Category: Parenting

Obat-Obatan Bebas Kerap Digunakan Remaja sebagai Penyalahgunaan Narkoba

Obat-Obatan Bebas Kerap Digunakan Remaja sebagai Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba bisa merusak sekaligus menghambat aspek kehidupan sehari-hari seseorang. Pada remaja, salah satu penyalahgunaannya berupa obat-obat yang dijual bebas.

Kenali penyalahgunaan narkoba pada remaja

Pada penyalahgunaan narkoba, obat bebas atau resep kerap menjadi incaran remaja karena menimbulkan rasa yang menyenangkan. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Trusted Source, penyalahgunaan narkoba dikenal dengan penggunaan teraupetik yang disengaja dari produk obat dengan cara yang tidak pantas. Salah satu yang sering disalahgunakan ialah obat resep. 

Di sisi lain, Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan bahwa penyalahgunaan resep menyumbang 32 persen dari semua kematian overdosis opioid pada 2018. Bahkan, overdosis terkait opioid telah meningkat tiga kali lipat dalam dekade terakhir. 

Penyalahgunaan narkoba memang dapat mengakibatkan kecanduan. Efeknya, gangguan penggunaan zat terjadi ketika seseorang tidak merasa mengendalikan kebutuhan mereka untuk menggunakan zat tersebut sehingga menjadi ketergantungan. 

Obat-obat umum yang disalahgunakan anak remaja 

Pada anak remaja, penyalahgunaan narkoba yang digunakan tak jauh berbeda dengan orang dewasa. Namun, alasannya mungkin berbeda lantaran remaja sering menyalahgunakan zat berdasar aksesibilitasnya. 

Penyalahgunaan narkoba bermula pada remaja yang cenderung mengonsumsi obat-obatan dan alkohol dalam jumlah berlebih. 

1. Alkohol

Zat yang paling sering disalahgunakan remaja ialah alkohol. Pelegalan alkohol dalam khalayak umum serta penerimaan sosial untuk meminum alkohol menimbulkan banyak remaja yang mengonsumsi zat tersebut. 

Remaja dinilai lebih sering berpesta minuman keras lantaran kontrol impuls mereka belum berkembang. Pesta minuman keras tersebut mampu meningkatkan risiko kecanduan pada orang-orang dari segala usia. Celakanya, jika itu dikonsumsi anak remaja, maka otak remaja lebih rentan terhadap kecanduan tersebut.

2. Ganja

Selain alkohol, remaja juga sering menggunakan ganja. Biasanya, remaja menggunakan ganja dengan merokok, makan, atau menghirup dalam bentuk obat yang diuapkan. 

Penggunaan ganja juga sering digunakan bersamaan dengan zat lain seperti alkohol atau obat-obatan terlarang. Bahkan, lebih dari 20 persen remaja melaporkan telah menggunakan ganja setidaknya sekali dalam sebulan. 

3. Resep dan Obat-obatan Bebas

Sebagaimana diketahui, kebanyakan obat resep memiliki efek memabukkan. Hal tersebut sudah bukan menjadi rahasia di kalangan remaja.

Terdapat beragam obat yang jerap diincar para remaja. Di antaranya, obat penghilang rasa sakit narkotika seperti OxyContin dan benzodiazepine seperti Xanax. 

Efek pada obat tersebut dinilai menyenangkan bagi remaja. Zat-zat yang terkandung di dalamnya memiliki bahan adiktif yang tinggi serta risiko overdosis. 

Tak berhenti di sana, remaja juga kerap menyalahgunakan penggunaan narkoba dengan obat-obatan yang dijual bebas. Di antaranya, zat dekstrometorfan (DXM) atau zat pereda batuk yang ditemukan pada banyak obat flu dan pilek. 

DXM dapat mengakibatkan efek memabukkan apabila penggunaannya dalam dosis yang tinggi. Efeknya, remaja bisa mengalami overdosis yang nyata. 

Kebiasaan bereksperimen pada remaja

Umumnya, penyalahgunaan narkoba didasari atas kebiasaan eksperimen yang dilakukan oleh remaja yang berusia di bawah 18 tahun. Dampaknya, eksperimen obat yang salah mampu merusak aspek kehidupan remaja. Namun, meski remaja kerap bereksperimen dengan obat dan alkohol, hal tersebut tidak berarti mereka bisa kecanduan.  

Alasan umum remaja yang menyalahgunakan narkoba

  • Rasa ingin tahu yang tinggi 
  • Tekanan dalam hidup
  • Ajakan serta tekanan dari teman sebaya
  • Lingkungan yang tidak sehat
  • Emosi yang memuncak dan fluktuatif

Risiko penyalahgunaan narkoba pada remaja

Penyalahgunaan narkoba tentu memiliki risiko yang besar pada penggunanya. Salah satunya, mengembangkan kecanduan ketika mereka dewasa. Selain itu, remaja dapat memiliki efek kognitif dan perilaku jangka panjang karena otak remaja masih berkembang.

Selain masalah kesehatan, penyalahgunaan obat terlarang itu juga menimbulkan efek yang  buruk terhadap kehidupan sehari-hari seperti penurunan berat badan yang signifikan hingga keseharian yang serba berantakan, terutama pada pendidikan.

Karena itu, hal yang dibutuhkan ialah pengakuan dan pencegahan penggunaan narkoba yang mana bisa mengakhiri penyalahgunaan narkoba. Pemberian edukasi terkait bahaya narkoba sangatlah penting untuk mendobrak penyalahgunaan obat-obat terlarang.