Category: Olahraga

Gejala Cedera Ligamen Lutut dan Cara Mengatasinya

Cedera ligamen atau yang juga populer dengan sebutan cedera ACL (anterior cruciate ligament), merupakan sebuah kondisi akibat kerusakan atau robekan pada jaringan ACL. ACL sendiri adalah salah satu ligamen pada bagian lutut yang berguna untuk menjaga kestabilan lutut serta menghubungkan tulang tungkai bawah kaki (betis) dengan tulang tungkai atas (paha).

Cedera ini ditandai dengan rasa sakit yang cukup parah. Biasanya, seseorang dengan cedera ligamen akan sulit untuk melakukan aktivitas berat dengan kakinya yang cedera karena sudah tidak lagi kuat seperti semula.

Gejala cedera ligamen lutut:

Jika Anda merasa ada yang baik dengan lutut Anda, segera periksa apakah Anda merasakan gejala cedera ligamen lutut berikut ini:

  1. Nyeri pada lutut, sering terasa kaku dan sakit
  2. Suara letupan keras dengan bunyi “pop”
  3. Terjadi pembengkakan dalam 24 jam pertama setelah cedera
  4. Perasan longgar di sendi lutut
  5. Tidak mampu untuk membebankan berat pada sendi

Cara mengatasi cedera Ligamen Lutut

Ligamen lutut ringan hingga sedang dapat sembuh dengan sendirinya dalam periode waktu tertentu. Jika Anda ingin mempercepat penyembuhan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Istirahatkan lutut. Hindari memberikan banyak beban pada lutut Anda jika terasa sakit untuk melakukannya. Anda akan lebih disarankan menggunakan tongkat untuk berjalan supaya tidak terlalu membebani kaki dan lutut dalam periode waktu tertentu.
  2. Kompres dengan es. Kompres lutut Anda dengan es batu selama 20 hingga 30 menit setiap 3 hingga 4 jam untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Terus lakukan ini selama 2 hingga 3 hari, atau sampai bengkaknya hilang.
  3. Perban lutut Anda. Pasanglah perban elastis pada lutut Anda untuk mengontrol pembengkakan.
  4. Posisikan lutut tetap tinggi. Angkat lutut Anda di atas bantal saat Anda sedang duduk atau berbaring.
  5. Konsumsi obat penghilang rasa sakit antiinflamasi. Pastikan Anda meminta saran dokter untuk mengonsumsi obat ini dengan dosis yang tepat.
  6. Lakukan latihan peregangan dan penguatan jika dokter telah menyarankannya. Jangan pernah meregangkan badan kecuali sudah direkomendasikan oleh dokter atau ahli terapi fisik.

Pada kasus cedera ligamen yang parah diperlukan tindakan pembedahan untuk mengembalikan fungsi lutut seperti sediakala. Selalu konsultasikan kepada dokter apabila Anda mengalami gejala dari cedera ligament untuk mendapatkan terapi terbaik untuk cedera Anda.

Gerakan Terapi Fisik Sederhana untuk Atasi Cedera Hamstring

Cedera hamstring umumnya dialami oleh orang-orang yang melakukan kegiatan fisik berat, seperti atlet sepak bola, tenis, atau cabang atletik lain. Walaupun begitu, siapa saja memiliki peluang terkena cedera hamstring.

Cedera hamstring adalah kondisi, di mana terjadi suatu tarikan atau robekan pada jaringan penyambung otot dan tulang. Hamstring merupakan sebutan untuk tiga otot besar yang berada di bagian belakang paha. Otot ini terdapat di sepanjang bagian belakang paha dari pinggul hingga bawah lutut. Ia berfungsi untuk menopang pergerakan pinggul, menekuk lutut, dan menjulurkan kaki ke belakang tubuh. Ketika bagian ini cedera, maka pergerakan sekecil apapun akan terasasulit dilakukan, karena otot menjadi lebih kaku dan kencang.

Terdapat tiga tingkatan cedera hamstring yang pada umumnya terjadi:

  • tingkat pertama: tarikan ringan pada otot (strain)
  • tingkat kedua: otot hamstring robek sebagian
  • tingkat ketiga: otot hamstring robek pada seluruh bagian

Apabila cedera hamstring ringan dapat membaik dengan beristirahat, pada kasus berat cedera hamstring tingkat ketiga, penderita cedera memerlukan penanganan khusus yang dapat berlangsung selama beberapa bulan untuk sembuh.

Cedera hamstring mengakibatkan rasa sakit tajam secara tiba-tiba pada bagian belakang paha. Ketika proses penyembuhan hamstring yang robek, akan muncul benjolan di sekitar area yang cedera. Benjolan tersebut terbentuk dari kolagen yang disebut sebagai jaringan parut. Benjolan ini akan tersamarkan dengan melakukan latihan dan terapi fisik secara rutin.

Diagnosa cedera hamstring

Penderita cedera hamstring pada awalnya akan mengeluhkan rasa sakit yang terjadi tiba-tiba di belakang paha dan mengkonsultasikannya dengan dokter. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik, yaitu dengan memeriksa area pembengkakan dan mencari sumber rasa sakit pada bagian paha. Dokter juga akan menggerakan kaki yang cedera ke posisi tertentu untuk dapat mengetahui secara tepat otot mana yang terluka. Keseluruhan tahapan pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui tingkatan dari cedera yang dialami penderita.

Selain pemeriksaan secara fisik tersebut, terdapat juga pemeriksaan pencitraan apabila dibutuhkan. Pemeriksaan pencitraan dapat berupa foto rontgen (X-rays), USG, atau MRI. pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan dengan X-rays digunakan untuk memeriksa fraktur avulsi (terpisahnya bagian kecil tulang dengan tulang utama). Sedangkan, pemeriksaan dengan USG atau MRI dilakukan untuk mendapatkan gambaran visual robekan secara akurat pada otot dan tendon.

Gerakan fisik sederhana untuk atasi cedera hamstring

Apabila Anda mengalami cedera hamstring ringan, terdapat tiga jenis latihan yang dapat dilakukan:

  • Peregangan otot paha secara telentang

Gerakan fisik ini dilakukan dengan tahapan: tidur dalam posisi telentang, angkat kaki yang terkena cedera ke arah dada secara perlahan dan tekuk, taruh kedua tangan di belakang lutut kaki yang cedera, luruskan kaki yang cedera ke arah atas dibantu dengan tumpuan tangan, tahan posisi tersebut selama dua detik dan posisikan kaki dalam keadaan semula.

  • Peregangan otot paha posisi duduk

Lakukan gerakan fisik ini dengan langkah-langkah: duduk di kursi dengan posisi kaki yang terkena cedera berada di depan kaki lainnya, gerakan badan perlahan ke depan dengan posisi punggung tegak, dan tahan selama dua detik, lalu kembali ke posisi semula.

  • Peregangan otot paha sambil berdiri

Walaupun gerakan ini dilakukan sambil berdiri, namun Anda membutuhkan kursi untuk melakukannya. Adapun langkah-langkah latihan yang dilakukan: berdiri di belakang kursi dengan posisi tegak, berpegangan pada sandaran kursi bagian belakang, gerakan kaki yang terkena cedera ke arah belakang dan menekuk secara perlahan, tahan posisi tersebut selama dua detik, dan kembali pada posisi semula.

Ketiga latihan fisik di atas dapat Anda lakukan di rumah. Walaupun terkesan sederhana, Anda tetap perlu untuk berkonsultasi dengan dokter ketika ingin mempraktekkannya. Setiap latihan fisik yang Anda lakukan perlu didampingi oleh terapis atau dokter.