Category: Obat

Efek Samping Penggunaan Obat Tetes Telinga Otopain

Menggunakan Otopain ear drops untuk mengobati sakit telinga memang menjadi solusi. Sakit telinga akibat infeksi memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Selain itu, bila lama dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti tuli. 

Otopain dikenal ampuh mengatasi penyakit infeksi pada telinga dengan beberapa gejalanya berupa rasa nyeri, bengkak, gatal dan telinga berair.

Meski demikian, kamu Anda harus mengetahui efek samping menggunakannya, apalagi jika dipakai dengan cara yang salah.

1. Telinga Terasa Tersumbat

Obat tetes telinga merupakan jenis obat topikal, yakni penggunaannya khusus di satu tempat yang memang memerlukan obat, dalam kasus ini di liang telinga.  

Tak hanya merk Otopain, sebenarnya apapun jenis obat tetes telinga yang Anda beli dan berapa pun harganya, bisa saja menyebabkan telinga terasa tersumbat.

2. Infeksi Jamur

Sebagai informasi,obat tetes telinga hanya boleh dipakai dalam beberapa minggu. Misalnya, Otopain, hanya bisa dipakai berturut-turut dalam waktu seminggu. Lebih dari itu, obat ini justru akan memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan infeksi jamur baru. 

Kondisi ini akan jadi lebih sulit diobati dan memerlukan pengobatan lebih lanjut lagi.

3. Peradangan di Liang Telinga

Kandungan Polimiksin B sulfate, Neomicyn Sulfate, Fludrokortison Acetate dan LIdocain HCl pada Otopain bisa menimbulkan masalah kulit jika dipakai dalam dosis yang terlalu banyak.

Selain itu, jika dipakai jangka waktu yang digunakan terlalu lama bisa juga menimbulkan peradangan dan eksim di liang telinga.

4. Risiko Tuli

Penggunaan obat tetes telinga juga dapat meningkatkan risiko tuli akibat obat, khususnya pada orang yang mengalami telah mengalami perforasi (pecahnya) gendang akibat infeksi. 

Jika kondisi gendang telinga sudah terbuka, maka harus hati-hati dalam pemberian obat ini.

Tips Menggunakan Obat Tetes Telinga yang Benar

Mengingat efek samping Otopain dan obat tetes telinga lainnya, Anda tetap diperlukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. 

Meski begitu, Anda bisa meminimalisir efek samping negatifnya dengan cara menggunakannya secara tepat.

Sebagai anjuran, berikut ini tips memakai obat tetes telinga Otopain dengan benar:

  • Periksa kemasan dan pastikan obat tetes telinga yang digunakan belum melewati tanggal kadaluarsa.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun atau pakai hand sanitizer jika air dan sabun tidak tersedia.
  • Buka tutup botol obat dan letakkan botol obat di tempat yang bersih dan kering. Selanjutnya, kocok botol obat tetes telinga.
  • Jika botol obat tetes telinga menggunakan pipet terpisah, angkat pipet dari botolnya dengan hati-hati. Letakkan botol obat tetes telinga di atas alas yang kokoh.
  • Miringkan kepala Anda ke sisi kiri atau kanan sesuai telinga yang sakit.
  • Dekati posisi obat tetes ke area telinga Anda. Tarik dan tahan daun telinga saat hendak meneteskan obat tetes telinga.
  • Lalu, tekan kemasan obat tetes atau pipet obat tetes guna mengeluarkan cairan ke dalam telinga.
  • Tetap miringkan kepala Anda selama kurang lebih 1-2 menit guna memastikan obat menyerap sempurna ke dalam telinga.
  • Lakukan langkah yang sama pada sisi telinga lainnya, bila diperlukan.
  • Segera letakkan pipet kembali dalam botol dan tutup dengan rapat.
  • Bersihkan tetesan obat yang mungkin tumpah di sekitar telinga Anda.
  • Jika sudah selesai, Anda dapat menyimpan obat tetes telinga sesuai anjuran yang terdapat pada label botol.

Obat tetes telinga umumnya dapat digunakan untuk mengobati beberapa gejala kondisi telinga yang bermasalah. Akan tetapi, jika gejala kondisi telinga tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat tetes telinga yang dianjurkan, sebaiknya segera temui dokter.

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang serius, seperti pusing, iritasi, ruam, rasa gatal, sensasi rasa terbakar, atau kemerahan.

Jangan lupa untuk membawa obat tetes telinga yang sempat Anda gunakan ketika memeriksakan diri ke dokter, ya!