Category: Penyakit

Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Aman

Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Aman

Memiliki mata minus atau miopia berarti Anda harus menggunakan alat tambahan untuk bisa melihat dengan jelas, baik kacamata atau kontak lensa. 

Sebenarnya, hingga kini belum ditemukan cara mengurangi mata minus secara alami tanpa menggunakan kacamata. Perawatan medis yang direkomendasikan dokter, seperti operasi lasik, juga memakan biaya yang cukup banyak. 

Namun ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membantu meningkatkan ketajaman penglihatan. 

Tips meningkatkan ketajaman penglihatan secara alami

Cara mengurangi mata minus yang paling ampuh adalah operasi laser atau penggunaan kacamata sesuai resep. Menggunakan kacamata minus dengan lensa yang tepat adalah terapi yang paling murah. Menggunakan lensa resep terlalu tinggi atau lemah dapat meningkatkan perkembangan rabun jauh.

Namun, terapi ini tidak akan membantu menurunkan minus Anda.  Dengan mengombinasikan dengan hal-hal berikut, mungkin bisa membantu:

  1. Perbanyak konsumsi vitamin A

Vitamin A disebut dengan vitamin mata yang paling bagus untuk mempertajam dan menjernihkan penglihatan. Beberapa makanan bervitamin A yang populer diantaranya wortel, blewah, dan sayuran berdaun hijau. 

Penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan tuna dan salmon, dapat membuat mata lebih sehat.

  1. Tidur yang cukup

Saat Anda lelah, mata jadi lebih mudah dan kering. Mendapatkan cukup tidur dapat mengurangi mata lelah serta meningkatkan penglihatan.

  1. Berolahraga secara teratur

Kebugaran fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke mata dan seluruh tubuh. Hal ini bisa membantu mengurangi mata kering dan lelah.

  1. Lindungi mata

Paparan sinar UV matahari memang diklaim bagus untuk mempertajam penglihatan. Namun eksposur yang terlalu lama berpotensi menyebabkan masalah pada mata. Kenakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ketika sedang terik. 

Anda juga perlu mengenakan kacamata saat melakukan kegiatan yang berpotensi menyebabkan cedera mata, misalnya saat berolahraga, memotong rumput, atau aktivitas terkait zat beracun. 

Menurut The American Optometric Association (AOA) sebagian besar masalah visual yang umum dialami orang dewasa antara usia 19 dan 40 tahun berkaitan dengan cedera dan stres pada mata.

  1. Beristirahat dari waktu layar

Menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar akan membuat mata kering, lelah, dan tegang. Paparan layar gadget juga akan memicu ketegangan leher, sakit kepala, dan penurunan ketajaman visual.

Jika pekerjaan Anda berkaitan erat dengan menatap layar komputer atau smartphone, istirahatkan mata setiap 20 menit sekali dengan mengalihkan pandangan dari layar selama 20 detik.

Bagi anak-anak, Anda bisa mengajak mereka terlibat dalam kegiatan fisik. Misalnya bermain di taman, berkebun, atau membantu membereskan rumah.

  1. Jangan merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan saraf optik, degenerasi makula terkait usia, dan katarak dimana ketiganya berdampak negatif pada penglihatan. 

  1. Menjalani pemeriksaan mata secara teratur

Pemeriksaan mata teratur tidak hanya baik dilakukan oleh penderita mata minus, tapi juga disarankan untuk pemilik mata sehat. Menurut National Eye Institute (NEI), pemeriksaan mata dapat memastikan mata dalam keadaan sehat, mengetahui potensi masalah, serta membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan. 

  1. Gunakan pencahayaan yang bagus

Saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan fokus visual, seperti membaca dan menulis, pastikan pencahayaannya baik.

Catatan

Jika Anda tertarik menjalani suatu prosedur medis sebagai cara mengurangi mata minus, diskusikan mengenai prognosis dan kemungkinan efek sampingnya. Beberapa prosedur untuk mata minus bisa tidak efektif jika terapi dihentikan total.

4 Terapi Mengatasi Permasalahan Tidur, Salah Satunya Terapi Biofeedback

4 Terapi Mengatasi Permasalahan Tidur, Salah Satunya Terapi Biofeedback

Permasalahan pada tidur dapat memengaruhi kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Tidak cukup tidur bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya. Ada beberapa pengobatan atau terapi untuk mengatasi gangguan tidur Anda, salah satunya dengan terapi biofeedback

Terkait dengan permasalahan gangguan tidur ada beberapa tanda dan gejala seperti kantuk yang berlebihan pada siang hari, pernapasan tidak teratur, atau peningkatan gerakan saat tidur. Tanda dan gejala lainnya termasuk siklus tidur dan bangun yang tidak teratur serta kesulitan untuk tidur.

Banyak jenis terhadap gangguan tidur. Gangguan tidur sering dikelompokkan pada kategori yang menjelaskan mengapa hal itu dapat terjadi, atau bagaimana pengaruhnya terhadap Anda. Gangguan tidur juga dikelompokkan berdasarkan perilaku, masalah dengan siklus alami tidur-bangun Anda, masalah pernapasan, kesulitan tidur, atau seberapa mengantuk Anda sepanjang hari.

Gangguan tidur adalah kondisi yang mengganggu pola tidur normal Anda. Ada lebih dari 80 jenis gangguan tidur. Beberapa tipe utama termasuk:

  • Insomnia – tidak dapat tidur dan tetap tertidur. Ini adalah gangguan tidur yang paling umum.
  • Sleep apnea – gangguan pernapasan di mana Anda berhenti bernapas selama 10 detik atau lebih saat tidur
  • Restless leg syndrome (RLS) – sensasi kesemutan atau tusukan di kaki Anda, bersama dengan dorongan kuat untuk menggerakkannya
  • Hipersomnia – tidak bisa tetap terjaga sepanjang hari. Ini termasuk narkolepsi, yang menyebabkan kantuk di siang hari yang ekstrem.
  • Gangguan ritme sirkadian – masalah dengan siklus tidur-bangun. Mereka membuat Anda tidak bisa tidur dan bangun pada waktu yang tepat.
  • Parasomnia – bertindak dengan cara yang tidak biasa saat tertidur, tidur, atau bangun dari tidur, seperti berjalan, berbicara, atau makan

Beberapa orang yang merasa lelah di siang hari benar-benar mengalami gangguan tidur. Tetapi bagi yang lain, masalah sebenarnya adalah tidak memberikan cukup waktu untuk tidur. 

