Category: Penyakit

Segera Disalurkan, Jumlah Vaksin Covid-19 yang Akan diberikan Pemerintah

Pemerintah menargetkan 67% rakyat Indonesia bisa disuntikkan vaksin corona. Desember lalu, 1,2 juta dosis vaksin corona buatan Sinovac telah didatangkan dan siap digunakan. Januari ini, 1,8 juta dosis kembali didatangkan agar penyuntikan tahap satu dapat dilakukan.

Jumlah dosis ini akan bertambah hingga jumlah vaksin covid-19 mencapai tujuan herd immunity.

Siapa saja yang akan menerima vaksin Covid-19?

Untuk memutus penularan Covid-19, pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa pihak penyedia vaksin diantaranya Sinovac dari China, Novavax dan Pfizier dari Amerika Serikat, AstraZeneca dari Inggris, dan COVAX/GAVI yang diinisiasi oleh aliansi vaksin Gavi serta didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Diperkirakan jumlah vaksin Covid-19 yang akan diterima Indonesia mencapai 400 juta dosis. Jumlah ini diupayakan untuk ditambah mengingat populasi masyarakat Indonesia yang sangat besar. Dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin yang diperuntukkan bagi 181,5 juta jiwa. Dengan kata lain Indonesia masih membutuhkan sekitar 70 juta dosis lagi.

Jika dirinci, 400 juta dosis vaksin tersebut berasal dari 100 juta dosis vaksin yang siap disediakan oleh setiap pihak. Nantinya vaksin akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kelompok penerima yang telah ditetapkan.

Kelompok sasaran penerima vaksin di Indonesia terbagi menjadi sebagai berikut:

  1. Tenaga medis, TNI/Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak 3,4 juta orang.
  2. Tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW) sebanyak 5,6 juta orang.
  3. Seluruh tokoh/tenaga pendidik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, sampai sederajat perguruan tinggi, sebanyak 4,3 juta orang.
  4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan legislatif) sebanyak 2,3 juta orang.
  5. Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sebanyak 86 juta orang.
  6. Masyarakat yang berusia 19 hingga 59 tahun, sebesar 57 juta orang.

Selain tenaga kesehatan, pemerintah juga memprioritaskan vaksinasi kelompok usia muda. Hal ini agak berbeda dengan kebijakan beberapa negara lain yang justru lebih memprioritaskan lansia sebagai kelompok pertama penerima vaksin. Ini dikarenakan uji klinis fase 3 yang dilakukan belum memiliki data yang cukup mengenai kemanjurannya pada orang tua.

Kapan vaksin mulai diberikan?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjabarkan, rencana penyuntikan vaksin dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan periode vaksinasi mulai Januari hingga April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayanan publik.

Kemudian tahap kedua dilakukan pada bulan April hingga Maret yang diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4 juta masyarakat lainnya yang diberikan sesuai pendekatan kluster Covid-19.

Meski hingga kini pemerintah masih menanti hasil uji klinis fase 3 dan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin yang dikeluarkan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 3 juta dosis vaksin yang telah datang sudah mulai didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Vaksin didistribusikan sesuai dengan jumlah tenaga kesehatan dan garda terdepan penanganan Covid-19 yang berada di masing-masing wilayah. Misalnya, dilansir dari Bisnis, untuk penyuntikan tahap 1 sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac telah tiba di Jawa Tengah,  38.400 dosis vaksin tiba di Jawa Barat, dan di Jawa Timur sebanyak 77.760 dosis.

Protokol kesehatan tetap perlu dilakukan

Meski vaksin corona telah tersedia dan akan terus dikembangkan, masyarakat diminta untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan dengan sabun. Karena jumlah vaksin Covid-19 masih jauh dari kata cukup untuk membentuk kekebalan kelompok, hal ini sangat penting guna membantu mempercepat pemutusan penularan Covid-19.

Bahaya Daging Babi Perlu Diwaspadai

bahaya daging babi untuk kesehatan

Banyak orang yang ingin jalan-jalan ke berbagai tempat, khususnya jika tempat tersebut merupakan tempat kuliner. Banyak makanan yang tersedia di berbagai tempat kuliner, salah satunya termasuk daging babi. Namun, sama seperti makanan lain, daging babi juga bisa berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, bahaya daging babi perlu diwaspadai.

Kondisi Pada Tubuh

Jika Anda ingin mengkonsumsi daging babi, Anda perlu pahami bahwa bahaya daging babi dapat menimbulkan kondisi berikut:

  1. Tekanan darah tinggi

Salah satu kondisi yang bisa timbul akibat bahaya daging babi adalah tekanan darah tinggi. Hal tersebut bisa terjadi karena seseorang mengkonsumsi daging babi yang tinggi lemak atau menggunakan garam dalam jumlah yang terlalu banyak.

  1. Hepatitis E

Hepatitis E juga merupakan kondisi lain yang bisa terjadi akibat bahaya daging babi. Hepatitis E merupakan virus yang ada pada hati daging babi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa daging yang tidak dimasak dengan matang akan menimbulkan risiko tersebut.

Pada umumnya, penderita hepatitis E tidak menunjukkan gejala apapun, namun ibu hamil bisa mengalami gagal hati dan berisiko terhadap kematian.

