Dosis Akar Valerian Atasi Masalah Tidur dan Kecemasan

Apakah akhir-akhir ini Anda sulit tidur? Mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan akar valerian untuk mengatasinya. Akar valerian adalah salah satu tanaman herbal yang sering dipasarkan dalam bentuk suplemen makanan. Produsen mengklaim akar tanaman ini dapat mengatasi insomnia dan ketegangan saraf akibat cemas yang melanda diri. 

Meskipun ada banyak suplemen akar valerian di pasaran saat ini, tetapi jumlah yang terkandung di setiap kapsulnya berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jumlah dosis aman mengonsumsi akar valerian, terutama dalam mengatasi gangguan tidur dan kecemasan.

Mengenal akar valerian

Valerian (Valeriana officinalis) adalah tanaman liar di padang rumput di seluruh wilayaha Asia Amerika Utara, dan Eropa. Tanaman valeria akan menghasilkan bunga putih, merah muda, atau ungu di musim panas. Akarnya sendiri sudah dijadikan sebagai obat herbal sejak berabad-abda lamanya.

Hingga saat ini, para peneliti masih belum yakin cara kerja akar valerian untuk meredakan insomnia dan kecemasan. Ada dugaan bahwa akar valerian dapat meningkatkan zat kimia berupa asam gamma aminobutyric (GABA) di otak. Senyawa inilah yang berkontribusi untuk memberikan efek menenangkan dalam tubuh. Selain itu, banyak juga obat resep untuk kecemasan yang cara kerjanya sama dengan ini, seperti alprazolam dan diazepam.

Berapa dosis akar valerian yang dianjurkan untuk masalah tidur?

Umumnya, masalah tidur yang sering dialami adalah insomnia, yaitu ketidakmampuan untuk tetap tertidur atau tertidur. Bahkan, kondisi ini dapat memengaruhi sekitar sepertiga dari semua orang dewasa, setidaknya sekali seumur hidup. Jika insomnia dibiarkan berkepanjangan, maka efeknya sangat besar pada kualitas hidup penderitanya.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh American Family Physician, dosis akar valeria yang aman untuk mengatasi insomnia atau sulit tidur adalah 300 – 600 miligram yang dikonsumsi 30 menit – 2 jam sebelum tidur. Jika sediaannya dalam bentuk teh, maka Anda dapat menyeduhnya sebanyak 2 – 3 gram dalam 1 cangkir air panas selama 10 – 15 menit. Selain itu, tampaknya akar valerian bekerja efektif setelah Anda meminumnya secara teratur selama dua minggu atau lebih. Penting untuk diingat agar Anda tidak mengonsumsinya selama lebih dari sebulan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Lalu, berapa dosis amannya untuk kecemasan?

Melansir dari laman resmi Healthline, dosis aman akar valerian untuk mengatasi kecemasan lebih rendah daripada insomnia, yaitu 120 – 200 mg sebanyak tiga kali sehari dan dosis terakhirnya harus tepat sebelum tidur. Dosis memang sengaja lebih rendah agar tidak menyebabkan kantuk di siang hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda seperti biasanya.

Apakah akar valerian efektif untuk kecemasan dan tidur?

Sudah banyak penelitian secara klinis untuk menguji kemanjuran dan keamanan akar valerian untuk tidur dan hasilnya sangat beragam. Sebuah studi tahun 2009 menunjukkan tidak ada perbaikan dengan mengonsumsi 300 mg ekstrak valerian 30 menit sebelum tidur selama dua minggu. Sama halnya dengan tinjauan dari 37 studi yang menemukan bahwa sebagian besar uji klinis akar valerian menunjukkan bahwa akar valerian aman dikonsumsi, tetapi tidak efektif untuk insomnia.

Lain halnya dengan penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa konsumsi 400 mg ekstrak akar valerian dapat meningkatkan kualitas tidur, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, kualitas tidur, dan jumlah terbangun di tengah malam.

Sementara itu, penelitian akar valerian dalam mengobati kecemasan masih terbatas. Satu studi kecil tahun 2002 menunjukkan bahwa konsumsi 50 mg ekstrak akar valerian tiga kali sehari selama empat minggu dapat mengurangi kecemasan. Studi lainnya menggunakan dosis dalam jumlah sedikit lebih tinggi.

Catatan dari SehatQ

FDA telah menyatakan akar valerian aman dikonsumsi, tetapi efek samping ringan mungkin dapat terjadi, seperti pusing, sakit kepala, sakit perut, dan rasa gelisah. Terlebih lagi, herbal ini tidak disarankan dikonsumsi selama lebih dari sebulan tanpa saran dari dokter, apalagi dalam jangka panjang. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu, agar dapat disesuaikan aturan minumnya berdasarkan kebutuhan dan kondisi Anda saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *