Hidramnion

Apa yang Dimaksud dengan Hidramnion?

Memasuki masa kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu ibu hamil, karena mereka akan memiliki anak. Meskipun mereka akan memiliki keturunan secara biologis, ada berbagai tantangan yang perlu diwaspadai ibu hamil ketika mereka mengandung. Salah satu tantangan tersebut adalah kondisi yang kemungkinan akan dialami ibu hamil seperti hidramnion.

Apa yang Dimaksud dengan Hidramnion?

Hidramnion merupakan kondisi ketika ibu hamil mengandung, mereka memiliki terlalu banyak air ketuban di dalam rahimnya. Kondisi tersebut jarang terjadi dan berkisar antara 1 hingga 2 persen terjadi pada ibu hamil.

Meskipun hidramnion merupakan kondisi yang jarang terjadi, perut ibu hamil bisa membesar ketika usia kehamilan mereka di bawah 10 minggu, dan jika perutnya menonjol, mereka akan kesulitan bernafas, berdiri, dan berjalan.

Apa Saja Gejala Hidramnion?

Ibu hamil yang mengalami hidramnion bisa diketahui melalui seberapa besar perut yang tampak (karena banyaknya cairan ketuban). Jika mereka mengalami hidramnion, berikut adalah gejala yang bisa terjadi:

  • Sesak nafas ketika melakukan gerakan.
  • Pembengkakan pada bagian perut bawah.
  • Ukuran rahim lebih besar dari normal.
  • Jumlah urine berkurang.
  • Detak jantung janin sulit didengar.
  • Gerakan janin sulit dirasakan.

Apa Saja Penyebab Hidramnion?

Ibu hamil yang mengalami hidramnion bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Faktor genetik

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami hidramnion adalah faktor genetik. Jika kondisi tersebut terjadi, mungkin saja kondisi tersebut berkaitan dengan sindrom Edwards atau spina bifida (cacat lahir di bagian punggung).

  • Diabetes gestasional

Faktor lain yang dapat membuat ibu hamil mengalami hidramnion adalah diabetes gestasional. Ibu hamil lebih rentan terhadap hidramnion jika mereka pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.

Walaupun kaitannya antara diabetes dan banyaknya jumlah air ketuban pada masa kehamilan tidak tampak jelas, para pakar menduga bahwa janin yang menerima gula dalam jumlah yang terlalu banyak dari plasenta bisa menjadi faktor pemicu kondisi tersebut.

  • Sindrom transfusi janin kembar

Faktor lain yang perlu diwaspadai dan dapat membuat ibu hamil mengalami hidramnion adalah sindrom transfusi janin kembar atau twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Sindrom tersebut terjadi ketika salah satu janin menerima cairan dan darah dari plasenta dalam jumlah yang terlalu banyak. Janin tersebut mengeluarkan cairan melalui urine sehingga dapat menambah volume air ketuban.

  • Komplikasi pada janin

Hidramnion bisa dipengaruhi oleh komplikasi pada janin. Contoh komplikasi yang bisa terjadi adalah hydrops fetalis. Kondisi tersebut muncul ketika janin mengalami penumpukan cairan pada bagian paru-paru dan perut.

Apa Saja Komplikasi Hidramnion?

Jika ibu hamil mengalami hidramnion, mereka bisa mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Bayi sungsang.
  • Tali pusat terlepas dari rahim.
  • Persalinan terjadi secara prematur akibat pecahnya ketuban secara dini.
  • Perdarahan setelah janin lahir.
  • Plasenta terlepas dari dinding rahim lebih cepat dari proses melahirkan.

Seperti Apakah Diagnosis Hidramnion?

Jika Anda mengalami hidramnion, Anda sebaiknya hubungi dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik dengan mengukur seberapa banyak volume air ketuban yang ada di dalam perut.

Apa Saja Pengobatan Hidramnion?

Setelah mengetahui kondisi pasien, dokter dapat melakukan pengobatan. Dokter akan memberikan pengobatan tertentu kepada pasien jika pasien mengalami hidramnion akibat diabetes.

Jika pasien mengalami hidramnion akibat volume air ketuban yang tampak berlebihan, pasien perlu menjalani prosedur amniosentesis. Prosedur tersebut dilakukan dengan mengeluarkan cairan dari kantung ketuban untuk mengurangi risiko di dalam perut pasien.

Kesimpulan

Hidramnion merupakan kondisi yang serius yang perlu diwaspadai. Walaupun jarang terjadi, hidramnion dapat menimbulkan berbagai gejala sehingga perlu segera diatasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang hidramnion atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kehamilan, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *