Category: Penyakit

Beberapa Cara Pengobatan dan Perawatan Untuk Penyakit Ayan

Epilepsi adalah gangguan kronis yang menyebabkan kejang berulang tanpa alasan atau disebut juga penyakit ayan. Kejang adalah aliran tiba-tiba aktivitas listrik di otak.

Gejala epilepsi paling utama adalah kejang

Ada dua jenis utama kejang. Kejang umum mempengaruhi seluruh otak. Kejang fokal, atau parsial, hanya mempengaruhi satu bagian otak.Kejang ringan mungkin sulit dikenali. Itu bisa berlangsung beberapa detik di mana Anda kurang kesadaran.

Kejang yang lebih kuat dapat menyebabkan kejang dan kedutan otot yang tidak terkendali, dan dapat berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Selama kejang yang lebih kuat, beberapa orang menjadi bingung atau kehilangan kesadaran. Setelah itu Anda mungkin tidak memiliki ingatan tentang hal itu terjadi.Ada beberapa alasan Anda mungkin mengalami kejang. Ini termasuk:

  • demam tinggi
  • trauma kepala
  • gula darah sangat rendah
  • penarikan alkohol

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang cukup umum yang mempengaruhi 65 juta orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, itu mempengaruhi sekitar 3 juta orang.

Siapa pun dapat mengembangkan epilepsi, tetapi lebih sering terjadi pada anak kecil dan orang dewasa yang lebih tua. Ini terjadi sedikit lebih banyak pada pria daripada pada wanita. Tidak ada obat untuk epilepsi, tetapi gangguan ini dapat dikelola dengan obat-obatan dan strategi lainnya.

Apakah epilepsi turun temurun?

Mungkin ada sebanyak 500 gen yang berhubungan dengan epilepsi. Genetika juga dapat memberi Anda “ambang kejang” alami. Jika Anda mewarisi ambang kejang yang rendah, Anda lebih rentan terhadap pemicu kejang. Ambang batas yang lebih tinggi berarti Anda cenderung tidak mengalami kejang.

Epilepsi terkadang diturunkan dalam keluarga. Namun, risiko mewarisi kondisi ini cukup rendah. Kebanyakan orang tua dengan epilepsi tidak memiliki anak dengan epilepsi.

Secara umum, risiko terkena epilepsi pada usia 20 tahun adalah sekitar 1 persen, atau 1 dari setiap 100 orang. Jika Anda memiliki orang tua dengan epilepsi karena penyebab genetik, risiko Anda meningkat ke suatu tempat antara 2 hingga 5 persen.Jika orang tua Anda menderita epilepsi karena penyebab lain, seperti stroke atau cedera otak, itu tidak memengaruhi peluang Anda terkena epilepsi.

Kondisi langka tertentu, seperti tuberous sclerosis dan neurofibromatosis, dapat menyebabkan kejang. Ini adalah kondisi yang dapat berjalan dalam keluarga. Epilepsi tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki anak. Tetapi beberapa obat epilepsi dapat mempengaruhi bayi Anda yang belum lahir. Jangan berhenti minum obat Anda, tetapi bicarakan dengan dokter Anda sebelum hamil atau segera setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil.

Jika Anda menderita epilepsi dan khawatir untuk memulai sebuah keluarga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konselor genetik.

Apa yang menyebabkan epilepsi?

Untuk 6 dari 10 orang dengan epilepsi atau penyakit ayan, penyebabnya tidak dapat ditentukan. Berbagai hal dapat menyebabkan kejang. Kemungkinan penyebabnya meliputi:

  • cedera otak traumatis
  • jaringan parut di otak setelah cedera otak (epilepsi pasca-trauma)
  • penyakit serius atau demam yang sangat tinggi
  • stroke, yang merupakan penyebab utama epilepsi pada orang di atas usia 35 tahun
  • penyakit pembuluh darah lainnya
  • kekurangan oksigen ke otak
  • tumor atau kista otak
  • demensia atau penyakit Alzheimer
  • penggunaan obat ibu, cedera prenatal, malformasi otak, atau kekurangan oksigen saat lahir
  • penyakit menular seperti AIDS dan meningitis
  • kelainan genetik atau perkembangan atau penyakit saraf

Keturunan berperan dalam beberapa jenis epilepsi. Pada populasi umum, ada kemungkinan 1 persen mengembangkan epilepsi sebelum usia 20 tahun. Jika Anda memiliki orang tua yang epilepsinya terkait dengan genetika, itu meningkatkan risiko Anda menjadi 2 hingga 5 persen.

Genetika juga dapat membuat beberapa orang lebih rentan terhadap kejang dari pemicu lingkungan. Epilepsi dapat berkembang pada usia berapa pun. Diagnosis biasanya terjadi pada anak usia dini atau setelah usia 60 tahun.

Bagaimana pengobatan epilepsi?

Kebanyakan orang dapat mengelola epilepsi. Rencana perawatan Anda akan didasarkan pada tingkat keparahan gejala, kesehatan Anda, dan seberapa baik Anda merespons terapi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Obat anti-epilepsi (antikonvulsan, antikejang): Obat-obatan ini dapat mengurangi jumlah kejang yang Anda alami. Pada beberapa orang, mereka menghilangkan kejang. Agar efektif, obat harus diminum persis seperti yang ditentukan.
  • Stimulator saraf vagus: Perangkat ini ditempatkan secara operasi di bawah kulit di dada dan secara elektrik merangsang saraf yang mengalir melalui leher Anda. Ini dapat membantu mencegah kejang.
  • Diet ketogenik: Lebih dari separuh orang yang tidak menanggapi pengobatan mendapat manfaat dari diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini.
  • Operasi otak: Area otak yang menyebabkan aktivitas kejang dapat dihilangkan atau diubah.
  • Penelitian pengobatan baru sedang berlangsung. Salah satu pengobatan yang mungkin tersedia di masa depan adalah stimulasi otak dalam. Ini adalah prosedur di mana elektroda ditanamkan ke otak Anda. Kemudian generator ditanamkan di dada Anda. Generator mengirimkan impuls listrik ke otak untuk membantu mengurangi kejang.

Jalan penelitian lain melibatkan perangkat seperti alat pacu jantung. Ini akan memeriksa pola aktivitas otak dan mengirim muatan listrik atau obat untuk menghentikan kejang. Operasi invasif minimal dan radiosurgery juga sedang diselidiki.

Obat untuk epilepsi

Pengobatan lini pertama untuk epilepsi adalah obat anti kejang. Obat-obatan ini membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan kejang. Mereka tidak bisa menghentikan kejang yang sudah berlangsung, juga bukan obat untuk epilepsi.

Obat diserap oleh lambung. Kemudian mengalirkan aliran darah ke otak. Ini mempengaruhi neurotransmitter dengan cara yang mengurangi aktivitas listrik yang menyebabkan kejang. Obat anti kejang melewati saluran pencernaan dan meninggalkan tubuh melalui urin.Ada banyak obat anti kejang di pasaran. Dokter Anda dapat meresepkan obat tunggal atau kombinasi obat, tergantung pada jenis kejang yang Anda alami.

Obat epilepsi umum meliputi:

  • levetiracetam (Keppra)
  • lamotrigine (Lamictal)
  • topiramate (Topamax)
  • asam valproat (Depakote)
  • karbamazepin (Tegretol)
  • etosuximida (Zarontin)

Obat-obatan ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet, cairan, atau injeksi dan diminum sekali atau dua kali sehari. Anda akan mulai dengan dosis serendah mungkin, yang dapat disesuaikan hingga mulai bekerja. Obat-obatan ini harus diminum secara konsisten dan sesuai resep. Beberapa efek samping potensial mungkin termasuk:

  • kelelahan
  • pusing
  • ruam kulit
  • koordinasi yang buruk
  • masalah memori

Jarang, tetapi efek samping yang serius termasuk depresi dan radang hati atau organ lain. Epilepsi atau penyakit ayan berbeda untuk setiap orang, tetapi kebanyakan orang membaik dengan obat anti kejang. Beberapa anak dengan epilepsi berhenti mengalami kejang dan dapat berhenti minum obat.

Penyebab Benjolan di Dekat Lubang Dubur dan Cara Mengatasinya

Munculnya benjolan di dekat lubang dubur dapat membuat rasa tidak nyaman karena nyeri, terutama saat duduk dan berjalan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan sampai berbahaya. Karena itu, penting untuk mengenali penyebab benjolan di dekat lubang dubur.

Benjolan di anus dapat muncul akibat ambeien

Dubur atau anus merupakan lubang di bagian bawah saluran pencernaan. Bagian ini terdiri dari kulit dan jaringan usus bagian dalam, termasuk kelenjar lendir, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan ujung saraf yang sensitif. 

Saat area ini terkena infeksi, iritasi, atau penyumbatan, benjolan pun dapat muncul. Benjolan yang muncul umumnya akan terasa nyeri, keras, dan mengeluarkan cairan seperti nanah. Tapi, kadang kala, benjolan tersebut tidak menimbulkan keluhan sama sekali.

Berbagai penyebab benjolan di dubur

  1. Ambeien

Benjolan di dekat lubang dubur dapat disebabkan oleh ambeien atau wasir. Ambeien dibagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasinya, yaitu ambeien dalam dan ambeien luar. Gejala dan tanda yang muncul pun berbeda antara keduanya. 

Ambeien dalam terjadi ketika ada benjolan di dalam dubur, tepatnya di liang rektum. Umumnya, ambeien dalam tidak menimbulkan keluhan nyeri karena tidak banyak saraf di daerah tersebut. 

Sedangkan pada ambeien luar, benjolan terdapat di luar rektum atau di dekat lubang dubur. Benjolan pada ambeien luar biasa terasa nyeri atau gatal pada lubang dubur, dan bisa menyebabkan BAB berdarah.

Ambeien atau wasir—biasa juga disebut hemoroid terjadi karena adanya peningkatan tekanan dalam pembuluh darah di sekitar nus, sehingga menimbulkan pembengkakan yang terlihat seperti benjolan. Pemicunya pun beragam, bisa karena terlalu lama buang air besar, kelebihan berat badan, mengangkat beban berat, atau kebiasaan duduk yang terlalu lama.

  1. Perianal hematoma

Perianal hematoma ditandai dengan benjolan kecil berwarna keunguan atau hitam di bagian luar lubang dubur. Benjolan ini muncul akibat pecahnya pembuluh darah di area anus, sehingga darah menumpuk di jaringan sekitarnya. Pecahnya pembuluh darah tersebut bisa disebabkan karena mengejan saat BAB atau mengangkat beban berat. 

  1. Kutil anus

Penyebab benjolan di dekat lubang dubur lainnya adalah kutil anus atau secara medis disebut sebagai kondiloma akuminata. Benjolan pada anus ini disebabkan oleh infeksi virus HPV yang dapat menyebar melalui hubungan seksual ataupun cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Pada banyak kasus, kutil anus tidak menyebabkan rasa nyeri atau keluhan lainnya, apalagi jika ukurannya kecil. Karena itu, terkadang penderita tidak menyadari adanya kutil anus sama sekali. Namun, jika ukurannya cukup besar, kutil anus dapat menimbulkan rasa gatal hingga mengeluarkan lendir atau darah.

  1. Molluscum contagiosum

Salah satu penyebab benjolan di dekat lubang dubur adalah infeksi virus molluscum contagiosum. Virus ini dapat menyebar ke lubang dubur saat berhubungan seksual, terutama saat melakukan anal. Selain itu, bersentuhan dengan kulit yang terinfeksi, atau berbagi sprei maupun handuk dengan penderita juga dapat menjadi faktor tertular virus tersebut.

Gejala yang muncul setelah terpapar virus berupa benjolan kecil berwarna merah muda atau putih dengan lubang atau cekungan kecil di tengahnya. Benjolan tersebut pun kadang menimbulkan rasa gatal dan pembengkakan. 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Tapi, biasanya akan memakan waktu lama untuk menghilangnya benjolan tersebut, yaitu sekitar 6 bulan hingga 5 tahun.

Cara mengatasi benjolan di dekat dubur

Sebelum mengatasi benjolan di anus, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut. Terdapat berbagai pilihan pengobatan yang akan direkomendasikan, sesuai dengan penyebab munculnya benjolan. Berikut beberapa pilihan pengobatan tersebut.

  • Obat untuk meredakan pembengkakan
  • Obat pereda rasa nyeri jika benjolan menyebabkan rasa nyeri
  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi
  • Krim atau salep yang dapat mengurangi iritasi dan memberikan efek mati rasa
  • Obat laksatif yang dapat melancarkan buang air besar
  • Operasi jika diperlukan

Kebanyakan penyebab benjolan di dekat lubang dubur dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan tindakan.

Cara Mengatasi Munculnya Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut atau dalam istilah medis disebut leukoplakia adalah bercak putih keabu-abuan yang muncul di lidah, gusi, bagian dasar mulut seperti tenggorokan, atau pipi bagian dalam. Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya bercak putih di dinding mulut ini.

Namun, beberapa faktor risiko yang bisa memicu yaitu infeksi bakteri, jamur, atau virus, gesekan dengan gigi yang kasar atau tajam, konsumsi alkohol yang berlebihan, kebiasaan merokok serta pemakaian aksesoris kesehatan gigi seperti dentur. Bercak putih di dinding mulut akan terasa tebal, menonjol, keras, dan kasar. Umumnya, kemunculan bercak ini tidak disertai dengan rasa sakit.

Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut jika bercak putih di dinding mulut disertai dengan kondisi sebagai berikut:

  • Mulut berdarah
  • Bengkak di tenggorokan atau lidah
  • Sariawan dengan ukuran yang besar
  • Susah untuk makan dan minum
  • Sulit bernapas
  • Demam tinggi lebih dari 38o C

Pengobatan Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen di mulut. Jika gejala yang ditimbulkan ringan, bercak ini akan hilang dengan sendirinya. Namun untuk menghindari terjadinya komplikasi kesehatan yang lain seperti kanker mulut, maka perlu segera dilakukan pengobatan dan penanganan medis, antara lain seperti:

  • Menghindari sumber iritasi dan faktor risiko penyebab munculnya bercak putih di dinding mulut seperti konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan merokok
  • Operasi pengangkatan bercak dengan menggunakan sinar laser atau dibekukan (cryoprobe)
  • Pembedahan untuk membuang bercak putih di dinding mulut. Tindakan medis ini disarankan jika pemeriksaan ditemukan sel abnormal pada leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut
  • Jika bercak putih di dinding mulut disebabkan gesekan gigi yang tajam, maka dokter akan lebih dulu memperbaiki kondisi gigi tersebut
  • Jika bercak putih di dinding mulut disebabkan oleh infeksi jamur, cara mengatasinya dengan pengobatan anti jamur. Dokter biasanya akan memberikan resep obat anti jamur dengan waktu konsumsi untuk 10-14 hari.
  • Pasien dengan hairy leukoplakia atau bercak putih di dinding mulut berambut, dokter akan memberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan bercak. Selain itu, ada juga krim dengan kandungan asam retinoid seperti tretinoin topikal untuk memperkecil ukuran bercak putih di dinding mulut

Setelah menjalani pengobatan tersebut, pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah munculnya kembali bercak putih di dinding mulut.

Pencegahan Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut atau leukoplakia bisa dicegah dengan menjalani pola hidup sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

  • Mengurangi konsumsi alkohol, contohnya minuman bir dan wine agar tidak memicu perkembangan bakteri secara berlebihan
  • Menghentikan kebiasaan merokok, termasuk penggunaan produk tembakau yang dikunyah sehingga tidak menimbulkan iritasi dinding mulut
  • Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti anggur, brokoli, almond, asparagus
  • Rajin memeriksakan gigi ke dokter, terutama jika termasuk penderita diabetes. Pemeriksaan ke dokter gigi bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali
  • Jaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari. Anda juga bisa melakukan flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang setidaknya satu kali sehari
  • Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur. Obat kumur dengan kandungan anti bakteri memang membantu menjaga kesehatan mulut, tetapi jika terlalu sering digunakan bisa merusak keseimbangan bakteri alami di dalam mulut

Cara Menangani Bisul di Telinga yang Berisi Cairan

Munculnya bisul di telinga berisi cairan merupakan indikasi penyakit myringitis bullosa. Penyakit tersebut merupakan bentuk dari acute otitis media yang disebabkan berbagai macam virus dan bakteri. 

Bakteri yang paling sering menjadi penyebabnya adalah Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma. Sebaiknya segera menangani bisul ini agar meredakan rasa sakitnya dan menghindarkan dari risiko infeksi. 

Benjolan di daun telinga dapat hilang dengan sendirinya

Apa itu myringitis bullosa?

Myringitis bullosa merupakan salah satu bentuk infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Infeksi ini menyebabkan gendang telinga jadi meradang hingga muncul bisul-bisul kecil berisi cairan di bagian permukaannya. 

Walaupun begitu, myringitis bullosa tidak menimbulkan nanah atau cairan di dalam telinga bagian tengah seperti infeksi lainnya. Anda akan mulai merasakan nyeri yang bertahan hingga 24 sampai 48 jam dan terkadang Anda juga bisa mengalami kehilangan pendengaran dan juga demam. 

Cara mengatasi bisul di telinga

Sangat penting sekali untuk segera menangani bisul yang muncul di telinga. Sebab, jika bisul ini pecah maka luka yang terbuka berisiko terkena infeksi dan gejala yang Anda rasakan tidak segera membaik.

Penanganan untuk myringitis bullosa bisa dilakukan dengan menggunakan obat ataupun tidak menggunakan obat sama sekali. Untuk obat-obatan, bisa menggunakan pereda nyeri atau antibiotik.

Obat-obatan tersebut bisa berbentuk obat oral atau obat tetes telinga, jenis obatnya bergantung pada kondisi dan usia pengidap. Jika obat-obatan tidak mengurangi rasa nyeri, dokter akan membuka bisul tersebut dengan pisau kecil untuk mengeluarkan cairannya agar membantu mengurangi rasa nyeri. 

Sebenarnya, myringitis bullosa bisa sembuh sendiri tanpa penanganan medis, asal Anda tidak tergoda untuk memencet atau memecahkan bisulnya. Hal ini bisa menyebabkan bisul pecah dan cairan di dalamnya akan mengenai jaringan di sekitarnya.

Anda bisa mencoba menggunakan cara-cara berikut ini untuk mengatasi bisul di telinga di rumah: 

  • Kompres dengan air hangat untuk memicu cairan di dalam bisul keluar dengan perlahan
  • Tutup bisul dengan kasa steril atau kain bersih ketika sudah pecah
  • Cuci tangan dengan bersih dan sesering mungkin
  • Bersihkan atau gunakan disinfektan untuk barang-barang yang Anda gunakan setiap hari, termasuk sisir dan handuk
  • Cuci bersih topi, selimut, earphone, dan barang-barang lainnya yang pernah berkontak dengan bisul tersebut
  • Pertimbangkan untuk menggunakan produk kecantikan, perawatan rambut, dan pembersih badan yang berbeda.

Cara mencegah agar bisul tak lagi muncul di telinga

Myringitis bullosa tidak menular, namun tetap penting untuk bisa mencegahnya agar tidak menimbulkan komplikasi dan risiko infeksi lainnya. Infeksi telinga biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang terperangkap saat Anda terkena demam atau flu, yang mungkin bisa ditularkan oleh orang lain.

Sehingga cara untuk mencegahnya antara lain:

  • Sebisa mungkin jauhi orang yang sedang sakit demam atau infeksi menular lainnya
  • Rutin mencuci tangan
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
  • Tidur yang cukup
  • Jaga permukaan di rumah tetap bersih dan gunakan disinfektan, terutama jika ada orang di rumah yang baru saja terkena demam atau flu
  • Cuci bersih luka terbuka secara hati-hati
  • Jangan berbagi barang-barang yang digunakan secara pribadi, seperti peralatan mandi, handuk, dan earphone
  • Makan-makanan yang sehat dan rutin berolahraga untuk mendorong sistem imun

Dalam beberapa kasus langka, myringitis bullosa yang tidak ditangani secara efektif, bakteri atau virus yang menjadi penyebab dapat menyebar ke tulang di sekitar telinga. Dan jika penyebaran ini tidak ditangani dengan baik juga, maka bisa mengakibatkan tuli, meningitis atau sepsis.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan abaikan jika muncul bisul di telinga. Segera tangani dengan baik dan benar agar bisa sembuh dan tidak menimbulkan komplikasi ataupun penyebaran infeksi.

Perbedaan Kanker Getah Bening dan TBC Kelenjar

Gejala kanker getah bening dan TBC kelenjar merupakan dua penyakit yang berbeda meskipun memiliki gejala umumnya sama. Ingin tahu apa saja perbedaannya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab TBC adalah infeksi bakteri

TBC Kelenjar

Umumnya bakteri tuberkulosis menyerang paru-paru, namun bakteri ini bisa juga menyebar ke organ lain, seperti otak, tulang, kelenjar getah bening, saluran pencernaan, dan lain sebagainya.

TB kelenjar adalah salah infeksi yang disebabkan karena bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening itu sendiri adalah sebuah kelenjar yang memproduksi limfosit–salah satu sel darah putih–yang berperan dalam sistem imun tubuh. Kelenjar ini tersebar banyak dalam tubuh, diantaranya leher, ketiak, lipat paha, selangkangan dan sekitar organ-organ dalam.

Gejala TBC Kelenjar

Berikut ini adalah gejala TB kelenjar yang kamu harus waspadai:

  • Tanda-tanya yang paling terjadi adalah adanya benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit dan sudah berlangsung lama di area kelenjar getah bening yang terkena, misalnya di leher – tepatnya di bawah rahang, ataupun ketiak.
  • Benjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar yang kadang-kadang akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit ketika disentuh.
  • Selain pembengkakan, seseorang yang mengalami TB kelenjar pun akan mengalami gejala umum penyakit TBC, seperti badan terasa lemas, demam, menggigil, dan penurunan berat badan.
  • Pada beberapa orang, TB kelenjar getah bening memang kadang tidak menimbulkan tanda-tanda yang berarti meskipun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, jika kamu mengalami gejala TB kelenjar getah bening yang utama, yaitu muncul benjolan di daerah kelenjar getah bening, segera hubungi dokter.

Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma atau biasa yang disebut dengan kanker kelenjar getah bening adalah kanker yang muncul pada limfosit. Sel-sel ini berada di kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya.

Jika sel-sel limfosit dalam sistem limfatik diserang kanker, maka sistem kekebalan tubuh penderita akan mengalami penurunan sehingga rentan mengalami infeksi. Kanker ini dikategorikan dalam dua jenis, yaitu limfoma hodgkin dan non hodgkin. Perbedaan kanker dan TB kelenjar getah bening terutama terletak pada jenis sel limfosit yang diserang sel kanker.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala kanker kelenjar getah bening:

  • Gejala utama limfoma adalah adanya pembengkakan kelenjar yang menimbulkan tumbuhnya benjolan di leher, ketiak, ataupun selangkangan.
  • Umumnya seseorang yang mengalami kanker kelenjar getah bening juga akan merasakan batuk, sesak napas, demam, menggigil, batuk yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan, badan meriang yang berkelanjutan dalam waktu yang lama, dan keluar keringat dingin di malam hari.
  • Selain itu beberapa orang juga mengaku kehilangan selera makan sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang drastis dan signifikan, lalu badan terasa lemas, kejang, sakit perut, punggung ataupun nyeri tulang.

perbedaan kanker dan TB kelenjar getah bening memang sulit dilakukan secara sekilas. Pasalnya jika dilihat dari gejalanya, TB kelenjar dan kanker kelenjar getah bening memang memiliki ciri utama yang sama, yaitu timbulnya benjolan di sekitar kelenjar getah bening. Kanker kelenjar getah bening tertentu dapat tumbuh dengan cepat, seperti layaknya benjolan ganas lainnya. Namun, kanker kelenjar getah bening lainnya dapat tumbuh dengan lambat, seperti TB kelenjar.

Itu sebabnya, jika kamu merasakan gejala-gejala yang sudah dijabarkan di atas, segeralah temui dokter untuk memastikan diagnosis penyakit yang kamu alami. Semakin dini memulai pengobatan, kemungkinan untuk kembali sembuh semakin baik. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dengan melakukan biopsi aspirasi jarum atau biopsi eksisi, yakni mengambil sebagian kecil jaringan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Demikian perbedaan kanker kelenjar getah bening dan TBC kelenjar. Semoga menambah wawasanmu.

Mengenal Trikiasis, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Trikiasis adalah kondisi pertumbuhan bulu mata yang tidak normal, yakni tumbuh ke dalam ke arah bola mata. Jika dibiarkan, bulu mata yang tumbuh ke dalam akan bergesakan dengan bola mata, sehingga menyebabkan beberapa masalah pada mata. 

Siapa saja bisa mengalami trikiasis, namun gejalanya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Trikiasis juga bisa terjadi karena adanya kelainan bawaan seperti epiblepharon, yakni kondisi kulit di sekitar mata sedikit longgar, sehingga membuat bulu mata tumbuh secara vertikal ke dalam.

Penyebab Trikiasis

Penyebab trikiasis belum diketahui secara pasti dan semua orang bisa mengalami hal ini. Namun, trikiasis biasanya bisa dialami oleh seseorang karena beberapa faktor, yakni:

  • Terjadinya infeksi pada mata
  • Peradangan di bagian kelopak mata
  • Seseorang dengan gejala autoimun 
  • Epiblepharon, kelainan bawaan yang membuat bulu mata tumbuh ke dalam karena kulit di sekitar mata kendur
  • Terkena penyakit herpes zoster
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Distikiasis, kelainan bawaan berupa pertumbuhan bulu mata yang abnormal
  • Trakoma, yakni infeksi pada mata karena bakteri chlamydia trachomatis yang membuat peradangan di area folikel bulu mata

Gejala Trikiasis

Untuk memudahkan identifikasi, berikut ini beberapa gejala yang umumnya muncul karena trikiasis:

  • Terjadi kemerahan pada mata
  • Mata sensitif pada cahaya yang cukup terang
  • Mata terasa nyeri dan mudah berair
  • Ada sensasi seperti benda asing yang masuk ke dalam mata
  • Pandangan kabur

Bulu mata yang tumbuh ke dalam dan terus dibiarkan bisa menyebabkan infeksi dan iritasi pada mata karena bergesekan langsung dengan bagian dalam mata.

Akibatnya, hal ini bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius, seperti abrasi kornea dan juga ulkus kornea. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka efek buruknya bisa menyebabkan kebutaan.

Pengobatan Trikiasis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati trikiasis, seperti pengangkatan bulu mata atau dengan mengarahkan pertumbuhan bulu mata ke arah yang normal.

Pencabutan bulu mata secara manual

Tindakan ini biasanya dilakukan ketika bulu mata yang tumbuh abnormal hanya beberapa saja. Dokter bisa langsung mencabut bulu mata yang tumbuh abnormal dengan menggunakan pinset. 

Bulu mata yang dicabut nantinya bisa tumbuh lagi dan ada kemungkinan memiliki pertumbuhan yang abnormal lagi. 

Operasi 

Jika jumlah bulu mata yang tumbuh abnormal banyak, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi agar bulu mata yang abnormal bisa hilang secara permanen. Berikut beberapa jenis operasi yang umum dilakukan untuk menghilangkan trikiasis. 

  • Operasi ablasi biasanya dilakukan dengan menggunakan frekuensi radio dan juga laser untuk menghilangkan bulu mata dan juga folikel rambut. 
  • Elektrolisa dilakukan dengan melakukan pembedahan menggunakan listrik. Meskipun efektif, elektrolisa biasanya menimbulkan rasa sakit dan memakan waktu yang lama.
  • Cryosurgery, metode menghilangkan bulu mata dan folikel rambut dengan membekukannya, cara ini termasuk efektif namun bisa menimbulkan beberapa komplikasi.
  • Operasi untuk mengubah posisi bulu mata. Hal ini biasanya dilakukan jika trikiasis disebabkan oleh epiblepharon. 

Air mata buatan

Air mata buatan biasanya diresepkan oleh dokter yang bisa digunakan selama beberapa hari untuk mencegah terjadinya iritasi karena gesekan. 

Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter dan jangan mengobatinya sendiri, ya agar tidak menimbulkan infeksi atau iritasi lain. Pastikan kamu juga menggunakan alat pelindung mata agar mata tetap sehat. 

FDA Melarang Penggunaan Ivermectin untuk COVID-19

FDA Melarang Penggunaan Ivermectin untuk COVID-19

Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, banyak orang telah mencari jalan pintas untuk mengatasi penyakit ini. Saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat telah memberikan peringatan agar masyarakat tidak menggunakan obat antiparasit Ivermectin sebagai perawatan penyakit COVID-19. FDA sangat khawatir tentang kesehatan para konsumen yang mencoba mengobati diri mereka sendiri dengan mengonsumsi produk Ivermectin yang ditujukan untuk hewan, dan menganggap bahwa obat tersebut dapat dijadikan pengganti Ivermectin pada manusia. Obat hewan tersebut dapat menyebabkan bahaya serius pada manusia. 

FDA juga menekankan bahwa masyarakat tidak boleh mengonsumsi Ivermectin dalam bentuk apapun kecuali telah mendapatkan resep dari dokter berlisensi dan mendapatkannya lewat sumber yang terpercaya. Ivermectin aslinya ditemukan pada tahun 1970an, dan pertama digunakan pada hewan untuk membunuh parasit internal dan eksternal di hewan peliharaan dan hewan ternak. Saat ini, Ivermectin juga digunakan untuk mengatasi infeksi parasit pada manusia. 

Meskipun dianggap aman digunakan pada manusia apabila sesuai resep yang diberikan, mengonsumsi obat ini dalam dosis yang dianjurkan untuk hewan peliharaan atau hewan ternak dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang parah. Menurut Missouri Poison Center, telah ada laporan yang menyatakan overdosis Ivermectin secara disengaja, yang mana dapat menyebabkan gejala serius seperti kejang-kejang, koma, dan gangguan hati dan paru-paru. Menurut FDA, peningkatan ketertarikan terhadap Ivermectin untuk merawat atau mencegah infeksi COVID-19 bermula dengan adanya pengumuman sebuah artikel penelitian. Dalam artikel tersebut, dijelaskan efek dari Ivermectin terhadap SARS-CoV-2 dalam lingkungan laboratorium. Sangat penting untuk diingat bahwa Ivermectin tidak diberikan pada manusia ataupun hewan dalam studi ini. 

Database online Institut Kesehatan Nasional (NIH) terhadap uji klinis menunjukkan 38 studi di seluruh dunia yang menggunakan Ivermectin sebagai kemungkinan perawatan untuk infeksi COVID-19. Namun, berdasarkan database tersebut, kebanyakan dari studi masih mencari peserta dan hanya beberapa saja yang berlokasi di Amerika Serikat. FDA menekankan meskipun penggunaan Ivermectin masih sedang diinvestigasi dalam lingkungan laboratorium, penelitian lanjutan dengan data yang konklusif masih dibutuhkan sebelum obat ini disetujui penggunaannya untuk merawat COVID-19. 

Mangala Narasimhan, selaku direktur Layanan Peduli Kritis di Northwell Health di New York, menyatakan bahwa beberapa uji dan studi acak terhadap penggunaan Ivermectin pada pasien yang menderita COVID-19 telah diterbitkan dan tersedia untuk mendapatkan peer-review. Akan tetapi, bukti masih bercampur. Beberapa studi klinis menunjukkan tidak adanya manfaat atau memperparah penyakit setelah penggunaan Ivermectin. Namun, ada pula beberapa studi yang melaporkan adanya pengurangan tingkat penanda peradangan serta mengurangi tingkat kematian pada pasien yang menerima Ivermectin dibandingkan dengan obat-obatan lain ataupun placebo. Akan tetapi, kebanyakan dari studi tersebut memiliki informasi yang tidak lengkap serta tidak ada batasan metodologis yang penting. Menurut Narasimha, batasan tersebut meliputi ukuran sampel yang kecil, dosis Ivermectin yang beragam, dan pasien yang menerima obat-obatan lain sebagai bentuk perawatannya. 

Meskipun menggunakan dosis obat yang ditujukan pada hewan untuk diri sendiri bukanlah sebuah hal yang aman, Ivermectin telah membantu banyak orang apabila digunakan dengan tepat sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa produsen Ivermectin menyadari potensi penggunaan obat ini pada manusia tahun 1980an. WHO juga menambahkan bahwa Ivermectin memiliki aplikasi kesehatan publik yang sangat berharga dalam mengontrol penyakit yang disebabkan karena strongyloidiasis dan tikus.

7 Penyebab Telapak Kaki Sakit Tiba-tiba dan Cara Mengobatinya

7 Penyebab Telapak Kaki Sakit Tiba-tiba dan Cara Mengobatinya

Telapak kaki menanggung beban tubuh kita saat berdiri dan beraktivitas. Saat menerima beban terlalu berat, bisa menyebabkan telapak kaki sakit. Nyeri kaki merupakan hal yang umum terjadi. 

Bagi sebagian orang, nyeri kaki lebih cenderung terasa di malam hari. Biasanya, sakit di bagian bawah kaki akan sembuh dalam beberapa minggu. Namun jika kondisinya tak kunjung membaik, bisa jadi itu sebagai tanda suatu penyakit.

Penyebab kaki sakit secara tiba-tiba

Bagian bawah kaki tersusun atas tiga bagian, yaitu bola (bagian empuk dari telapak kaki yang terletak di antara jari kaki dan lengkungan), lengkungan, dan telapak kaki. Rasa sakit di bawah kaki bisa menjalar ke bagian atas, atau mungkin rasa sakit tersebut berasal dari bagian atas kaki. 

Berikut ini penyebab kaki terasa sakit padahal tidak ada luka:

  1. Plantar fasciitis

Plantar fasciitis terjadi ketika jaringan yang disebut plantar fascia meregang hingga teriritasi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri di tumit. Rasa sakit paling parah terasa di pagi hari saat Anda bangung dari tempat tidur. 

Faktor risiko plantar fasciitis meliputi:

  • Kaki datar
  • Lengkungan tinggi
  • Kegemukan
  • Otot betis kencang
  • Berdiri berjam-jam

Untuk meredakan nyeri kaki akibat plantar fasciitis, Anda bisa melakukan perawatan rumahan seperti:

  • Mengistirahatkan kaki dari beraktivitas
  • Melakukan peregangan tumit dan otot kaki
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Mengenakan sepatu dengan penyangga lekukan yang baik dan sol empuk
  1. Taji tumit (heel spur)

Taji tumit atau heel spur adalah pertumbuhan tulang yang tidak normal di bagian bawah tumit. Kondisi ini bisa berkembang akibat penggunaan sepatu yang salah, postur tubuh saat berjalan tidak normal, atau aktivitas seperti berlari.

Orang yang menderita taji tumit mungkin merasakan sakit saat berjalan atau berdiri. Tapi biasanya kondisi ini tidak membuat telapak kaki sakit. Rasa nyeri cenderung timbul pada penderita dengan kaki rata atau lengkungan tinggi. 

Untuk mengobatinya, gunakan bantalan tumit potongan atau pasang sisipan khusus, yang disebut orthoic, di sepatu. Pilih sepatu berukuran pas dengan sol yang mampu menahan guncangan dengan baik. 

Ketika kaki sakit, istirahatkan kaki dan minum obat pereda nyeri yang dijual bebas. Jika masih terasa sakit, konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin menyarankan terapi fisik atau prosedur medis lainnya. 

  1. Metatarsalgia

Metatarsalgia merupakan istilah medis untuk menggambarkan nyeri dan peradangan pada bola kaki. Kondisi ini disebut juga dengan memar batu.

Penggunaan sepatu yang tidak pas adalah penyebab umum metatarsalgia. Namun kondisi ini juga bisa berasal dari aktivitas berat, seperti berlari atau melompat

Berikut tips untuk mengobati metatarsalgia:

  • Istirahatkan kaki dan kompres dengan air dingin
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Kenakan alas kaki yang nyaman
  • Tambahkan sisipan sepatu untuk mengurangi tekanan pada bola kaki 

Selain itu, telapak kaki sakit juga bisa disebabkan oleh:

  • Peningkatan berat badan akibat obesitas atau kehamilan
  • Tumbuhnya mata ikan di telapak kaki
  • Konsumsi obat-obatan dengan efek samping pembengkakan pada kaki
  • Penyakit arteri perifer 

Catatan

Selama perawatan telapak kaki sakit, hindari berjalan atau berdiri dalam waktu lama. Jangan memakai sepatu hak tinggi atau ketat hingga rasa sakit benar-benar hilang. 

Apabila sensasi nyeri di kaki datang dan pergi, semakin parah, atau area yang menyebabkan nyeri terlihat meradang atau memiliki luka terbuka, maka Anda harus segera menemui dokter untuk menerima perawatan.

Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Aman

Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Aman

Memiliki mata minus atau miopia berarti Anda harus menggunakan alat tambahan untuk bisa melihat dengan jelas, baik kacamata atau kontak lensa. 

Sebenarnya, hingga kini belum ditemukan cara mengurangi mata minus secara alami tanpa menggunakan kacamata. Perawatan medis yang direkomendasikan dokter, seperti operasi lasik, juga memakan biaya yang cukup banyak. 

Namun ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membantu meningkatkan ketajaman penglihatan. 

Tips meningkatkan ketajaman penglihatan secara alami

Cara mengurangi mata minus yang paling ampuh adalah operasi laser atau penggunaan kacamata sesuai resep. Menggunakan kacamata minus dengan lensa yang tepat adalah terapi yang paling murah. Menggunakan lensa resep terlalu tinggi atau lemah dapat meningkatkan perkembangan rabun jauh.

Namun, terapi ini tidak akan membantu menurunkan minus Anda.  Dengan mengombinasikan dengan hal-hal berikut, mungkin bisa membantu:

  1. Perbanyak konsumsi vitamin A

Vitamin A disebut dengan vitamin mata yang paling bagus untuk mempertajam dan menjernihkan penglihatan. Beberapa makanan bervitamin A yang populer diantaranya wortel, blewah, dan sayuran berdaun hijau. 

Penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan tuna dan salmon, dapat membuat mata lebih sehat.

  1. Tidur yang cukup

Saat Anda lelah, mata jadi lebih mudah dan kering. Mendapatkan cukup tidur dapat mengurangi mata lelah serta meningkatkan penglihatan.

  1. Berolahraga secara teratur

Kebugaran fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke mata dan seluruh tubuh. Hal ini bisa membantu mengurangi mata kering dan lelah.

  1. Lindungi mata

Paparan sinar UV matahari memang diklaim bagus untuk mempertajam penglihatan. Namun eksposur yang terlalu lama berpotensi menyebabkan masalah pada mata. Kenakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ketika sedang terik. 

Anda juga perlu mengenakan kacamata saat melakukan kegiatan yang berpotensi menyebabkan cedera mata, misalnya saat berolahraga, memotong rumput, atau aktivitas terkait zat beracun. 

Menurut The American Optometric Association (AOA) sebagian besar masalah visual yang umum dialami orang dewasa antara usia 19 dan 40 tahun berkaitan dengan cedera dan stres pada mata.

  1. Beristirahat dari waktu layar

Menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar akan membuat mata kering, lelah, dan tegang. Paparan layar gadget juga akan memicu ketegangan leher, sakit kepala, dan penurunan ketajaman visual.

Jika pekerjaan Anda berkaitan erat dengan menatap layar komputer atau smartphone, istirahatkan mata setiap 20 menit sekali dengan mengalihkan pandangan dari layar selama 20 detik.

Bagi anak-anak, Anda bisa mengajak mereka terlibat dalam kegiatan fisik. Misalnya bermain di taman, berkebun, atau membantu membereskan rumah.

  1. Jangan merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan saraf optik, degenerasi makula terkait usia, dan katarak dimana ketiganya berdampak negatif pada penglihatan. 

  1. Menjalani pemeriksaan mata secara teratur

Pemeriksaan mata teratur tidak hanya baik dilakukan oleh penderita mata minus, tapi juga disarankan untuk pemilik mata sehat. Menurut National Eye Institute (NEI), pemeriksaan mata dapat memastikan mata dalam keadaan sehat, mengetahui potensi masalah, serta membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan. 

  1. Gunakan pencahayaan yang bagus

Saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan fokus visual, seperti membaca dan menulis, pastikan pencahayaannya baik.

Catatan

Jika Anda tertarik menjalani suatu prosedur medis sebagai cara mengurangi mata minus, diskusikan mengenai prognosis dan kemungkinan efek sampingnya. Beberapa prosedur untuk mata minus bisa tidak efektif jika terapi dihentikan total.

4 Terapi Mengatasi Permasalahan Tidur, Salah Satunya Terapi Biofeedback

4 Terapi Mengatasi Permasalahan Tidur, Salah Satunya Terapi Biofeedback

Permasalahan pada tidur dapat memengaruhi kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Tidak cukup tidur bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya. Ada beberapa pengobatan atau terapi untuk mengatasi gangguan tidur Anda, salah satunya dengan terapi biofeedback

Terkait dengan permasalahan gangguan tidur ada beberapa tanda dan gejala seperti kantuk yang berlebihan pada siang hari, pernapasan tidak teratur, atau peningkatan gerakan saat tidur. Tanda dan gejala lainnya termasuk siklus tidur dan bangun yang tidak teratur serta kesulitan untuk tidur.

Banyak jenis terhadap gangguan tidur. Gangguan tidur sering dikelompokkan pada kategori yang menjelaskan mengapa hal itu dapat terjadi, atau bagaimana pengaruhnya terhadap Anda. Gangguan tidur juga dikelompokkan berdasarkan perilaku, masalah dengan siklus alami tidur-bangun Anda, masalah pernapasan, kesulitan tidur, atau seberapa mengantuk Anda sepanjang hari.

Gangguan tidur adalah kondisi yang mengganggu pola tidur normal Anda. Ada lebih dari 80 jenis gangguan tidur. Beberapa tipe utama termasuk:

  • Insomnia – tidak dapat tidur dan tetap tertidur. Ini adalah gangguan tidur yang paling umum.
  • Sleep apnea – gangguan pernapasan di mana Anda berhenti bernapas selama 10 detik atau lebih saat tidur
  • Restless leg syndrome (RLS) – sensasi kesemutan atau tusukan di kaki Anda, bersama dengan dorongan kuat untuk menggerakkannya
  • Hipersomnia – tidak bisa tetap terjaga sepanjang hari. Ini termasuk narkolepsi, yang menyebabkan kantuk di siang hari yang ekstrem.
  • Gangguan ritme sirkadian – masalah dengan siklus tidur-bangun. Mereka membuat Anda tidak bisa tidur dan bangun pada waktu yang tepat.
  • Parasomnia – bertindak dengan cara yang tidak biasa saat tertidur, tidur, atau bangun dari tidur, seperti berjalan, berbicara, atau makan

Beberapa orang yang merasa lelah di siang hari benar-benar mengalami gangguan tidur. Tetapi bagi yang lain, masalah sebenarnya adalah tidak memberikan cukup waktu untuk tidur. 

Sangat penting untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Jumlah tidur yang Anda butuhkan bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, gaya hidup, kesehatan, dan apakah Anda sudah cukup tidur akhir-akhir ini. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar 7-8 jam setiap malam.

Selain itu, ada banyak yang menyebabkan kondisi, penyakit, dan gangguan yang dapat menyebabkan gangguan tidur Anda. Di antaranya seperti : 

  • Alergi dan masalah pernapasan 

Alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas membuat Anda sulit untuk bernapas pada malam hari. Ketidakmampuan bernapas melalui hidung juga dapat menyebabkan kesulitan dalam tidur Anda. 

  • Sering buang air kecil 

Sering buang air kecil atau disebut juga dengan nokturia, dapat mengganggu tidur Anda pada malam hari karena dapat terbangun di malam hari. Ketidakseimbangan hormon dan penyakit saluran kemih dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini. 

  • Sakit kronis 

Memiliki penyakit kronis dapat membuat Anda sulit tidur. Bahkan mungkin membangunkan Anda setelah Anda tertidur. Pada beberapa kasus, nyeri kronis bisa berdampak lebih buruk karena gangguan tidur. Ada beberapa penyebab nyeri kronis:

  1. radang sendi
  2. sindrom kelelahan kronis
  3. fibromyalgia
  4. penyakit radang usus
  5. sakit kepala terus-menerus
  6. nyeri punggung bawah terus menerus
  7. stres dan kecemasan

Stres dan kecemasan dapat membuat berdampak negatif pada kualitas tidur. Anda akan mengalami kesulitan tertidur atau tidur yang tenang. Kejadian ini sering terjadi seperti mimpi buruk, berbicara saat tidur, atau berjalan dalam tidur, hal ini bisa mengganggu tidur Anda. 

Pengobatan alternatif, mencakup berbagai disiplin ilmu yang mencakup segala hal mulai dari pola makan, olahraga, kondisi mental dan perubahan gaya hidup. Contoh terapi alternatif termasuk akupunktur, imajinasi terpandu, yoga, hipnosis, biofeedback, aromaterapi, relaksasi, pengobatan herbal, pijat, dan banyak lagi lainnya. Pada masalah gangguan tidur, bisa dilakukan dengan beberapa alternatif seperti suplemen, relaksasi dan meditasi, akupunktur, dan olahraga.

  1. Perawatan Herbal 

Efek akar valerian atau disebut juga dengan Valeriana officinalis telah diteliti pada orang dengan gangguan tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa valerian membantu permulaan tidur dan pemeliharaan tidur. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas akar valerian.

Chamomile dan passion flower adalah ramuan lain yang biasa digunakan dalam pengobatan insomnia. Meskipun belum ada penyelidikan klinis untuk mendukung penggunaan dan keamanan jangka panjang, ada obat penenang yang dianggap ringan yang dapat membantu tidur dalam jangka pendek.

Herbal lain yang dipromosikan sebagai obat tidur yang efektif termasuk hop, ginseng, lemon balm, dan skullcap. Karena suplemen herbal dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, selalu beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan suplemen herbal apa pun.

  1. Melatonin 

Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal yang terdapat di dalam otak yang berukuran kecil sebesar kacang polong. Melatonin digunakan sebagai pengobatan terhadap gangguan ritme sirkadian yaitu merupakan jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh, dan dapat membantu mengurangi gangguan tidur yang disebabkan oleh jet lag. Suplemen melatonin sebaiknya tidak dikonsumsi apabila Anda memiliki kondisi seperti 

  • Hamil dan sedang menyusui
  • Memiliki riwayat alergi dengan obat lain atau dengan obat melatonin.
  • Memiliki gangguan hati atau ginjal dan gangguan autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis. 
  1. Relaksasi dan Meditasi untuk Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa terjadi pada ketegangan otot yang meningkat dan pikiran yang mengganggu. Maka untuk mengatasi hal itu Anda dapat untuk mengendurkan otot-otot, seperti melakukan relaksasi otot progresif dan terapi biofeedback, selain itu untuk menenangkan pikiran harus melakukan meditasi, hal ini berdampak untuk meredakan insomnia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meditasi teratur, baik sendiri atau sebagai bagian dari sesi yoga, menghasilkan kadar melatonin dalam darah yang lebih tinggi, pengatur tidur yang penting.

  1. Latihan untuk Gangguan Tidur

Jika Anda gangguan tidur, coba dengan melakukan olahraga yang teratur. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa olahraga bisa meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Selain itu, pada studi terbaru olahraga seperti tai-chi bisa meningkatkan kualitas tidur orang tua, sedangkan untuk latihan yoga Tibet bisa membantu pasien kanker dengan masalah tidur. Walaupun olahraga berdampak baik pada kualitas tidur, sebagian ahli menyarankan untuk melakukan olahraga setidaknya tiga hingga empat jam sebelum tidur. 

Efek gangguan tidur bisa sangat mengganggu sehingga Anda mungkin ingin segera sembuh. Sayangnya, kasus jangka panjang membutuhkan lebih banyak waktu untuk diselesaikan. Pertimbangkan hal-hal berikut sebelum memulai terapi alternatif:

  • Anda tetap pada rencana perawatan Anda dan secara teratur berkomunikasi dengan dokter Anda, Anda dapat menemukan cara untuk tidur yang lebih baik. Selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum mencoba pendekatan alternatif seperti menggunakan terapi biofeedback, dan beri tahu dokter Anda perawatan alternatif apa yang Anda gunakan. 
  • Waspadai klaim komersial yang dibuat untuk produk herbal. Carilah sumber informasi berbasis ilmiah.
  • Jika Anda mengalami efek samping seperti mual, muntah, detak jantung cepat, gelisah, diare, atau ruam kulit, hentikan penggunaan produk herbal dan segera beri tahu dokter.
  • Pilih merek dengan hati-hati. Belilah merek yang mencantumkan nama umum dan ilmiah dari ramuan tersebut, nama dan alamat produsennya, nomor batch dan lotnya, tanggal kedaluwarsa, pedoman dosis, dan potensi efek samping.