Jangan Lupa, Yuk Pahami Pentingnya BPJS Bayi Baru Lahir

BPJS bayi baru lahir

BPJS bayi baru lahir sangatlah penting bagi Anda yang baru menjadi orang tua. Program ini dapat memberikan perlindungan pada bayi dalam beberapa bulan awal.

Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan mengatur bahwa bayi yang baru dilahirkan wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Langkah ini penting untuk memberikan jaminan perawatan kesehatan yang diperlukan.

Bayi wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak lahir. Jika tidak, bayi mungkin tidak bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, khususnya bagi keluarga yang terkendala biaya.

Status kepesertaan bayi membuatnya bisa mendapatkan perawatan kesehatan dalam beberapa bulan awal setelah lahir. Oleh sebab itu, BPJS bayi baru lahir sangatlah penting bagi Anda yang baru menjadi orang tua.

Pentingnya BPJS bayi baru lahir

Jika seorang ibu baru menjalani proses persalinan di rumah sakit, biasanya pihak rumah sakit langsung menawarkan bantuan untuk mendaftarkan bayi sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Namun, bagi Anda yang melakukan persalinan di tempat lain, kemungkinan besar Anda harus melakukan pendaftaran sendiri. Jangan sampai Anda melewatkan kesempatan tersebut, BPJS bayi sangatlah penting.

Berikut beberapa alasan pentingnya BPJS untuk bayi baru lahir:

Perlindungan dalam tiga bulan pertama

BPJS bayi baru lahir aktif untuk melindungi bayi dari segala risiko dalam tiga bulan pertama. Artinya, BPJS dapat digunakan untuk mengganti biaya kontrol atau biaya darurat ketika bayi sakit.

Nah dalam masa tiga bulan ini Anda harus mendaftarkan bayi ke catatan sipil. Selanjutnya Anda bisa mengganti dengan BPJS umum seperti yang Anda gunakan.

Mempermudah proses pengobatan

Selain memberikan perlindungan dalam tiga bulan pertama, kartu BPJS bayi juga dapat mempermudah proses pengobatan si kecil. Anda tidak perlu repot mengurus berkas yang dibutuhkan.

Sebelum usia tiga bulan bayi masih belum memiliki akte kelahiran. Nah kartu BPJS bayi membantu Anda mempercepat proses pendaftaran saat membawa si kecil ke klinik.

Cara mengurus BPJS bayi

Untuk mendaftarkan si kecil sebagai penerima BPJS bayi, Anda sebagai orang tua harus memastikan telah memenuhi syarat sesuai dengan jenis keanggotaan BPJS, di antaranya:

1. Syarat untuk peserta PBI

Bayi dari orang tua peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) bisa langsung didaftarkan asalkan status keanggotaan peserta aktif. Berikut syarat-syaratnya:

  • Kartu JKN-KIS ibu kandung (asli)
  • Surat keterangan lahir dari dokter atau bidan puskesmas/klinik/rumah sakit (asli dan fotokopi)
  • Kartu Keluarga (KK) orangtua (asli dan fotokopi)

2. Syarat untuk peserta PPU

Pekerja Penerima Upah (PPU) dapat langsung mendaftarkan bayi (anak pertama sampai ketiga) asalkan status keanggotaan peserta aktif. Pendaftaran dapat dilakukan melalui instansi atau badan usaha. Berikut syarat-syaratnya:

  • Kartu JKN-KIS ibu kandung (asli)
  • Surat keterangan lahir dari dokter atau bidan puskesmas/klinik/rumah sakit (asli dan fotokopi)
  • Kartu Keluarga (KK) orangtua (asli dan fotokopi)
  • Jika bayi sudah berusia 3 bulan, maka ia wajib memiliki NIK yang sudah terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)

3. Peserta PBPU & BP

Orang tua atau ibu yang berstatus pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) harus mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dan membayar iuran paling lambat 28 hari sejak bayi lahir. Berikut syarat-syaratnya:

  • Kartu JKN-KIS ibu kandung (asli)
  • Surat keterangan lahir dari dokter atau bidan puskesmas/klinik/rumah sakit (asli dan fotocopy)
  • Kartu Keluarga (KK) orangtua (asli dan fotocopy).

Setelah status keanggotaan bayi aktif, Anda tidak perlu mengkhawatirkan pengobatan si kecil, khususnya dalam tiga bulan pertama. Oleh sebab itu, BPJS bayi baru lahir jadi salah satu perlindungan terpenting yang harus Anda dapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *