Category: Penyakit

Mengenal Trikiasis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Trikiasis adalah kondisi pertumbuhan bulu mata yang tidak normal, yakni tumbuh ke dalam ke arah bola mata. Jika dibiarkan, bulu mata yang tumbuh ke dalam akan bergesakan dengan bola mata, sehingga menyebabkan beberapa masalah pada mata. 

Siapa saja bisa mengalami trikiasis, namun gejalanya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Trikiasis juga bisa terjadi karena adanya kelainan bawaan seperti epiblepharon, yakni kondisi kulit di sekitar mata sedikit longgar, sehingga membuat bulu mata tumbuh secara vertikal ke dalam.

Penyebab Trikiasis

Penyebab trikiasis belum diketahui secara pasti dan semua orang bisa mengalami hal ini. Namun, trikiasis biasanya bisa dialami oleh seseorang karena beberapa faktor, yakni:

  • Terjadinya infeksi pada mata
  • Peradangan di bagian kelopak mata
  • Seseorang dengan gejala autoimun 
  • Epiblepharon, kelainan bawaan yang membuat bulu mata tumbuh ke dalam karena kulit di sekitar mata kendur
  • Terkena penyakit herpes zoster
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Distikiasis, kelainan bawaan berupa pertumbuhan bulu mata yang abnormal
  • Trakoma, yakni infeksi pada mata karena bakteri chlamydia trachomatis yang membuat peradangan di area folikel bulu mata

Gejala Trikiasis

Untuk memudahkan identifikasi, berikut ini beberapa gejala yang umumnya muncul karena trikiasis:

  • Terjadi kemerahan pada mata
  • Mata sensitif pada cahaya yang cukup terang
  • Mata terasa nyeri dan mudah berair
  • Ada sensasi seperti benda asing yang masuk ke dalam mata
  • Pandangan kabur

Bulu mata yang tumbuh ke dalam dan terus dibiarkan bisa menyebabkan infeksi dan iritasi pada mata karena bergesekan langsung dengan bagian dalam mata.

Akibatnya, hal ini bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius, seperti abrasi kornea dan juga ulkus kornea. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka efek buruknya bisa menyebabkan kebutaan.

Pengobatan Trikiasis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati trikiasis, seperti pengangkatan bulu mata atau dengan mengarahkan pertumbuhan bulu mata ke arah yang normal.

Pencabutan bulu mata secara manual

Tindakan ini biasanya dilakukan ketika bulu mata yang tumbuh abnormal hanya beberapa saja. Dokter bisa langsung mencabut bulu mata yang tumbuh abnormal dengan menggunakan pinset. 

Bulu mata yang dicabut nantinya bisa tumbuh lagi dan ada kemungkinan memiliki pertumbuhan yang abnormal lagi. 

Operasi 

Jika jumlah bulu mata yang tumbuh abnormal banyak, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi agar bulu mata yang abnormal bisa hilang secara permanen. Berikut beberapa jenis operasi yang umum dilakukan untuk menghilangkan trikiasis. 

  • Operasi ablasi biasanya dilakukan dengan menggunakan frekuensi radio dan juga laser untuk menghilangkan bulu mata dan juga folikel rambut. 
  • Elektrolisa dilakukan dengan melakukan pembedahan menggunakan listrik. Meskipun efektif, elektrolisa biasanya menimbulkan rasa sakit dan memakan waktu yang lama.
  • Cryosurgery, metode menghilangkan bulu mata dan folikel rambut dengan membekukannya, cara ini termasuk efektif namun bisa menimbulkan beberapa komplikasi.
  • Operasi untuk mengubah posisi bulu mata. Hal ini biasanya dilakukan jika trikiasis disebabkan oleh epiblepharon. 

Air mata buatan

Air mata buatan biasanya diresepkan oleh dokter yang bisa digunakan selama beberapa hari untuk mencegah terjadinya iritasi karena gesekan. 

Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter dan jangan mengobatinya sendiri, ya agar tidak menimbulkan infeksi atau iritasi lain. Pastikan kamu juga menggunakan alat pelindung mata agar mata tetap sehat. 

FDA Melarang Penggunaan Ivermectin untuk COVID-19

FDA Melarang Penggunaan Ivermectin untuk COVID-19

Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, banyak orang telah mencari jalan pintas untuk mengatasi penyakit ini. Saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat telah memberikan peringatan agar masyarakat tidak menggunakan obat antiparasit Ivermectin sebagai perawatan penyakit COVID-19. FDA sangat khawatir tentang kesehatan para konsumen yang mencoba mengobati diri mereka sendiri dengan mengonsumsi produk Ivermectin yang ditujukan untuk hewan, dan menganggap bahwa obat tersebut dapat dijadikan pengganti Ivermectin pada manusia. Obat hewan tersebut dapat menyebabkan bahaya serius pada manusia. 

FDA juga menekankan bahwa masyarakat tidak boleh mengonsumsi Ivermectin dalam bentuk apapun kecuali telah mendapatkan resep dari dokter berlisensi dan mendapatkannya lewat sumber yang terpercaya. Ivermectin aslinya ditemukan pada tahun 1970an, dan pertama digunakan pada hewan untuk membunuh parasit internal dan eksternal di hewan peliharaan dan hewan ternak. Saat ini, Ivermectin juga digunakan untuk mengatasi infeksi parasit pada manusia. 

Meskipun dianggap aman digunakan pada manusia apabila sesuai resep yang diberikan, mengonsumsi obat ini dalam dosis yang dianjurkan untuk hewan peliharaan atau hewan ternak dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang parah. Menurut Missouri Poison Center, telah ada laporan yang menyatakan overdosis Ivermectin secara disengaja, yang mana dapat menyebabkan gejala serius seperti kejang-kejang, koma, dan gangguan hati dan paru-paru. Menurut FDA, peningkatan ketertarikan terhadap Ivermectin untuk merawat atau mencegah infeksi COVID-19 bermula dengan adanya pengumuman sebuah artikel penelitian. Dalam artikel tersebut, dijelaskan efek dari Ivermectin terhadap SARS-CoV-2 dalam lingkungan laboratorium. Sangat penting untuk diingat bahwa Ivermectin tidak diberikan pada manusia ataupun hewan dalam studi ini. 

