Demam, Flu? Redakan Dengan Balsem, Koyo, & Kompres

Hidung Anda tersumbat, tenggorokan serak, dan kepala terasa pening? Terkadang kesulitan membedakan antara gejala yang mengindikasikan demam dan flu. Gejala tersumbat bisa saling tumpang tindih, kecuali dokter Anda yang memastikan diagnosis menggunakan tes rapid flu (pemeriksaan yang cepat menggunakan cotton swab dari bagian belakang tenggorokan atau hidung). Namun, dalam kasus yang ringan, gejala demam dan flu dapat diredakan menggunakan balsem, koyo, & kompres. Artikel ini akan membahas perbedaan antara demam dan flu. 

Virus menyebabkan demam dan flu. Keduanya merupakan infeksi pernapasan. Cara termudah untuk mengetahui perbedaan antara keduanya adalah apabila Anda menderita demam, gejala yang ditimbulkan seperti hidung mampet atau meler, tenggorokan kering, bersin, batuk, sakut kepala atau nyeri tubuh, dan tubuh terasa lelah. Gejala tersebut umumnya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres apabila bersifat ringan. Sementara itu, flu dapat menyebabkan gejala seperti batuk kering, demam tinggi, tenggorokan kering, tubuh menggigil, nyeri tubuh atau otot yang parah, sakit kepala, hidung yang meler dan tersumbat, kelelahan parah dan dapat bertahan hingga 2 minggu, dan mual serta muntah (terkadang disertai diare terutama pada anak-anak). 

Apa itu demam dan flu?

Demam merupakan infeksi pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Menurut Lembaga Paru Amerika, sekitar lebih dari 200 virus yang berbeda dapat menyebabkan demam. Rhinovirus merupakan virus yang paling sering membuat orang bersin, dan sangat menular. Meskipun Anda bisa tertular demam kapan saja, demam lebih umum dijumpai di musim-musim bersuhu dingin, misalnya musim dingin di negara-negara Barat dan musim hujan di negara tropis. Ini karena kebanyakan virus yang menyebabkan demam akan berkembang biak dengan cepat di lingkungan dengan kelembaban yang rendah. Demam menular dan menyebar ketika seseorang yang batuk atau bersin mengirim droplet berisi virus ke udara. Anda bisa sakit apabila Anda menyentuh permukaan (misalnya gagang pintu atau tombol elevator) yang baru-baru ini terpapar oleh virus dari orang sakit, kemudian Anda menyentuh hidung, mulut, atau mata. Anda paling menular pada 2 hari hingga 4 hari pertama setelah terpapar virus demam. 

Sementara itu, flu, atau dikenal dengan sebutan influenza, merupakan penyakit pernapasan atas lain. Berbeda dengan flu, yang dapat menyerang Anda kapan saja, flu umumnya bersifat musiman. Pada musim flu, Anda bisa menderita kondisi ini dengan cara yang sama Anda tertular penyakit demam, yaitu dengan melakukan kontak langsung dengan droplet yang disebarkan oleh orang yang terinfeksi. Flu musiman disebabkan oleh virus influenza A, B, dan C, dengan influenza A dan B merupakan kedua jenis paling umum dijumpai. Strain virus influenza yang aktif bervariasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah vaksin flu baru dikembangkan setiap tahunnya. Berbeda dengan demam, flu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes. 

Gejala demam dan flu yang ringan, seperti hidung meler, sakit kepala, dan tubuh terasa nyeri, biasanya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres. Namun, apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah beberapa hari ataupun malah berubah menjadi semakin parah, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang diderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *