Category: Penyakit

Cara Mengatasi Benjolan di Kulit Kelamin Wanita

Ketika Anda melihat adanya benjolan di kulit kelamin wanita, Anda mungkin merasa khawatir akan adanya kondisi medis yang parah. Terkadang, benjolan memang bisa menandakan adanya penyakit serius. Tetapi, tak jarang juga benjolan itu bisa sembuh dengan sendirinya. 

Anda perlu mengetahui apa penyebab dari kemunculan benjolan sebelum mengetahui cara untuk mengatasinya. Hal ini bisa Anda lakukan dengan berkonsultasi dengan dokter. 

Upaya penyembuhan benjolan di kulit kelamin wanita

Sebenarnya, benjolan di kulit kelamin wanita adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Banyak sekali wanita yang pernah mengalami hal ini.

Sebagian besar penderita bisa sembuh dengan cepat, bahkan tanpa memerlukan adanya perawatan. Namun, itu semua tergantung pada faktor penyebab yang mendasari kemunculan benjolan.

Umumnya, wanita yang mengalami benjolan di area kewanitaannya akan mendapatkan perawatan dengan cara sebagai berikut: 

  • Menjaga jarak dari paparan iritan

Terkadang, kemunculan benjolan bisa disebabkan oleh alergi. Ketika Anda memiliki alergi pada zat tertentu, dan kulit kewanitaan terpapar oleh zat itu, reaksi alergi yang muncul bisa berupa benjolan.

Apabila benjolan disebabkan oleh alergi, maka cara paling efektif untuk menyembuhkannya adalah dengan menjaga jarak dari paparan iritan atau alergen. Begitu Anda menghentikan pemakaian produk yang memicu alergi, benjolan bisa langsung sembuh.

  • Menjaga kebersihan vagina

Vagina Anda merupakan area yang sensitif. Untuk merawatnya, Anda perlu melakukan upaya yang berbeda dengan sekedar perawatan pada kulit bagian tubuh lainnya. 

Ketika kesehatan vagina tidak terjaga, maka area kulit kewanitaan Anda bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Bakteri dan mikroorganisme lainnya bisa memicu infeksi dan menyebabkan kemunculan benjolan di kulit kelamin wanita Anda. 

Karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan vagina Anda. Ketika menstruasi, ganti pembalut dan tampon secara rutin. Gunakan juga pakaian yang longgar agar area kulit kewanitaan Anda bisa bernapas dengan bebas. 

  • Terapi panas

Dalam beberapa kasus, jika benjolan disebabkan oleh kondisi medis tertentu, salah satu cara mengobatinya adalah melakukan terapi panas. Secara khusus, terapi ini dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri dan gatal.

Terapi panas bisa dilakukan dengan mengompres area kulit kewanitaan menggunakan kompres hangat. Anda cukup merendam handuk kecil ke dalam air hangat, lalu peras dan letakkan pada permukaan kulit. 

Lakukan ini beberapa kali dalam sehari. Ingatlah untuk selalu mengeringkan area kulit kewanitaan setelah dikompres agar tidak lembab dan tidak memicu pertumbuhan bakteri yang semakin parah. 

  • Penggunaan obat-obatan

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter bisa saja memberikan anjuran pada Anda untuk mengonsumsi obat-obatan. Apabila benjolan di kulit kelamin wanita disebabkan oleh alergi, dokter bisa memberikan obat pereda alergi. 

Obat yang diberikan dapat berupa obat minum maupun obat topikal atau antihistamin. Umumnya, obat yang digunakan untuk mengobati infeksi adalah antibiotik.

  • Tidak menyentuh benjolan

Benjolan di area kewanitaan mungkin terasa mengganjal dan membuat Anda gemas untuk terus menyentuhnya. Bahkan, Anda mungkin tertarik untuk memencet atau mencoba memecahkan benjolan tersebut.

Namun, hal ini sangat tidak boleh dilakukan. Ketika Anda menyentuh benjolan, bakteri dan virus di benjolan akan semakin menyebar ke area kulit lainnya. Ini hanya akan memperparah kondisi Anda. 

Pengobatan untuk benjolan di kulit kelamin wanita disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda tidak yakin bagaimana metode pengobatan yang paling tepat untuk Anda.

Demam, Flu? Redakan Dengan Balsem, Koyo, & Kompres

Hidung Anda tersumbat, tenggorokan serak, dan kepala terasa pening? Terkadang kesulitan membedakan antara gejala yang mengindikasikan demam dan flu. Gejala tersumbat bisa saling tumpang tindih, kecuali dokter Anda yang memastikan diagnosis menggunakan tes rapid flu (pemeriksaan yang cepat menggunakan cotton swab dari bagian belakang tenggorokan atau hidung). Namun, dalam kasus yang ringan, gejala demam dan flu dapat diredakan menggunakan balsem, koyo, & kompres. Artikel ini akan membahas perbedaan antara demam dan flu. 

Virus menyebabkan demam dan flu. Keduanya merupakan infeksi pernapasan. Cara termudah untuk mengetahui perbedaan antara keduanya adalah apabila Anda menderita demam, gejala yang ditimbulkan seperti hidung mampet atau meler, tenggorokan kering, bersin, batuk, sakut kepala atau nyeri tubuh, dan tubuh terasa lelah. Gejala tersebut umumnya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres apabila bersifat ringan. Sementara itu, flu dapat menyebabkan gejala seperti batuk kering, demam tinggi, tenggorokan kering, tubuh menggigil, nyeri tubuh atau otot yang parah, sakit kepala, hidung yang meler dan tersumbat, kelelahan parah dan dapat bertahan hingga 2 minggu, dan mual serta muntah (terkadang disertai diare terutama pada anak-anak). 

Apa itu demam dan flu?

Demam merupakan infeksi pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Menurut Lembaga Paru Amerika, sekitar lebih dari 200 virus yang berbeda dapat menyebabkan demam. Rhinovirus merupakan virus yang paling sering membuat orang bersin, dan sangat menular. Meskipun Anda bisa tertular demam kapan saja, demam lebih umum dijumpai di musim-musim bersuhu dingin, misalnya musim dingin di negara-negara Barat dan musim hujan di negara tropis. Ini karena kebanyakan virus yang menyebabkan demam akan berkembang biak dengan cepat di lingkungan dengan kelembaban yang rendah. Demam menular dan menyebar ketika seseorang yang batuk atau bersin mengirim droplet berisi virus ke udara. Anda bisa sakit apabila Anda menyentuh permukaan (misalnya gagang pintu atau tombol elevator) yang baru-baru ini terpapar oleh virus dari orang sakit, kemudian Anda menyentuh hidung, mulut, atau mata. Anda paling menular pada 2 hari hingga 4 hari pertama setelah terpapar virus demam. 

Sementara itu, flu, atau dikenal dengan sebutan influenza, merupakan penyakit pernapasan atas lain. Berbeda dengan flu, yang dapat menyerang Anda kapan saja, flu umumnya bersifat musiman. Pada musim flu, Anda bisa menderita kondisi ini dengan cara yang sama Anda tertular penyakit demam, yaitu dengan melakukan kontak langsung dengan droplet yang disebarkan oleh orang yang terinfeksi. Flu musiman disebabkan oleh virus influenza A, B, dan C, dengan influenza A dan B merupakan kedua jenis paling umum dijumpai. Strain virus influenza yang aktif bervariasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah vaksin flu baru dikembangkan setiap tahunnya. Berbeda dengan demam, flu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes. 

Gejala demam dan flu yang ringan, seperti hidung meler, sakit kepala, dan tubuh terasa nyeri, biasanya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres. Namun, apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah beberapa hari ataupun malah berubah menjadi semakin parah, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang diderita.

Kenali Gejala dan Penyebab Linglung, Kebingungan yang Tiba-tiba

Delirium merupakan perubahan yang terjadi pada fungsi mental seseorang secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan kebingungan dan menurunnya kesadaran alias linglung

Berbagai gejala delirium ini umumnya akan semakin parah ketika malam hari akibat lingkungan sekitar karena kurang familiar bagi penderita. Bahkan terkadang sulit untuk mendeteksi delirium dan dementia. Sehingga penderita sangat membutuhkan informasi-informasi dari orang-orang di sekitarnya.

Jenis-jenis Delirium

Linglung atau dikenal dengan istilah medis delirium terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  1. Delirium Hiperaktif

Jenis linglung yang paling mudah dikenali adalah jenis delirium hiperaktif. Jenis ini memiliki gejala seperti mondar-mandir atau gelisah, adanya perubahan suasana hati secara cepat, agitasi, halusinasi, serta menolak untuk bekerja sama.

  1. Delirium Hipoaktif

Linglung jenis ini bisa diidentifikasi dengan sikap penderita yang tidak seaktif biasanya, lesu, berkurang aktivitas motorik, merasakan kantuk yang tidak normal, atau mengalami linglung.

  1. Delirium Campuran

Jenis lingung ini memiliki tanda dan juga gejala yang sama antara delirium jenis hipoaktif dan hiperaktif. Seseorang bisa dengan cepat beralih dari delirium hiperaktif ke hipoaktif.

Berbagai Gejala-gejala Penderita Delirium

Jika seseorang yang Anda kenal secara tiba-tiba bersikap tidak biasa atau muncul gejala-gejala yang tidak biasa, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Sebab, orang yang mengalami delirium ini seringkali tidak merasakan apa-apa atau tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diri mereka. 

Berikut gejala-gejala linglung yang biasanya terjadi:

  • Mengalami perubahan mood secara tiba-tiba
  • Mudah terdistraksi
  • Mengalami paranoid atau delusi
  • Tidak bisa mengikuti arah pembicaraan atau tidak berbicara dengan jelas
  • Tidak bisa melakukan sesuatu seperti biasanya secara tiba-tiba
  • Mengalami disorientasi atau kurang memahami keberadaan mereka atau waktu setempat
  • Mengalami halusinasi atau mendengar bahkan melihat sesuatu yang tidak ada
  • Mengalami perubahan mood yang tiba-tiba

Penyebab Delirium

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami delirium, seperti:

  • Malnutrisi atau mengalami dehidrasi
  • Pengiriman dan penerimaan sinyal di otak mengalami gangguan
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu atau keracunan obat
  • Mengalami rasa sakit
  • Penyakit kronis atau terminal
  • Infeksi akut, speeti mengalami pneumonia dan lainnya
  • Terpapar racun
  • Mengalami tekanan emosi yang berat atau kurang tidur
  • Mengalami kondisi medis, seperti stroke, serangan jantung, cedera akibat jatuh, dan sebagainya
  • Efek akibat berhenti konsumsi alkohol atau narkotika
  • Mengalami ketidakseimbangan metabolik, seperti kalsium atau kadar sodium yang rendah
  • Efek operasi atau prosedur medis lain yang berhubungan dengan obat bius

Cara Mengobati Linglung

Mengobati atau menyembuhkan penyakit linglung ini memang harus disesuaikan dengan penyebabnya. Secara umum, delirium bisa ditangani dengan dua cara, yaitu:

1. Medikasi atau Pemberian Obat

Medikasi ini tentu melibatkan dokter dengan melibatkan beberapa jenis obat, seperti:

  • Obat antidepresan, yaitu obat untuk mengatasi depresi
  • Antibiotik, biasanya diberikan untuk mengobati linglung yang terjadi karena infeksi bakteri
  • Obat penenang, yaitu obat yang dapat meringankan efek berhenti konsumsi alkohol
  • Obat thiamine, yaitu obat untuk mengatasi kebingungan 
  • Penghalang dopamin, yaitu obat untuk membantu mengurangi keracunan akibat obat tertentu
  • Inhaler atau bantuan pernafasan jika linglung disebabkan oleh asma yang parah

2. Konseling

Pasien yang mengalami disorientasi biasanya bisa dengan diberikan konseling yang akan membantu untuk mengembalikan pikirannya yang terpencar. Konseling juga bisa untuk perawatan pada pasien yang linglung karena penggunaan obat atau konsumsi alkohol. Konseling akan membantu pasien berhenti dari kecanduan menggunakan zat-zat tertentu. 

Sebenarnya, konseling bertujuan membuat pasien yang mengalami kasus linglung atau delirium merasa nyaman dan menyediakan ruang aman. Sehingga mereka akan leluasa untuk membicarakan perasaan dan pikiran mereka.

Mengenal Mucopolysaccharidosis Tipe I, Kelainan Enzim Langka pada Bayi

Mucopolysaccharidosis tipe I atau disebut juga dengan sindrom Hurler adalah kelainan genetika langka yang hanya terjadi pada 1 : 100.000 kelahiran. Gejalanya berkembang pada bayi berusia 3 hingga 6 bulan. 

Apa itu sindrom Hurler?

Mucopolysaccharidosis tipe I adalah kondisi dimana tubuh tidak memproduksi enzim yang alpha-L-iduronidase (IUDA). Enzim ini berfungsi memecah molekul gula glikosaminoglikan menjadi bagian kecil sehingga tubuh dapat membuangnya dengan mudah. 

Hilangnya enzim ini menyebabkan molekul gula menumpuk sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Terdapat 7 tipe  penyakit mucopolysaccharidosis (MPS), dan mucopolysaccharidosis tipe I merupakan jenis yang pertama. MPS I memiliki tingkat keparahan dari ringan hingga parah. 

Bentuk mucopolysaccharidosis tipe I yang paling ringan dikenal sebagai sindrom Scheie atau MPS IS. Anak yang lahir dengan kondisi ini memiliki kecerdasan normal dan dapat hidup hingga dewasa seperti orang pada umumnya.

Sindrom Hurler atau MPS IH adalah versi yang paling parah dari penyakit mucopolysaccharidosis tipe I. Tapi ada beberapa kasus dimana anak memiliki kecerdasan normal dan gejala fisik ringan hingga berat. Kondisi ini disebut dengan sindrom Hurler-Scheie atau MPS I HS.

Penyebab terjadinya mucopolysaccharidosis tipe I

Mucopolysaccharidosis tipe I merupakan penyakit keturunan dimana anak mewarisi dua salinan gen mucopolysaccharidosis tipe I, yang masing-masing didapat dari kedua orangtuanya. 

Karena kondisinya turun temurun, orang tua dengan sindrom Hurler bisa disebut sebagai carrier atau pembawa karena anak bisa mewarisi kondisi tersebut. 

Anak yang lahir dari pasangan carrier memiliki kemungkinan 25% mengembangkan sindrom Hurler, 25% lahir sehat dan normal, sementara 50 persen kemungkinan untuk mewarisi salah satu salinan gen yang rusak. 

Anak yang memiliki satu salinan gen mucopolysaccharidosis tipe I disebut sebagai pembawa sindrom seperti orang tuanya. Namun dia tidak memiliki gejala apapun.

Gejala dan pengobatan

Gejala mucopolysaccharidosis tipe I sangat mirip dengan sindrom Hunter atau mucopolysaccharidosis tipe II. Namun gejala sindrom Hurler berkembang lebih cepat. 

Saat anak lahir, dia tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Seringkali perubahan mulai tampak ketika anak menginjak usia 3 bulan hingga 2 tahun. 

Anak dengan sindrom Hurler dan sindrom Scheie dan Hurler-Scheie umumnya menunjukkan tanda diantaranya seperti:

  • Dismorfisme atau penampilan wajah yang tidak normal. Biasanya bentuk kepala lebih besar daripada anak normal
  • Kehilangan pendengaran dan penglihatan
  • Gangguan pertumbuhan
  • Pembesaran limpa dan hati
  • Sulit bernapas karena terdapat penyumbatan jalan nafas bagian atas
  • Cacat rangka dan kekakuan sendi. Anak mengalami kesulitan merangkak, berjalan, dan bagian tubuh seperti tangan tidak bisa diluruskan
  • Kardiomiopati, atau pembesaran dan pengerasan otot jantung

Hingga kini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan mucopolysaccharidosis tipe I. Perawatannya hanya dapat meringankan gejala dengan mengirimkan enzim ke jaringan yang sulit dijangkau. 

  1. Terapi obat

Dokter akan memberikan obat aldurazyme melalui infus intravena sekali seminggu untuk seumur hidup. Aldurazyme berfungsi untuk menggantikan enzim yang kurang pada penderita mucopolysaccharidosis tipe I. 

  1. Transplantasi sel punca

Transplantasi sumsum tulang adalah perawatan lain untuk mucopolysaccharidosis tipe I. Ini akan menempatkan sel-sel normal di dalam tubuh pasien untuk menggantikan enzim yang hilang. 

Pada pasien yang juga memiliki penyakit jantung tidak dapat menjalani terapi ini karena mereka tidak bisa menerima kemoterapi sebagai bagian dari perawatan.

Sebagai gantinya, mereka akan menjalani transplantasi sel induk untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan meringankan gejala. Meskipun transplantasi sel induk kurang efektif dalam mengelola gejala terkait tulang.

Meskipun mucopolysaccharidosis tipe I termasuk penyakit langka, Anda tak perlu khawatir jika buah hati mengalami kondisi tersebut. Anda bisa mendisuksikannya kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ untuk perawatan yang tepat.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mengenal Metatarsalgia, Peradangan pada Bola Kaki

Mengenal Metatarsalgia, Peradangan pada Bola Kaki

Metatarsalgia adalah cedera pada telapak kaki. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri karena terdapat peradangan pada area metatarsal (di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki atau pada bola kaki).

Bagi orang yang aktif secara fisik dalam berjalan dan melompat, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami metatarsalgia. Penyakit ini belum masuk ke kondisi medis yang serius, namun penderitanya akan merasa tidak nyaman.

Gejala metatarsalgia

Gejala utama metatarsalgia adalah rasa nyeri pada area tulang metatarsal atau tulang pada bola kaki. Rasa sakitnya itu seperti nyeri tumpul, tajam, atau perasaan terbakar. 

Nyeri dapat semakin parah ketika penderita berdiri, berjalan, berlari, dan meregangkan kaki. Jika diumpamakan, penderita akan merasa seperti ada kerikil pada sepatu ketika sedang berjalan.

Penyebab dan faktor risiko metatarsalgia

Metatarsalgia dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Olahraga

Aktivitas olahraga adalah penyebab paling sering orang dapat menderita metatarsalgia. Biasanya, metatarsalgia dapat dipicu dengan olahraga berlari atau melompat sehingga memberikan tekanan pada bagian depan telapak kaki.

  • Sepatu yang tidak sesuai

Jika menggunakan ukuran sepatu yang tidak sesuai seperti terlalu longgar atau terlalu kecil, maka akan berisiko metatarsalgia lebih tinggi.

Selain itu, beberapa jenis sepatu seperti hak tinggi atau sneakers tanpa bantalan kaki yang memadai juga akan menyebabkan peradangan pada area metatarsal.

  • Kelainan struktur kaki

Metatarsalgia juga dapat disebabkan karena terdapat kelainan pada struktur kaki. Beberapa contohnya seperti daerah lengkungan telapak kaki lebih tinggi, kapalan di telapak kaki, dan ukuran jari di sebelah jempol lebih panjang.

Selain itu, penyakit tertentu yang meningkatkan tekanan di telapak kaki juga dapat menjadi pemicu metatarsalgia. Seperti, radang sendi, bursitis, asam urat, osteoartritis, bunion, hammertoe, morton’s neuroma, atau patah tulang pada area metatarsal.

Diagnosis metatarsalgia

Dokter akan menanyakan aktivitas, gejala, dan pemeriksaan fisik terutama bagian kaki dalam mendiagnosis metatarsalgia. 

Jika dibutuhkan, dokter juga akan merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang seperti:

  • Rontgen kaki, dilakukan jika dicurigai terdapat patah tulang pada kaki
  • USG, untuk pengecekan kelainan pada kaki seperti neuroma atau bursitis
  • Tes darah, untuk mengecek apakah terdapat kemungkinan asam urat
  • MRI, dilakukan untuk mengecek nyeri sendi atau cedera kaki

Pengobatan metatarsalgia

Pengobatan metatarsalgia akan dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya. Metode perawatan awal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Istirahat
  • Kompres dengan es batu pada area peradangan sekitar 20 menit, ulangi beberapa kali dalam sehari
  • Angkat kaki lebih tinggi setelah beraktivitas
  • Mengganti alas kaki yang lebih nyaman dengan bantalan sol yang empuk
  • Menggunakan bantalan kaki, terutama pada area metatarsal
  • Mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit
  • Melakukan diet jika berat badan berlebih sehingga mengurangi tekanan pada kaki

Jika perawatan tersebut masih belum membantu dan tidak mengurangi rasa nyeri, dokter akan merekomendasikan untuk memperbaiki tulang dengan metode operasi.

Mencegah metatarsalgia

Untuk menghindari penyakit ini, Anda dapat melakukan pencegahan dengan cara berikut:

  • Mengurangi risiko terjadinya cedera kaki

Jika Anda melakukan aktivitas kaki yang cukup tinggi seperti olahraga, gunakan bantalan pada kaki untuk menghindari terjadinya cedera pada kaki. Jika terjadi kapalan, segera tangani dengan tepat untuk menghindari risiko metatarsalgia.

  • Gunakan alas kaki yang tepat

Memilih alas kaki yang tepat, sesuai, dan nyaman dapat mencegah metatarsalgia. Hindari menggunakan hak tinggi terlalu lama dan gunakan ukuran sepatu yang tepat.

Apabila Anda merasakan nyeri pada area metatarsal hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak kunjung sembuh setelah perawatan di rumah, segera konsultasikan kepada dokter. Hal ini agar dokter dapat mendiagnosis metatarsalgia secara tepat dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Tips Mencegah Ensefalopati Hepatik dengan Cara Alami Berikut Ini

Hati organ tubuh yang sangat penting yang berperan menyaring racun dan sisa produk metabolisme, termasuk setelah mengonsumsi obat-obatan. Fungsi hati yang terganggu menyebabkan racun menumpuk di dalam tubuh.  

Ensefalopati hepatik adalah penurunan fungsi otak akibat menumpuknya racun di otak. Kerusakan otak dapat bersifat akut atau kronis. Pada kasus yang parah, ensefalopati hepatik dapat menyebabkan koma. 

Penyebab ensefalopati hepatik

Penyebab utama ensefalopati hepatik adalah ketika hati tidak bisa mengeluarkan racun di dalam darah secara maksimal. Racun yang menumpuk kemudian mengalir ke otak serta organ dan saraf. 

Ensefalopati hati dapat dipicu oleh:

  • Infeksi seperti pneumonia
  • Masalah ginjal
  • Dehidrasi
  • Hipoksia, atau kadar oksigen rendah
  • Pasca operasi atau trauma
  • Konsumsi obat yang berdampak pada kekebalan tubuh
  • Konsumsi obat yang menekan sistem saraf pusat, seperti barbiturat atau obat penenang benzodiazepin
  • Ketidakseimbangan elektrolit, bisa terjadi setelah muntah atau minum obat diuretik

Ensefalopati hepatik umumnya dialami oleh seseorang dengan kondisi berikut:

  • Hepatitis virus fulminan akut: Hepatitis yang disebabkan oleh virus fulminan
  • Hepatitis toksik: Hepatitis disebabkan oleh paparan alkohol, bahan kimia, atau obat-obatan dan suplemen tertentu
  • Sindrom Reye: Merupakan kondisi langka yang lebih sering menyerang anak-anak. Sindrom Reye menyebabkan pembengkakan serta radang hati dan otak secara tiba-tiba

Gejala

Setiap penderita memiliki gejala yang berbeda, tergantung pada penyebab kerusakan hati dan tingkat keparahan gejala.

Menurut Kriteria West Haven, terdapat lima tahap atau stadium ensefalopati hepatik:

  1. Tahap 0. Disebut juga dengan ensefalopati hepatik minimal. Pada tahap ini, gejala yang dirasakan minimal atau hampir tidak ada. 
  2. Stadium 1. Gejala ringan mulai tampak, termasuk sulit fokus dan mengalami gangguan tidur, seperti hipersomnia atau insomnia. Beberapa juga mengalami depresi, euforia, dan mudah tersinggung.
  3. Stadium 2. Gejala sedang. Pada tahap ini penderita mungkin merasa bingung atau lesu.
  4. Stadium 3. Gejala yang dirasakan semakin parah. Penderita tidak mampu melakukan tugas mendasar, disertai dengan kebingungan dan perubahan kepribadian. 
  5. Stadium 4. Tahap ini ditandai dengan koma. 

Menjaga hati agar tetap sehat

Satu-satunya cara untuk mencegah ensefalopati hepatik adalah dengan menjaga hati tetap sehat atau mengelola penyakit hati yang diderita. 

Cara berikut dapat membantu Anda menghindari risiko terkena ensefalopati hepatik dan penyakit hati lainnya:

  • Jaga kebersihan tangan. Cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok, atau menyentuh suatu benda, terutama sebelum makan.
  • Hindari mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Akan lebih baik untuk menghentikan kebiasaan minum alkohol. Alkohol dapat merusak hati. 
  • Pertahankan berat badan sehat. Hindari makanan tinggi lemak, terutama jika Anda menderita penyakit hati berlemak,  dan makanlah makanan bergizi yang kaya serat. Hindari makanan berprotein tinggi seperti unggas, daging merah, telur, dan ikan.
  • Olahraga teratur.
  • Hindari obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf, seperti pil tidur dan antidepresan. Jika Anda mendapat resep ini sementara Anda berisiko tinggi terkena ensefalopati hepatik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.
  • Hindari kontak dengan pasien hepatitis.
  • Jangan berbagi jarum suntik yang terkontaminasi.
  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B.
  • Jika Anda menderita penyakit hati, minum obat yang diresepkan secara rutin.
  • Jalani tes fungsi hati secara teratur.

Catatan

Seseorang dengan ensefalopati hepatik kronis lebih mudah ditangani dan cepat pulih dibandingkan dengan yang bersifat akut.

Jika Anda memiliki gejala seperti yang telah disebutkan di atas, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya. Diagnosis dini mengurangi risiko suatu penyakit semakin parah. 

Persiapan Sebelum Konsultasi dan Tanya Dokter Gastroenterologi

Dokter gastroenterologi adalah dokter yang spesialisasinya ada di bidang kesehatan sistem pencernaan. Ketika akan berobat, Anda bisa tanya dokter gastroenterologi seputar kondisi yang melibatkan sistem pencernaan Anda. 

Berbagai macam penyakit pada sistem pencernaan bisa ditangani oleh seorang dokter gastroenterologi. Contohnya seperti mual, sindrom iritasi usus besar, sampai dengan hepatitis C. 

Tanya dokter gastroenterologi seputar kondisi ini

Anda mungkin tidak tahu apakah gejala yang Anda alami berhubungan dengan masalah pada sistem pencernaan. Terkadang, setelah berkonsultasi ke dokter umum, dokter umum bisa saja mencurigai adanya gangguan pada pencernaan Anda. 

Jika hal ini terjadi, maka dokter umum bisa memberikan rujukan kepada Anda untuk berobat ke dokter spesialis gastroenterologi. Anda bisa tanya dokter gastroenterologi seputar gejala dari kondisi berikut ini:

  • Kanker hati
  • Kanker perut
  • Hernia hiatal
  • Polip di usus besar
  • Wasir
  • Penyakit kuning
  • Pankreatitis 

Masih ada banyak kondisi lain yang bisa Anda konsultasikan dengan dokter gastroenterologi. Dokter bisa menentukan apakah gejala Anda disebabkan oleh kondisi tertentu pada sistem pencernaan Anda. 

Jenis prosedur oleh dokter gastroenterologi

Selain seputar gejala dan kondisi, Anda juga bisa tanya dokter gastroenterologi mengenai prosedur untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi Anda. Seorang dokter gastroenterologi bisa memberikan prosedur dalam bentuk: 

  • Endoskopi

Endoskopi dilakukan dengan memanfaatkan kamera kecil. Kamera itu dipasang pada ujung tabung panjang tipis. Nantinya, tabung itu akan dimasukkan ke dalam tubuh, dan kamera bisa memperlihatkan bagian dalam organ pencernaan Anda. 

Tabung endoskopi dimasukkan melalui mulut dan tenggorokan. Biasanya, prosedur ini dilakukan untuk mendiagnosa gejala berupa rasa mual terus-menerus, mual dan muntah, masalah dalam menelan, sakit perut, dan penurunan berat badan yang tak bisa dijelaskan.

  • Polipektomi

Prosedur yang satu ini dilakukan oleh dokter gastroenterologi dengan mengangkat satu atau lebih polip dari lapisan usus. Polip ini merupakan sel pertumbuhan non-kanker yang dapat berkembang di usus besar Anda.

Polip bisa terjadi pada orang dewasa yang sudah melewati usia 50 tahun. Pengangkatan polip dengan metode polipektomi dilakukan dengan membakar polip menggunakan arus listrik.

  • Kolonoskopi dan sigmoidoskopi

Pada dasarnya, prosedur kolonoskopi serupa dengan endoskopi. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan. Anda bisa mendapatkan informasi lebih jelas mengenai kedua prosedur ini dengan tanya dokter gastroenterologi. 

Selama kolonoskopi, dokter bisa melihat seluruh bagian usus besar serta rektum. Sigmoidoskopi memungkinkan dokter untuk memeriksa rektum dan usus besar bagian bawah. 

Kapan perlu tanya dokter gastroenterologi

Anda mungkin tidak tahu kapan perlu berkonsultasi ke dokter gastroenterologi. Secara khusus, Anda perlu berobat apabila mengalami hal-hal berikut ini:

  • Mengalami sakit perut
  • Mengeluarkan darah saat buang air besar
  • Mengalami kesulitan menelan

Anda tidak harus selalu menunggu sampai merasakan gejala ini baru pergi menemui dokter. Apabila Anda sudah berusia 50 tahun ke atas, Anda lebih berisiko terkena masalah pada sistem pencernaan, salah satunya kanker kolon.

Karena itu, Anda bisa rutin berobat dan tanya dokter gastroenterologi sebagai upaya pencegahan. Ketika berkonsultasi rutin, Anda mungkin perlu menjalani serangkaian tes pemeriksaan menyeluruh. 

Jangan ragu untuk berobat ke dokter gastroenterologi ketika merasakan adanya gejala tertentu pada sistem pencernaan. Semakin cepat gejala Anda terdeteksi, semakin cepat juga pengobatan dilakukan.

Tanya dokter gastroenterologi mengenai hal-hal yang tidak Anda mengerti. Hal ini penting, supaya Anda bisa memelihara sistem pencernaan Anda dengan baik.

Pahami 7 Tanda Sinovitis Toksin pada Anak

Pahami 7 Tanda Sinovitis Toksin pada Anak

Bayi dan anak kecil umumnya menangis karena menandakan suatu ketidaknyamanan. Apabila ia cenderung menangis ketika sedang berjalan, Anda patut mewaspadai bahwa ia sedang terkena sinovitis toksin. 

Sinovitis toksin merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Infeksi yang disebabkan virus tersebut memicu peradangan dan pembengkakan sendi yang membuat anak menjadi sulit untuk menggerakkan bagian tertentu tubuhnya. 

Ada beberapa ciri khas dari penyakit yang kerap lebih sering menyerang anak laki-laki ini. Berikut adalah gejala-gejala umum yang biasa dialami bayi ketika terkena sinovitis toksin. 

  1. Berjalan Pincang 

Jika anak Anda sudah bisa berjalan, akan lebih mudah melihat ia terkena sinovitis toksin atau tidak. Anak-anak yang menderita sinovitis toksin umumnya akan berjalan pincang. Ini karena virus menginfeksi dan menyebabkan pembengkakan pada salah satu sisi panggul. 

  1. Menjinjit

Anak-anak memang masih sulit mengungkapkan rasa sakitnya. Namun, jika anak tiba-tiba sering melakukan kebiasaan menjinjit, khususnya ketika berjalan, ada patut curiga ada sesuatu yang tidak beres. Menjinjit merupakan sikap yang diambil anak untuk mengurangi rasa nyeri untuk berjalan. Ada kemungkinan ia tengah mengalami sinovitis toksin dan merasakan nyeri di bagian panggul, namun bingung bagaimana mau menjabarkannya. Andalah yang harus cepat tanggap. 

  1. Demam 

Bagaimanapun, sinovitis toksin merupakan infeksi virus. Ketika infeksi datang, tubuh akan melakukan perlawanan dengan meningkatkan antibodi sehingga menyebabkan demam. Hal inilah yang terjadi hampir pada setiap penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Ciri khas demam dari sinovitis toksin adalah demam ringan yang muncul sekitar 3 hari pertama pada saat mulai terinfeksi virus penyebab. Tidak jarang pula, demam pada sinovitis toksin disertai kondisi anak yang menggigil. 

  1. Malas Berjalan 

Malas berjalan pada anak-anak berusia 1—2 tahun dianggap biasa. Pasalnya, ada kecenderungan anak kecil memang tiba-tiba malas melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah ia kuasai. Namun bisa jadi juga, rasa malas berjalan si kecil disebabkan ia terkena sinovitis toksin yang menyebabkan rasa sakit tiap kali ia berjalan. 

  1. Kemerahan dan Bengkak 

Coba perhatikan bagian pinggul anak Anda. Apakah ada tanda-tanda pembengkakan? Jika iya, hampir dapat dipastikan ia tengah terkena sinovitis toksin yang membuat pinggul mengalami radang dan akhirnya bengkak. Kalaupun tidak bengkak, cobalah lihat apakah ada tanda kemerahan di area pinggul? Pasalnya, kemerahan pada pinggul juga menjadi gejala dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini. 

  1. Rewel 

Anak kecil suka menangis? Hal tersebut sangat wajar. Namun, Anda perlu mencurigai ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman apabila ia mendadak rewel sepanjang hari dan tidak ada penyebabnya. Jika ia tidak haus atau lapar ataupun tidak mengantuk, kondisi rewel bisa jadi karena adanya keluhan sakit di badan yang sulit ia ungkapkan. Cobalah sentuh beberapa bagian tubuhnya, tidak terkecuali pinggul. Jika tangisnya mengencang ketika Anda menyentuh pinggulnya, bisa jadi ia sedang mengalami sinovitis toksin. 

  1. Nyeri Lutut 

Salah jika Anda berpikiran bahwa gejala sinovitis toksin hanya menyerang bagian pinggul. Sebenarnya, infeksi dari virus menyebabkan peradangan di berbagai area sendiri anak Anda. Tidak jarang, ada anak yang mengeluhkan nyeri sendi di bagian lutut ketika mengalami sinovitis toksin. Anda bisa membawanya ke dokter untuk mendapat tes lebih tepat guna memastikan nyeri lutut tersebut tergolong sinovitis toksin atau bukan. 

Jangan terlalu khawatir apabila anak Anda terserang sinovitis toksin. Peradangan sendi pinggul ini umumnya terjadi secara temporer dan bisa sembuh maksimal dalam 5 minggu. Sejauh ini, tidak ditemukan pula potensi komplikasi berbahaya dari sinovitis toksin.

Kelainan Genetik Langka, Inilah 5 Fakta Sindrom Angelm

Setiap orang tua tentu akan merasa bahagia tak terkira saat anaknya selalu ceria, bahagia, dan selalu tersenyum. Tapi, tahukah Anda jika ada sebuah kelainan genetik langka yang gejalanya adalah mudah tersenyum?

Adalah Sindrom Angelman, kelainan genetik yang sangat langka dengan ciri yang sangat khas yaitu sering tersenyum, tertawa dan memiliki kepribadian yang bahagia serta bersemangat. 

image Sindrom Angelman

Sayangnya di balik keceriaan itu malah menyebabkan gangguan neuro-genetik yang membuat terjadinya keterlambatan perkembangan, kesulitan berbicara, kejang dan gangguan keseimbangan serta kesulitan berjalan.  Yuk ketahui fakta dari sindrom angelman agar jika anak Anda mengalami gejala ini, bisa ditangani dengan tepat. 

1. Terjadi pada 1 dari 15.000 kelahiran di dunia 

Angelman syndrome adalah kelainan neuro-genetik langka. Menurut Angelman Syndrome Foundation, Inc, kelainan ini hanya terjadi pada 1 dari 15.000 kelahiran hidup di dunia atau 500.000 orang di seluruh dunia. 

Hal ini disebabkan oleh hilangnya fungsi gen UBE3A pada kromosom ke-15 yang berasal dari ibu. Kebanyakan orang yang mengidap sindrom Angelman tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini. 

Namun, pada beberapa kasus sindrom Angelman diwarisi dari orang tua. Riwayat keluarga dengan penyakit ini juga meningkatkan risiko anak terkena sindrom Angelman.  

2. Saat lahir, bayi dengan sindrom angelman tampak normal 

Bayi dengan sindrom ini tampak normal saat lahir. Namun mereka biasanya akan mengalami kesulitan makan saat berusia 1 bulan, lalu semakin terlihat pada usia 6 sampai 12 bulan dengan gejala keterlambatan perkembangan. 

Gejala lain, seperti kejang, akan dimulai saat anak berusia 2 sampai 3 tahun. Pengidap sindrom ini juga memiliki gangguan bicara yang tergolong parah, Bahkan mereka tidak menggunakan kata-kata. 

Secara fisik, anak yang menderita Angelman memiliki kepala kecil dan rata di bagian belakang kepala, mengeluarkan lidah dan gigi tidak rapat, dan beberapa di antaranya juga tidak memiliki kaki yang kokoh.  Penderita sindrom ini tampak bahagia sepanjang waktu dengan sering tertawa dan tersenyum serta lebih hiperaktif.

3. Sindrom angelman muncul saat anak berusia 2-5 tahun

Sindrom ini dapat didiagnosis setelah anak berusia sekitar 2 sampai 5 tahun ketika mereka telah menunjukkan beberapa gejala yang jelas dan harus menjalani tes genetik seperti tes darah. 

Sayangnya, untuk saat ini belum ada terapi spesifik untuk penderita sindrom ini. Anda harus membawa anak Anda melakukan terapi medis untuk mengatasi kejang serta beberapa terapi fisik dan okupasi, terapi komunikasi dan terapi perilaku untuk membantu mereka mencapai perkembangan yang maksimal.

4. Tidak menyebabkan kematian 

Meskipun hingga saat ini belum ada obat khusus yang mengatasi sindrom angelman ini, tetapi sebenarnya penderitanya memiliki harapan hidup yang normal. Bahkan, beberapa gejala sindrom Angelman ini akan membaik seiring bertambahnya usia anak.

Anak dengan sindrom angelman seringkali beralih dengan cepat dari aktivitas satu ke aktivitas lainnya, memiliki perhatian yang singkat dan selalu meletakkan tangan dan mainan di dalam mulut. Hiperaktivitas ini seringkali berkurang saat bertambahnya usia dan obat-obatan biasanya tidak diperlukan.

Masalah tidur dan kejang pun cenderung tidak terlalu parah atau jarang terjadi saat mereka bertambah dewasa.   Sindrom Angelman juga tidak menyebabkan kematian. Namun, komplikasi yang parah dapat terjadi karena beberapa gejala sindrom, seperti kejang dan pneumonia aspirasi.  

Ada juga kemungkinan kecelakaan karena masalah berjalan dan keseimbangan serta ketertarikan pada air yang dapat menyebabkan cedera parah. 

5. Membutuhkan perawatan seumur hidup

Individu dengan SA akan membutuhkan perawatan seumur hidup, tetapi dapat hidup panjang dan bahagia. Umumnya, dokter akan melakukan beberapa perawatan untuk sindrom Angelman, diantaranya: 

  • Pemberian obat anti-kejang untuk mengendalikan kejang;
  • Terapi fisik untuk membantu masalah berjalan dan bergerak;
  • Terapi komunikasi, seperti bahasa isyarat dan komunikasi gambar;
  • Terapi perilaku untuk membantu mengatasi hiperaktif dan rentang perhatian yang pendek serta untuk membantu perkembangan.
  • Dokter anak akan merekomendasikan susu yang tinggi akan kalori untuk membantu bayi menambah berat.

Itulah informasi seputar sindrom angelman. Selain memeriksakan ke dokter, pastikan Anda selalu menjaga anak yang menderita sindrom ini dengan ekstra hati-hati. 

Tidak Hanya Digunakan pada Vaksin Covid-19, Ini Arti EUA Sebenarnya

Saat terjadinya pandemi, pemerintah harus bergerak cepat demi menekan penyebaran suatu penyakit. Dalam kondisi tersebut, belum ada perangkat, obat, atau tes yang disetujui karena masih kurangnya bukti klinis. Pada saat itulah badan kesehatan nasional harus mempertimbangkan mengeluarkan Emergency Use Authorization pada perawatan yang tersedia.

Arti EUA kerap kali disebut pada setiap topik pembahasan terkait vaksin Covid-19. Misalnya, pemberian vaksin Covid-19 yang harus menunggu keluarnya Emergency Use Authorization atau EUA oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meski vaksin telah terdistribusi ke berbagai wilayah Indonesia.

Karena hal itu, banyak yang salah paham bahwa arti EUA sama dengan izin edar. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

EUA adalah izin penggunaan suatu prosedur medis, termasuk vaksin dan obat-obatan, dalam keadaan yang dinyatakan darurat. Sementara izin edar adalah persetujuan pendaftaran obat dan makanan yang diberikan oleh BPOM untuk dapat diedarkan di Indonesia.

Seberapa berarti EUA pada suatu prosedur pengobatan?

EUA tidak hanya disematkan pada vaksin Covid-19. Keduanya selalu disandingkan karena Covid-19 merupakan virus baru yang belum ditemukan obatnya. Arti EUA merupakan izin penggunaan darurat yang digunakan secara global.

Di Amerika, contohnya, selama pandemi H1N1, FDA harus mengeluarkan izin penggunaan darurat obat flu Tamlu, yang waktu itu disetujui oleh FDA, untuk diberikan pada bayi. Pada waktu itu penggunaan obat tersebut untuk bayi masih belum diteliti dengan baik.

Akhirnya dengan segala upaya, pihak FDA menetapkan dosis yang direkomendasikan untuk bayi demi mendapat manfaat terbaik dengan tetap mempertimbangkan keamanan obat.

Artinya EUA digunakan secara darurat untuk memperbolehkan penggunaan produk medis yang belum disetujui penggunannya secara luas untuk mendiagnosa, mengatasi, atau mencegah kondisi atau penyebaran penyakit mematikan.

Namun bukan berarti EUA dapat dikeluarkan dengan mudah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah manfaat dan potensialnya lebih besar daripada risiko potensial yang diketahui. Hal ini didapat dari pengumpulan data klinis dari studi fase 1 hingga 3.

Ketika pada akhirnya prosedur tersebut terbukti berisiko dan tidak memberikan manfaat yang besar, izin EUA bisa dicabut.

BPOM tetap lakukan pengawasan walaupun EUA telah diberikan

Beberapa hari yang lalu BPOM akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia. Vaksinasi resmi dimulai dengan Presiden Jokowi sebagai penerima vaksin pertama, kemudian diikuti dengan pemberian kepada tenaga kesehatan dan mereka yang termasuk dalam kategori penerima pertama.

Walau demikian, dikutip dari Kontan, BPOM akan tetap melakukan pengawasan terkait mutu dan keamanan vaksin Covid-19 yang digunakan. Menurut Penny K. Lukito selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ada kemungkinan potensi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) setelah vaksinasi.

Apabila ditemukan reaksi yang serius, maka akan kembali dilakukan uji sampling terhadap vaksin dan dilakukan tindak lanjut. 

Berapa lama EUA berlaku?

Menurut FDA, izin EUA bisa dicabut jika prosedur medis ditemukan memiliki risiko kesehatan yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya.

Selain itu, menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, EUA bisa berakhir dan berubah menjadi izin edar reguler seiring bertambahnya data interim uji klinik fase 3. Izin juga bisa tidak diberlakukan jika status darurat pandemi dicabut. Sehingga penggunaan vaksin harus mendapatkan izin edar.  

Catatan

Arti EUA sangat penting dalam menetapkan prosedur pengobatan dalam kondisi darurat. Dengan ditemukannya vaksin, diharapkan pandemi semakin cepat mereda dan kondisi akan berubah seperti sedia kala.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait vaksin corona, Anda bisa menanyakannya secara langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.