Hemodialisis RS Balimed dan Jenis Dialisis Lain

Ginjal Anda menyaring darah dan membersihkan kotoran serta cairan berlebih dari dalam tubuh. Limbah atau kotoran tersebut akan dikirim ke kandung kemih, untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh saat Anda buang air kecil. Dialisis yang dilakukan di RS Balimed mengganti fungsi kerja ginjal apabila ginjal gagal melakukan tugasnya dengan benar karena kondisi kesehatan tertentu.

RS Balimed Denpasar | Daftar Online

Menurut National Kidney Foundation, gagal ginjal tahap akhir terjadi ketika ginjal hanya berfungsi sekitar 10 hingga 15 persen dari fungsi normal biasanya. Dialisis adalah sebuah perawatan yang menyaring dan memurnikan darah menggunakan bantuan sebuah mesin. Prosedur ini akan membantu menjaga cairan dan elektrolit dalam kadar yang seimbang ketika ginjal gagal melakukan tugasnya. Dialisis telah digunakan sejak tahun 1940 untuk merawat mereka yang menderita gangguan kesehatan ginjal. 

Hemodialisis

Hemodialisis di RS Balimed merupakan jenis dialisis yang paling sering dilakukan. Proses ini menggunakan ginjal buatan (hemodialyzer) untuk membersihkan kotoran dan cairan berlebih dari dalam darah. Darah dikeluarkan dari dalam tubuh dan disaring melalui ginjal buatan. Darah yang telah disaring kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh dengan bantuan mesin dialisis. Agar darah dapat mengalir ke ginjal buatan, dokter akan melakukan prosedur bedah untuk membuat titik masuk (vascular access) ke dalam pembuluh darah Anda. Tiga titik masuk tersebut di antaranya adalah:

  • Arteriovenous fistula. Jenis ini menghubungkan arteri dengan pembuluh darah. Ini adalah pilihan yang paling sering digunakan. 
  • AV graft. Ini adalah jenis tabung melingkar.
  • Vascular access catheter. Ini dapat dimasukkan ke pembuluh darah besar di leher Anda. 

Baik AV fistula dan AV graft didesain untuk perawatan dialisis jangka panjang. Orang-orang yang mendapatkan AV fistula sembuh dan siap mendapatkan hemodialisis dua atau tiga bulan setelah operasi. Orang-orang yang mendapatkan AV graft biasanya siap dalam waktu 2 hingga 3 minggu. Sementara itu, kateter didesain untuk penggunaan jangka pendek atau sementara. 

Perawatan hemodialisis biasanya membutuhkan waktu 3 hingga 5 jam, dan akan dilakukan 3 kali dalam seminggu. Akan tetapi, perawatan hemodialisis dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih pendek. Kebanyakan perawatan hemodialisis akan dilakukan di rumah sakit seperti RS Balimed. Lama perawatan akan tergantung pada ukuran tubuh, jumlah kotoran di dalam tubuh, dan kondisi kesehatan Anda saat ini. 

Peritoneal dialysis

Peritoneal dialysis melibatkan operasi untuk memasang kateter PD ke dalam perut. Kateter ini membantu menyaring darah lewat peritoneum, selaput yang ada di perut. Pada saat perawatan, cairan khusus yang disebut dialysate mengalir di dalam peritoneum. Dialysate menyerap limbah atau kotoran. Setelah dialysate menyerap semua kotoran dari saluran darah, cairan tersebut dikuras dari perut. Proses ini membutuhkan waktu beberapa jam dan perlu diulang 4 hingga 6 kali setiap hari. Akan tetapi, pertukaran cairan dapat dilakukan saat Anda tidur atau terbangun. 

Continuous renal replacement therapy (CRT)

Dialisis RS Balimed yang terakhir adalah continuous renal replacement therapy. Terapi ini umumnya digunakan di unit perawatan intensif (ICU) bagi orang-orang yang menderita kegagalan ginjal akut. Terapi ini juga dikenal dengan sebutan hemofiltration. Sebuah mesin akan mengalirkan darah lewat tabung. Filter kemudian akan membersihkan produk kotoran atau limbah dan air. Darah kemudian akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh, bersama dengan cairan pengganti. Prosedur ini dilakukan 12 hingga 24 jam sehari, umumnya setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *