Category: Kesehatan Lansia

Hal yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Memilih Alat Bantu Dengar

Memiliki pendengaran yang tidak sempurna bukanlah akhir dari segalanya. Jika Anda memiliki kekurangan ini, untuk mendapatkan pendengaran yang sempurna bisa dibantu dengan menggunakan alat bantu dengar. Ada banyak penyebab yang menjadi alasan seseorang kehilangan pendengaran. Salah satunya adalah kehilangan pendengaran konduktif.

Lansia yang mengalami presbikusis, memerlukan alat bantu dengar sebelum kondisi tersebut bertambah parah

Orang yang kehilangan pendengaran konduktif, misalnya, biasanya ditangani dengan operasi atau penanganan lain. Selain itu, ada beberapa orang yang umumnya menggunakan alat bantu dengar.

  • Orang yang mengalami gangguan pada saraf pendengaran atau telinga bagian dalam akibat penuaan, penyakit, atau pun cedera karena suara bising atau konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Penyandang gangguan pendengaran konduktif yang saluran telinganya terbuka dan memiliki telinga bagian luar yang relatif normal.
  • Orang yang sejak lahir tidak memiliki saluran telinga atau telinga luar dapat menggunakan alat bantu dengar yang mengirimkan suara melalui tulang di belakang telinga.

Ketika ingin memilih alat bantu dengar memang harus teliti dan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan Anda. Berikut ini beberapa tips dalam memilih alat bantu pendengaran terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda.

  1. Konsultasi dulu ke audiologist

Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke audiologist sebelum Anda memilih dan membeli alat bantu dengar yang diinginkan. Mintalah rekomendasi produk yang kira-kira sesuai dengan masalah pendengaran yang dimiliki. Setelah itu, barulah Anda datang ke toko alat bantu pendengaran untuk mencoba satu per satu alat yang telah direkomendasikan.

  1. Memilih jenis yang sesuai

Alat bantu dengar terdiri dari berbagai jenis, ukuran, serta fitur yang berbeda-beda. Diskusikan kondisi Anda dengan dokter untuk memastikan jenis alat bantu pendengaran seperti apa yang tepat untuk kondisi Anda.

  1. Pilih yang ada garansinya

Carilah alat yang memiliki masa garansi sehingga jika suatu saat terdapat masalah pada alat Anda bisa dengan mudah mengklaimnya. Maka tanyakan dengan pasti apakah alat ini memiliki garansi dan kira-kira berapa lama garansi yang diberikan.

  1. Membeli alat yang bisa disesuaikan

Saat membeli alat bantu pendengaran sebaiknya pikirkan kebutuhan di masa depan. Tanyakan apakah alat bantu dengar yang Anda pilih bisa ditingkatkan fungsinya. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika gangguan pendengaran bertambah serius di kemudian hari.

Menggunakan alat bantu dengar untuk kehidupan sehari – hari, Anda memerlukan beberapa perhatian khusus. Hal ini bertujuan agar penggunaan alat bantu dengar ini tidak mengganggu atau bahkan membahayakan kondisi Anda.

  1. Jangan gunakan alat bantu dengar saat mandi dan mencuci muka

Memakai alat bantu dengar saat mandi dan mencuci muka hanya akan membuatnya cepat rusak karena kemasukan air dan sabun. Jadi, pastikan Anda selalu ingat untuk melepasnya sesaat sebelum mandi, mencuci muka, maupun melakukan kegiatan apa pun yang berpotensi memasukan air ke dalam alat bantu dengar.

  1. Hindari menggunakan alat bantu dengar di suhu yang terlalu panas atau dingin

Segera simpan alat bantu pendengaran Anda ketika berada di lingkungan dengan suhu yang sangat dingin atau panas. Ambil contoh, ketika hendak berenang di bawah terik matahari yang menyengat, sebaiknya copot dan tinggalkan alat bantu pendengaran Anda daripada tetap memakai dan malah membuat fungsinya tidak optimal lagi.

  1. Rutin membersihkan alat bantu dengar setiap malam hari

Meski sudah sangat lelah dan mengantuk, sempatkan sebentar untuk membersihkan alat bantu pendengaran sebelum tidur. Membiarkannya dalam keadaan kotor sampai esok hari akan membuat kotoran di dalamnya menumpuk, sehingga tidak nyaman saat digunakan.

  1. Sedia rangkaian pembersih alat bantu dengar

Jika Anda memiliki alat bantu dengar, Anda juga harus melengkapi peralatannya dengan menyediakan serangkaian alat pembersih khusus. Semakin sering digunakan, semakin banyak jumlah kotoran telinga yang menumpuk di dalam alat bantu pendengaran. Ini akan membuat alat tersebut tidak dapat berfungsi secara efektif bila tidak rutin dibersihkan.

Itulah beberapa jenis alat bantu dengar yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Penggunaan alat bantu dengar bukanlah sebuah aib. Anda tidak perlu malu jika memang kondisi mengharuskan untuk menggunakannya demi kepentingan kesehatan Anda.

Kenali Gejala dan Penyebab Linglung, Kebingungan yang Tiba-tiba

Delirium merupakan perubahan yang terjadi pada fungsi mental seseorang secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan kebingungan dan menurunnya kesadaran alias linglung

Berbagai gejala delirium ini umumnya akan semakin parah ketika malam hari akibat lingkungan sekitar karena kurang familiar bagi penderita. Bahkan terkadang sulit untuk mendeteksi delirium dan dementia. Sehingga penderita sangat membutuhkan informasi-informasi dari orang-orang di sekitarnya.

Jenis-jenis Delirium

Linglung atau dikenal dengan istilah medis delirium terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  1. Delirium Hiperaktif

Jenis linglung yang paling mudah dikenali adalah jenis delirium hiperaktif. Jenis ini memiliki gejala seperti mondar-mandir atau gelisah, adanya perubahan suasana hati secara cepat, agitasi, halusinasi, serta menolak untuk bekerja sama.

  1. Delirium Hipoaktif

Linglung jenis ini bisa diidentifikasi dengan sikap penderita yang tidak seaktif biasanya, lesu, berkurang aktivitas motorik, merasakan kantuk yang tidak normal, atau mengalami linglung.

  1. Delirium Campuran

Jenis lingung ini memiliki tanda dan juga gejala yang sama antara delirium jenis hipoaktif dan hiperaktif. Seseorang bisa dengan cepat beralih dari delirium hiperaktif ke hipoaktif.

Berbagai Gejala-gejala Penderita Delirium

Jika seseorang yang Anda kenal secara tiba-tiba bersikap tidak biasa atau muncul gejala-gejala yang tidak biasa, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Sebab, orang yang mengalami delirium ini seringkali tidak merasakan apa-apa atau tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diri mereka. 

Berikut gejala-gejala linglung yang biasanya terjadi:

  • Mengalami perubahan mood secara tiba-tiba
  • Mudah terdistraksi
  • Mengalami paranoid atau delusi
  • Tidak bisa mengikuti arah pembicaraan atau tidak berbicara dengan jelas
  • Tidak bisa melakukan sesuatu seperti biasanya secara tiba-tiba
  • Mengalami disorientasi atau kurang memahami keberadaan mereka atau waktu setempat
  • Mengalami halusinasi atau mendengar bahkan melihat sesuatu yang tidak ada
  • Mengalami perubahan mood yang tiba-tiba

Penyebab Delirium

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami delirium, seperti:

  • Malnutrisi atau mengalami dehidrasi
  • Pengiriman dan penerimaan sinyal di otak mengalami gangguan
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu atau keracunan obat
  • Mengalami rasa sakit
  • Penyakit kronis atau terminal
  • Infeksi akut, speeti mengalami pneumonia dan lainnya
  • Terpapar racun
  • Mengalami tekanan emosi yang berat atau kurang tidur
  • Mengalami kondisi medis, seperti stroke, serangan jantung, cedera akibat jatuh, dan sebagainya
  • Efek akibat berhenti konsumsi alkohol atau narkotika
  • Mengalami ketidakseimbangan metabolik, seperti kalsium atau kadar sodium yang rendah
  • Efek operasi atau prosedur medis lain yang berhubungan dengan obat bius

Cara Mengobati Linglung

Mengobati atau menyembuhkan penyakit linglung ini memang harus disesuaikan dengan penyebabnya. Secara umum, delirium bisa ditangani dengan dua cara, yaitu:

1. Medikasi atau Pemberian Obat

Medikasi ini tentu melibatkan dokter dengan melibatkan beberapa jenis obat, seperti:

  • Obat antidepresan, yaitu obat untuk mengatasi depresi
  • Antibiotik, biasanya diberikan untuk mengobati linglung yang terjadi karena infeksi bakteri
  • Obat penenang, yaitu obat yang dapat meringankan efek berhenti konsumsi alkohol
  • Obat thiamine, yaitu obat untuk mengatasi kebingungan 
  • Penghalang dopamin, yaitu obat untuk membantu mengurangi keracunan akibat obat tertentu
  • Inhaler atau bantuan pernafasan jika linglung disebabkan oleh asma yang parah

2. Konseling

Pasien yang mengalami disorientasi biasanya bisa dengan diberikan konseling yang akan membantu untuk mengembalikan pikirannya yang terpencar. Konseling juga bisa untuk perawatan pada pasien yang linglung karena penggunaan obat atau konsumsi alkohol. Konseling akan membantu pasien berhenti dari kecanduan menggunakan zat-zat tertentu. 

Sebenarnya, konseling bertujuan membuat pasien yang mengalami kasus linglung atau delirium merasa nyaman dan menyediakan ruang aman. Sehingga mereka akan leluasa untuk membicarakan perasaan dan pikiran mereka.

6 Defisiensi Zat Gizi Lansia yang Sering Terjadi

Memenuhi dan mencukupi kebutuhan zat gizi pada setiap tahap kehidupan adalah hal yang sangat krusial. Mulai dari janin di dalam kandungan, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Salah satu hal yang sering diabaikan adalah memenuhi kebutuhan zat gizi penting di masa tua. Padahal, memenuhi asupan gizi lansia dengan baik akan membuat Anda dapat menikmati masa tua tanpa beban sakit-sakitan.

6 Zat gizi lansia yang sering terabaikan.

Orang-orang lansia sangat rentan mengalami malnutrisi. Belum lagi, upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia sering kali menghadapi berbagai masalah. Anda akan makan lebih sedikit, karena perubahan pada nafsu makan dan tingkat aktivitas yang rendah. Kemudian, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral pun sudah menurun. Asupan makan yang lebih sedikit pada akhirnya akan membuat Anda melewatkan vitamin dan mineral penting ini.

Kalsium.

Kalsium berperan penting untuk kepadatan dan kekuatan tulang lansia. Mineral ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau gelap, susu, dan suplemen kalsium. Kebutuhan kalsium lansia yang harus dipenuhi adalah sekitar 1000 mg/hari. Hati-hati, kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis, yaitu tulang keropos, seperti punggung membungkuk dan penurunan mobilitas.

Magnesium.

Jarang terdengar, ternyata magnesium juga menjadi zat gizi lansia yang sering terlewatkan. Magnesium adalah salah satu mineral yang berperan dalam banyak proses tubuh, seperti glukosa dan regulasi tekanan darah. Kedua hal tersebut sering kali menjadi masalah para lansia yang dapat menurunkan kualitas kesehatan, bahkan secara drastis. Oleh sebab itu, penting memenuhi asupan magnesium di saat lansia, yaitu sekitar 350 mg sehari. Anda dapat memperolehnya melalui sumber makanan nabati dan hewani, terutama sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Vitamin D.

Vitamin D bekerja sama dengan kalsium untuk memelihara kesehatan tulang. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh agar lebih optimal. Vitamin ini secara alami diserap oleh tubuh melalui sinar matahari. Anda juga dapat memperolehnya dari ikan salmon, tuna, sarden, telur, susu, dan suplemen vitamin D. kebutuhan gizi lansia akan vitamin D ini kurang lebih 15 mcg per harinya.

Vitamin E.

Vitamin E merupakan salah satu vitamin yang memiliki kekuatan antioksidan tinggi untuk memerangi radikal bebas di dalam tubuh. Vitamin E juga mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh Anda, agar tidak rentan terhadap penyakit infeksi. Kebutuhan vitamin E lansia adalah 15 mg per hari. Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin ini dengan mengonsumsi sayuran hijau, mangga, kiwi, alpukat, ikan kod, salmon, udang, dan kerang.

Vitamin B6.

Vitamin B6 juga merupakan vitamin yang sering terlewatkan dalam pemenuhan gizi lansia. Padahal, vitamin ini berperan penting dalam menjalankan banyak fungsi di dalam tubuh, terutama mendukung penyerapan protein dan fungsi kognitif. Jumlah vitamin B6 yang harus dipenuhi oleh lansia adalah sekitar 1,7 mg per hari. Sumber makanan vitamin B6 adalah ubi jalar, daging ayam, ati ayam, telur, tuna, salmon, bayam, wortel, susu, dan lain sebagainya.

Vitamin B12.

Dikutip dari Nutritionist Resource, di Inggris, diperkirakan 20% dari mereka yang berusia 65 – 75 tahun kekurangan vitamin B12. Orang lansia yang mengalami defisiensi vitamin B12 yang tidak ditangani segera akan menyebabkan gangguan kognitif ringan, yang dapat berkembang menjadi demensia. Jadi, penuhilah kebutuhan gizi lansia ini, yaitu sekitar 2,4 mcg dalam sehari. Berbagai sumber makanan vitamin B12 adalah ikan sarden, salmon, tuna, kepiting, kerang, daging ayam, daging sapi, telur, susu, dan yoghurt.

Catatan dari SehatQ

Inilah 6 defisiensi zat gizi lansia yang sering terjadi. Suplemen tertentu memang dapat membantu Anda untuk menutupi kekurangan zat gizi tersebut. Sebaiknya, Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan jenis suplemen yang baik dikonsumsi sesuai dengan defisiensi zat gizi yang Anda alami.