  1. Kanker hati

Kanker hati bisa terjadi karena adanya kandungan nitrosamine pada daging babi. Berdasarkan sebuah penelitian, manusia lebih sensitif terhadap nitrosamine dibandingkan dengan hewan uji coba seperti tikus.

Kandungan nitrosamine dapat ditemukan di bagian hati, sosis, ham, dan bacon. Selain itu, jika lemaknya banyak, berarti daging tersebut mengandung lebih banyak nitrosamine dibandingkan dengan daging babi yang lemaknya sedikit.

  1. Sirosis hati

Daging babi yang tidak diolah dengan baik juga dapat menimbulkan sirosis hati. Sirosis hati merupakan kondisi munculnya fibrosis pada hati.

  1. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat manusia. Hal tersebut berkaitan dengan mengkonsumsi daging babi yang tidak diolah dengan baik dan telah terjadi sejak tahun 1980-an. Otak merupakan bagian yang paling dipengaruhi oleh kondisi tersebut.

  1. Trikinosis

Trikinosis merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh cacing Trichinella spiralis. Cacing tersebut bisa ditemukan di daging babi yang tidak matang. Hingga saat ini, jumlah kasus trikinosis akibat mengkonsumsi daging babi yang tidak matang terus menurun.

  1. Yersiniosis

Walaupun kasus trikinosis semakin menurun, ada kondisi lain yang perlu diwaspadai yang disebabkan oleh daging babi, yaitu yersiniosis. Yersiniosis merupakan kondisi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia. Bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, demam, bahkan diare yang disertai dengan darah.

  1. Taeniasis

Taeniasis merupakan infeksi parasit yang terjadi karena adanya tiga spesies cacing daging pita. Salah satu spesies tersebut adalah Taenia solium dimana spesies tersebut juga dapat ditemukan di daging babi yang mentah.

Walaupun spesies tersebut tidak menimbulkan gejala apapun pada manusia, spesies tersebut dapat memicu cysticercosis. Cysticercosis merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kejang dimana kondisi tersebut perlu ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Kelompok yang Rentan Terhadap Bahaya Daging Babi

Sebagian orang bisa mengalami kondisi yang disebutkan di atas. Secara spesifik, orang-orang yang bisa mengalami kondisi tersebut termasuk ibu hamil, pasien yang menjalani terapi kanker, dan pasien yang menggunakan obat untuk menjaga sistem imun.

Penggunaan Daging Babi

Untuk menghindari risiko yang disebutkan di atas, jika Anda ingin mengkonsumsi daging babi, Anda sebaiknya lakukan cara-cara berikut:

  • Mencuci tangan sebelum mengolah daging babi.
  • Memperhatikan suhu daging babi ketika dimasak. Suhu minimal untuk memasak daging tersebut adalah 63 derajat Celsius.
  • Diamkan daging babi 3 menit setelah dimasak, kemudian Anda bisa memakan daging tersebut.
  • Penyimpanan daging babi tidak boleh lebih dari 4 hari dan suhu harus berada di bawah 4 derajat Celsius.
  • Daging babi perlu ditutup dengan rapat jika Anda menyimpannya di lemari es.
  • Jangan menaruh daging babi dalam suhu ruangan lebih dari 2 jam.

Kesimpulan

Daging babi merupakan daging yang bermanfaat bagi tubuh. Walaupun demikian, bahaya daging babi perlu diperhatikan dan Anda perlu mengolahnya dengan baik untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi seperti hepatitis E.

Apa Itu Nekrofilia? Berikut Seluk Beluk Tentangnya!

Nekrofilia merupakan kelainan seksual pada seseorang berupa kepuasan seksual ketika berhubungan dengan mayat. Hasrat seksual penderita nekrofilia baru terpenuhi ketika melakukan hubungan seksual dengan mayat. Penderita tetap dapat melakukan hubungan seksual normal, namun kepuasan tidak akan didapatkan. Penyebab terjadinya nekrofilia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, nekrofilia dikaitkan dengan gangguan jiwa seperti depresi atau skizofrenia jenis kanibalisme dan vampirisme. Berikut ini akan dibahas mengenai seluk beluk tentang nekrofilia.

Sejarah nekrofilia

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental Edisi Kelima (DSM V), nekrofilia telah dihilangkan dari kelainan mental khusus. Nekrofilia kini hanya dimasukkan pada bagian dari parafilia. Apa itu parafilia? Parafilia adalah ketertarikan seksual yang tidak normal. Meski telah dihilangkan dari kelainan mental khusus, kasus nekrofilia telah tercatat sejak zaman Yunani kuno. Beberapa pembunuh berantai legendaris juga ternyata pernah melakukan hubungan seksual dengan mayat dan terindikasi mengidap nekrofilia seperti Jeffery Dahmer, Ed Gein, dan Garry Ridgewey. Gejala nekrofilia sendiri selalu berkaitan dengan kepuasan seksual seseorang dengan mayat. Beberapa gejala yang dialami penderita seperti membayangkan berhubungan seksual dengan mayat, mencari cara untuk mendapatkan mayat, hingga melakukan pembunuhan.

Cara mendiagnosis pasien nekrofilia

Diagnosis nekrofilia pada seseorang perlu melewati tahapan tertentu. Psikolog atau psikiater akan melakukan wawancara komprehensif dengan penderita, keluarga, serta orang-orang terdekatnya. Selain itu, beberapa pemeriksaan juga perlu dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa nekrofilia yang dialami memang karena gangguan jiwa, bukan disebabkan oleh kelainan medis lain. Berikut beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis.

  • Pemeriksaan darah secara lengkap
  • Pemeriksaan fungsi hormon tiroid
  • Pemeriksaan HIV dan hepatitis
  • CT-Scan atau MRI otak bila diduga terdapat kelainan otak
  • Pemeriksaan elektroensefalografi untuk menilai aktivitas listrik di otak

Jenis gangguan jiwa seksual lainnya

Tidak hanya nekrofilia saja, terdapat berbagai gangguan jiwa yang tergolong dalam parafilia. Berikut ini merupakan berbagai jenis gangguan jiwa golongan parafilia lainnya.

  • Sadisme

Sadisme merupakan kepuasan seksual seseorang ketika dapat menyakiti pasangan seksualnya. Dengan begitu, penderita sadisme akan melakukan berbagai tindakan untuk menyakiti pasangannya ketika berhubungan seksual seperti memukul, menampar, menggigit, hingga mencambuk.

  • Masokisme

Masokisme adalah kebalikan dari sadisme. Penderita masokisme akan merasakan kepuasan seksual ketika disakiti saat berhubungan seksual oleh pasangannya.

  • Bestialisme

Bestialisme merupakan kelainan seksual pada seseorang sehingga kepuasan hanya bisa didapatkan melalui hubungan seksual dengan binatang.

  • Fetihisme

Fetihisme merupakan kelainan seksual berupa penderita akan merasakan kepuasan hanya jika dapat melihat objek milik lawan jenisnya. Contohnya pada penderita laki-laki, kepuasan seksual baru terjadi ketika melihat celana dalam perempuan.

  • Voyeurisme

Voyeurisme didefinisikan sebagai kepuasan seksual pada seseorang hanya jika melihat seseorang telanjang saat berhubungan seksual.

  • Pedofilia

Pedofilia merupakan kelainan seksual berupa penerita akan memilih melakukan hubungan seksual dengan anak kecil. Jika objek seksual penderita bukan anak kecil maka hasrat seksualnya tidak akan terpuaskan.

  • Froteurisme

Froteurisme didefinisikan sebagai kepuasan seksual seseorang yang hanya didapat ketika menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh orang lain. Kepuasan baru terjadi ketika orang yang dijadikan objek tersebut tidak menyadarinya.

Gangguan jiwa berupa nekrofilia dapat disembuhkan melalui terapi psikologis. Penderita yang menunjukkan gejala nekrofilia perlu segera berkonsultasi dengan psikiater sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Terapi yang digunakan merupakan terapi seksual. Selain itu, dokter bisa meresepkan obat antidepresan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Apabila Anda ingin tahu lebih dalam tentang nekrofilia, konsultasi dan tanya jawab secara online dapat dilakukan melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Perbedaan Norages Injeksi dan Sediaan Sirup

Perbedaan Norages Injeksi dan Sediaan Sirup

Norages adalah salah satu merek obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Indonesia, Meprofarm. Sediaan obat ini ada dua, yakni Norages Injeksi dan Norages Sirup. Di manakah letak perbedaan keduanya, selain tentu saja cara penggunaannya? Berikut penjelasannya:

  • Norages Injeksi

Norages injeksi adalah obat untuk mengatasi nyeri berat akut dan kronis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Norages injeksi mengandung zat aktif metamizole sodium. 

Metamizole adalah obat antiinflamasi non steroid (NSAID) yang sering digunakan untuk meringankan rasa sakit atau mengatasi nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, bahkan nyeri setelah operasi. 

Metamizole bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin dalam menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan demam. Norages injeksi adalah salah satu sediaan yang diberikan sesuai petunjuk atau arahan dokter, melalui intravena atau intramuskular.

Dengan demikian, Norages Injeksi memiliki sifat antinyeri atau analgesik, antidemam atau antipiretik, dan meringankan peradangan atau biasa disebut dengan istilah antiinflamasi. Meprofarm sebagai produsen melepas produk ini ke pasaran dengan kemasan ampul berisi 2 mililiter Metamizole sodium di mana tiap satu mililiternya mengandung 500 miligram Metamizole sodium.

Penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan. Hanya tenaga medis yang sudah terlatih yang dapat menyuntikkan obat ini ke dalam tubuh pasien. Penyuntikannya bisa langsung ke titik-titik tertentu di tubuh dan juga melalui infus.

Adapun dosisnya, secara umum baik orang dewasa maupun anak-anak usia 15 tahun ke atas bisa memperoleh sekitar 2-5 ml i.v atau i.m dan tidak melebihi 10 ml. Overdosis obat mungkin saja terjadi jika pemberian obat dilakukan secara berlebihan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu. Sebab, Norages Injeksi ini memiliki kemungkinan efek samping yang cukup besar jika diberikan pada orang yang tidak tepat. Sebagai gambaran, berikut kondisi kesehatan seseorang yang perlu diperhatikan sebelum mendapat suntikan Norages Injeksi:

  • Pasien penderita penurunan otot (hipotonia).
  • Pasien dengan kondisi jumlah darah dan cairan yang berkurang drastis (hipovolemia).
  • Pasien kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Pasien penderita luka pada dinding (tukak) lambung dan usus 12 jari (duodenum).
  • Pasien penderita peradangan saluran napas (asma bronkial).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan sampai sedang.

Namun, dokter biasanya sudah mengobservasi dan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menyuntikkan Norages Injeksi sehingga hampir dapat dipastikan aman.

  • Norages Sirup

Norages Sirup merupakan obat yang digunakan untuk meredakan beberapa kondisi kesehatan kategori sedang hingga berat, seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, sakit punggung, nyeri kolik, pascaoperasi, dan lain-lain. 

Sama seperti Norages Injeksi, Norages Sirup ini juga memiliki kandungan utama Metamizole, yang bekerja dengan cara menghalangi sintesis pirogen endogen sehingga metamizole memiliki efek analgetik dan juga antiperadangan. 

Norages Sirup dilego ke pasaran dengan kemasan berisi 60 mililiter. Di mana tiap sendok takar (5 ml) mengandung 250 miligram Metamizole sodium. Seseorang yang ingin mengonsumsi obat ini harus sesuai dengan resep dan petunjuk dari dokter, kendati pada umumnya pengguna mendapat dosis maksimal 2 sendok takar (10 ml) sekali minum, setiap 6 sampai 8 jam.

Norages Sirup tak jauh berbeda dengan Norages Injeksi yang sama-sama obat keras. Ia juga memiliki kemungkinan kontraindikasi terhadap kelompok orang yang sensitif terhadap Metamizole sodium. Wanita hamil dan menyusui pun harus berhati-hati sebelum mengonsumsi obat ini. Sebab, bagi kelompok terakhir, obat ini dikategorikan C dan D yang artinya bisa menimbulkan efek kepada janin.

Itulah perbedaan antara Norages Injeksi dan Norages Sirup. Tak ada perbedaan berarti memang, selain cara penggunaan keduanya. Pastikan untuk tidak menggunakan obat ini secara bebas dan sembarangan untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin saja terjadi.

Mengenal Obat Levonorgestrel

Mengenal Obat Levonorgestrel

Levonorgestrel adalah progestin sintetis yang mirip dengan Progesteron yang digunakan dalam kontrasepsi dan terapi hormon. Obat ini digunakan oleh wanita untuk mencegah kehamilan setelah kegagalan pengendalian kelahiran seperti kondom rusak atau hubungan seks tanpa kondom. 

Obat levonorgestrel adalah kontrasepsi darurat dan tidak boleh digunakan sebagai bentuk kontrasepsi biasa. Karena obat ini adalah hormon progestin yang bekerja terutama dengan mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) selama siklus menstruasi Anda, hal itu juga yang membuat cairan vagina Anda lebih kental untuk membantu mencegah sperma mencapai sel telur (pembuahan) dan mengubah lapisan rahim untuk mencegah penempelan sel telur yang telah dibuahi.

Levonorgestrel bisa digunakan sebagai obat yang dapat mencegah kehamilan, tetapi tidak akan mencegah penyebaran virus HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Secara global, levonorgestrel adalah kontrasepsi darurat yang paling umum digunakan. Obat ini awalnya diberikan persetujuan FDA pada tahun 1982 dan merupakan kontrasepsi darurat pertama yang hanya mengandung progesteron, menunjukkan tingkat kemanjuran yang tinggi dan kurangnya efek samping estrogenik bila dibandingkan dengan rejimen kontrasepsi darurat yang lebih lama.

Meskipun digunakan untuk wanita, obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada wanita dengan berat badan tertentu misalnya, lebih dari 74 kilogram atau jika Anda telah menggunakan obat lain tertentu dalam sebulan terakhir. Efek dan hal ini bisa mengakibatkan kehamilan walaupun Anda mengkonsumsi levonorgestrel. 

Karena levonorgestrel termasuk obat yang dijual bebas, Anda disarankan untuk periksa bahan pada label bahkan jika Anda pernah menggunakan produk sebelumnya. Produsen mungkin telah mengubah bahan-bahannya. Selain itu, produk dengan nama yang mirip mungkin mengandung bahan berbeda yang dimaksudkan untuk tujuan berbeda. Mengambil produk yang salah dapat membahayakan Anda.

Jika Anda menggunakan produk yang dijual bebas untuk mengobati sendiri, baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum minum obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, bicarakan dengan apoteker Anda. Jika dokter Anda telah meresepkan obat ini, minumlah sesuai petunjuk.

Untuk mengkonsumsi levonorgestrel, Anda harus minum 1 tablet melalui mulut dengan atau tanpa makanan sesegera mungkin setelah berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Obat ini bekerja paling baik bila diminum dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seks tanpa kondom. Jika Anda muntah dalam waktu 2 jam setelah minum obat ini, hubungi dokter Anda untuk menanyakan apakah Anda perlu mengulang dosis.

Efek samping penggunaan levonorgestrel antara lain mual atau muntah, sakit perut, kelelahan, pusing, perubahan perdarahan vagina, nyeri payudara, atau sakit kepala. Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, beritahu dokter atau apoteker Anda segera.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda melihat gejala reaksi alergi yang serius, termasuk: ruam, gatal atau bengkak terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan, pusing parah, kesulitan bernapas.

Setelah Anda minum obat ini, waktu menstruasi Anda akan tetap datang dan seberapa banyak Anda darah yang keluar dapat berubah karena obat ini. Jika menstruasi Anda terlambat lebih dari 7 hari, Anda mungkin perlu melakukan tes kehamilan. Namun jika Anda merasa memiliki masalah medis yang serius setelah konsumsi levonorgestrel, Anda disarankan untuk segera mencari bantuan medis.

Ini Tanda-Tanda Anda Mengalami Defisiensi Vitamin A

Defisiensi vitamin A adalah kondisi yang terjadi akibat asupan vitamin A yang tidak memadai, menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan tubuh. Kondisi ini lebih rentan terjadi pada wanita hamil, wanita menyusui, anak-anak, dan balita.

Ini Tanda-Tanda Anda Mengalami Defisiensi Vitamin A

Pada dasarnya, vitamin A diperlukan oleh tubuh untuk mendukung berbagai fungsi kesehatan, salah satunya kesehatan mata dan kulit. Vitamin A tidak dapat diproduksi sendiri dalam tubuh manusia. Anda hanya bisa mendapatkan kandungan vitamin A dari makanan yang dikonsumsi. 

Gejala defisiensi vitamin A

Bila Anda mengalami defisiensi vitamin A, Anda rentan terkena berbagai macam penyakit. Karena itu, sebaiknya kenali gejala yang mungkin Anda alami untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala dari kondisi kekurangan vitamin A antara lain: 

  • Rabun senja

Karena vitamin A penting untuk menjaga kesehatan mata, salah satu gejala yang akan Anda rasakan ketika kekurangan vitamin A adalah rabun senja. Rabun senja merupakan gangguan mata yang membuat Anda mengalami kesulitan penglihatan di malam hari.

Biasanya, rabun senja tidak akan terjadi dengan sendirinya kalau Anda tidak menderita kekurangan vitamin A. Untuk mengatasinya, Anda bisa meningkatkan asupan vitamin A, baik melalui makanan ataupun suplemen khusus.

Bila Anda ingin menggunakan suplemen vitamin A, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Suplemen dan makanan yang mengandung vitamin A sama-sama efektif dalam memperbaiki gejala rabun senja.

  • Kulit kering

Tidak hanya untuk mata, vitamin A juga sangat penting untuk kondisi kesehatan kulit. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kekeringan pada kulit karena sel kulit tidak mampu memproduksi sel kulit baru dan melawan peradangan, menimbulkan eksim.

Bila Anda mengalami eksim, kulit Anda akan terasa kering, gatal, dan meradang. Anda bisa mengobatinya dengan meminum obat khusus sebagai peningkat vitamin A. 

Eksim pada kulit tidak selalu menandakan bahwa Anda mengalami kekurangan vitamin A. Tapi, hal ini bisa menjadi salah faktor pemicunya. 

  • Infertilitas

Kurangnya vitamin A dalam tubuh juga bisa berdampak pada ketidakmampuan untuk mengandung dan infertilitas. Vitamin A dibutuhkan untuk mendukung sistem reproduksi pria dan wanita, sekaligus berkontribusi dalam perkembangan bayi.

Infertilitas atau ketidaksuburan bisa diatasi dengan asupan antioksidan yang memadai. Vitamin A bisa menjadi salah satu sumber antioksidan yang bisa membantu dalam mengatasinya. 

  • Pertumbuhan yang lambat

Pada anak-anak, defisiensi vitamin A dapat mengakibatkan lambatnya proses pertumbuhan. Hal ini bisa terjadi karena vitamin A memang menjadi salah satu sumber vitamin yang sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa meningkatkan asupan vitamin A pada anak, baik melalui makanan ataupun melalui suplemen khusus. Tapi, pastikan Anda telah berkonsultasi pada dokter mengenai keamanan konsumsi suplemen untuk anak Anda. 

  • Infeksi tenggorokan

Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan infeksi, salah satunya di tenggorokan dan dada. Infeksi ini bisa mengakibat kerusakan atau gangguan pada saluran pernapasan. 

Sama seperti gejala lain dari kekurangan vitamin A, infeksi tenggorokan bisa diatasi dengan meningkatkan asupan vitamin A, salah satunya melalui suplemen. Akan tetapi, hal ini kurang disarankan untuk anak-anak, karena belum ada penelitian yang bisa membuktikan dampak penggunaannya bagi anak-anak. 

Jadi, sebaiknya suplemen vitamin A hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar mengalami defisiensi cukup parah.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami gejala defisiensi vitamin A. Dokter bisa membantu dalam menentukan upaya penanganan yang paling tepat. 

Penyebab Gangguan Pendengaran Tuna Rungu dan Cara Mengatasinya

Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran dapat disebut tuna rungu ataupun tuli. Meski pun keduanya sama-sama populer dan sering digunakan, namun ternyata memiliki perbedaan secara penggunaan istilah. Tuna rungu dianggap lebih halus dan sopan untuk digunakan dalam tatanan sosial budaya dan dijadikan penyebutan dalam dunia medis. Sedangkan istilah tuli dianggap lebih kasar. Meski demikian, anggota komunitas Tuli lebih memilih disebut Tuli daripada tuna rungu. Mengapa demikian? Mereka beranggapan bahwa sapaan Tuli menunjukkan kelompok masyarakat yang memiliki identitas soial, bahasa ibu, dan budaya sendiri. Lalu, apa saja jenis dan penyebab gangguan pendengaran? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Jenis dan penyebab gangguan pendengaran

Tuna rungu memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari segi medis. Ketiganya berbeda dari segi penyebab. Penting untuk mengetahui dengan jelas penyebab tuna rungu pada seseorang sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

  • Gangguan pendengaran sensorineural (SNHL)

Gangguan pendengaran sensorineural(SNHL) menjadi penyebab 90% tuna rungu pada orang dewasa. Gangguan SNHL terjadi karena struktur bagian dalam mengalami kerusakan. Selain itu, SNHL juga bisa terjadi karena kerusakan syaraf pendengaran.

  • Gangguan pendengaran konduktif

Gangguan pendengaran konduktif adalah salah satu yang dapat menyebabkan seseorang menjadi tuna rungu. Penyebabnya yaitu adanya masalah pada gendang telinga, osikel, atau saluran telinga. Gangguan ini menyebabkan suara tidak dapat masuk pada telinga bagian dalam.

  • Gangguan pendengaran campuran

Gangguan pendengaran campuran tergolong paling rumit ditangani dibandingkan yang lainnya. Hal itu dikarenakan gangguan pendengaran campuran merupakan kombinasi gangguan SNHL dan gangguan kognitif. Kemampuan mendengar orang yang mengalami hal ini akan sangat buruk.

Cara mengatasi gangguan pendengaran

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi gangguan pendengaran yang dialami oleh seseorang. Tuna rungu pada setiap orang bisa berbeda-beda sehingga penanganannya pun akan disesuaikan. Berikut ini merupakan 3 cara mengatasi gangguan pendengaran yang sering digunakan.

  • Pemberian obat-obatan

Pemberian obat khusus dapat membantu mengatasi tuna rungu pada seseorang. Obat yang diberikan akan disesuaikan. Untuk penyakit Meniere, kombinasi obat tertentu akan diberikan beserta saran untuk melakukan diet rendah sodium dan natrium. Jika mengalami infeksi telinga kronis, Anda mungkin terbantu dengan obat antijamu dan antibiotik. Virus juga dapat membuat tuna rungu secara mendadak sehingga seringkali ditangani menggunakan obat kortikosteroid.

  • Pemakaian alat bantu dengar

Cara lain untuk mengatasi tuna rungu yaitu dengan memakai alat bantu dengar. Jenis alat bantu dengar bermacam-macam seperti jenis konvensional, alat bantu dengar dengan konduksi tulang, dan alat bantu dengan dengan implan koklea. Pemilihan alat bantu dengar akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

  • Operasi atau pembedahan

Selain obat dan alat bantu, operasi juga termasuk cara untuk mengatasi gangguan pendengaran. Tindakan pembedahan dilakukan jika berbagai obat tidak dapat mengatasi gangguan pendengaran yang dialami oleh seseorang. Beberapa jenis tuna rungu yang diatasi dengan operasi yaitu karena tumor jinak, trauma kepala penyebab kompartemen telinga pecah, serta tidak adanya saluran telinga tengah.  

Untuk dapat berkomunikasi dengan para tuna rungu, Anda dapat menggunakan bahasa isyarat. Sama seperti bahasa verbal, bahasa isyarat pun memiliki ragam jenis sesuai dengan daerah masing-masing. Komunitas Tuli di Indonesia menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sebagai bahasa utama. Untuk tuna rungu di Inggris, mereka menggunakan British Sign Language (BSL). Sedangkan di Amerika, terdapat Sign Language (ASL) yang digunakan tuna rungu Amerika Serikat. Semua bahasa isyarat tersebut dapat Anda pelajari, meski Anda bukan seorang tuna rungu.

Altitude Sickness

Altitude sickness merupakan gejala yang dialami penderita dimana mereka mendaki di tempat yang tinggi dengan terlalu cepat. Kondisi tersebut juga bisa dialami ketika penderita merasa tidak tahan di ketinggian tertentu.

Orang-orang bisa mengalami altitude sickness ketika mereka berada di ketinggian lebih dari 250 meter. Semakin cepat seseorang berada di ketinggian tertentu, semakin besar risiko gejala yang akan dialami.

Pada umumnya, altitude sickness dipengaruhi oleh kondisi tubuh seseorang dan medan pendakian yang dilewati. Jika medan yang dilewati seseorang tinggi, mereka akan membutuhkan energi lebih banyak untuk melewati permukaan tersebut.

Gejala

Altitude sickness juga dapat menimbulkan berbagai gejala, namun berbeda-beda bagi setiap orang. Gejala-gejala yang dialami penderita ditentukan oleh derajat beratnya medan yang dilewati. Berikut adalah informasi secara spesifik tentang derajat berat medan:

  1. Derajat ringan

Seseorang yang melewati derajat ringan bisa merasa lelah, pusing, sesak nafas, nafsu makan berkurang, badan tidak enak, dan kesulitan untuk tidur. Gejala-gejala tersebut bisa terjadi dalam 12 hingga 24 jam setelah seseorang mendaki di medan tersebut. Gejalanya juga akan berkurang dalam waktu yang sama karena tubuh mereka sudah semakin terbiasa terhadap hal tersebut.

  • Derajat sedang

Pada dasarnya, seseorang yang melewati derajat sedang akan mengalami gejala yang sama seperti derajat ringan. Namun, gejala yang dialami akan semakin memburuk. Hal tersebut juga akan membuat penderita kehilangan kondisi tubuh dan merasa sulit untuk berjalan. Proses pemulihan akibat gejala yang dialami bisa membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan derajat ringan.

  • Derajat berat

Seseorang yang melewati derajat berat akan mengalami gejala yang parah sehingga membutuhkan perawatan secepatnya. Gejala-gejala yang bisa dialami penderita adalah tubuh terasa sesak, tidak bisa berjalan, merasa bingung, batuk, kulit memucat, dan adanya cairan pada bagian paru dan otak.

Penyebab

Seseorang yang mengalami altitude sickness dipengaruhi oleh kondisi tubuh. Sebagian orang mungkin merasa kuat untuk mendaki, namun sebagian orang merasa lemah untuk melakukan hal tersebut.

Selain itu, mendaki terlalu cepat di suatu ketinggian dapat mempengaruhi kondisi mereka, apakah kondisinya akan memburuk atau tidak. Tubuh manusia membutuhkan waktu satu hingga tiga hari untuk beradaptasi di ketinggian tertentu.

Selain kondisi tubuh manusia dan kecepatan mendaki, altitude sickness juga dipengaruhi oleh aktivitas yang terlalu berat dalam waktu 24 jam pendakian, hipotermia, kurangnya asupan cairan pada tubuh, dan mengkonsumsi alkohol atau zat sedatif.

Diagnosis

Jika Anda mengalami altitude sickness, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda dengan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan dada (jika terdapat cairan di bagian paru) dan tanda-tanda vital.

Pengobatan

Untuk mengobati altitude sickness, Anda sebaiknya beristirahat sampai kondisi Anda pulih. Namun, jika kondisi yang Anda alami tergolong ringan seperti merasa lelah, Anda bisa melanjutkan pendakiannya, namun Anda perlu mendaki lebih pelan.

Selain itu, Anda juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih dan membawa obat untuk membantu menjaga kondisi tubuh. Anda sebaiknya tidak melakukan kebiasaan buruk dengan merokok, mengkonsumsi alkohol, atau mengkonsumsi zat sedatif.

Kesimpulan


Altitude sickness merupakan gangguan yang perlu diwaspadai, karena gangguan tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, baik ringan maupun berat. Oleh karena itu, jika Anda ingin melakukan pendakian, pastikan Anda menjaga kondisi Anda dan bawa perlengkapan sesuai kebutuhan, terutama yang dapat membantu mengobati gejala yang bisa Anda alami.

Waspadai Dermatomiositis, Penyakit Inflamasi Langka yang Dapat Menyerang Siapa Saja

Anda mungkin pernah mengalami ruam pada area tertentu di kulit atau pernah melihat seseorang yang mengalami hal serupa. Ruam kulit dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu, seperti penyakit inflamasi langka, dermatomiositis.

Dermatomiositis dapat terjadi pada siapa saja, baik itu orang dewasa, wanita atau pria, hingga anak-anak.Umumnya kelompok usia dengan rentang antara 40-60 tahun rawan terserang dermatomiositis. Sementara itu, dermatomiositis biasanya menyerang anak-anak yang berusia 5-15 tahun.

Seperti apa gejala dan tanda dermatomiositis?

Gejala utama dari penyakit inflamasi ini adalah ruam pada kulit yang berwarna merah atau ungu pada area sekitar wajah, seperti kelopak mata, hidung, dan pipi. Tidak jarang, ruam ini juga dapat muncul di bagian dada atas, siku, lutut, dan buku-buku jari. Ruam ini biasanya disertai dengan rasa gatal atau menyakitkan. Selain itu, mungkin juga akan muncul benjolan keras di bawah kulit yang disebut dengan kalsinosis.

Kondisi di bawah ini juga perlu Anda waspadai sebagai gejala dermatomiositis:

  • mengalami kesulitan ketika menelan makanan
  • rentan mengalami kelelahan
  • rasa kaku dan nyeri pada otot
  • demam
  • penurunan berat badan tanpa direncanakan

Ada pun penyebab dari dermatomiositis hingga saat ini belum ditemukan. Namun, penyakit ini seringkali dikaitkan dengan penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel antibodi malah berbalik menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Dalam kasus dermatomiositis, jaringan otot pada pembuluh darah kecil diserang oleh sel-sel inflamasi tubuh, sehingga menyebabkan pembuluh darah dan jaringan-jaringan otot rusak.

