Latihan Isotonik vs Latihan Isometrik, Mana Cara Bangun Otot Pilihan Anda?

latihan isotonik

Untuk memperkuat massa otot, diperlukan jenis olahraga yang sesuai. Jenis latihan yang berbeda memerlukan jenis kontraksi otot yang berbeda. Secara umum otot berkontraksi dengan dua cara, yaitu latihan isotonik dan latihan isometrik. 

Latihan isotonik adalah latihan saat otot berkontraksi ketika menerima beban konstan, sedangkan latihan isometrik ketika otot berkontraksi tanpa ada gerakan dari bagian tubuh yang terlibat. 

Artikel berikut akan membahas kedua perbedaan tersebut dan membantu Anda memilih program latihan yang sesuai. 

Latihan isotonik vs latihan isometrik

Latihan isotonik membutuhkan otot tubuh untuk menahan beban. Latihan tersebut mencakup gerakan yang melibatkan proses pemendekan otot atau kontraksi. 

Latihan isotonik sangat cocok bagi Anda yang ingin meningkatkan massa dan kekuatan otot, serta kebugaran tubuh secara keseluruhan. 

Latihan angkat beban termasuk dalam salah satu bentuk latihan isotonik. Selain itu juga mencakup:

  • Latihan aerobik, seperti berjalan, berlari, hiking, dan menari
  • Latihan resistensi, seperti squat, push up, bench press, dan bicep curl

Ada beberapa kegiatan sehari-hari juga termasuk dalam latihan isotonik, seperti membersihkan rumah, memotong rumput, dan berkebun. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, latihan ini harus dilakukan minimal 2 hari per minggu.  

Sedangkan latihan isometrik menggunakan gerakan yang lebih terfokus pada tendon otot, sementara sendi dan otot tidak bergerak atau dalam posisi tidak berkontraksi. 

Olahraga jenis ini aman dilakukan jika Anda memiliki masalah pada sendi dan cedera. Meski begitu latihan isometrik memang kurang efektif untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan kinerja fisik.

Salah satu jenis latihan isometrik yang digunakan untuk mengatasi cedera adalah terapi fisik. Latihan ini melibatkan gerakan statis, seperti peregangan tubuh, plank, dan wall sit (latihan duduk dengan bersandar di dinding). 

Terbentuknya kekuatan dari latihan isometrik berasal dari kemampuan tubuh dalam menahan posisinya tetap stabil dalam waktu lama. 

Manfaat latihan isotonik dan isometrik

Latihan isotonik membantu memperkuat sistem kardiovaskular karena dapat meningkatkan penyebaran oksigen, detak jantung, daya tahan otot jantung, yang secara keseluruhan akan mengurangi risiko penyakit jantung. 

Menjalani latihan secara konsisten juga dapat meningkatkan kepadatan tulang, dan yang paling penting membakar kalori bagi orang-orang yang berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan. 

Manfaat lain dari latihan isotonik meliputi:

  • Menjaga kadar kolesterol dan gula darah
  • Membangun massa otot yang lebih besar
  • Mengurangi risiko cedera karena tegang, keseleo, dan patah tulang

Latihan isometrik memiliki manfaat yang tak jauh berbeda dengan latihan isotonik, yaitu membangun otot dan kepadatan tulang, sekaligus menjaga kadar kolesterol, dan menjaga fungsi pencernaan.  

Karena melibatkan tekanan yang lebih lembut pada persendian namun tetap membangun dan mempertahankan kekuatan, latihan isometrik memiliki risiko lebih rendah dan aman bagi penderita artritis atau cedera. 

Memilih latihan isotonik vs isometrik

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memilih antara latihan isotonik dengan isometrik. 

Untuk olahragawan atau Anda yang ingin meningkatkan kekuatan otot, Anda bisa banyak memasukkan latihan isotonik dalam program olahraga Anda. Namun tetap memasukkan sedikit latihan isometrik dalam rejimen latihan. 

Latihan isometrik, seperti plank, cocok dilakukan jika Anda memiliki tujuan olahraga untuk menstabilkan tulang belakang. 

Mempertimbangkan kondisi kesehatan juga perlu agar tidak ada masalah kesehatan lain yang timbul. 

Latihan isometrik dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga mungkin tidak sesuai untuk penderita hipertensi. 

Konsultasikan mengenai pilihan olahraga yang tepat dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Referensi

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/449913-isotonic-vs-isometric-muscle-exercises/ Diakses pada 06 Februari 2021.

Forma Gym. https://formagym.com/isotonic-or-isometric-exercise-which-will-help-you-most/ Diakses pada 06 Februari 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *