Category: Penyakit

Apa Saja Gejala Demam Berdarah Pada Orang Dewasa?

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang cukup umum terjadi di Indonesia khususnya saat musim hujan melanda. Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dan sering masuk ke dalam golongan Kejadian Luar Biasa (KLB).  Demam tinggi merupakan salah satu gejala demam berdarah pada orang dewasa maupun anak-anak.

Apa Saja Gejala Demam Berdarah Pada Orang Dewasa?

Di Indonesia, menurut Kementerian Kesehatan ada sekitar 103.781 kasus demam berdarah yang mengakibatkan 727 kematian. Menurut CDC (Centers for Disease Control) ada sekitar 400 juta kasus demam berdarah setiap tahunnya di seluruh dunia khususnya di negara tropis. Beberapa negara yang memiliki risiko demam berdarah seperti berikut ini.

Demam berdarah dengue pada anak
  • Sub-Sahara Afrika
  • Amerika Tengah
  • Meksiko
  • Karibia
  • Kepulauan Pasifik
  • India
  • Amerika Selatan
  • Asia Tenggara
  • Cina Selatan
  • Taiwan
  • Australia bagian utara

Gejala demam berdarah pada orang dewasa maupun anak-anak berlangsung 2 hingga 7 hari dan gejala tersebut akan mereda dalam waktu seminggu. Beberapa gejala demam berdarah seperti:

  • Demam dengan suhu lebih dari 41 derajat yang datang secara tiba-tiba.
  • Sakit kepala
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ruam (muncul pada hari kedua hingga kelima setelah demam)
  • Mual
  • Muntah

Meski gejala dapat mereda dalam kurun waktu satu minggu, namun pada beberapa kasus gejala bisa memburuk yang berupa:

  • Sakit perut yang parah
  • Muntah ringan sampai berat (tiga kali dalam 24 jam)
  • Pendarahan ringan pada hidung atau gusi
  • Muntah darah
  • Adanya darah dalam tinja
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pendarahan di bawah kulit seperti memar

Gejala demam berdarah pada orang dewasa maupun anak-anak yang parah dapat terjadi karena kerusakan dan bocornya pembuluh darah sehingga menyebabkan menurunnya trombosit dalam aliran darah. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko pendarahan internal, kegagalan organ, syok hingga kematian.

Jika Anda memiliki gejala demam berdarah yang parah, maka segera datangi rumah sakit. Karena itu merupakan tanda bahaya yang bisa mengancam jiwa karena dapat berkembang dengan cepat.

Komplikasi Demam Berdarah

Demam berdarah juga bisa mengembangkan komplikasi yang disebut demam berdarah dengue, dengan gejala seperti:

  • Demam tinggi
  • Kerusakan pada sistem limfatik
  • Kerusakan pada pembuluh darah
  • Mimisan
  • Pendarahan di bawah kulit
  • Pembesaran hati
  • kegagalan sistem peredaran darah

Gejala tersebut bisa memicum sindrom syok dengue yang berupa tekanan darah rendah, nadi lemah, kulit lembab, dingin dan gelisah. Dalam kasus yang lebih parah bisa menyebabkan perdarahan secara berlebihan hingga kematian.

Penyebab

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan salah satu dari empat jenis virus dengue. Saat Anda tergigit nyamuk Aedes aegypti, maka virus akan memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko tertular demam berdarah yaitu:

  • Tinggal di negara tropis atau subtropis.
  • Pernah menderita demam berdarah sebelumnya.
  • Adanya genangan air di sekitar rumah

Orang yang sebelumnya pernah menderita demam berdarah jika terinfeksi lagi bisa memiliki risiko terkena penyakit tersebut dengan gejala yang lebih parah.

  • Pencegahan

Demam berdarah bisa dicegah dengan beberapa cara seperti:

  • Mengurangi populasi nyamuk dengan tidak membiarkan adanya genangan air di sekitar rumah.
  • Menggunakan obat nyamuk di dalam rumah atau lotion anti nyamuk saat keluar rumah.
  • Gunakan jaring nyamuk pada jendela atau ventilasi agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah.
  • Melakukan gotong royong untuk membersihkan daerah rumah khususnya gorong-gorong dengan warga sekitar.
  • Memiliki wadah khusus untuk meletakkan pakaian bekas pakai.

Waspadai gejala demam berdarah pada orang dewasa maupun anak-anak sebelum menjadi komplikasi berbahaya.

Kadar Hematokrit Rendah Saat Tes? Ini Penyebabnya!

Untuk bisa mengetahui apakah kadar sel darah Anda tinggi, normal, dan rendah, Anda perlu melakukan tes hematokrit. Seperti diketahui jika kadar hematokrit Anda tidak tinggi, itu adalah pertanda Anda mengalami anemia atau dehidrasi. Bagaimana dengan hematokrit rendah?

Lalu apa hematokrit itu?

Hematokrit adalah jumlah persentase sel darah merah dalam volume darah tubuh. Hematokrit ini biasanya dinyatakan dalam persentase.

Sebagai contoh, jika hematokrit 35% berarti terdapat 35 mililiter sel darah merah dalam 100 mililiter darah di dalam tubuh.

Seperti diketahui pada tubuh sel darah merah merupakan unsur paling penting sebab bertugas mengangkut oksigen dan nutrisi lalu mengedarkannya ke seluruh tubuh.

Selain sel darah merah terdapat sel darah putih yang mempunyai fungsi sebagai antibodi dan pembunuh kuman penyebab infeksi.

Tes hematokrit

Supaya Anda benar-benar mengetahui apakah kadar hematokrit rendah atau tidak Anda perlu melakukan tes.

Tes hematokrit ini merupakan bagian dari pemeriksaan darah secara lengkap, dan juga digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis kesehatan tubuh serta membantu dokter untuk dapat menentukan level kondisi tubuh dalam merespons obat-obatan.

Beberapa faktor menjadi penyebab mengapa orang perlu melakukan tes hematokrit, yaitu mengalami anemia, leukemia, dehidrasi, dan kekurangan makanan.

Bagaimana prosedurnya?

Tes hematokrit ini mempunyai prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan. Pertama, dimulai dari pengambilan sampel darah.

Cara pengambilan sampel ini adalah dengan menusukkan jarum ke pembuluh darah vena dari dalam siku atau punggung tangan untuk pembengkakan pembuluh darah setelah sebelumnya area yang ditusuk dibersihkan terlebih dahulu dengan antiseptik dan dipasangi torniket atau karet gelang.

Ketika darah dalam sampel sudah masuk semua ke dalam botol yang sudah disiapkan, petugas akan melepas torniket lalu menutupi area tusukan dengan perban untuk menghentikan pendarahan.

Proses pengambilan sampel darah proses tes ini memang sangat tidak nyaman, Anda yang menjalaninya akan merasakan sakit karena ditusuk atau malah pusing dan pingsan melihat darah.

Selain itu, tes memberikan efek samping berupa memar di area kulit yang ditusuk namun dalam beberapa hari memar akan hilang.

Tes ini sendiri juga hanya dilakukan beberapa menit. Setelah pengambilan, sampel kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diuji dan dievaluasi dengan melihat sel darah merah, antikoagulan, dan plasma darah yang sudah dipisahkan sebelumnya melalui centrifuge, alat pemeriksa sampel di laboratorium berupa mesin berkecepatan tinggi.

Ketika evaluasi sudah selesai, Anda bisa tahu mengenai hasilnya apakah persentase sel darah merah yang Anda punya itu tinggi, normal, atau rendah.

Bagaimana cara membacanya?

Persentase kadar hematokrit setelah tes dipengaruhi usia dan jenis kelamin. Kadar normal hematokrit dalam tubuh adalah sebagai berikut:

Pada bayi baru lahir kadarnya adalah 55% hingga 68%. Ketika bayi mencapai usia 1 minggu kadarnya adalah 47% hingga 65%, dan pada usia 1 bulan adalah 37% hingga 49%.

Saat bayi beranjak di usia 3 bulan kadarnya adalah 30% hingga 36%, dan ketika di usia 1 tahun adalah 29% hingga 41%.

Apabila anak Anda berusia 10 tahun, dan melakukan tes hematokrit perlu diketahui bahwa kadarnya adalah 36% hingga 40%.

Lalu bagaimana dengan orang dewasa?

Bagi orang dewasa, baik pria maupun wanita kadar normal hematokrit dalam tubuh adalah 42% hingga 54% bagi pria dan 38% hingga 46% bagi wanita.

Jika kadar sel darah merah Anda kurang atau tinggi dari kadar yang ditetapkan berarti persentase sel darah merah Anda tidak normal, dan ada indikasi bahwa Anda mengalami anemia atau leukemia.

Penyebab kadar sel darah merah rendah

Penyebab terjadinya kadar sel darah merah rendah adalah karena adanya penyakit-penyakit dalam tubuh seperti anemia, leukemia, gagal ginjal, dan limfoma.

Kadar Hematokrit Rendah Saat Tes? Ini Penyebabnya!Penyebab lain hematokrit rendah adalah kehamilan, pendonoran darah, kehilangan banyak darah, dan tinggal di dataran tinggi.

Cara Mengatasi Gigi Depan Patah karena Keropos

Sebetulnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pada gigi. Langkah ini pun bisa dikerjakan oleh kita untuk menghindari gigi depan patah karena keropos. Tentu saja, jika gigi sudah patah itu bakal membuat kita tidak percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, jika kita sudah tahu ada pengeroposan pada gigi, maka tak ada salahnya bila beberapa langkah ini diterapkan sebagai upaya mengatasinya. 

Cara pertama untuk mengatasi pengeroposan pada gigi adalah dengan mengurangi makanan dan minuman asam serta manis. Makanan asam, seperti jeruk dan lemon, kendati kaya vitamin C, tapi bisa membuat gigi keropos kalau dikonsumsinya secara berlebihan. Hal itu karena asam bisa membuat dentin dan enamel pada gigi terkikis yang akibatnya adalah membuat gigi jadi keropos. 

Cara menutupi gigi depan yang berlubang bisa dengan tambal, veneer, hingga mahkota jaket

Sementara mengonsumsi makan dan minuman manis perlu dihindari karena makanan dan minuman manis ini mengundang bakteri pada mulut serta memicu bakteri menghasilkan asam yang tak bagus untuk kesehatan gigi. Oleh karena itulah dalam mengatasi gigi keropos upaya penting yang perlu dilakukan adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman asam serta manis. 

Kendati demikian, kita sebetulnya bisa pula mengatasi pengeroposan pada gigi dengan mengunyah permen karet. Akan tetapi, permen karet yang dapat diandalkan hanyalah permen yang tidak mengandung gula. Telah disampaikan sebelumnya, makanan manis memicu bakteri menghasilkan asam. Oleh karena itu carilah permen karet tanpa kandungan gula. 

Lantas bagaimana cari permen karet ini bekerja agar kita tidak mengalami gigi depan patah karena keropos? Dirangkum dari berbagai sumber, ternyata mengunyah permen karet tanpa kandungan gula ini bisa membantu mulut memproduksi air liur. Untuk diketahui, air liur ini memang penting untuk menjaga kelembapan gigi dan membersihkan asam pada mulut. 

Di sisi lain, menjaga produktivitas air liur diperlukan karena salah satu penyebab pengeroposan pada gigi adalah mulut kering. Selain mengunyah permen karet, sebagai informasi, produksi air liur juga bisa didorong dengan menjaga asupan air mineral ke dalam tubuh. Itulah korelasi dan cara kerja permen karet tanpa gula untuk mengatasi gigi keropos. 

Hal utama mengatasi pengeroposan gigi adalah dengan menjaga kebersihan gigi. Jika anda termasuk orang nan malas sikat gigi atau berkumur, maka segera tinggalkan kebiasaan itu. Menjaga kebersihan gigi memang penting agar kotoran pada mulut tidak menumpuk. Nah, apabila kotoran dibiarkan menumpuk, maka dampaknya adalah munculnya plak dan karang gigi. Kondisi tersebut bisa menjadi penyebab utama gigi depan patah karena keropos. 

Demikian hal-hal yang dapat disampaikan untuk mengatasi pengeroposan pada gigi. Kendati sangat mudah dan sederhana, tetapi semua itu akan sulit dilakukan apabila kita tidak konsisten dalam menerapkannya. Di sisi lain, meskipun pengeroposan gigi ini bisa diatasi, tapi langkah terbaik adalah mencegahnya. 

Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan ialah dengan mengurangi juga konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein serta alkohol. Sudah disinggung sebelumnya, salah satu penyebab gigi keropos adalah mulut kering. Nah, yang memicu mulut kering ini di antaranya adalah kafein dan alkohol. Oleh sebab itu agar terhindar dari gigi depan patah karena keropos, maka kita harus meminimalisir mengonsumsi kafein dan alkohol. 

Akhir kata, semoga artikel singkat ini dapat membantu anda dalam mengatasi masalah pada gigi, khususnya yang bisa membuat gigi depan patah karena keropos. Tentu saja, hal utama yang perlu dilakukan adalah dengan menghindari faktor-faktor yang menyebabkan gigi keropos. Ingat, gigi yang keropos dan patah bakal mengganggu aktivitas kita!

Cara Meningkatkan Tekanan Darah dengan Cara Alami

Cara Meningkatkan Tekanan Darah dengan Cara Alami

Cara meningkatkan tekanan darah dengan cara alami. Tekanan darah bagi orang dewasa normalnya adalah 120/80 mmHg. Apabila mencapai angka di bawah 90/60 mmHg, maka bisa dikatakan orang tersebut mengalami tekanan darah rendah.

Tekanan darah rendah atau hipotensi seharusnya jangan dianggap sepele apalagi dibiarkan. Tekanan darah rendah akan mengakibatkan Anda mengalami gejala seperti pusing hingga mudah pingsan. Kalau dibiarkan sampai kondisi parah, penyakit ini bisa membahayakan nyawa.

Ada banyak pilihan cara untuk meningkatkan tekanan darah. Untuk pilihan  yang efektif dan aman, Anda bisa mencoba cara alami untuk meningkatkan tekanan darah.

Untuk itu, Anda perlu mencari cara bagaimana cara meningkatkan tekanan darah dengan cara alami.

Meningkatkan Tekanan Darah Secara Alami

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tekanan darah secara alami.

1. Konsumsi Garam

Salah satu cara untuk meningkatkan tekanan darah adalah dengan menggunakan sodium atau garam. Namun, jangan berlebihan mengonsumsi garam karena bisa menyebabkan tekanan darah terlalu naik atau tinggi.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Salah satu penyebab turunnya tekanan darah adalah dehidrasi. Oleh karena itu, menjaga asupan air putih penting untuk menjaga tekanan darah Anda.

3. Menjaga Asupan Makanan Bergizi Seimbang

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang adalah salah satu cara terbaik menjaga tekanan darah. Anda jangan sampai kekurangan nutrisi seperti vitamin B-12, folat, dan zat besi yang bisa menyebabkan anemia hingga tekanan darah rendah,

Namun, tetap jaga asupan makanan agar tidak sampai berlebihan yang mengakibatkan tekanan darah naik hingga hipertensi. 

4. Jaga Porsi Makan

Untuk yang biasa mengonsumi makanan dalam porsi besar, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, mengonsumsi makanan porsi besar dapat menyebabkan tekanan darah menjadi turun. 

5. Batasi Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat mengakibatkan Anda dehidrasi, menimbulkan interaksi dengan obat, hingga menyebabkan turunnya tekanan darah rendah. Oleh karena itu, Anda perlu mengurangi minuman beralkohol.

6. Menjaga Kadar Gula Darah

Salah satu penyebab turunnya tekanan darah adalah tingginya kadar gula darah. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa serta mengontrol kadar gula darah Anda secara berkala.

7. Olahraga Teratur

Anda juga bisa menjaga tekanan darah Anda melalui olah fisik atau olahraga. Berolahraga secara teratur bisa membuat aliran darah menjadi lancar, sehingga tekanan darah bisa berada di angka normal.

8. Duduk Bersila

Anda juga bisa menjaga tekanan darah dengan melakukan duduk bersila. Sayangnya, gerakan ini tidak direkomendasikan bagi Anda yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

9. Jangan Mengubah Posisi Tubuh Tiba-Tiba

Bagi penderita tekanan darah rendah, duduk atau berdiri secara tiba-tiba dapat mengakibatkan pusing hingga pingsan. Hal ini terjadi karena jantung kesulitan memompa darah keseluruh tubuh yang bergerak cepat secara tiba-tiba.

10. Jangan Berendam Air Hangat Terlalu Lama

Berendam air hangat dapat menurunkan tekanan darah Anda. Untuk itu, jika ingin meningkatkan tekanan darah, hindari kegiatan berendam air hangat terlalu lama.

11. Menggunakan Stoking Kompresi

Stoking kompresi bisa membuat darah yang berkumpul di kaki menjadi berkurang dan mengalirkannya ke area tubuh lain. Sehingga, stoking kompresi bisa menaikan tekanan darah Anda.

12. Periksa Kondisi Tiroid

Kondisi gangguan tiroid dapat menyebabkan turunnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika Anda tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Oleh karena itu, dengan menyembuhkan kondisi tiroid, Anda dapat menaikan tekanan darah.

Demikian cara meningkatkan darah secara alami. Beberapa cara tersebut dapat menghindarkan Anda dari tekanan darah rendah. Namun, Anda juga perlu berhati-hati agar tak berlebihan dan menyebabkan tekanan darah terlalu tinggi.

Beberapa Cara Pengobatan dan Perawatan Untuk Penyakit Ayan

Epilepsi adalah gangguan kronis yang menyebabkan kejang berulang tanpa alasan atau disebut juga penyakit ayan. Kejang adalah aliran tiba-tiba aktivitas listrik di otak.

Gejala epilepsi paling utama adalah kejang

Ada dua jenis utama kejang. Kejang umum mempengaruhi seluruh otak. Kejang fokal, atau parsial, hanya mempengaruhi satu bagian otak.Kejang ringan mungkin sulit dikenali. Itu bisa berlangsung beberapa detik di mana Anda kurang kesadaran.

Kejang yang lebih kuat dapat menyebabkan kejang dan kedutan otot yang tidak terkendali, dan dapat berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Selama kejang yang lebih kuat, beberapa orang menjadi bingung atau kehilangan kesadaran. Setelah itu Anda mungkin tidak memiliki ingatan tentang hal itu terjadi.Ada beberapa alasan Anda mungkin mengalami kejang. Ini termasuk:

  • demam tinggi
  • trauma kepala
  • gula darah sangat rendah
  • penarikan alkohol

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang cukup umum yang mempengaruhi 65 juta orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, itu mempengaruhi sekitar 3 juta orang.

Siapa pun dapat mengembangkan epilepsi, tetapi lebih sering terjadi pada anak kecil dan orang dewasa yang lebih tua. Ini terjadi sedikit lebih banyak pada pria daripada pada wanita. Tidak ada obat untuk epilepsi, tetapi gangguan ini dapat dikelola dengan obat-obatan dan strategi lainnya.

Apakah epilepsi turun temurun?

Mungkin ada sebanyak 500 gen yang berhubungan dengan epilepsi. Genetika juga dapat memberi Anda “ambang kejang” alami. Jika Anda mewarisi ambang kejang yang rendah, Anda lebih rentan terhadap pemicu kejang. Ambang batas yang lebih tinggi berarti Anda cenderung tidak mengalami kejang.

Epilepsi terkadang diturunkan dalam keluarga. Namun, risiko mewarisi kondisi ini cukup rendah. Kebanyakan orang tua dengan epilepsi tidak memiliki anak dengan epilepsi.

Secara umum, risiko terkena epilepsi pada usia 20 tahun adalah sekitar 1 persen, atau 1 dari setiap 100 orang. Jika Anda memiliki orang tua dengan epilepsi karena penyebab genetik, risiko Anda meningkat ke suatu tempat antara 2 hingga 5 persen.Jika orang tua Anda menderita epilepsi karena penyebab lain, seperti stroke atau cedera otak, itu tidak memengaruhi peluang Anda terkena epilepsi.

Kondisi langka tertentu, seperti tuberous sclerosis dan neurofibromatosis, dapat menyebabkan kejang. Ini adalah kondisi yang dapat berjalan dalam keluarga. Epilepsi tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki anak. Tetapi beberapa obat epilepsi dapat mempengaruhi bayi Anda yang belum lahir. Jangan berhenti minum obat Anda, tetapi bicarakan dengan dokter Anda sebelum hamil atau segera setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil.

Jika Anda menderita epilepsi dan khawatir untuk memulai sebuah keluarga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konselor genetik.

Apa yang menyebabkan epilepsi?

Untuk 6 dari 10 orang dengan epilepsi atau penyakit ayan, penyebabnya tidak dapat ditentukan. Berbagai hal dapat menyebabkan kejang. Kemungkinan penyebabnya meliputi:

  • cedera otak traumatis
  • jaringan parut di otak setelah cedera otak (epilepsi pasca-trauma)
  • penyakit serius atau demam yang sangat tinggi
  • stroke, yang merupakan penyebab utama epilepsi pada orang di atas usia 35 tahun
  • penyakit pembuluh darah lainnya
  • kekurangan oksigen ke otak
  • tumor atau kista otak
  • demensia atau penyakit Alzheimer
  • penggunaan obat ibu, cedera prenatal, malformasi otak, atau kekurangan oksigen saat lahir
  • penyakit menular seperti AIDS dan meningitis
  • kelainan genetik atau perkembangan atau penyakit saraf

Keturunan berperan dalam beberapa jenis epilepsi. Pada populasi umum, ada kemungkinan 1 persen mengembangkan epilepsi sebelum usia 20 tahun. Jika Anda memiliki orang tua yang epilepsinya terkait dengan genetika, itu meningkatkan risiko Anda menjadi 2 hingga 5 persen.

Genetika juga dapat membuat beberapa orang lebih rentan terhadap kejang dari pemicu lingkungan. Epilepsi dapat berkembang pada usia berapa pun. Diagnosis biasanya terjadi pada anak usia dini atau setelah usia 60 tahun.

Bagaimana pengobatan epilepsi?

Kebanyakan orang dapat mengelola epilepsi. Rencana perawatan Anda akan didasarkan pada tingkat keparahan gejala, kesehatan Anda, dan seberapa baik Anda merespons terapi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Obat anti-epilepsi (antikonvulsan, antikejang): Obat-obatan ini dapat mengurangi jumlah kejang yang Anda alami. Pada beberapa orang, mereka menghilangkan kejang. Agar efektif, obat harus diminum persis seperti yang ditentukan.
  • Stimulator saraf vagus: Perangkat ini ditempatkan secara operasi di bawah kulit di dada dan secara elektrik merangsang saraf yang mengalir melalui leher Anda. Ini dapat membantu mencegah kejang.
  • Diet ketogenik: Lebih dari separuh orang yang tidak menanggapi pengobatan mendapat manfaat dari diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini.
  • Operasi otak: Area otak yang menyebabkan aktivitas kejang dapat dihilangkan atau diubah.
  • Penelitian pengobatan baru sedang berlangsung. Salah satu pengobatan yang mungkin tersedia di masa depan adalah stimulasi otak dalam. Ini adalah prosedur di mana elektroda ditanamkan ke otak Anda. Kemudian generator ditanamkan di dada Anda. Generator mengirimkan impuls listrik ke otak untuk membantu mengurangi kejang.

Jalan penelitian lain melibatkan perangkat seperti alat pacu jantung. Ini akan memeriksa pola aktivitas otak dan mengirim muatan listrik atau obat untuk menghentikan kejang. Operasi invasif minimal dan radiosurgery juga sedang diselidiki.

Obat untuk epilepsi

Pengobatan lini pertama untuk epilepsi adalah obat anti kejang. Obat-obatan ini membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan kejang. Mereka tidak bisa menghentikan kejang yang sudah berlangsung, juga bukan obat untuk epilepsi.

Obat diserap oleh lambung. Kemudian mengalirkan aliran darah ke otak. Ini mempengaruhi neurotransmitter dengan cara yang mengurangi aktivitas listrik yang menyebabkan kejang. Obat anti kejang melewati saluran pencernaan dan meninggalkan tubuh melalui urin.Ada banyak obat anti kejang di pasaran. Dokter Anda dapat meresepkan obat tunggal atau kombinasi obat, tergantung pada jenis kejang yang Anda alami.

Obat epilepsi umum meliputi:

  • levetiracetam (Keppra)
  • lamotrigine (Lamictal)
  • topiramate (Topamax)
  • asam valproat (Depakote)
  • karbamazepin (Tegretol)
  • etosuximida (Zarontin)

Obat-obatan ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet, cairan, atau injeksi dan diminum sekali atau dua kali sehari. Anda akan mulai dengan dosis serendah mungkin, yang dapat disesuaikan hingga mulai bekerja. Obat-obatan ini harus diminum secara konsisten dan sesuai resep. Beberapa efek samping potensial mungkin termasuk:

  • kelelahan
  • pusing
  • ruam kulit
  • koordinasi yang buruk
  • masalah memori

Jarang, tetapi efek samping yang serius termasuk depresi dan radang hati atau organ lain. Epilepsi atau penyakit ayan berbeda untuk setiap orang, tetapi kebanyakan orang membaik dengan obat anti kejang. Beberapa anak dengan epilepsi berhenti mengalami kejang dan dapat berhenti minum obat.

Penyebab Benjolan di Dekat Lubang Dubur dan Cara Mengatasinya

Munculnya benjolan di dekat lubang dubur dapat membuat rasa tidak nyaman karena nyeri, terutama saat duduk dan berjalan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan sampai berbahaya. Karena itu, penting untuk mengenali penyebab benjolan di dekat lubang dubur.

Benjolan di anus dapat muncul akibat ambeien

Dubur atau anus merupakan lubang di bagian bawah saluran pencernaan. Bagian ini terdiri dari kulit dan jaringan usus bagian dalam, termasuk kelenjar lendir, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan ujung saraf yang sensitif. 

Saat area ini terkena infeksi, iritasi, atau penyumbatan, benjolan pun dapat muncul. Benjolan yang muncul umumnya akan terasa nyeri, keras, dan mengeluarkan cairan seperti nanah. Tapi, kadang kala, benjolan tersebut tidak menimbulkan keluhan sama sekali.

Berbagai penyebab benjolan di dubur

  1. Ambeien

Benjolan di dekat lubang dubur dapat disebabkan oleh ambeien atau wasir. Ambeien dibagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasinya, yaitu ambeien dalam dan ambeien luar. Gejala dan tanda yang muncul pun berbeda antara keduanya. 

Ambeien dalam terjadi ketika ada benjolan di dalam dubur, tepatnya di liang rektum. Umumnya, ambeien dalam tidak menimbulkan keluhan nyeri karena tidak banyak saraf di daerah tersebut. 

Sedangkan pada ambeien luar, benjolan terdapat di luar rektum atau di dekat lubang dubur. Benjolan pada ambeien luar biasa terasa nyeri atau gatal pada lubang dubur, dan bisa menyebabkan BAB berdarah.

Ambeien atau wasir—biasa juga disebut hemoroid terjadi karena adanya peningkatan tekanan dalam pembuluh darah di sekitar nus, sehingga menimbulkan pembengkakan yang terlihat seperti benjolan. Pemicunya pun beragam, bisa karena terlalu lama buang air besar, kelebihan berat badan, mengangkat beban berat, atau kebiasaan duduk yang terlalu lama.

  1. Perianal hematoma

Perianal hematoma ditandai dengan benjolan kecil berwarna keunguan atau hitam di bagian luar lubang dubur. Benjolan ini muncul akibat pecahnya pembuluh darah di area anus, sehingga darah menumpuk di jaringan sekitarnya. Pecahnya pembuluh darah tersebut bisa disebabkan karena mengejan saat BAB atau mengangkat beban berat. 

  1. Kutil anus

Penyebab benjolan di dekat lubang dubur lainnya adalah kutil anus atau secara medis disebut sebagai kondiloma akuminata. Benjolan pada anus ini disebabkan oleh infeksi virus HPV yang dapat menyebar melalui hubungan seksual ataupun cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Pada banyak kasus, kutil anus tidak menyebabkan rasa nyeri atau keluhan lainnya, apalagi jika ukurannya kecil. Karena itu, terkadang penderita tidak menyadari adanya kutil anus sama sekali. Namun, jika ukurannya cukup besar, kutil anus dapat menimbulkan rasa gatal hingga mengeluarkan lendir atau darah.

  1. Molluscum contagiosum

Salah satu penyebab benjolan di dekat lubang dubur adalah infeksi virus molluscum contagiosum. Virus ini dapat menyebar ke lubang dubur saat berhubungan seksual, terutama saat melakukan anal. Selain itu, bersentuhan dengan kulit yang terinfeksi, atau berbagi sprei maupun handuk dengan penderita juga dapat menjadi faktor tertular virus tersebut.

Gejala yang muncul setelah terpapar virus berupa benjolan kecil berwarna merah muda atau putih dengan lubang atau cekungan kecil di tengahnya. Benjolan tersebut pun kadang menimbulkan rasa gatal dan pembengkakan. 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Tapi, biasanya akan memakan waktu lama untuk menghilangnya benjolan tersebut, yaitu sekitar 6 bulan hingga 5 tahun.

Cara mengatasi benjolan di dekat dubur

Sebelum mengatasi benjolan di anus, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut. Terdapat berbagai pilihan pengobatan yang akan direkomendasikan, sesuai dengan penyebab munculnya benjolan. Berikut beberapa pilihan pengobatan tersebut.

  • Obat untuk meredakan pembengkakan
  • Obat pereda rasa nyeri jika benjolan menyebabkan rasa nyeri
  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi
  • Krim atau salep yang dapat mengurangi iritasi dan memberikan efek mati rasa
  • Obat laksatif yang dapat melancarkan buang air besar
  • Operasi jika diperlukan

Kebanyakan penyebab benjolan di dekat lubang dubur dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan tindakan.

Cara Mengatasi Munculnya Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut atau dalam istilah medis disebut leukoplakia adalah bercak putih keabu-abuan yang muncul di lidah, gusi, bagian dasar mulut seperti tenggorokan, atau pipi bagian dalam. Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya bercak putih di dinding mulut ini.

Namun, beberapa faktor risiko yang bisa memicu yaitu infeksi bakteri, jamur, atau virus, gesekan dengan gigi yang kasar atau tajam, konsumsi alkohol yang berlebihan, kebiasaan merokok serta pemakaian aksesoris kesehatan gigi seperti dentur. Bercak putih di dinding mulut akan terasa tebal, menonjol, keras, dan kasar. Umumnya, kemunculan bercak ini tidak disertai dengan rasa sakit.

Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut jika bercak putih di dinding mulut disertai dengan kondisi sebagai berikut:

  • Mulut berdarah
  • Bengkak di tenggorokan atau lidah
  • Sariawan dengan ukuran yang besar
  • Susah untuk makan dan minum
  • Sulit bernapas
  • Demam tinggi lebih dari 38o C

Pengobatan Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen di mulut. Jika gejala yang ditimbulkan ringan, bercak ini akan hilang dengan sendirinya. Namun untuk menghindari terjadinya komplikasi kesehatan yang lain seperti kanker mulut, maka perlu segera dilakukan pengobatan dan penanganan medis, antara lain seperti:

  • Menghindari sumber iritasi dan faktor risiko penyebab munculnya bercak putih di dinding mulut seperti konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan merokok
  • Operasi pengangkatan bercak dengan menggunakan sinar laser atau dibekukan (cryoprobe)
  • Pembedahan untuk membuang bercak putih di dinding mulut. Tindakan medis ini disarankan jika pemeriksaan ditemukan sel abnormal pada leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut
  • Jika bercak putih di dinding mulut disebabkan gesekan gigi yang tajam, maka dokter akan lebih dulu memperbaiki kondisi gigi tersebut
  • Jika bercak putih di dinding mulut disebabkan oleh infeksi jamur, cara mengatasinya dengan pengobatan anti jamur. Dokter biasanya akan memberikan resep obat anti jamur dengan waktu konsumsi untuk 10-14 hari.
  • Pasien dengan hairy leukoplakia atau bercak putih di dinding mulut berambut, dokter akan memberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan bercak. Selain itu, ada juga krim dengan kandungan asam retinoid seperti tretinoin topikal untuk memperkecil ukuran bercak putih di dinding mulut

Setelah menjalani pengobatan tersebut, pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah munculnya kembali bercak putih di dinding mulut.

Pencegahan Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut atau leukoplakia bisa dicegah dengan menjalani pola hidup sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

  • Mengurangi konsumsi alkohol, contohnya minuman bir dan wine agar tidak memicu perkembangan bakteri secara berlebihan
  • Menghentikan kebiasaan merokok, termasuk penggunaan produk tembakau yang dikunyah sehingga tidak menimbulkan iritasi dinding mulut
  • Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti anggur, brokoli, almond, asparagus
  • Rajin memeriksakan gigi ke dokter, terutama jika termasuk penderita diabetes. Pemeriksaan ke dokter gigi bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali
  • Jaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari. Anda juga bisa melakukan flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang setidaknya satu kali sehari
  • Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur. Obat kumur dengan kandungan anti bakteri memang membantu menjaga kesehatan mulut, tetapi jika terlalu sering digunakan bisa merusak keseimbangan bakteri alami di dalam mulut

Cara Menangani Bisul di Telinga yang Berisi Cairan

Munculnya bisul di telinga berisi cairan merupakan indikasi penyakit myringitis bullosa. Penyakit tersebut merupakan bentuk dari acute otitis media yang disebabkan berbagai macam virus dan bakteri. 

Bakteri yang paling sering menjadi penyebabnya adalah Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma. Sebaiknya segera menangani bisul ini agar meredakan rasa sakitnya dan menghindarkan dari risiko infeksi. 

Benjolan di daun telinga dapat hilang dengan sendirinya

Apa itu myringitis bullosa?

Myringitis bullosa merupakan salah satu bentuk infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Infeksi ini menyebabkan gendang telinga jadi meradang hingga muncul bisul-bisul kecil berisi cairan di bagian permukaannya. 

Walaupun begitu, myringitis bullosa tidak menimbulkan nanah atau cairan di dalam telinga bagian tengah seperti infeksi lainnya. Anda akan mulai merasakan nyeri yang bertahan hingga 24 sampai 48 jam dan terkadang Anda juga bisa mengalami kehilangan pendengaran dan juga demam. 

Cara mengatasi bisul di telinga

Sangat penting sekali untuk segera menangani bisul yang muncul di telinga. Sebab, jika bisul ini pecah maka luka yang terbuka berisiko terkena infeksi dan gejala yang Anda rasakan tidak segera membaik.

Penanganan untuk myringitis bullosa bisa dilakukan dengan menggunakan obat ataupun tidak menggunakan obat sama sekali. Untuk obat-obatan, bisa menggunakan pereda nyeri atau antibiotik.

Obat-obatan tersebut bisa berbentuk obat oral atau obat tetes telinga, jenis obatnya bergantung pada kondisi dan usia pengidap. Jika obat-obatan tidak mengurangi rasa nyeri, dokter akan membuka bisul tersebut dengan pisau kecil untuk mengeluarkan cairannya agar membantu mengurangi rasa nyeri. 

Sebenarnya, myringitis bullosa bisa sembuh sendiri tanpa penanganan medis, asal Anda tidak tergoda untuk memencet atau memecahkan bisulnya. Hal ini bisa menyebabkan bisul pecah dan cairan di dalamnya akan mengenai jaringan di sekitarnya.

Anda bisa mencoba menggunakan cara-cara berikut ini untuk mengatasi bisul di telinga di rumah: 

  • Kompres dengan air hangat untuk memicu cairan di dalam bisul keluar dengan perlahan
  • Tutup bisul dengan kasa steril atau kain bersih ketika sudah pecah
  • Cuci tangan dengan bersih dan sesering mungkin
  • Bersihkan atau gunakan disinfektan untuk barang-barang yang Anda gunakan setiap hari, termasuk sisir dan handuk
  • Cuci bersih topi, selimut, earphone, dan barang-barang lainnya yang pernah berkontak dengan bisul tersebut
  • Pertimbangkan untuk menggunakan produk kecantikan, perawatan rambut, dan pembersih badan yang berbeda.

Cara mencegah agar bisul tak lagi muncul di telinga

Myringitis bullosa tidak menular, namun tetap penting untuk bisa mencegahnya agar tidak menimbulkan komplikasi dan risiko infeksi lainnya. Infeksi telinga biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang terperangkap saat Anda terkena demam atau flu, yang mungkin bisa ditularkan oleh orang lain.

Sehingga cara untuk mencegahnya antara lain:

  • Sebisa mungkin jauhi orang yang sedang sakit demam atau infeksi menular lainnya
  • Rutin mencuci tangan
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
  • Tidur yang cukup
  • Jaga permukaan di rumah tetap bersih dan gunakan disinfektan, terutama jika ada orang di rumah yang baru saja terkena demam atau flu
  • Cuci bersih luka terbuka secara hati-hati
  • Jangan berbagi barang-barang yang digunakan secara pribadi, seperti peralatan mandi, handuk, dan earphone
  • Makan-makanan yang sehat dan rutin berolahraga untuk mendorong sistem imun

Dalam beberapa kasus langka, myringitis bullosa yang tidak ditangani secara efektif, bakteri atau virus yang menjadi penyebab dapat menyebar ke tulang di sekitar telinga. Dan jika penyebaran ini tidak ditangani dengan baik juga, maka bisa mengakibatkan tuli, meningitis atau sepsis.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan abaikan jika muncul bisul di telinga. Segera tangani dengan baik dan benar agar bisa sembuh dan tidak menimbulkan komplikasi ataupun penyebaran infeksi.

Perbedaan Kanker Getah Bening dan TBC Kelenjar

Gejala kanker getah bening dan TBC kelenjar merupakan dua penyakit yang berbeda meskipun memiliki gejala umumnya sama. Ingin tahu apa saja perbedaannya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab TBC adalah infeksi bakteri

TBC Kelenjar

Umumnya bakteri tuberkulosis menyerang paru-paru, namun bakteri ini bisa juga menyebar ke organ lain, seperti otak, tulang, kelenjar getah bening, saluran pencernaan, dan lain sebagainya.

TB kelenjar adalah salah infeksi yang disebabkan karena bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening itu sendiri adalah sebuah kelenjar yang memproduksi limfosit–salah satu sel darah putih–yang berperan dalam sistem imun tubuh. Kelenjar ini tersebar banyak dalam tubuh, diantaranya leher, ketiak, lipat paha, selangkangan dan sekitar organ-organ dalam.

Gejala TBC Kelenjar

Berikut ini adalah gejala TB kelenjar yang kamu harus waspadai:

  • Tanda-tanya yang paling terjadi adalah adanya benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit dan sudah berlangsung lama di area kelenjar getah bening yang terkena, misalnya di leher – tepatnya di bawah rahang, ataupun ketiak.
  • Benjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar yang kadang-kadang akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit ketika disentuh.
  • Selain pembengkakan, seseorang yang mengalami TB kelenjar pun akan mengalami gejala umum penyakit TBC, seperti badan terasa lemas, demam, menggigil, dan penurunan berat badan.
  • Pada beberapa orang, TB kelenjar getah bening memang kadang tidak menimbulkan tanda-tanda yang berarti meskipun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, jika kamu mengalami gejala TB kelenjar getah bening yang utama, yaitu muncul benjolan di daerah kelenjar getah bening, segera hubungi dokter.

Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma atau biasa yang disebut dengan kanker kelenjar getah bening adalah kanker yang muncul pada limfosit. Sel-sel ini berada di kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya.

Jika sel-sel limfosit dalam sistem limfatik diserang kanker, maka sistem kekebalan tubuh penderita akan mengalami penurunan sehingga rentan mengalami infeksi. Kanker ini dikategorikan dalam dua jenis, yaitu limfoma hodgkin dan non hodgkin. Perbedaan kanker dan TB kelenjar getah bening terutama terletak pada jenis sel limfosit yang diserang sel kanker.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala kanker kelenjar getah bening:

  • Gejala utama limfoma adalah adanya pembengkakan kelenjar yang menimbulkan tumbuhnya benjolan di leher, ketiak, ataupun selangkangan.
  • Umumnya seseorang yang mengalami kanker kelenjar getah bening juga akan merasakan batuk, sesak napas, demam, menggigil, batuk yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan, badan meriang yang berkelanjutan dalam waktu yang lama, dan keluar keringat dingin di malam hari.
  • Selain itu beberapa orang juga mengaku kehilangan selera makan sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang drastis dan signifikan, lalu badan terasa lemas, kejang, sakit perut, punggung ataupun nyeri tulang.

perbedaan kanker dan TB kelenjar getah bening memang sulit dilakukan secara sekilas. Pasalnya jika dilihat dari gejalanya, TB kelenjar dan kanker kelenjar getah bening memang memiliki ciri utama yang sama, yaitu timbulnya benjolan di sekitar kelenjar getah bening. Kanker kelenjar getah bening tertentu dapat tumbuh dengan cepat, seperti layaknya benjolan ganas lainnya. Namun, kanker kelenjar getah bening lainnya dapat tumbuh dengan lambat, seperti TB kelenjar.

Itu sebabnya, jika kamu merasakan gejala-gejala yang sudah dijabarkan di atas, segeralah temui dokter untuk memastikan diagnosis penyakit yang kamu alami. Semakin dini memulai pengobatan, kemungkinan untuk kembali sembuh semakin baik. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dengan melakukan biopsi aspirasi jarum atau biopsi eksisi, yakni mengambil sebagian kecil jaringan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Demikian perbedaan kanker kelenjar getah bening dan TBC kelenjar. Semoga menambah wawasanmu.

Mengenal Trikiasis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Trikiasis adalah kondisi pertumbuhan bulu mata yang tidak normal, yakni tumbuh ke dalam ke arah bola mata. Jika dibiarkan, bulu mata yang tumbuh ke dalam akan bergesakan dengan bola mata, sehingga menyebabkan beberapa masalah pada mata. 

Siapa saja bisa mengalami trikiasis, namun gejalanya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Trikiasis juga bisa terjadi karena adanya kelainan bawaan seperti epiblepharon, yakni kondisi kulit di sekitar mata sedikit longgar, sehingga membuat bulu mata tumbuh secara vertikal ke dalam.

Penyebab Trikiasis

Penyebab trikiasis belum diketahui secara pasti dan semua orang bisa mengalami hal ini. Namun, trikiasis biasanya bisa dialami oleh seseorang karena beberapa faktor, yakni:

  • Terjadinya infeksi pada mata
  • Peradangan di bagian kelopak mata
  • Seseorang dengan gejala autoimun 
  • Epiblepharon, kelainan bawaan yang membuat bulu mata tumbuh ke dalam karena kulit di sekitar mata kendur
  • Terkena penyakit herpes zoster
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Distikiasis, kelainan bawaan berupa pertumbuhan bulu mata yang abnormal
  • Trakoma, yakni infeksi pada mata karena bakteri chlamydia trachomatis yang membuat peradangan di area folikel bulu mata

Gejala Trikiasis

Untuk memudahkan identifikasi, berikut ini beberapa gejala yang umumnya muncul karena trikiasis:

  • Terjadi kemerahan pada mata
  • Mata sensitif pada cahaya yang cukup terang
  • Mata terasa nyeri dan mudah berair
  • Ada sensasi seperti benda asing yang masuk ke dalam mata
  • Pandangan kabur

Bulu mata yang tumbuh ke dalam dan terus dibiarkan bisa menyebabkan infeksi dan iritasi pada mata karena bergesekan langsung dengan bagian dalam mata.

Akibatnya, hal ini bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius, seperti abrasi kornea dan juga ulkus kornea. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka efek buruknya bisa menyebabkan kebutaan.

Pengobatan Trikiasis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati trikiasis, seperti pengangkatan bulu mata atau dengan mengarahkan pertumbuhan bulu mata ke arah yang normal.

Pencabutan bulu mata secara manual

Tindakan ini biasanya dilakukan ketika bulu mata yang tumbuh abnormal hanya beberapa saja. Dokter bisa langsung mencabut bulu mata yang tumbuh abnormal dengan menggunakan pinset. 

Bulu mata yang dicabut nantinya bisa tumbuh lagi dan ada kemungkinan memiliki pertumbuhan yang abnormal lagi. 

Operasi 

Jika jumlah bulu mata yang tumbuh abnormal banyak, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi agar bulu mata yang abnormal bisa hilang secara permanen. Berikut beberapa jenis operasi yang umum dilakukan untuk menghilangkan trikiasis. 

  • Operasi ablasi biasanya dilakukan dengan menggunakan frekuensi radio dan juga laser untuk menghilangkan bulu mata dan juga folikel rambut. 
  • Elektrolisa dilakukan dengan melakukan pembedahan menggunakan listrik. Meskipun efektif, elektrolisa biasanya menimbulkan rasa sakit dan memakan waktu yang lama.
  • Cryosurgery, metode menghilangkan bulu mata dan folikel rambut dengan membekukannya, cara ini termasuk efektif namun bisa menimbulkan beberapa komplikasi.
  • Operasi untuk mengubah posisi bulu mata. Hal ini biasanya dilakukan jika trikiasis disebabkan oleh epiblepharon. 

Air mata buatan

Air mata buatan biasanya diresepkan oleh dokter yang bisa digunakan selama beberapa hari untuk mencegah terjadinya iritasi karena gesekan. 

Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter dan jangan mengobatinya sendiri, ya agar tidak menimbulkan infeksi atau iritasi lain. Pastikan kamu juga menggunakan alat pelindung mata agar mata tetap sehat.