Database online Institut Kesehatan Nasional (NIH) terhadap uji klinis menunjukkan 38 studi di seluruh dunia yang menggunakan Ivermectin sebagai kemungkinan perawatan untuk infeksi COVID-19. Namun, berdasarkan database tersebut, kebanyakan dari studi masih mencari peserta dan hanya beberapa saja yang berlokasi di Amerika Serikat. FDA menekankan meskipun penggunaan Ivermectin masih sedang diinvestigasi dalam lingkungan laboratorium, penelitian lanjutan dengan data yang konklusif masih dibutuhkan sebelum obat ini disetujui penggunaannya untuk merawat COVID-19. 

Mangala Narasimhan, selaku direktur Layanan Peduli Kritis di Northwell Health di New York, menyatakan bahwa beberapa uji dan studi acak terhadap penggunaan Ivermectin pada pasien yang menderita COVID-19 telah diterbitkan dan tersedia untuk mendapatkan peer-review. Akan tetapi, bukti masih bercampur. Beberapa studi klinis menunjukkan tidak adanya manfaat atau memperparah penyakit setelah penggunaan Ivermectin. Namun, ada pula beberapa studi yang melaporkan adanya pengurangan tingkat penanda peradangan serta mengurangi tingkat kematian pada pasien yang menerima Ivermectin dibandingkan dengan obat-obatan lain ataupun placebo. Akan tetapi, kebanyakan dari studi tersebut memiliki informasi yang tidak lengkap serta tidak ada batasan metodologis yang penting. Menurut Narasimha, batasan tersebut meliputi ukuran sampel yang kecil, dosis Ivermectin yang beragam, dan pasien yang menerima obat-obatan lain sebagai bentuk perawatannya. 

Meskipun menggunakan dosis obat yang ditujukan pada hewan untuk diri sendiri bukanlah sebuah hal yang aman, Ivermectin telah membantu banyak orang apabila digunakan dengan tepat sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa produsen Ivermectin menyadari potensi penggunaan obat ini pada manusia tahun 1980an. WHO juga menambahkan bahwa Ivermectin memiliki aplikasi kesehatan publik yang sangat berharga dalam mengontrol penyakit yang disebabkan karena strongyloidiasis dan tikus.

7 Penyebab Telapak Kaki Sakit Tiba-tiba dan Cara Mengobatinya

7 Penyebab Telapak Kaki Sakit Tiba-tiba dan Cara Mengobatinya

Telapak kaki menanggung beban tubuh kita saat berdiri dan beraktivitas. Saat menerima beban terlalu berat, bisa menyebabkan telapak kaki sakit. Nyeri kaki merupakan hal yang umum terjadi. 

Bagi sebagian orang, nyeri kaki lebih cenderung terasa di malam hari. Biasanya, sakit di bagian bawah kaki akan sembuh dalam beberapa minggu. Namun jika kondisinya tak kunjung membaik, bisa jadi itu sebagai tanda suatu penyakit.

Penyebab kaki sakit secara tiba-tiba

Bagian bawah kaki tersusun atas tiga bagian, yaitu bola (bagian empuk dari telapak kaki yang terletak di antara jari kaki dan lengkungan), lengkungan, dan telapak kaki. Rasa sakit di bawah kaki bisa menjalar ke bagian atas, atau mungkin rasa sakit tersebut berasal dari bagian atas kaki. 

Berikut ini penyebab kaki terasa sakit padahal tidak ada luka:

  1. Plantar fasciitis

Plantar fasciitis terjadi ketika jaringan yang disebut plantar fascia meregang hingga teriritasi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri di tumit. Rasa sakit paling parah terasa di pagi hari saat Anda bangung dari tempat tidur. 

Faktor risiko plantar fasciitis meliputi:

  • Kaki datar
  • Lengkungan tinggi
  • Kegemukan
  • Otot betis kencang
  • Berdiri berjam-jam

Untuk meredakan nyeri kaki akibat plantar fasciitis, Anda bisa melakukan perawatan rumahan seperti:

  • Mengistirahatkan kaki dari beraktivitas
  • Melakukan peregangan tumit dan otot kaki
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Mengenakan sepatu dengan penyangga lekukan yang baik dan sol empuk
  1. Taji tumit (heel spur)

Taji tumit atau heel spur adalah pertumbuhan tulang yang tidak normal di bagian bawah tumit. Kondisi ini bisa berkembang akibat penggunaan sepatu yang salah, postur tubuh saat berjalan tidak normal, atau aktivitas seperti berlari.

Orang yang menderita taji tumit mungkin merasakan sakit saat berjalan atau berdiri. Tapi biasanya kondisi ini tidak membuat telapak kaki sakit. Rasa nyeri cenderung timbul pada penderita dengan kaki rata atau lengkungan tinggi. 

Untuk mengobatinya, gunakan bantalan tumit potongan atau pasang sisipan khusus, yang disebut orthoic, di sepatu. Pilih sepatu berukuran pas dengan sol yang mampu menahan guncangan dengan baik. 

Ketika kaki sakit, istirahatkan kaki dan minum obat pereda nyeri yang dijual bebas. Jika masih terasa sakit, konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin menyarankan terapi fisik atau prosedur medis lainnya. 

  1. Metatarsalgia

Metatarsalgia merupakan istilah medis untuk menggambarkan nyeri dan peradangan pada bola kaki. Kondisi ini disebut juga dengan memar batu.

Penggunaan sepatu yang tidak pas adalah penyebab umum metatarsalgia. Namun kondisi ini juga bisa berasal dari aktivitas berat, seperti berlari atau melompat

Berikut tips untuk mengobati metatarsalgia:

  • Istirahatkan kaki dan kompres dengan air dingin
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Kenakan alas kaki yang nyaman
  • Tambahkan sisipan sepatu untuk mengurangi tekanan pada bola kaki 

Selain itu, telapak kaki sakit juga bisa disebabkan oleh:

  • Peningkatan berat badan akibat obesitas atau kehamilan
  • Tumbuhnya mata ikan di telapak kaki
  • Konsumsi obat-obatan dengan efek samping pembengkakan pada kaki
  • Penyakit arteri perifer 

Catatan

Selama perawatan telapak kaki sakit, hindari berjalan atau berdiri dalam waktu lama. Jangan memakai sepatu hak tinggi atau ketat hingga rasa sakit benar-benar hilang. 

Apabila sensasi nyeri di kaki datang dan pergi, semakin parah, atau area yang menyebabkan nyeri terlihat meradang atau memiliki luka terbuka, maka Anda harus segera menemui dokter untuk menerima perawatan.

Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Aman

Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Aman

Memiliki mata minus atau miopia berarti Anda harus menggunakan alat tambahan untuk bisa melihat dengan jelas, baik kacamata atau kontak lensa. 

Sebenarnya, hingga kini belum ditemukan cara mengurangi mata minus secara alami tanpa menggunakan kacamata. Perawatan medis yang direkomendasikan dokter, seperti operasi lasik, juga memakan biaya yang cukup banyak. 

Namun ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membantu meningkatkan ketajaman penglihatan. 

Tips meningkatkan ketajaman penglihatan secara alami

Cara mengurangi mata minus yang paling ampuh adalah operasi laser atau penggunaan kacamata sesuai resep. Menggunakan kacamata minus dengan lensa yang tepat adalah terapi yang paling murah. Menggunakan lensa resep terlalu tinggi atau lemah dapat meningkatkan perkembangan rabun jauh.

Namun, terapi ini tidak akan membantu menurunkan minus Anda.  Dengan mengombinasikan dengan hal-hal berikut, mungkin bisa membantu:

  1. Perbanyak konsumsi vitamin A

Vitamin A disebut dengan vitamin mata yang paling bagus untuk mempertajam dan menjernihkan penglihatan. Beberapa makanan bervitamin A yang populer diantaranya wortel, blewah, dan sayuran berdaun hijau. 

Penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan tuna dan salmon, dapat membuat mata lebih sehat.

  1. Tidur yang cukup

Saat Anda lelah, mata jadi lebih mudah dan kering. Mendapatkan cukup tidur dapat mengurangi mata lelah serta meningkatkan penglihatan.

  1. Berolahraga secara teratur

Kebugaran fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke mata dan seluruh tubuh. Hal ini bisa membantu mengurangi mata kering dan lelah.

  1. Lindungi mata

Paparan sinar UV matahari memang diklaim bagus untuk mempertajam penglihatan. Namun eksposur yang terlalu lama berpotensi menyebabkan masalah pada mata. Kenakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ketika sedang terik. 

Anda juga perlu mengenakan kacamata saat melakukan kegiatan yang berpotensi menyebabkan cedera mata, misalnya saat berolahraga, memotong rumput, atau aktivitas terkait zat beracun. 

Menurut The American Optometric Association (AOA) sebagian besar masalah visual yang umum dialami orang dewasa antara usia 19 dan 40 tahun berkaitan dengan cedera dan stres pada mata.

  1. Beristirahat dari waktu layar

Menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar akan membuat mata kering, lelah, dan tegang. Paparan layar gadget juga akan memicu ketegangan leher, sakit kepala, dan penurunan ketajaman visual.

Jika pekerjaan Anda berkaitan erat dengan menatap layar komputer atau smartphone, istirahatkan mata setiap 20 menit sekali dengan mengalihkan pandangan dari layar selama 20 detik.

Bagi anak-anak, Anda bisa mengajak mereka terlibat dalam kegiatan fisik. Misalnya bermain di taman, berkebun, atau membantu membereskan rumah.

  1. Jangan merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan saraf optik, degenerasi makula terkait usia, dan katarak dimana ketiganya berdampak negatif pada penglihatan. 

  1. Menjalani pemeriksaan mata secara teratur

Pemeriksaan mata teratur tidak hanya baik dilakukan oleh penderita mata minus, tapi juga disarankan untuk pemilik mata sehat. Menurut National Eye Institute (NEI), pemeriksaan mata dapat memastikan mata dalam keadaan sehat, mengetahui potensi masalah, serta membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan. 

  1. Gunakan pencahayaan yang bagus

Saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan fokus visual, seperti membaca dan menulis, pastikan pencahayaannya baik.

Catatan

Jika Anda tertarik menjalani suatu prosedur medis sebagai cara mengurangi mata minus, diskusikan mengenai prognosis dan kemungkinan efek sampingnya. Beberapa prosedur untuk mata minus bisa tidak efektif jika terapi dihentikan total.

4 Terapi Mengatasi Permasalahan Tidur, Salah Satunya Terapi Biofeedback

4 Terapi Mengatasi Permasalahan Tidur, Salah Satunya Terapi Biofeedback

Permasalahan pada tidur dapat memengaruhi kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Tidak cukup tidur bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya. Ada beberapa pengobatan atau terapi untuk mengatasi gangguan tidur Anda, salah satunya dengan terapi biofeedback

Terkait dengan permasalahan gangguan tidur ada beberapa tanda dan gejala seperti kantuk yang berlebihan pada siang hari, pernapasan tidak teratur, atau peningkatan gerakan saat tidur. Tanda dan gejala lainnya termasuk siklus tidur dan bangun yang tidak teratur serta kesulitan untuk tidur.

Banyak jenis terhadap gangguan tidur. Gangguan tidur sering dikelompokkan pada kategori yang menjelaskan mengapa hal itu dapat terjadi, atau bagaimana pengaruhnya terhadap Anda. Gangguan tidur juga dikelompokkan berdasarkan perilaku, masalah dengan siklus alami tidur-bangun Anda, masalah pernapasan, kesulitan tidur, atau seberapa mengantuk Anda sepanjang hari.

Gangguan tidur adalah kondisi yang mengganggu pola tidur normal Anda. Ada lebih dari 80 jenis gangguan tidur. Beberapa tipe utama termasuk:

  • Insomnia – tidak dapat tidur dan tetap tertidur. Ini adalah gangguan tidur yang paling umum.
  • Sleep apnea – gangguan pernapasan di mana Anda berhenti bernapas selama 10 detik atau lebih saat tidur
  • Restless leg syndrome (RLS) – sensasi kesemutan atau tusukan di kaki Anda, bersama dengan dorongan kuat untuk menggerakkannya
  • Hipersomnia – tidak bisa tetap terjaga sepanjang hari. Ini termasuk narkolepsi, yang menyebabkan kantuk di siang hari yang ekstrem.
  • Gangguan ritme sirkadian – masalah dengan siklus tidur-bangun. Mereka membuat Anda tidak bisa tidur dan bangun pada waktu yang tepat.
  • Parasomnia – bertindak dengan cara yang tidak biasa saat tertidur, tidur, atau bangun dari tidur, seperti berjalan, berbicara, atau makan

Beberapa orang yang merasa lelah di siang hari benar-benar mengalami gangguan tidur. Tetapi bagi yang lain, masalah sebenarnya adalah tidak memberikan cukup waktu untuk tidur. 

Sangat penting untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Jumlah tidur yang Anda butuhkan bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, gaya hidup, kesehatan, dan apakah Anda sudah cukup tidur akhir-akhir ini. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar 7-8 jam setiap malam.

Selain itu, ada banyak yang menyebabkan kondisi, penyakit, dan gangguan yang dapat menyebabkan gangguan tidur Anda. Di antaranya seperti : 

  • Alergi dan masalah pernapasan 

Alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas membuat Anda sulit untuk bernapas pada malam hari. Ketidakmampuan bernapas melalui hidung juga dapat menyebabkan kesulitan dalam tidur Anda. 

  • Sering buang air kecil 

Sering buang air kecil atau disebut juga dengan nokturia, dapat mengganggu tidur Anda pada malam hari karena dapat terbangun di malam hari. Ketidakseimbangan hormon dan penyakit saluran kemih dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini. 

  • Sakit kronis 

Memiliki penyakit kronis dapat membuat Anda sulit tidur. Bahkan mungkin membangunkan Anda setelah Anda tertidur. Pada beberapa kasus, nyeri kronis bisa berdampak lebih buruk karena gangguan tidur. Ada beberapa penyebab nyeri kronis:

  1. radang sendi
  2. sindrom kelelahan kronis
  3. fibromyalgia
  4. penyakit radang usus
  5. sakit kepala terus-menerus
  6. nyeri punggung bawah terus menerus
  7. stres dan kecemasan

Stres dan kecemasan dapat membuat berdampak negatif pada kualitas tidur. Anda akan mengalami kesulitan tertidur atau tidur yang tenang. Kejadian ini sering terjadi seperti mimpi buruk, berbicara saat tidur, atau berjalan dalam tidur, hal ini bisa mengganggu tidur Anda. 

Pengobatan alternatif, mencakup berbagai disiplin ilmu yang mencakup segala hal mulai dari pola makan, olahraga, kondisi mental dan perubahan gaya hidup. Contoh terapi alternatif termasuk akupunktur, imajinasi terpandu, yoga, hipnosis, biofeedback, aromaterapi, relaksasi, pengobatan herbal, pijat, dan banyak lagi lainnya. Pada masalah gangguan tidur, bisa dilakukan dengan beberapa alternatif seperti suplemen, relaksasi dan meditasi, akupunktur, dan olahraga.

  1. Perawatan Herbal 

Efek akar valerian atau disebut juga dengan Valeriana officinalis telah diteliti pada orang dengan gangguan tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa valerian membantu permulaan tidur dan pemeliharaan tidur. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas akar valerian.

Chamomile dan passion flower adalah ramuan lain yang biasa digunakan dalam pengobatan insomnia. Meskipun belum ada penyelidikan klinis untuk mendukung penggunaan dan keamanan jangka panjang, ada obat penenang yang dianggap ringan yang dapat membantu tidur dalam jangka pendek.

Herbal lain yang dipromosikan sebagai obat tidur yang efektif termasuk hop, ginseng, lemon balm, dan skullcap. Karena suplemen herbal dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, selalu beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan suplemen herbal apa pun.

  1. Melatonin 

Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal yang terdapat di dalam otak yang berukuran kecil sebesar kacang polong. Melatonin digunakan sebagai pengobatan terhadap gangguan ritme sirkadian yaitu merupakan jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh, dan dapat membantu mengurangi gangguan tidur yang disebabkan oleh jet lag. Suplemen melatonin sebaiknya tidak dikonsumsi apabila Anda memiliki kondisi seperti 

  • Hamil dan sedang menyusui
  • Memiliki riwayat alergi dengan obat lain atau dengan obat melatonin.
  • Memiliki gangguan hati atau ginjal dan gangguan autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis. 
  1. Relaksasi dan Meditasi untuk Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa terjadi pada ketegangan otot yang meningkat dan pikiran yang mengganggu. Maka untuk mengatasi hal itu Anda dapat untuk mengendurkan otot-otot, seperti melakukan relaksasi otot progresif dan terapi biofeedback, selain itu untuk menenangkan pikiran harus melakukan meditasi, hal ini berdampak untuk meredakan insomnia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meditasi teratur, baik sendiri atau sebagai bagian dari sesi yoga, menghasilkan kadar melatonin dalam darah yang lebih tinggi, pengatur tidur yang penting.

  1. Latihan untuk Gangguan Tidur

Jika Anda gangguan tidur, coba dengan melakukan olahraga yang teratur. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa olahraga bisa meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Selain itu, pada studi terbaru olahraga seperti tai-chi bisa meningkatkan kualitas tidur orang tua, sedangkan untuk latihan yoga Tibet bisa membantu pasien kanker dengan masalah tidur. Walaupun olahraga berdampak baik pada kualitas tidur, sebagian ahli menyarankan untuk melakukan olahraga setidaknya tiga hingga empat jam sebelum tidur. 

Efek gangguan tidur bisa sangat mengganggu sehingga Anda mungkin ingin segera sembuh. Sayangnya, kasus jangka panjang membutuhkan lebih banyak waktu untuk diselesaikan. Pertimbangkan hal-hal berikut sebelum memulai terapi alternatif:

  • Anda tetap pada rencana perawatan Anda dan secara teratur berkomunikasi dengan dokter Anda, Anda dapat menemukan cara untuk tidur yang lebih baik. Selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum mencoba pendekatan alternatif seperti menggunakan terapi biofeedback, dan beri tahu dokter Anda perawatan alternatif apa yang Anda gunakan. 
  • Waspadai klaim komersial yang dibuat untuk produk herbal. Carilah sumber informasi berbasis ilmiah.
  • Jika Anda mengalami efek samping seperti mual, muntah, detak jantung cepat, gelisah, diare, atau ruam kulit, hentikan penggunaan produk herbal dan segera beri tahu dokter.
  • Pilih merek dengan hati-hati. Belilah merek yang mencantumkan nama umum dan ilmiah dari ramuan tersebut, nama dan alamat produsennya, nomor batch dan lotnya, tanggal kedaluwarsa, pedoman dosis, dan potensi efek samping.

Inilah Obat Gatal Selangkangan yang Bisa Dicoba

Inilah Obat Gatal Selangkangan yang Bisa Dicoba

Saat area selangkangan gatal, kamu pasti akan merasa serba salah. Ingin menggaruknya, tapi sungkan jika kamu sedang di tempat umum. Namun jika tidak digaruk akan terasa tidak nyaman. Maka dari itu kamu perlu tahu obat gatal selangkangan.

Pada dasarnya, masalah gatal di selangkangan dapat diobati dengan perawatan di rumah. Masalah gatal tersebut sering disebabkan oleh jamur (Tinea Inguinalis). Namun, jika gejalanya tak kunjung hilang selama lebih dari dua minggu, maka sudah saatnya kamu menggunakan obat-obatan tertentu sesuai anjuran dokter.

Berikut ini cara mengobati gatal di selangkangan yang bisa kamu coba, yaitu:

1. Pakai krim topikal

Cara mengobati gatal di selangkangan bisa diawali dengan penggunaan krim, losion, atau bedak antijamur yang dijual bebas di pasaran. Obat-obatan topikal ini dapat membantu meredakan sensasi gatal di selangkangan dalam 2 sampai 4 minggu.

Contoh obat-obatan topikal tersebut di antaranya:

  • clotrimazole (krim Canesten AF®)
  • miconazole (Zeasorb®, Daktarin®, atau Lotrimin®)
  • ketoconazole (Nizoral®, Xolegel®, atau Extina®)
  • oxiconazole (Oxistat®)
  • terbinafine (Lamisil® atau Terbinex®)

2. Krim hidrokortison

Sebaiknya, hindari menggunakan obat topikal berbentuk salep. Pasalnya salep mengandung minyak yang dapat meningkatkan kelembapan di area selangkangan. Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru bisa memperparah gejala.

3. Mengonsumsi obat antibiotik

Gatal pada selangkangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri perlu diobati dengan antibiotik. Selain itu, area yang gatal dan sering digaruk bisa mengalami infeksi bakteri, walaupun penyebab awalnya bukanlah infeksi bakteri.

Pada kondisi ini, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk mengobatinya infeksi bakteri. Perlu kamu ingat bahwa penggunaan antibiotik harus sesuai resep dokter atau di bawah pengawasan dokter. Hindari menggunakan antibiotik secara sembarangan atau tidak sesuai anjuran dokter.

4. Menjalani operasi

Beberapa penyebab gatal pada selangkangan perlu diatasi dengan operasi sederhana. Misalnya, gatal pada selangkangan yang disebabkan oleh kutil atau Molluscum contagiosum memerlukan operasi untuk mengangkat kutil dari kulit. Dengan begitu, gatal pada selangkangan bisa teratasi.

5. Menghindari pencetus alergi atau iritasi

Gatal pada selangkangan yang disebabkan oleh alergi atau iritasi umumnya akan mereda bila kamu menghindari pencetusnya. Sebagai contoh, bila kamu menggunakan pembalut beraroma, coba hindari penggunaan pembalut tersebut dan ganti dengan pembalut tanpa pewangi.

6. Gunakan obat antijamur

Bila gatal pada selangkangan terlihat seperti infeksi jamur, kamu dapat menggunakan krim, salep, atau bedak antijamur yang bisa dibeli secara bebas di apotek.

Namun, bila kamu tidak yakin apa penyebabnya atau bila rasa gatal tidak juga reda dengan obat antijamur, sebaiknya periksakan ke dokter. Bila memang penyebabnya adalah jamur, dokter akan meresepkan krim atau salep antijamur dan mungkin juga obat antijamur yang diminum.

7.  Pastikan area selangkangan selalu kering

Obat-obatan yang telah disebutkan di atas memang dapat mengobati gatal di selangkangan. Namun, semua usaha yang dilakukan ini bisa sia-sia kalau kamu tetap membiarkan kulit selangkangan tetap lembap.

Maka itu, selalu jaga area selangkangan tetap kering untuk mencegah pertumbuhan jamur. Hindari memakai celana dalam ketat supaya tidak memperparah iritasi di area selangkanganmu. Selain itu, pastikan kamu rutin mengganti celana dalam setidaknya dua kali sehari, yaitu pagi dan malam hari.

Demikianlah obat gatal selangkangan yang bisa dicoba. Jika gatal di selangkangan terasa mengganggu, segera konsultasikan ke dokter guna mendapatkan perawatan dan obat yang tepat, ya!

Perbedaan Rapid Swab Test Antigen yang Perlu Diketahui

Perbedaan Rapid Swab Test Antigen yang Perlu Diketahui

Deteksi dini virus COVID-19 di masa-masa seperti ini sangat penting dilakukan. Dengan melakukan deteksi dini, kita dapat menghindari sekaligus memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ke orang-orang sekitar kita. Adapun test yang umum dilakukan untuk mendeteksi virus tersebut ialah test Rapid Swab Test Antigen.

Penjelasan Singkat Terkait Rapid Swab Test Antigen

  • PCR Swab

Swab adalah kapas lidi yang diusapkan pada rongga nasofaring atau orofaring untuk mendapatkan lendir yang akan digunakan sebagai sampel.

Sedangkan PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA atau RNA) dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk virus COVID-19. Hingga saat ini, tes PCR merupakan tes yang paling direkomendasikan oleh WHO untuk mendiagnosis virus COVID-19.

  • Rapid Test

Rapid antibodi test adalah sebuah metode tes menggunakan alat cartridge dengan bahan darah dari vena di ujung jari kita sebagai sampel. Rapid antibodi test berfungsi untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh ketika terinfeksi virus. Sesuai dengan namanya, hasil dari rapid test ini dapat langsung diketahui dalam jangka waktu singkat yang umumnya hanya membutuhkan sekitar 15 menit. ANTIBODI adalah kekebalan khusus yang terbentuk dan terdeteksi di dalam darah akibat masuknya mikroorganisme (virus, bakteri) yang dikenal dengan nama Imunoglobulin (Ig).

  • Rapid Antigen

Antigen adalah bagian dari tubuh kuman/virus. Rapid Antigen Swab test berarti pemeriksaan apus hidung untuk mencari bagian2 dari tubuh atau lebih spesifik protein kuman/virus.

Untuk mendeteksi virus Covid-19, pemeriksaan tes rapid antigen lebih tepat daripada rapid antibodi test karena rapid antibodi hanya mendeteksi reaksi tubuh terhadap masuknya virus. Meski begitu, tes rapid antigen ini masih belum bisa mengalahkan keakuratan tes PCR.

Perbedaan Tes PCR, Rapid Test Antigen, dan Rapid Test Antibodi

Meski saling terkait, pemeriksaan rapid test dan tes PCR merupakan jenis pemeriksaan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara tes PCR, rapid test antigen, dan rapid test antibodi untuk mendeteksi virus Corona:

  1. Lama waktu pemeriksaan

Hasil pemeriksaan rapid test, baik jenis antigen maupun antibodi, membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 30–60 menit. Sementara itu, prosedur tes PCR membutuhkan waktu paling cepat sekitar 1 hari.

Namun, karena begitu banyaknya sampel yang harus diperiksa sementara ketersediaan alat ini terbatas, kadang dibutuhkan waktu hingga sekitar 1 minggu.

  1. Tingkat akurasi

Pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi keberadaan virus Corona yang paling akurat adalah tes PCR dengan tingkat akurasi mencapai 80–90%, sedangkan rapid test antigen memiliki tingkat akurasi sedikit di bawah tes PCR.

Rapid test antibodi merupakan pemeriksaan dengan tingkat akurasi paling rendah, yaitu hanya sekitar 18%. Oleh karena itu, diagnosis COVID-19 umumnya baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan fisik dan PCR dari dokter. Sementara itu, rapid test dinilai belum layak dilakukan sebagai metode pemeriksaan COVID-19.

  1. Sampel yang digunakan

Tes PCR dan rapid test antigen menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan yang diambil melalui proses swab. Sementara itu, pemeriksaan rapid test antibodi menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari atau pembuluh darah.

  1. Tarif pemeriksaan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan batas tarif rapid test, yaitu maksimal Rp150.000 untuk rapid test antibodi dan maksimal Rp 275.000 untuk rapid test antigen.

Sementara itu, harga tes PCR masih bervariasi, tetapi pemerintah telah menetapkan batas maksimal harga tes PCR di rumah sakit atau laboratorium klinik sebesar kurang lebih Rp900.000.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan rapid swab test antigen yang perlu dipahami. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Kenali Kondisi Kesehatan Lewat Warna Lidah, Apa Arti Lidah Ungu?

lidah ungu

Tak hanya sebagai indera pengecap, lidah juga dapat memberikan tanda masalah pada kesehatan Anda melalui perubahan warnanya. Perubahan warna lidah bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari sesuatu yang Anda makan hingga kondisi medis yang serius. 

Pewarnaan dari makanan dan minuman tertentu, seperti blueberry atau bit, adalah penyebab paling umum dari lidah ungu.

Perubahan warna lidah dapat menunjukkan masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti infeksi. Kondisi medis juga dapat memengaruhi bentuk dan tekstur lidah.

Misalnya ketika lidah ungu, bisa berarti cairan dan darah tidak bersirkulasi dengan baik. Dalam beberapa kasus, lidah ungu juga dapat menjadi tanda seseorang menderita kolesterol tinggi dan masalah jantung.

Beberapa dari masalah ini akan hilang dengan sendirinya, sementara yang lain membutuhkan pengobatan.

Yuk kenali indikasi medis melalui warna lidah. 

Lidah Merah Muda 

Biasanya, seseorang memiliki lidah berwarna merah muda dengan lapisan putih tipis. Warna merah jambu mungkin terang atau gelap.

Jika Anda pemilik lidah merah mudah, maka ini normal. Lidah yang sehat memiliki banyak papila di bagian atas dan samping. Papila adalah benjolan kecil berdaging yang memberikan tekstur kasar pada bagian atas lidah.

Lidah Putih 

Jika lidah pucat dan timbul bercak putih, ini mungkin disebabkan oleh infeksi jamur, seperti sariawan .

Sariawan mulut bisa menyakitkan dan menyebabkan bercak tebal, putih atau merah terbentuk di lidah. Seseorang mungkin mengalami kesulitan menelan atau makan.

Penyebab lain yang mungkin adalah leukoplakia . Kondisi ini menyebabkan terbentuknya bercak atau plak putih di lidah, dan sering kali terjadi akibat merokok.

Selain itu, lidah mungkin tampak putih karena lichen planus atau sejenis ruam.

Lidah Hitam

Penumpukan keratin bisa menyebabkan lidah menjadi hitam. Keratin adalah protein di kulit, rambut, dan kuku.

Menurut Pusat Informasi Penyakit Genetik dan Langka, penumpukan keratin dapat menyebabkan lidah menjadi hitam dan berbulu. Penumpukan dapat terjadi akibat:

  • kebersihan mulut yang buruk
  • obat-obatan, seperti beberapa antibiotik
  • penggunaan tembakau
  • terapi radiasi
  • Minum cairan berwarna gelap – seperti kopi atau teh hitam – juga bisa menghitamkan lidah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, lidah hitam disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes atau HIV. 

Lidah Ungu

Lidah ungu bisa terjadi akibat sirkulasi darah yang buruk. Kemudian, lidah ungu atau kebiru-biruan juga dapat menjadi tanda adanya masalah jantung. Jika jantung tidak memompa darah dengan benar atau jika darah kekurangan oksigen, maka warna lidah Anda dapat berubah menjadi biru keunguan. 

Lidah ungu juga dapat disebabkan oleh adanya masalah paru-paru atau penyakit ginjal yang tentunya bisa berbahaya. 

Selain itu lidah ungu juga bisa menjadi tanda penyakit Kawasaki. ni adalah kondisi langka namun serius yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

Lidah Merah

Lidah juga bisa menjadi merah dan bergelombang, yang mungkin mengindikasikan kekurangan vitamin B atau demam berdarah.

Perubahan ini juga dapat terjadi sebagai bagian dari reaksi alergi terhadap obat atau makanan. Lidah merah dan bergelombang juga bisa mengindikasikan glositis – radang lidah.  

Lidah Abu-abu

Menurut National Organisation for Rare Disorders, suatu kondisi yang disebut geographic tongue dapat menyebabkan bintik-bintik putih keabu-abuan terbentuk di lidah. Garis-garis putih kemudian berkembang di antara bintik-bintik ini, memberikan tampilan peta pada lidah.

Eksim juga dapat menyebabkan perubahan warna ini. Sebuah studi tahun 2017 yang melibatkan 200 orang dengan eksim menemukan bahwa 43,5% peserta memiliki lidah berwarna abu-abu atau pucat.

Lidah Kuning

Lidah yang menguning biasanya diakibatkan oleh pertumbuhan bakteri. Kebersihan mulut yang buruk dan mulut kering masing-masing dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri di lidah.

Selain itu, lidah bisa menguning sebelum menjadi hitam dan berbulu. Ini terjadi ketika papila tumbuh lebih besar, menjebak bakteri di permukaan lidah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi kesehatan yang lebih serius menyebabkan lidah menguning. Lidah kuning juga bisa menjadi tanda diabete dan penyakit kuning. 

Jadi, sudah tahu permasalahan apa yang sedang Anda alami karena perubahan warna pada lidah Anda? 

Cara Mengatasi Benjolan di Kulit Kelamin Wanita

Ketika Anda melihat adanya benjolan di kulit kelamin wanita, Anda mungkin merasa khawatir akan adanya kondisi medis yang parah. Terkadang, benjolan memang bisa menandakan adanya penyakit serius. Tetapi, tak jarang juga benjolan itu bisa sembuh dengan sendirinya. 

Anda perlu mengetahui apa penyebab dari kemunculan benjolan sebelum mengetahui cara untuk mengatasinya. Hal ini bisa Anda lakukan dengan berkonsultasi dengan dokter. 

Upaya penyembuhan benjolan di kulit kelamin wanita

Sebenarnya, benjolan di kulit kelamin wanita adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Banyak sekali wanita yang pernah mengalami hal ini.

Sebagian besar penderita bisa sembuh dengan cepat, bahkan tanpa memerlukan adanya perawatan. Namun, itu semua tergantung pada faktor penyebab yang mendasari kemunculan benjolan.

Umumnya, wanita yang mengalami benjolan di area kewanitaannya akan mendapatkan perawatan dengan cara sebagai berikut: 

  • Menjaga jarak dari paparan iritan

Terkadang, kemunculan benjolan bisa disebabkan oleh alergi. Ketika Anda memiliki alergi pada zat tertentu, dan kulit kewanitaan terpapar oleh zat itu, reaksi alergi yang muncul bisa berupa benjolan.

Apabila benjolan disebabkan oleh alergi, maka cara paling efektif untuk menyembuhkannya adalah dengan menjaga jarak dari paparan iritan atau alergen. Begitu Anda menghentikan pemakaian produk yang memicu alergi, benjolan bisa langsung sembuh.

  • Menjaga kebersihan vagina

Vagina Anda merupakan area yang sensitif. Untuk merawatnya, Anda perlu melakukan upaya yang berbeda dengan sekedar perawatan pada kulit bagian tubuh lainnya. 

Ketika kesehatan vagina tidak terjaga, maka area kulit kewanitaan Anda bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Bakteri dan mikroorganisme lainnya bisa memicu infeksi dan menyebabkan kemunculan benjolan di kulit kelamin wanita Anda. 

Karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan vagina Anda. Ketika menstruasi, ganti pembalut dan tampon secara rutin. Gunakan juga pakaian yang longgar agar area kulit kewanitaan Anda bisa bernapas dengan bebas. 

  • Terapi panas

Dalam beberapa kasus, jika benjolan disebabkan oleh kondisi medis tertentu, salah satu cara mengobatinya adalah melakukan terapi panas. Secara khusus, terapi ini dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri dan gatal.

Terapi panas bisa dilakukan dengan mengompres area kulit kewanitaan menggunakan kompres hangat. Anda cukup merendam handuk kecil ke dalam air hangat, lalu peras dan letakkan pada permukaan kulit. 

Lakukan ini beberapa kali dalam sehari. Ingatlah untuk selalu mengeringkan area kulit kewanitaan setelah dikompres agar tidak lembab dan tidak memicu pertumbuhan bakteri yang semakin parah. 

  • Penggunaan obat-obatan

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter bisa saja memberikan anjuran pada Anda untuk mengonsumsi obat-obatan. Apabila benjolan di kulit kelamin wanita disebabkan oleh alergi, dokter bisa memberikan obat pereda alergi. 

Obat yang diberikan dapat berupa obat minum maupun obat topikal atau antihistamin. Umumnya, obat yang digunakan untuk mengobati infeksi adalah antibiotik.

  • Tidak menyentuh benjolan

Benjolan di area kewanitaan mungkin terasa mengganjal dan membuat Anda gemas untuk terus menyentuhnya. Bahkan, Anda mungkin tertarik untuk memencet atau mencoba memecahkan benjolan tersebut.

Namun, hal ini sangat tidak boleh dilakukan. Ketika Anda menyentuh benjolan, bakteri dan virus di benjolan akan semakin menyebar ke area kulit lainnya. Ini hanya akan memperparah kondisi Anda. 

Pengobatan untuk benjolan di kulit kelamin wanita disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda tidak yakin bagaimana metode pengobatan yang paling tepat untuk Anda.

Demam, Flu? Redakan Dengan Balsem, Koyo, & Kompres

Hidung Anda tersumbat, tenggorokan serak, dan kepala terasa pening? Terkadang kesulitan membedakan antara gejala yang mengindikasikan demam dan flu. Gejala tersumbat bisa saling tumpang tindih, kecuali dokter Anda yang memastikan diagnosis menggunakan tes rapid flu (pemeriksaan yang cepat menggunakan cotton swab dari bagian belakang tenggorokan atau hidung). Namun, dalam kasus yang ringan, gejala demam dan flu dapat diredakan menggunakan balsem, koyo, & kompres. Artikel ini akan membahas perbedaan antara demam dan flu. 

Virus menyebabkan demam dan flu. Keduanya merupakan infeksi pernapasan. Cara termudah untuk mengetahui perbedaan antara keduanya adalah apabila Anda menderita demam, gejala yang ditimbulkan seperti hidung mampet atau meler, tenggorokan kering, bersin, batuk, sakut kepala atau nyeri tubuh, dan tubuh terasa lelah. Gejala tersebut umumnya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres apabila bersifat ringan. Sementara itu, flu dapat menyebabkan gejala seperti batuk kering, demam tinggi, tenggorokan kering, tubuh menggigil, nyeri tubuh atau otot yang parah, sakit kepala, hidung yang meler dan tersumbat, kelelahan parah dan dapat bertahan hingga 2 minggu, dan mual serta muntah (terkadang disertai diare terutama pada anak-anak). 

Apa itu demam dan flu?

Demam merupakan infeksi pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Menurut Lembaga Paru Amerika, sekitar lebih dari 200 virus yang berbeda dapat menyebabkan demam. Rhinovirus merupakan virus yang paling sering membuat orang bersin, dan sangat menular. Meskipun Anda bisa tertular demam kapan saja, demam lebih umum dijumpai di musim-musim bersuhu dingin, misalnya musim dingin di negara-negara Barat dan musim hujan di negara tropis. Ini karena kebanyakan virus yang menyebabkan demam akan berkembang biak dengan cepat di lingkungan dengan kelembaban yang rendah. Demam menular dan menyebar ketika seseorang yang batuk atau bersin mengirim droplet berisi virus ke udara. Anda bisa sakit apabila Anda menyentuh permukaan (misalnya gagang pintu atau tombol elevator) yang baru-baru ini terpapar oleh virus dari orang sakit, kemudian Anda menyentuh hidung, mulut, atau mata. Anda paling menular pada 2 hari hingga 4 hari pertama setelah terpapar virus demam. 

Sementara itu, flu, atau dikenal dengan sebutan influenza, merupakan penyakit pernapasan atas lain. Berbeda dengan flu, yang dapat menyerang Anda kapan saja, flu umumnya bersifat musiman. Pada musim flu, Anda bisa menderita kondisi ini dengan cara yang sama Anda tertular penyakit demam, yaitu dengan melakukan kontak langsung dengan droplet yang disebarkan oleh orang yang terinfeksi. Flu musiman disebabkan oleh virus influenza A, B, dan C, dengan influenza A dan B merupakan kedua jenis paling umum dijumpai. Strain virus influenza yang aktif bervariasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah vaksin flu baru dikembangkan setiap tahunnya. Berbeda dengan demam, flu dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes. 

Gejala demam dan flu yang ringan, seperti hidung meler, sakit kepala, dan tubuh terasa nyeri, biasanya dapat diatasi menggunakan balsem, koyo, & kompres. Namun, apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah beberapa hari ataupun malah berubah menjadi semakin parah, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang diderita.