Pengobatan yang ditujukan untuk mengatasi dermatomiositis hanya terbatas pada mengobati gejala yang timbul. Beberapa cara yang umumnya diberikan pada pasien dermatomiositis:

  • kortikosteroid: jenis obat yang berfungsi mengontrol gejala yang timbul secara tepat. Penggunaan obat ini membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk pemakaian jangka panjang, karena berisiko menimbulkan efek samping.
  • Obat pendukung kortikosteroid: digunakan secara berdampingan dengan obat utama kortikosteroid untuk menurunkan dosis dan efek samping.
  • Obat imunosupresan.
  • Obat rheumatoid arthritis.

Sementara itu, cara untuk mengatasi masalah otot yang ditimbulkan akibat terkena dermatomiositis, antara lain:

  • Terapi panas
  • Olahraga
  • Orthotics
  • Alat untuk membantu berdiri tegak
  • Pengobatan imunoglobulin intravena (IVIg)

Trigger Finger

Trigger finger adalah inflamasi pada tendon atau jaringan pengikat tulang dan otot dimana masalah tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri ketika salah satu atau beberapa jari ditekuk. Rasa nyeri di jari juga menjadi kaku pada posisi tertentu sehingga tidak bisa digerakkan.

Trigger finger juga dikenal sebagai stenosing tenosynovitis atau stenosing tenovaginosis. Kondisi tersebut dapat terjadi pada satu atau beberapa jari, baik di salah satu tangan maupun keduanya.

Selain itu, jari pelatuk pada umumnya dialami oleh jari tangan kanan, dan jari yang paling sering terkena trigger finger adalah ibu jari, jari manis, dan kelingking.

Gejala Trigger Finger

Orang-orang yang terkena trigger finger akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Jari terasa kaku.
  • Terdengar bunyi ‘klik’ ketika jari digerakkan.
  • Jari terasa nyeri ketika disentuh.
  • Terdapat benjolan pada pangkal jari.
  • Jari membengkok dan tidak bisa diluruskan.

Gejala yang dialami seseorang bisa ringan atau berat. Masalah tersebut juga bisa berkembang sehingga kondisinya terlihat parah.

Penyebab Trigger Finger

Orang-orang yang mengalami trigger finger umumnya disebabkan oleh peradangan pada tendon jari atau lapisan pelindung tendon. Masalah tersebut dapat membuat jari seseorang bengkak.

Pembengkakan yang dialami akan mengurangi ruang gerak tendon dalam lapisan pelindung tendon. Ketika mengeluarkan bunyi ‘klik,’ jari mengalami pembengkokan sehingga sulit untuk diatur kembali ke posisi semula.

Selain itu, pembengkokan pada jari dapat membuat seseorang mengalami rasa nyeri akibat benjolan yang ada pada bagian jari tersebut.

Selain pembengkakan, trigger finger juga disebabkan oleh faktor berikut:

  • Jenis kelamin

Wanita lebih sering mengalami trigger finger dibandingkan dengan pria.

  • Usia

Orang-orang yang berusia lebih dari 40 tahun lebih sering mengalami trigger finger.

  • Kondisi medis

Kondisi medis seperti diabetes juga dapat memicu terjadinya trigger finger.

  • Operasi

Trigger finger juga bisa disebabkan oleh operasi untuk mengatasi carpal tunnel syndrome.

Diagnosis

Jika Anda mengalami trigger finger, Anda perlu periksa jari Anda ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter memerlukan informasi terkait dengan kondisi yang Anda alami sehingga dapat memicu trigger finger.

Setelah itu, dokter akan meminta Anda untuk menggerakan jari Anda. Dokter kemudian akan memeriksa kondisi pada jari tersebut, untuk mengetahui seberapa parah pembengkakan tersebut dan jika terdapat benjolan pada jari Anda.

Cara Mengobati Trigger Finger

Cara mengobati trigger finger bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami pasien. Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati trigger finger:

  • Mengistirahatkan jari

Dokter akan menyarankan Anda untuk tidak menggerakkan jari selama beberapa waktu.

  • Menggunakan obat

Dokter bisa meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen.

  • Memasang bidai

Anda juga dapat menggunakan bidai atau splint untuk membantu memulihkan jari Anda.

  • Melatih peregangan jari

Dokter juga dapat membantu Anda untuk melatih peregangan jari untuk mencegah kekakuan pada jari tersebut.

  • Menjalani operasi

Trigger finger juga dapat diatasi dengan operasi, namun bergantung pada rasa nyeri yang terjadi dan berkurangnya fungsi jari. Dokter akan membuat sayatan kecil di dekat pangkal jari, kemudian membuka lapisan pelindung tendon untuk membantu meredakan jari tersebut.

Pencegahan Trigger Finger

Untuk mencegah trigger finger, Anda sebaiknya jangan terlalu banyak mencengkram jari Anda supaya jari Anda tidak menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Persiapan Terkait Dengan Trigger Finger

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda terkena trigger finger. Sebelum berkonsultasi, Anda sebaiknya mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Membuat daftar gejala yang Anda alami.
  • Mencatat riwayat medis yang pernah Anda alami.
  • Mencatat obat yang pernah Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Bila perlu, minta teman atau keluarga untuk mendampingi Anda untuk membantu mengingat masalah tersebut.