi selama tidak berlebihan. Jika Anda memiliki sensitivitas dengan MSG, kondisi asam urat, atau riwayat batu ginjal, sebaiknya menghindari zat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *