Category: Kesehatan Lansia

6 Defisiensi Zat Gizi Lansia yang Sering Terjadi

Memenuhi dan mencukupi kebutuhan zat gizi pada setiap tahap kehidupan adalah hal yang sangat krusial. Mulai dari janin di dalam kandungan, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Salah satu hal yang sering diabaikan adalah memenuhi kebutuhan zat gizi penting di masa tua. Padahal, memenuhi asupan gizi lansia dengan baik akan membuat Anda dapat menikmati masa tua tanpa beban sakit-sakitan.

6 Zat gizi lansia yang sering terabaikan.

Orang-orang lansia sangat rentan mengalami malnutrisi. Belum lagi, upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia sering kali menghadapi berbagai masalah. Anda akan makan lebih sedikit, karena perubahan pada nafsu makan dan tingkat aktivitas yang rendah. Kemudian, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral pun sudah menurun. Asupan makan yang lebih sedikit pada akhirnya akan membuat Anda melewatkan vitamin dan mineral penting ini.

Kalsium.

Kalsium berperan penting untuk kepadatan dan kekuatan tulang lansia. Mineral ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau gelap, susu, dan suplemen kalsium. Kebutuhan kalsium lansia yang harus dipenuhi adalah sekitar 1000 mg/hari. Hati-hati, kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis, yaitu tulang keropos, seperti punggung membungkuk dan penurunan mobilitas.

Magnesium.

Jarang terdengar, ternyata magnesium juga menjadi zat gizi lansia yang sering terlewatkan. Magnesium adalah salah satu mineral yang berperan dalam banyak proses tubuh, seperti glukosa dan regulasi tekanan darah. Kedua hal tersebut sering kali menjadi masalah para lansia yang dapat menurunkan kualitas kesehatan, bahkan secara drastis. Oleh sebab itu, penting memenuhi asupan magnesium di saat lansia, yaitu sekitar 350 mg sehari. Anda dapat memperolehnya melalui sumber makanan nabati dan hewani, terutama sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Vitamin D.

Vitamin D bekerja sama dengan kalsium untuk memelihara kesehatan tulang. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh agar lebih optimal. Vitamin ini secara alami diserap oleh tubuh melalui sinar matahari. Anda juga dapat memperolehnya dari ikan salmon, tuna, sarden, telur, susu, dan suplemen vitamin D. kebutuhan gizi lansia akan vitamin D ini kurang lebih 15 mcg per harinya.

Vitamin E.

Vitamin E merupakan salah satu vitamin yang memiliki kekuatan antioksidan tinggi untuk memerangi radikal bebas di dalam tubuh. Vitamin E juga mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh Anda, agar tidak rentan terhadap penyakit infeksi. Kebutuhan vitamin E lansia adalah 15 mg per hari. Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin ini dengan mengonsumsi sayuran hijau, mangga, kiwi, alpukat, ikan kod, salmon, udang, dan kerang.

Vitamin B6.

Vitamin B6 juga merupakan vitamin yang sering terlewatkan dalam pemenuhan gizi lansia. Padahal, vitamin ini berperan penting dalam menjalankan banyak fungsi di dalam tubuh, terutama mendukung penyerapan protein dan fungsi kognitif. Jumlah vitamin B6 yang harus dipenuhi oleh lansia adalah sekitar 1,7 mg per hari. Sumber makanan vitamin B6 adalah ubi jalar, daging ayam, ati ayam, telur, tuna, salmon, bayam, wortel, susu, dan lain sebagainya.

Vitamin B12.

Dikutip dari Nutritionist Resource, di Inggris, diperkirakan 20% dari mereka yang berusia 65 – 75 tahun kekurangan vitamin B12. Orang lansia yang mengalami defisiensi vitamin B12 yang tidak ditangani segera akan menyebabkan gangguan kognitif ringan, yang dapat berkembang menjadi demensia. Jadi, penuhilah kebutuhan gizi lansia ini, yaitu sekitar 2,4 mcg dalam sehari. Berbagai sumber makanan vitamin B12 adalah ikan sarden, salmon, tuna, kepiting, kerang, daging ayam, daging sapi, telur, susu, dan yoghurt.

Catatan dari SehatQ

Inilah 6 defisiensi zat gizi lansia yang sering terjadi. Suplemen tertentu memang dapat membantu Anda untuk menutupi kekurangan zat gizi tersebut. Sebaiknya, Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan jenis suplemen yang baik dikonsumsi sesuai dengan defisiensi zat gizi yang Anda alami.