Sangat penting untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Jumlah tidur yang Anda butuhkan bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, gaya hidup, kesehatan, dan apakah Anda sudah cukup tidur akhir-akhir ini. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar 7-8 jam setiap malam.

Selain itu, ada banyak yang menyebabkan kondisi, penyakit, dan gangguan yang dapat menyebabkan gangguan tidur Anda. Di antaranya seperti : 

  • Alergi dan masalah pernapasan 

Alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas membuat Anda sulit untuk bernapas pada malam hari. Ketidakmampuan bernapas melalui hidung juga dapat menyebabkan kesulitan dalam tidur Anda. 

  • Sering buang air kecil 

Sering buang air kecil atau disebut juga dengan nokturia, dapat mengganggu tidur Anda pada malam hari karena dapat terbangun di malam hari. Ketidakseimbangan hormon dan penyakit saluran kemih dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini. 

  • Sakit kronis 

Memiliki penyakit kronis dapat membuat Anda sulit tidur. Bahkan mungkin membangunkan Anda setelah Anda tertidur. Pada beberapa kasus, nyeri kronis bisa berdampak lebih buruk karena gangguan tidur. Ada beberapa penyebab nyeri kronis:

  1. radang sendi
  2. sindrom kelelahan kronis
  3. fibromyalgia
  4. penyakit radang usus
  5. sakit kepala terus-menerus
  6. nyeri punggung bawah terus menerus
  7. stres dan kecemasan

Stres dan kecemasan dapat membuat berdampak negatif pada kualitas tidur. Anda akan mengalami kesulitan tertidur atau tidur yang tenang. Kejadian ini sering terjadi seperti mimpi buruk, berbicara saat tidur, atau berjalan dalam tidur, hal ini bisa mengganggu tidur Anda. 

Pengobatan alternatif, mencakup berbagai disiplin ilmu yang mencakup segala hal mulai dari pola makan, olahraga, kondisi mental dan perubahan gaya hidup. Contoh terapi alternatif termasuk akupunktur, imajinasi terpandu, yoga, hipnosis, biofeedback, aromaterapi, relaksasi, pengobatan herbal, pijat, dan banyak lagi lainnya. Pada masalah gangguan tidur, bisa dilakukan dengan beberapa alternatif seperti suplemen, relaksasi dan meditasi, akupunktur, dan olahraga.

  1. Perawatan Herbal 

Efek akar valerian atau disebut juga dengan Valeriana officinalis telah diteliti pada orang dengan gangguan tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa valerian membantu permulaan tidur dan pemeliharaan tidur. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas akar valerian.

Chamomile dan passion flower adalah ramuan lain yang biasa digunakan dalam pengobatan insomnia. Meskipun belum ada penyelidikan klinis untuk mendukung penggunaan dan keamanan jangka panjang, ada obat penenang yang dianggap ringan yang dapat membantu tidur dalam jangka pendek.

Herbal lain yang dipromosikan sebagai obat tidur yang efektif termasuk hop, ginseng, lemon balm, dan skullcap. Karena suplemen herbal dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, selalu beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan suplemen herbal apa pun.

  1. Melatonin 

Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal yang terdapat di dalam otak yang berukuran kecil sebesar kacang polong. Melatonin digunakan sebagai pengobatan terhadap gangguan ritme sirkadian yaitu merupakan jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh, dan dapat membantu mengurangi gangguan tidur yang disebabkan oleh jet lag. Suplemen melatonin sebaiknya tidak dikonsumsi apabila Anda memiliki kondisi seperti 

  • Hamil dan sedang menyusui
  • Memiliki riwayat alergi dengan obat lain atau dengan obat melatonin.
  • Memiliki gangguan hati atau ginjal dan gangguan autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis. 
  1. Relaksasi dan Meditasi untuk Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa terjadi pada ketegangan otot yang meningkat dan pikiran yang mengganggu. Maka untuk mengatasi hal itu Anda dapat untuk mengendurkan otot-otot, seperti melakukan relaksasi otot progresif dan terapi biofeedback, selain itu untuk menenangkan pikiran harus melakukan meditasi, hal ini berdampak untuk meredakan insomnia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meditasi teratur, baik sendiri atau sebagai bagian dari sesi yoga, menghasilkan kadar melatonin dalam darah yang lebih tinggi, pengatur tidur yang penting.

  1. Latihan untuk Gangguan Tidur

Jika Anda gangguan tidur, coba dengan melakukan olahraga yang teratur. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa olahraga bisa meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Selain itu, pada studi terbaru olahraga seperti tai-chi bisa meningkatkan kualitas tidur orang tua, sedangkan untuk latihan yoga Tibet bisa membantu pasien kanker dengan masalah tidur. Walaupun olahraga berdampak baik pada kualitas tidur, sebagian ahli menyarankan untuk melakukan olahraga setidaknya tiga hingga empat jam sebelum tidur. 

Efek gangguan tidur bisa sangat mengganggu sehingga Anda mungkin ingin segera sembuh. Sayangnya, kasus jangka panjang membutuhkan lebih banyak waktu untuk diselesaikan. Pertimbangkan hal-hal berikut sebelum memulai terapi alternatif:

  • Anda tetap pada rencana perawatan Anda dan secara teratur berkomunikasi dengan dokter Anda, Anda dapat menemukan cara untuk tidur yang lebih baik. Selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum mencoba pendekatan alternatif seperti menggunakan terapi biofeedback, dan beri tahu dokter Anda perawatan alternatif apa yang Anda gunakan. 
  • Waspadai klaim komersial yang dibuat untuk produk herbal. Carilah sumber informasi berbasis ilmiah.
  • Jika Anda mengalami efek samping seperti mual, muntah, detak jantung cepat, gelisah, diare, atau ruam kulit, hentikan penggunaan produk herbal dan segera beri tahu dokter.
  • Pilih merek dengan hati-hati. Belilah merek yang mencantumkan nama umum dan ilmiah dari ramuan tersebut, nama dan alamat produsennya, nomor batch dan lotnya, tanggal kedaluwarsa, pedoman dosis, dan potensi efek samping.

Inilah Obat Gatal Selangkangan yang Bisa Dicoba

Inilah Obat Gatal Selangkangan yang Bisa Dicoba

Saat area selangkangan gatal, kamu pasti akan merasa serba salah. Ingin menggaruknya, tapi sungkan jika kamu sedang di tempat umum. Namun jika tidak digaruk akan terasa tidak nyaman. Maka dari itu kamu perlu tahu obat gatal selangkangan.

Pada dasarnya, masalah gatal di selangkangan dapat diobati dengan perawatan di rumah. Masalah gatal tersebut sering disebabkan oleh jamur (Tinea Inguinalis). Namun, jika gejalanya tak kunjung hilang selama lebih dari dua minggu, maka sudah saatnya kamu menggunakan obat-obatan tertentu sesuai anjuran dokter.

Berikut ini cara mengobati gatal di selangkangan yang bisa kamu coba, yaitu:

1. Pakai krim topikal

Cara mengobati gatal di selangkangan bisa diawali dengan penggunaan krim, losion, atau bedak antijamur yang dijual bebas di pasaran. Obat-obatan topikal ini dapat membantu meredakan sensasi gatal di selangkangan dalam 2 sampai 4 minggu.

Contoh obat-obatan topikal tersebut di antaranya:

  • clotrimazole (krim Canesten AF®)
  • miconazole (Zeasorb®, Daktarin®, atau Lotrimin®)
  • ketoconazole (Nizoral®, Xolegel®, atau Extina®)
  • oxiconazole (Oxistat®)
  • terbinafine (Lamisil® atau Terbinex®)

2. Krim hidrokortison

Sebaiknya, hindari menggunakan obat topikal berbentuk salep. Pasalnya salep mengandung minyak yang dapat meningkatkan kelembapan di area selangkangan. Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru bisa memperparah gejala.

3. Mengonsumsi obat antibiotik

Gatal pada selangkangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri perlu diobati dengan antibiotik. Selain itu, area yang gatal dan sering digaruk bisa mengalami infeksi bakteri, walaupun penyebab awalnya bukanlah infeksi bakteri.

Pada kondisi ini, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk mengobatinya infeksi bakteri. Perlu kamu ingat bahwa penggunaan antibiotik harus sesuai resep dokter atau di bawah pengawasan dokter. Hindari menggunakan antibiotik secara sembarangan atau tidak sesuai anjuran dokter.

4. Menjalani operasi

Beberapa penyebab gatal pada selangkangan perlu diatasi dengan operasi sederhana. Misalnya, gatal pada selangkangan yang disebabkan oleh kutil atau Molluscum contagiosum memerlukan operasi untuk mengangkat kutil dari kulit. Dengan begitu, gatal pada selangkangan bisa teratasi.

5. Menghindari pencetus alergi atau iritasi

Gatal pada selangkangan yang disebabkan oleh alergi atau iritasi umumnya akan mereda bila kamu menghindari pencetusnya. Sebagai contoh, bila kamu menggunakan pembalut beraroma, coba hindari penggunaan pembalut tersebut dan ganti dengan pembalut tanpa pewangi.

6. Gunakan obat antijamur

Bila gatal pada selangkangan terlihat seperti infeksi jamur, kamu dapat menggunakan krim, salep, atau bedak antijamur yang bisa dibeli secara bebas di apotek.

Namun, bila kamu tidak yakin apa penyebabnya atau bila rasa gatal tidak juga reda dengan obat antijamur, sebaiknya periksakan ke dokter. Bila memang penyebabnya adalah jamur, dokter akan meresepkan krim atau salep antijamur dan mungkin juga obat antijamur yang diminum.

7.  Pastikan area selangkangan selalu kering

Obat-obatan yang telah disebutkan di atas memang dapat mengobati gatal di selangkangan. Namun, semua usaha yang dilakukan ini bisa sia-sia kalau kamu tetap membiarkan kulit selangkangan tetap lembap.

Maka itu, selalu jaga area selangkangan tetap kering untuk mencegah pertumbuhan jamur. Hindari memakai celana dalam ketat supaya tidak memperparah iritasi di area selangkanganmu. Selain itu, pastikan kamu rutin mengganti celana dalam setidaknya dua kali sehari, yaitu pagi dan malam hari.

Demikianlah obat gatal selangkangan yang bisa dicoba. Jika gatal di selangkangan terasa mengganggu, segera konsultasikan ke dokter guna mendapatkan perawatan dan obat yang tepat, ya!

Perbedaan Rapid Swab Test Antigen yang Perlu Diketahui

Perbedaan Rapid Swab Test Antigen yang Perlu Diketahui

Deteksi dini virus COVID-19 di masa-masa seperti ini sangat penting dilakukan. Dengan melakukan deteksi dini, kita dapat menghindari sekaligus memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ke orang-orang sekitar kita. Adapun test yang umum dilakukan untuk mendeteksi virus tersebut ialah test Rapid Swab Test Antigen.

Penjelasan Singkat Terkait Rapid Swab Test Antigen

  • PCR Swab

Swab adalah kapas lidi yang diusapkan pada rongga nasofaring atau orofaring untuk mendapatkan lendir yang akan digunakan sebagai sampel.

Sedangkan PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA atau RNA) dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk virus COVID-19. Hingga saat ini, tes PCR merupakan tes yang paling direkomendasikan oleh WHO untuk mendiagnosis virus COVID-19.

  • Rapid Test

Rapid antibodi test adalah sebuah metode tes menggunakan alat cartridge dengan bahan darah dari vena di ujung jari kita sebagai sampel. Rapid antibodi test berfungsi untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh ketika terinfeksi virus. Sesuai dengan namanya, hasil dari rapid test ini dapat langsung diketahui dalam jangka waktu singkat yang umumnya hanya membutuhkan sekitar 15 menit. ANTIBODI adalah kekebalan khusus yang terbentuk dan terdeteksi di dalam darah akibat masuknya mikroorganisme (virus, bakteri) yang dikenal dengan nama Imunoglobulin (Ig).

  • Rapid Antigen

Antigen adalah bagian dari tubuh kuman/virus. Rapid Antigen Swab test berarti pemeriksaan apus hidung untuk mencari bagian2 dari tubuh atau lebih spesifik protein kuman/virus.

Untuk mendeteksi virus Covid-19, pemeriksaan tes rapid antigen lebih tepat daripada rapid antibodi test karena rapid antibodi hanya mendeteksi reaksi tubuh terhadap masuknya virus. Meski begitu, tes rapid antigen ini masih belum bisa mengalahkan keakuratan tes PCR.

Perbedaan Tes PCR, Rapid Test Antigen, dan Rapid Test Antibodi

Meski saling terkait, pemeriksaan rapid test dan tes PCR merupakan jenis pemeriksaan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara tes PCR, rapid test antigen, dan rapid test antibodi untuk mendeteksi virus Corona:

  1. Lama waktu pemeriksaan

Hasil pemeriksaan rapid test, baik jenis antigen maupun antibodi, membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 30–60 menit. Sementara itu, prosedur tes PCR membutuhkan waktu paling cepat sekitar 1 hari.

Namun, karena begitu banyaknya sampel yang harus diperiksa sementara ketersediaan alat ini terbatas, kadang dibutuhkan waktu hingga sekitar 1 minggu.

  1. Tingkat akurasi

Pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi keberadaan virus Corona yang paling akurat adalah tes PCR dengan tingkat akurasi mencapai 80–90%, sedangkan rapid test antigen memiliki tingkat akurasi sedikit di bawah tes PCR.

Rapid test antibodi merupakan pemeriksaan dengan tingkat akurasi paling rendah, yaitu hanya sekitar 18%. Oleh karena itu, diagnosis COVID-19 umumnya baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan fisik dan PCR dari dokter. Sementara itu, rapid test dinilai belum layak dilakukan sebagai metode pemeriksaan COVID-19.

  1. Sampel yang digunakan

Tes PCR dan rapid test antigen menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan yang diambil melalui proses swab. Sementara itu, pemeriksaan rapid test antibodi menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari atau pembuluh darah.

  1. Tarif pemeriksaan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan batas tarif rapid test, yaitu maksimal Rp150.000 untuk rapid test antibodi dan maksimal Rp 275.000 untuk rapid test antigen.

Sementara itu, harga tes PCR masih bervariasi, tetapi pemerintah telah menetapkan batas maksimal harga tes PCR di rumah sakit atau laboratorium klinik sebesar kurang lebih Rp900.000.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan rapid swab test antigen yang perlu dipahami. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Kenali Kondisi Kesehatan Lewat Warna Lidah, Apa Arti Lidah Ungu?

lidah ungu

Tak hanya sebagai indera pengecap, lidah juga dapat memberikan tanda masalah pada kesehatan Anda melalui perubahan warnanya. Perubahan warna lidah bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari sesuatu yang Anda makan hingga kondisi medis yang serius. 

Pewarnaan dari makanan dan minuman tertentu, seperti blueberry atau bit, adalah penyebab paling umum dari lidah ungu.

Perubahan warna lidah dapat menunjukkan masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti infeksi. Kondisi medis juga dapat memengaruhi bentuk dan tekstur lidah.

Misalnya ketika lidah ungu, bisa berarti cairan dan darah tidak bersirkulasi dengan baik. Dalam beberapa kasus, lidah ungu juga dapat menjadi tanda seseorang menderita kolesterol tinggi dan masalah jantung.

Beberapa dari masalah ini akan hilang dengan sendirinya, sementara yang lain membutuhkan pengobatan.

Yuk kenali indikasi medis melalui warna lidah. 

Lidah Merah Muda 

Biasanya, seseorang memiliki lidah berwarna merah muda dengan lapisan putih tipis. Warna merah jambu mungkin terang atau gelap.

Jika Anda pemilik lidah merah mudah, maka ini normal. Lidah yang sehat memiliki banyak papila di bagian atas dan samping. Papila adalah benjolan kecil berdaging yang memberikan tekstur kasar pada bagian atas lidah.

Lidah Putih 

Jika lidah pucat dan timbul bercak putih, ini mungkin disebabkan oleh infeksi jamur, seperti sariawan .

Sariawan mulut bisa menyakitkan dan menyebabkan bercak tebal, putih atau merah terbentuk di lidah. Seseorang mungkin mengalami kesulitan menelan atau makan.

Penyebab lain yang mungkin adalah leukoplakia . Kondisi ini menyebabkan terbentuknya bercak atau plak putih di lidah, dan sering kali terjadi akibat merokok.

Selain itu, lidah mungkin tampak putih karena lichen planus atau sejenis ruam.

Lidah Hitam

Penumpukan keratin bisa menyebabkan lidah menjadi hitam. Keratin adalah protein di kulit, rambut, dan kuku.

Menurut Pusat Informasi Penyakit Genetik dan Langka, penumpukan keratin dapat menyebabkan lidah menjadi hitam dan berbulu. Penumpukan dapat terjadi akibat:

  • kebersihan mulut yang buruk
  • obat-obatan, seperti beberapa antibiotik
  • penggunaan tembakau
  • terapi radiasi
  • Minum cairan berwarna gelap – seperti kopi atau teh hitam – juga bisa menghitamkan lidah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, lidah hitam disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes atau HIV. 

Lidah Ungu

Lidah ungu bisa terjadi akibat sirkulasi darah yang buruk. Kemudian, lidah ungu atau kebiru-biruan juga dapat menjadi tanda adanya masalah jantung. Jika jantung tidak memompa darah dengan benar atau jika darah kekurangan oksigen, maka warna lidah Anda dapat berubah menjadi biru keunguan. 

Lidah ungu juga dapat disebabkan oleh adanya masalah paru-paru atau penyakit ginjal yang tentunya bisa berbahaya. 

Selain itu lidah ungu juga bisa menjadi tanda penyakit Kawasaki. ni adalah kondisi langka namun serius yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

Lidah Merah

Lidah juga bisa menjadi merah dan bergelombang, yang mungkin mengindikasikan kekurangan vitamin B atau demam berdarah.

Perubahan ini juga dapat terjadi sebagai bagian dari reaksi alergi terhadap obat atau makanan. Lidah merah dan bergelombang juga bisa mengindikasikan glositis – radang lidah.  

Lidah Abu-abu

Menurut National Organisation for Rare Disorders, suatu kondisi yang disebut geographic tongue dapat menyebabkan bintik-bintik putih keabu-abuan terbentuk di lidah. Garis-garis putih kemudian berkembang di antara bintik-bintik ini, memberikan tampilan peta pada lidah.

Eksim juga dapat menyebabkan perubahan warna ini. Sebuah studi tahun 2017 yang melibatkan 200 orang dengan eksim menemukan bahwa 43,5% peserta memiliki lidah berwarna abu-abu atau pucat.

Lidah Kuning

Lidah yang menguning biasanya diakibatkan oleh pertumbuhan bakteri. Kebersihan mulut yang buruk dan mulut kering masing-masing dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri di lidah.

Selain itu, lidah bisa menguning sebelum menjadi hitam dan berbulu. Ini terjadi ketika papila tumbuh lebih besar, menjebak bakteri di permukaan lidah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi kesehatan yang lebih serius menyebabkan lidah menguning. Lidah kuning juga bisa menjadi tanda diabete dan penyakit kuning. 

Jadi, sudah tahu permasalahan apa yang sedang Anda alami karena perubahan warna pada lidah Anda? 

Cara Mengatasi Benjolan di Kulit Kelamin Wanita

Ketika Anda melihat adanya benjolan di kulit kelamin wanita, Anda mungkin merasa khawatir akan adanya kondisi medis yang parah. Terkadang, benjolan memang bisa menandakan adanya penyakit serius. Tetapi, tak jarang juga benjolan itu bisa sembuh dengan sendirinya. 

Anda perlu mengetahui apa penyebab dari kemunculan benjolan sebelum mengetahui cara untuk mengatasinya. Hal ini bisa Anda lakukan dengan berkonsultasi dengan dokter. 

Upaya penyembuhan benjolan di kulit kelamin wanita

Sebenarnya, benjolan di kulit kelamin wanita adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Banyak sekali wanita yang pernah mengalami hal ini.

Sebagian besar penderita bisa sembuh dengan cepat, bahkan tanpa memerlukan adanya perawatan. Namun, itu semua tergantung pada faktor penyebab yang mendasari kemunculan benjolan.

Umumnya, wanita yang mengalami benjolan di area kewanitaannya akan mendapatkan perawatan dengan cara sebagai berikut: 

  • Menjaga jarak dari paparan iritan

Terkadang, kemunculan benjolan bisa disebabkan oleh alergi. Ketika Anda memiliki alergi pada zat tertentu, dan kulit kewanitaan terpapar oleh zat itu, reaksi alergi yang muncul bisa berupa benjolan.

Apabila benjolan disebabkan oleh alergi, maka cara paling efektif untuk menyembuhkannya adalah dengan menjaga jarak dari paparan iritan atau alergen. Begitu Anda menghentikan pemakaian produk yang memicu alergi, benjolan bisa langsung sembuh.

  • Menjaga kebersihan vagina

Vagina Anda merupakan area yang sensitif. Untuk merawatnya, Anda perlu melakukan upaya yang berbeda dengan sekedar perawatan pada kulit bagian tubuh lainnya. 

Ketika kesehatan vagina tidak terjaga, maka area kulit kewanitaan Anda bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Bakteri dan mikroorganisme lainnya bisa memicu infeksi dan menyebabkan kemunculan benjolan di kulit kelamin wanita Anda. 

Karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan vagina Anda. Ketika menstruasi, ganti pembalut dan tampon secara rutin. Gunakan juga pakaian yang longgar agar area kulit kewanitaan Anda bisa bernapas dengan bebas. 

  • Terapi panas

Dalam beberapa kasus, jika benjolan disebabkan oleh kondisi medis tertentu, salah satu cara mengobatinya adalah melakukan terapi panas. Secara khusus, terapi ini dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri dan gatal.

Terapi panas bisa dilakukan dengan mengompres area kulit kewanitaan menggunakan kompres hangat. Anda cukup merendam handuk kecil ke dalam air hangat, lalu peras dan letakkan pada permukaan kulit. 

Lakukan ini beberapa kali dalam sehari. Ingatlah untuk selalu mengeringkan area kulit kewanitaan setelah dikompres agar tidak lembab dan tidak memicu pertumbuhan bakteri yang semakin parah. 

  • Penggunaan obat-obatan

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter bisa saja memberikan anjuran pada Anda untuk mengonsumsi obat-obatan. Apabila benjolan di kulit kelamin wanita disebabkan oleh alergi, dokter bisa memberikan obat pereda alergi. 

Obat yang diberikan dapat berupa obat minum maupun obat topikal atau antihistamin. Umumnya, obat yang digunakan untuk mengobati infeksi adalah antibiotik.

  • Tidak menyentuh benjolan

Benjolan di area kewanitaan mungkin terasa mengganjal dan membuat Anda gemas untuk terus menyentuhnya. Bahkan, Anda mungkin tertarik untuk memencet atau mencoba memecahkan benjolan tersebut.

Namun, hal ini sangat tidak boleh dilakukan. Ketika Anda menyentuh benjolan, bakteri dan virus di benjolan akan semakin menyebar ke area kulit lainnya. Ini hanya akan memperparah kondisi Anda. 

Pengobatan untuk benjolan di kulit kelamin wanita disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda tidak yakin bagaimana metode pengobatan yang paling tepat untuk Anda.

Demam, Flu? Redakan Dengan Balsem, Koyo, & Kompres

Hidung Anda tersumbat, tenggorokan serak, dan kepala terasa pening? Terkadang kesulitan membedakan antara gejala yang mengindikasikan demam dan flu. Gejala tersumbat bisa saling tumpang tindih, kecuali dokter Anda yang memastikan diagnosis menggunakan tes rapid flu (pemeriksaan yang cepat menggunakan cotton swab dari bagian belakang tenggorokan atau hidung). Namun, dalam kasus yang ringan, gejala demam dan flu dapat diredakan menggunakan balsem, koyo, & kompres. Artikel ini akan membahas perbedaan antara demam dan flu. 

Virus menyebabkan demam dan flu. Keduanya merupakan infeksi pernapasan. Cara termudah untuk mengetahui perbedaan antara keduanya adalah apabila Anda menderita demam, gejala yang ditimbulkan seperti hidung mampet atau meler, tenggorokan kering, bersin, batuk, sakut kepala atau nyeri tubuh, dan tubuh terasa lelah. Gejala tersebut umumnya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres apabila bersifat ringan. Sementara itu, flu dapat menyebabkan gejala seperti batuk kering, demam tinggi, tenggorokan kering, tubuh menggigil, nyeri tubuh atau otot yang parah, sakit kepala, hidung yang meler dan tersumbat, kelelahan parah dan dapat bertahan hingga 2 minggu, dan mual serta muntah (terkadang disertai diare terutama pada anak-anak). 

Apa itu demam dan flu?

Demam merupakan infeksi pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Menurut Lembaga Paru Amerika, sekitar lebih dari 200 virus yang berbeda dapat menyebabkan demam. Rhinovirus merupakan virus yang paling sering membuat orang bersin, dan sangat menular. Meskipun Anda bisa tertular demam kapan saja, demam lebih umum dijumpai di musim-musim bersuhu dingin, misalnya musim dingin di negara-negara Barat dan musim hujan di negara tropis. Ini karena kebanyakan virus yang menyebabkan demam akan berkembang biak dengan cepat di lingkungan dengan kelembaban yang rendah. Demam menular dan menyebar ketika seseorang yang batuk atau bersin mengirim droplet berisi virus ke udara. Anda bisa sakit apabila Anda menyentuh permukaan (misalnya gagang pintu atau tombol elevator) yang baru-baru ini terpapar oleh virus dari orang sakit, kemudian Anda menyentuh hidung, mulut, atau mata. Anda paling menular pada 2 hari hingga 4 hari pertama setelah terpapar virus demam. 

Sementara itu, flu, atau dikenal dengan sebutan influenza, merupakan penyakit pernapasan atas lain. Berbeda dengan flu, yang dapat menyerang Anda kapan saja, flu umumnya bersifat musiman. Pada musim flu, Anda bisa menderita kondisi ini dengan cara yang sama Anda tertular penyakit demam, yaitu dengan melakukan kontak langsung dengan droplet yang disebarkan oleh orang yang terinfeksi. Flu musiman disebabkan oleh virus influenza A, B, dan C, dengan influenza A dan B merupakan kedua jenis paling umum dijumpai. Strain virus influenza yang aktif bervariasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah vaksin flu baru dikembangkan setiap tahunnya. Berbeda dengan demam, flu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes. 

Gejala demam dan flu yang ringan, seperti hidung meler, sakit kepala, dan tubuh terasa nyeri, biasanya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres. Namun, apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah beberapa hari ataupun malah berubah menjadi semakin parah, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang diderita.

Kenali Gejala dan Penyebab Linglung, Kebingungan yang Tiba-tiba

Delirium merupakan perubahan yang terjadi pada fungsi mental seseorang secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan kebingungan dan menurunnya kesadaran alias linglung

Berbagai gejala delirium ini umumnya akan semakin parah ketika malam hari akibat lingkungan sekitar karena kurang familiar bagi penderita. Bahkan terkadang sulit untuk mendeteksi delirium dan dementia. Sehingga penderita sangat membutuhkan informasi-informasi dari orang-orang di sekitarnya.

Jenis-jenis Delirium

Linglung atau dikenal dengan istilah medis delirium terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  1. Delirium Hiperaktif

Jenis linglung yang paling mudah dikenali adalah jenis delirium hiperaktif. Jenis ini memiliki gejala seperti mondar-mandir atau gelisah, adanya perubahan suasana hati secara cepat, agitasi, halusinasi, serta menolak untuk bekerja sama.

  1. Delirium Hipoaktif

Linglung jenis ini bisa diidentifikasi dengan sikap penderita yang tidak seaktif biasanya, lesu, berkurang aktivitas motorik, merasakan kantuk yang tidak normal, atau mengalami linglung.

  1. Delirium Campuran

Jenis lingung ini memiliki tanda dan juga gejala yang sama antara delirium jenis hipoaktif dan hiperaktif. Seseorang bisa dengan cepat beralih dari delirium hiperaktif ke hipoaktif.

Berbagai Gejala-gejala Penderita Delirium

Jika seseorang yang Anda kenal secara tiba-tiba bersikap tidak biasa atau muncul gejala-gejala yang tidak biasa, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Sebab, orang yang mengalami delirium ini seringkali tidak merasakan apa-apa atau tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diri mereka. 

Berikut gejala-gejala linglung yang biasanya terjadi:

  • Mengalami perubahan mood secara tiba-tiba
  • Mudah terdistraksi
  • Mengalami paranoid atau delusi
  • Tidak bisa mengikuti arah pembicaraan atau tidak berbicara dengan jelas
  • Tidak bisa melakukan sesuatu seperti biasanya secara tiba-tiba
  • Mengalami disorientasi atau kurang memahami keberadaan mereka atau waktu setempat
  • Mengalami halusinasi atau mendengar bahkan melihat sesuatu yang tidak ada
  • Mengalami perubahan mood yang tiba-tiba

Penyebab Delirium

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami delirium, seperti:

  • Malnutrisi atau mengalami dehidrasi
  • Pengiriman dan penerimaan sinyal di otak mengalami gangguan
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu atau keracunan obat
  • Mengalami rasa sakit
  • Penyakit kronis atau terminal
  • Infeksi akut, speeti mengalami pneumonia dan lainnya
  • Terpapar racun
  • Mengalami tekanan emosi yang berat atau kurang tidur
  • Mengalami kondisi medis, seperti stroke, serangan jantung, cedera akibat jatuh, dan sebagainya
  • Efek akibat berhenti konsumsi alkohol atau narkotika
  • Mengalami ketidakseimbangan metabolik, seperti kalsium atau kadar sodium yang rendah
  • Efek operasi atau prosedur medis lain yang berhubungan dengan obat bius

Cara Mengobati Linglung

Mengobati atau menyembuhkan penyakit linglung ini memang harus disesuaikan dengan penyebabnya. Secara umum, delirium bisa ditangani dengan dua cara, yaitu:

1. Medikasi atau Pemberian Obat

Medikasi ini tentu melibatkan dokter dengan melibatkan beberapa jenis obat, seperti:

  • Obat antidepresan, yaitu obat untuk mengatasi depresi
  • Antibiotik, biasanya diberikan untuk mengobati linglung yang terjadi karena infeksi bakteri
  • Obat penenang, yaitu obat yang dapat meringankan efek berhenti konsumsi alkohol
  • Obat thiamine, yaitu obat untuk mengatasi kebingungan 
  • Penghalang dopamin, yaitu obat untuk membantu mengurangi keracunan akibat obat tertentu
  • Inhaler atau bantuan pernafasan jika linglung disebabkan oleh asma yang parah

2. Konseling

Pasien yang mengalami disorientasi biasanya bisa dengan diberikan konseling yang akan membantu untuk mengembalikan pikirannya yang terpencar. Konseling juga bisa untuk perawatan pada pasien yang linglung karena penggunaan obat atau konsumsi alkohol. Konseling akan membantu pasien berhenti dari kecanduan menggunakan zat-zat tertentu. 

Sebenarnya, konseling bertujuan membuat pasien yang mengalami kasus linglung atau delirium merasa nyaman dan menyediakan ruang aman. Sehingga mereka akan leluasa untuk membicarakan perasaan dan pikiran mereka.

Mengenal Mucopolysaccharidosis Tipe I, Kelainan Enzim Langka pada Bayi

Mucopolysaccharidosis tipe I atau disebut juga dengan sindrom Hurler adalah kelainan genetika langka yang hanya terjadi pada 1 : 100.000 kelahiran. Gejalanya berkembang pada bayi berusia 3 hingga 6 bulan. 

Apa itu sindrom Hurler?

Mucopolysaccharidosis tipe I adalah kondisi dimana tubuh tidak memproduksi enzim yang alpha-L-iduronidase (IUDA). Enzim ini berfungsi memecah molekul gula glikosaminoglikan menjadi bagian kecil sehingga tubuh dapat membuangnya dengan mudah. 

Hilangnya enzim ini menyebabkan molekul gula menumpuk sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Terdapat 7 tipe  penyakit mucopolysaccharidosis (MPS), dan mucopolysaccharidosis tipe I merupakan jenis yang pertama. MPS I memiliki tingkat keparahan dari ringan hingga parah. 

Bentuk mucopolysaccharidosis tipe I yang paling ringan dikenal sebagai sindrom Scheie atau MPS IS. Anak yang lahir dengan kondisi ini memiliki kecerdasan normal dan dapat hidup hingga dewasa seperti orang pada umumnya.

Sindrom Hurler atau MPS IH adalah versi yang paling parah dari penyakit mucopolysaccharidosis tipe I. Tapi ada beberapa kasus dimana anak memiliki kecerdasan normal dan gejala fisik ringan hingga berat. Kondisi ini disebut dengan sindrom Hurler-Scheie atau MPS I HS.

Penyebab terjadinya mucopolysaccharidosis tipe I

Mucopolysaccharidosis tipe I merupakan penyakit keturunan dimana anak mewarisi dua salinan gen mucopolysaccharidosis tipe I, yang masing-masing didapat dari kedua orangtuanya. 

Karena kondisinya turun temurun, orang tua dengan sindrom Hurler bisa disebut sebagai carrier atau pembawa karena anak bisa mewarisi kondisi tersebut. 

Anak yang lahir dari pasangan carrier memiliki kemungkinan 25% mengembangkan sindrom Hurler, 25% lahir sehat dan normal, sementara 50 persen kemungkinan untuk mewarisi salah satu salinan gen yang rusak. 

Anak yang memiliki satu salinan gen mucopolysaccharidosis tipe I disebut sebagai pembawa sindrom seperti orang tuanya. Namun dia tidak memiliki gejala apapun.

Gejala dan pengobatan

Gejala mucopolysaccharidosis tipe I sangat mirip dengan sindrom Hunter atau mucopolysaccharidosis tipe II. Namun gejala sindrom Hurler berkembang lebih cepat. 

Saat anak lahir, dia tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Seringkali perubahan mulai tampak ketika anak menginjak usia 3 bulan hingga 2 tahun. 

Anak dengan sindrom Hurler dan sindrom Scheie dan Hurler-Scheie umumnya menunjukkan tanda diantaranya seperti:

  • Dismorfisme atau penampilan wajah yang tidak normal. Biasanya bentuk kepala lebih besar daripada anak normal
  • Kehilangan pendengaran dan penglihatan
  • Gangguan pertumbuhan
  • Pembesaran limpa dan hati
  • Sulit bernapas karena terdapat penyumbatan jalan nafas bagian atas
  • Cacat rangka dan kekakuan sendi. Anak mengalami kesulitan merangkak, berjalan, dan bagian tubuh seperti tangan tidak bisa diluruskan
  • Kardiomiopati, atau pembesaran dan pengerasan otot jantung

Hingga kini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan mucopolysaccharidosis tipe I. Perawatannya hanya dapat meringankan gejala dengan mengirimkan enzim ke jaringan yang sulit dijangkau. 

  1. Terapi obat

Dokter akan memberikan obat aldurazyme melalui infus intravena sekali seminggu untuk seumur hidup. Aldurazyme berfungsi untuk menggantikan enzim yang kurang pada penderita mucopolysaccharidosis tipe I. 

  1. Transplantasi sel punca

Transplantasi sumsum tulang adalah perawatan lain untuk mucopolysaccharidosis tipe I. Ini akan menempatkan sel-sel normal di dalam tubuh pasien untuk menggantikan enzim yang hilang. 

Pada pasien yang juga memiliki penyakit jantung tidak dapat menjalani terapi ini karena mereka tidak bisa menerima kemoterapi sebagai bagian dari perawatan.

Sebagai gantinya, mereka akan menjalani transplantasi sel induk untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan meringankan gejala. Meskipun transplantasi sel induk kurang efektif dalam mengelola gejala terkait tulang.

Meskipun mucopolysaccharidosis tipe I termasuk penyakit langka, Anda tak perlu khawatir jika buah hati mengalami kondisi tersebut. Anda bisa mendisuksikannya kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ untuk perawatan yang tepat.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mengenal Metatarsalgia, Peradangan pada Bola Kaki

Mengenal Metatarsalgia, Peradangan pada Bola Kaki

Metatarsalgia adalah cedera pada telapak kaki. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri karena terdapat peradangan pada area metatarsal (di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki atau pada bola kaki).

Bagi orang yang aktif secara fisik dalam berjalan dan melompat, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami metatarsalgia. Penyakit ini belum masuk ke kondisi medis yang serius, namun penderitanya akan merasa tidak nyaman.

Gejala metatarsalgia

Gejala utama metatarsalgia adalah rasa nyeri pada area tulang metatarsal atau tulang pada bola kaki. Rasa sakitnya itu seperti nyeri tumpul, tajam, atau perasaan terbakar. 

Nyeri dapat semakin parah ketika penderita berdiri, berjalan, berlari, dan meregangkan kaki. Jika diumpamakan, penderita akan merasa seperti ada kerikil pada sepatu ketika sedang berjalan.

Penyebab dan faktor risiko metatarsalgia

Metatarsalgia dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Olahraga

Aktivitas olahraga adalah penyebab paling sering orang dapat menderita metatarsalgia. Biasanya, metatarsalgia dapat dipicu dengan olahraga berlari atau melompat sehingga memberikan tekanan pada bagian depan telapak kaki.

  • Sepatu yang tidak sesuai

Jika menggunakan ukuran sepatu yang tidak sesuai seperti terlalu longgar atau terlalu kecil, maka akan berisiko metatarsalgia lebih tinggi.

Selain itu, beberapa jenis sepatu seperti hak tinggi atau sneakers tanpa bantalan kaki yang memadai juga akan menyebabkan peradangan pada area metatarsal.

  • Kelainan struktur kaki

Metatarsalgia juga dapat disebabkan karena terdapat kelainan pada struktur kaki. Beberapa contohnya seperti daerah lengkungan telapak kaki lebih tinggi, kapalan di telapak kaki, dan ukuran jari di sebelah jempol lebih panjang.

Selain itu, penyakit tertentu yang meningkatkan tekanan di telapak kaki juga dapat menjadi pemicu metatarsalgia. Seperti, radang sendi, bursitis, asam urat, osteoartritis, bunion, hammertoe, morton’s neuroma, atau patah tulang pada area metatarsal.

Diagnosis metatarsalgia

Dokter akan menanyakan aktivitas, gejala, dan pemeriksaan fisik terutama bagian kaki dalam mendiagnosis metatarsalgia. 

Jika dibutuhkan, dokter juga akan merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang seperti:

  • Rontgen kaki, dilakukan jika dicurigai terdapat patah tulang pada kaki
  • USG, untuk pengecekan kelainan pada kaki seperti neuroma atau bursitis
  • Tes darah, untuk mengecek apakah terdapat kemungkinan asam urat
  • MRI, dilakukan untuk mengecek nyeri sendi atau cedera kaki

Pengobatan metatarsalgia

Pengobatan metatarsalgia akan dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya. Metode perawatan awal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Istirahat
  • Kompres dengan es batu pada area peradangan sekitar 20 menit, ulangi beberapa kali dalam sehari
  • Angkat kaki lebih tinggi setelah beraktivitas
  • Mengganti alas kaki yang lebih nyaman dengan bantalan sol yang empuk
  • Menggunakan bantalan kaki, terutama pada area metatarsal
  • Mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit
  • Melakukan diet jika berat badan berlebih sehingga mengurangi tekanan pada kaki

Jika perawatan tersebut masih belum membantu dan tidak mengurangi rasa nyeri, dokter akan merekomendasikan untuk memperbaiki tulang dengan metode operasi.

Mencegah metatarsalgia

Untuk menghindari penyakit ini, Anda dapat melakukan pencegahan dengan cara berikut:

  • Mengurangi risiko terjadinya cedera kaki

Jika Anda melakukan aktivitas kaki yang cukup tinggi seperti olahraga, gunakan bantalan pada kaki untuk menghindari terjadinya cedera pada kaki. Jika terjadi kapalan, segera tangani dengan tepat untuk menghindari risiko metatarsalgia.

  • Gunakan alas kaki yang tepat

Memilih alas kaki yang tepat, sesuai, dan nyaman dapat mencegah metatarsalgia. Hindari menggunakan hak tinggi terlalu lama dan gunakan ukuran sepatu yang tepat.

Apabila Anda merasakan nyeri pada area metatarsal hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak kunjung sembuh setelah perawatan di rumah, segera konsultasikan kepada dokter. Hal ini agar dokter dapat mendiagnosis metatarsalgia secara tepat dan memberikan pengobatan yang sesuai.