Kesiapan Mental yang Perlu Disiapkan Sebelum Adopsi Anak

Kesiapan mental sebelum memutuskan untuk adopsi adalah hal pertama yang perlu Anda siapkan. Perlu komitmen, keberanian, dan kemampuan untuk beradaptasi luar biasa. Saat adopsi anak, tidak hanya urusan administratif saja yang perlu diberikan, namun calon orangtua angkat juga harus benar-benar siap. Cara setiap calon orangtua angkat dalam mempersiapkan mental sebelum melakukan adopsi anak berbeda-beda. Ada yang menghabiskan hingga berhari-hari untuk survei, ada juga yang menyiapkan aspek finansial demi ketenangan batin, hingga simulasi ketika sudah tinggal serumah nanti.

kesiapan mental

Dalam mempersiapkan mental sematang mungkin sebelum melakukan adopsi anak sangatlah penting. Jangan lupa untuk tetap keola ekspetasi dengan mengetahui risiko-risikonya seperti gesekan yang mungkin terjadi ketika berinteraksi dengan calon anak angkat. Adopsi anak tidaklah mudah, sehingga perlu kesiapan mental dengan melakukan beberapa hal seperti:

  • Berkomitmen untuk menjalani prosesnya

Proses adopsi anak sangat panjang, bahkan perlu waktu bertahun-tahun hingga benar-benar resmi. Tak hanya melelahkan secara fisik, mental pun dipertaruhkan dalam seluruh proses ini. Jangan sampai calon orangtua angkat menyerah di tengah jalan karena proses yang panjang dan melelahkan.

Untuk itu, tetapkan komitmen untuk menjalani seluruh proses panjang adopsi anak bersama pasangan. Orang yang masih lajang dan ingin mengadopsi anak pun perlu memiliki komitmen ini. Kemudian, lengkapi dengan ekspektasi realistis tentang apa saja yang mungkin mengganjal dalam keseluruhan proses.

  • Melakukan riset mendalam

Kedua belah pihak baik calon orangtua angkat maupun anak angkat sama-sama dua pihak yang benar-benar asing. Jadi, calon orangtua angkat perlu melakukan riset mendalam tentang calon anak angkat yang mereka. Mulai dari latar belakang, riwayat selama ini, orangtua biologis, dan sifat-sifatnya.

Tanyakan hal ini kepada pihak wali atau yayasan jika calon anak angkat tinggal di panti asuhan. Lakukan riset sedetil mungkin untuk mengetahui karakter anak, terutama saat calon anak angkat menghadapi konflik. Dengan cara ini, calon orangtua angkat bisa lebih siap secara mental saat beradaptasi tinggal serumah.

  • Mencari teman senasib

Teman senasib atau support group juga bisa membantu calon orangtua angkat dalam berbagi cerita atau bertanya pengalaman mereka saat menjalani proses adopsi. Terlebih, bergabung dalam support group akan memberikan suntikan semangat saat prosesnya berjalan menantang. Dalam jangka panjang, lingkaran pertemanan ini juga akan bermanfaat bagi calon anak angkat.

  • Cari kesibukan lain sebagai distraksi

Meskipun proses adopsi anak bisa memakan waktu lama dan melelahkan, jangan lupakan kesenangan lain dalam hidup ini. Calon orangtua angkat bisa mencari kesibukan atau kesenangan lain sebagai distraksi dan menjauhkan dari risiko jenuh mengurus proses adopsi.

Target kesibukan baru ini bisa beragam, sesuaikan saja dengan preferensi masing-masing. Entah itu mencoba mempelajari skill baru, rutin mencoba olahraga, dan banyak lagi hal lain yang tak kalah menarik.

  • Membuat kesepakatan dengan pasangan

Salah satu tahapan dalam proses adopsi adalah tinggal satu rumah dengan calon anak angkat selama beberapa waktu. Ini termasuk bagian dari uji coba apakah kedua belah pihak cocok dan bisa diloloskan oleh Pengadilan untuk menjadi orangtua dan anak angkat. Sebelum sampai ke tahap itu, buat kesepakatan dengan pasangan sedetil mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *