Category: Hidup Sehat

Cara Menghilangkan Stres Berat pada Anak dan Remaja, Orangtua Harus Tahu!

Stres merupakan kondisi mental yang tertekan dengan faktor pemicu yang berbeda-beda. Kondisi ini normal terjadi dan dapat dialami oleh siapapun, bahkan remaja dan anak-anak.

Stres mempengaruhi seseorang baik secara fisik maupun emosional dalam berabgai intensitas. Sangat memungkinkan tubuh cenderung lebih sensitif terhadap berbagai hal sekecil apapun itu, terutama anak-anak dan remaja karena mereka belum bisa mengatur emosinya dengan baik.

Agar stres tidak berlarut dan menyebabkan masalah yang lebih besar, perlu untuk mengetahui cara menghilangkan stres berat pada anak dan remaja.

Penyebab stres

Stres merupakan reaksi alami yang dikeluarkan tubuh ketika menghadapi situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan.

Terdapat dua jenis stres, yaitu stres akut dan stres kronis. Stres akut disebabkan oleh peristiwa atau situasi ertentu yang melibatkan kebaruan, ketidakpastian, dan membuat seseorang memiliki kontrol yang buruk. Misalnya, stres akibat beban kerja, persiapan menghadapi ujian, masalah keluarga dan hubungan, dan lainnya.

Sedangkan stres kronis atau stres berat terjadi bila seseorang terpapar kondisi stres secara terus menerus atau dalam jangka waktu panjang. Tubuh telah diatur secara otomatis untuk menurunkan hormon stres ketika kondisi membaik, dan paparan stres secara terus menerus mengganggu fungsi tubuh.

Ada banyak dampak dari stres berat, diantaranya:

  • Kegelisahan
  • Masalah pencernaan
  • Sakit kepala
  • Masalah tidur
  • Risiko penyakit jantung
  • Penambahan atau penurunan berat badan
  • Gangguan memori dan konsentrasi

Apabila tidak ditangani, sres juga dapat berakhir pada depresi. Itulah mengapa sangat penting untuk mempelajari cara menghilangkan stres berat secara sehat.

Ciri-ciri orang yang mengalami stres

Karena stres dengan mudahnya mempengaruhi aspek fisik maupun emosional, berikut ini tanda dan gejala umum yang dapat Anda perhatikan:

  • Cemas atau khawatir secara terus menerus
  • Merasa lelah atau letih
  • Sulit berkonsentrasi
  • Perubahan suasana hati
  • Mudah tersinggung atau marah terhadap hal-hal kecil
  • Tingkat kepercayaan diri rendah
  • Gangguan makan, bisa jadi lebih banyak atau sedikit makan
  • Perubahan dalam kebiasaan waktu tidur
  • Sakit dan nyeri, terutama ketegangan otot
  • Gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit
  • Mual
  • Pusing
  • Kehilangan gairah seksual
  • Penggunaan alkohol, tembakau, atau obat terlarang sebagai sarana melepas stres

Menghadapi stres dengan cara sehat

Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap pemicu stres. Sebagian orang memiliki emosi yang stabil meski sedang menghadapi situasi stres dibandingkan dengan yang lain. Genetika berperan dalam mengatur aktivasi respon stres.

Pengalaman hidup berupa peristiwa traumatis juga membuat seseorang menghasilkan reaksi stres yang kuat. Misalnya, pernah mengalami kecelakaan, kekerasan, pelecehan, atau efek dari pekerjaan seperti petugas militer dan petugas pemadam kebakaran.

Agar anak-anak dan remaja terhindar dari perilaku destruktif demi mengatasi stres, berikut ini beberapa cara menghilangkan sres berat yang bisa dicoba:

  • Menceritakan kejadian penyebab stres pada orang lain

Bercerita dapat membuat perasaan menjadi lebih tenang. Menceritakan masalah ke orang lain, misalnya orang tua atau sahabat mungkin dapat membantu memahami masalah dan menemukan penyelesaian yang tepat.

  • Dorong untuk tetap aktif

Ada banyak kegiatan yang bisa membantu Anda melepas stres, misalnya bermain game, menonton film, bermain musik, olahraga, atau tergabung dalam suatu komunitas atau program relawan.

  • Lakukan rutinitas harian

Mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi konsumsi kafein, dan mempertahankan waktu tidur dan bangung adalah salah satu cara merawat diri. Dengan menjaga kesehatan diri sendiri, Anda akan lebih mampu melewati masa-masa yang berat.

  • Ambil jeda bermain media sosial

Media sosial menjadi sarana mendapatkan informasi bagi anak-anak hingga orang dewasa. Hindari terlalu sering bermain media sosial untuk mengurangi peningkatan rasa cemas akibat paparan informasi yang tidak menyenangkan.

Peran orang tua sangat penting

Sebagai orang tua, Anda harus lebih terbuka dengan masalah anak. Tanyakan apa yang membuat mereka tidak nyaman dan beri mereka dukungan dengan tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Anak butuh dirangkul dan keamanan emosional ketika berada di rumah.  

Apabila cara menghilangkan stres berat di atas tidak membantu, Anda bisa menghubungi psikolog atau konselor. Petugas profesional kesehatan mental lebih kompeten dalam membantu terkait masalah mental.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar cara menghilangkan stres berat, Anda bisa menanyakannya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Dowload sekarang di App Store atau Google Play Store.

Obat Gatal Cetirizine, Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Ada berbagai faktor yang menyebabkan gatal pada kulit. Beberapa diantaranya karena gigitan serangga, alergi atau karena faktor lainnya. Jika Anda memiliki alergi terhadap sesuatu, seperti bulu binatang atau serbuk sari, ada baiknya untuk menghindari penyebab munculnya gatal tersebut. 

Pasalnya, reaksi alergi pada seseorang tidak hanya akan menimbulkan gatal saja, tetapi sering kali menyebabkan sinus, gangguan tenggorokan hingga sistem pernapasan bagian atas. Cara yang biasanya dilakukan pelaku alergi adalah mengonsumsi obat gatal cetirizine. Apakah ada efek samping ketika mengonsumsi obat tersebt? Cek di sini, yuk!

Apa itu obat gatal cetirizine?

Cetirizine merupakan obat antihistamin yang dapat meredakan gejala alergi, salah satunya gatal. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati:

  • Demam akibat serbuk sari atau bunga
  • Konjungtivis, merah dan mata gatal
  • Eksim
  • Gatal-gatal, urtikaria
  • Reaksi terhadap gigitan serta sengatan serangga
  • Beberapa alergi makanan

Cetirizine dikenal sebagai antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk. Ini jauh lebih kecil kemungkinan untuk membuat Anda mengantuk daripada beberapa antihistamin lainnya. Namun, untuk dapat mengonsumsinya Anda perlu resep dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet. Secara umum, obat gatal cetirizine adalah obat yang aman dan efektif, namun Anda tetap harus mewaspadai peringatan dan tindakan pencegahan tertentu saat mengonsumsi obat ini. 

Siapa yang boleh dan tidak bisa minum cetirizine?

Tablet dan cairan cetirizine yang Anda beli dari apotek dan supermarket dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak berusia di atas 6 tahun. Anak-anak dengan usia 2 tahun juga dapat mengonsumsi cetirizine cair untuk mengatasi demam dan alergi kulit. Namun, untuk anak berusia 1 tahun ke bawah harus dengan pengawasan dan resep dokter. 

Cetirizine tidak cocok bagi sebagian orang. Beritahu dokter jika atau apoteker jika Anda:

  • Pernah mengalami reaksi alergi terahdap cetirizine atau obat lain di masa lalu
  • Memiliki alergi terhadap adiktif makanan 
  • Memiliki intoleransi atau tidak dapat menyerap beberapa gula, seperti laktosa atau sorbitol
  • Mengalami gagal hati atau ginjal
  • Menderita epilepsi atau masalah kesehatan lain yang membuat Anda berisiko terserang penyakit
  • Memiliki kondisi yang berarti mengalami kesulitan buang air kecil
  • Dipesan untuk menjalani tes alergi, mengonsumsi cetirizine dapat mempengaruhi hasil, jadi Anda mungkin perlu berhenti meminumnya beberapa hari sebelum tes

Efek samping obat gatal cetirizine dan cara mengatasinya

Seperti pada hampir semua obat-obatan, setirizine pun dapat menyebabkan efek samping, meskipun  tidak semua orang mengalaminya. Berikut efek samping dari obat cetirizine dan cara mengatasinya. 

Efek samping yang umum

Efek samping yang umum dapat terjadi pada 1 dari 100 orang yang mengonsumsinya. Bicaralah dengan dokter atau apoteker jika efek samping berikut mengganggu Anda atau tidak hilang:

  • Merasa mengantuk dan lelah, cobalah antihistamin non-mengantuk lainnya, jika tidak membantu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala, pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum alkohol, dan mintalah resep apoteker atau dokter untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi cetirizine. 
  • Mulut kering, kunyah permen karet bebas gula atau hisap permen bebas gula.
  • Merasa sakit (mual), coba minum tablet dengan makanan. Hal ini dapat membantu meredakan mual saat minum obat tersebut.
  • Merasa pusing, jika cetirizine membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan perlahan atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk lagi sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa pusing atau sedikit gemetar. 
  • Sakit perut, cobalah untuk rileks, makan dan minum secara perlahan dan makan lebih sedikit namun sering untuk membantu.
  • Diare, banyak minum air atau cairan lain  jika Anda mengalami diare. Anda bisa mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare. 
  • Sakit tenggorokan, jika anak berusia 16 tahun ke atas, dapat mencoba obat kumur dengan larutan aspirin atau gunakan obat kumur Pereda nyeri.
  • Gejala hidung seperti pilek, jika Anda berusia 16 tahun ke atas, dapat mencoba obat kumur dengan larutan aspirin atau gunakan obat kumur pereda nyeri. 
  • Gatal atau ruam, jika Anda mengalami ruam setelah minum obat ini, tanyakan pada dokter, mungkin Anda membutuhkan antihistamin lainnya. 
  • Kesemutan di tangan dan kaki Anda, jika ini tidak hilang, konsultasikan dengan dokter Anda. 
  • Merasa gelisah, coba minum cetirizine sebelum Anda tidur, jadi Anda akan tertidur saat kemungkinan gejala ini terjadi. Jika tak kunjung hilang, bicarakan dengan dokter Anda. 

Anak-anak mungkin mengalami diare atau gejala seperti pilek pada hidung daripada orang dewasa. 

Efek samping yang serius

Efek samping karena obat gatal ceritizine sangat jarang terjadi. Namun, meskipun begitu tetap saja ada yang pernah mengalaminya. Jika Anda mengalami reaksi gejala serius seperti mengalami memar atau pendarahan yang lebih dari biasanya harap hubungi dokter untuk mendapatkan penangan lebih lanjut. Gejala serius tersebut meliputi:

  • Anda mengalami ruam kulit yang mungkin termasuk kulit gatal, merah, bengkak, melepuh atau megelupas
  • Anda mengi
  • Mengalami sesak di dada atau tenggorokan
  • Anda kesulitan bernapas atau berbicara
  • Mulut, wajah, bibir, lidah atau tenggorokan Anda mulai bengkak

Jadi, jika Anda mengalami alergi yang menyebabkan gatal dapat mengonsumsi obat gatal cetirizine. Meskipun obat ini dijual di apotek, Anda perlu konsultasi ke dokter jika ada efek samping setelah mengonsumsi obat ini. 

Apa Saja Penyebab Eritema Multiformus yag Harus Diketahui?

Penderita eritema multiformus mengalami gejala utama berupa ruam di bagian tubuh terutama lengan dan kaki berbentuk lingkaran merah di bawah kulit atau sering disebut bull’s eye pattern. Gejala tersebut merupakan reaksi imun yang dipicu oleh infeksi atau pengobatan tertentu.

eritema multiformis

Penyakit ini memiliki kemungkinan menyerang anak-anak dengan kasus sebesar 20%, akan tetapi mereka yang berusia 20-30 tahun lebih sering terjangkit. Pria berpotensi lebih besar darpada wanita. Berikut ini merupakan beberapa penyebab eritema multiformis: 

  1. Virus herpes simpleks

Sebanyak 70% penderita eritema multiformis disebabkan herpes simpleks sehingga menjadi penyebab utama, baik virus herpes simpleks (HSV) 1 maupun virus herpes simpleks (HSV) 2. HSV 1 umumnya ditandai dengan lepuhan luka kecil di bagian mulut dan wajah, sedangkan HSV 2 umumnya tumbuh di bagian alat kelamin.  

Herpes simpleks biasanya terjadi selama 7-10 hari sebelum berkembangnya eritema multiformis, meskipun eritema multiformis juga bisa muncul tanpa diawali gejala herpes. Virus herpes simpleks biasanya berada di dalam tubuh dalam bentuk non aktif, namun seiring berjalannya waktu dapat menjadi aktif dan menimbulkan luka. 

Anda perlu waspada dengan penderita herpes simpleks karena dapat menular secara langsung. Anak-anak lebih mudah terkena penyakit ini akibat tertular dari orang dewasa.  

  1. Pneumonia mycoplasma

Bakteri ini menyerang saluran pernapasan sehingga menyebabkan infeksi yang ditandai dengan tenggorokan sakit, kelelahan, demam, batuk tidak kunjung sembuh, sakit kepala, sakit dada, dan napas pendek. Sebesar 2-10% kasus eritema multiformis disebabkan oleh bakteri pneumonia mycoplasma. Apabila dokter telah mendiagnosis eritema multiformis karena pneumonia mycoplasma, maka dokter akan mengobati infeksi pneumonia mycoplasma terlebih dahulu. 

Berdasarkan Canadian Medical Association Journal, tes pneumonia mycoplasma yang menyebabkan eritema multiformis dilakukan dengan cara tes swab bagian nasofaring. Jika terbukti positif, maka dokter akan memberikan azitromicin untuk mengatasi batuk dan rasa rtidak nyaman serta prednison. Luka akan sembuh setelah 9 hari pengobatan. Hal ini tentunya dilakukan di bawah pengawasan dokter.  

  1. Penyakit infeksi lainnya

Beberapa penyakit infeksi karena virus selain herpes simpleks juga bisa menyebabkan eritema multiformis, diantaranya:

  • Adenovirus
  • Influenza
  • Epstein-Barr atau virus herpesn jenis lain
  • Virus Coxsackie yang ditandai munculnya bintil-bintil berair
  • Parvovirus
  • HIV

Tak hanya itu, infeksi bakteri TBC dan streptococcus juga mampu menyebabkan eritema multiformis 

  1. Penggunaan obat-obatan

Pada dasarnya eritema multiformis yang disebabkan kaerena obat-obatan sangat jarang terjadi. Berikut ini merupakan pengobatan tertentu yang berkaitan dengan penyakit tersebut:

  • Nonsteroidal anti-inflamatory drugs (NSAID’s)
  • Pengobatan yang berhubungan dengan antibakteri
  • Penisilin
  • Obat kejang
  • Obat anastesi
  • Barbiturat atau obat penenang sebelum operasi

Apabila setelah menggunakan salah satu obat di atas kemudian muncul efek samping berupa ruam bull’s eye, maka segera hubungi dokter. Sebaiknya Anda tidak menghentikan pengobatan sebelum mendapatkan instruksi dari dokter.  

Vaksin tetanus diphteria acellular pertusis (Tdap) atau hepatitis B juga berisiko mengakibatkan berkembangnya eritema multiformis. Meskipun hal ini jarang terjadi sehingga bukan alasan untuk tidak melakukan vaksin. Anda dapat berkomunikasi dengan dokter tentang efek samping vaksin yang akan diberikan. 

Biasanya dokter mendiagnosis eritema multiformis nelalui identifikasi fisik. Biopsi juga akan dilakukan dengan cara mengambil sampel kulir di area penyakit, mengirimkannya untuk diuji di laboratorium, dan dianalisis. Untuk mengetahui penyebab pasti eritema multiformis, dokter dapat melakukan rontgen.  

Efek Samping Masker Putih Telur yang Membahayakan Kulit

Merawat kulit merupakan upaya menjadikan penampilan seseorang tetap tejaga. Ada begitu banyak cara, bahan, dan model perawatan kulit. Salah satu di antaranya adalah penggunaan masker alami. Ada begitu banyak bahan alami yang terbukti bisa memberikan manfaat bagi kulit wajah. Salah satu yang populer adalah masker putih telur.

Masker ini dianggap efektif dalam mengobati sejumlah masalah kulit. Pasalnya, putih telur mengandung dua bahan perawatan kulit yang penting yaitu kolagen dan protein. Beberapa manfaatnya adalah meningkatkan warna kulit dan elastisitas.

Namun, terlepas dari kandungan yang bermanfaat untuk kulit, masker putih telur juga memiliki efek samping yang dapat membahayakan kulit, seperti:

  • Menyebabkan Alergi

Efek samping masker putih telur yang paling sering terjadi adalah alergi pada kulit. Bentuk dan jenis alergi itu beragam, mulai dari biduran, ruam kulit, gatal, hingga susah untuk bernapas. Apalagi jika kamu memiliki alergi telur, lebih baik tidak menggunakan masker putih telur agar tidak memicu munculnya alergi di kulit wajah.

  • Menimbulkan Iritasi Kulit

Masker putih telur dipercaya bisa membantu melembapkan kulit, mencerahkan kulit, hingga membantu menjaga kulit tetap kencang. Namun, kalau terlalu sering menggunakan masker putih telur, Seseorang bisa mengalami iritasi kulit, ditandai dengan munculnya tanda seperti gatal, kemerahan, hingga munculnya jerawat.

Terkadang iritasi kulit itu tidak ditandai dengan gejala yang tampak. Maka untuk kamu yang memiliki kulit yang sensitif, berhati-hatilah saat menggunakan masker putih telur ini, agar tidak menyebabkan infeksi sekunder pada kulit.

  • Menyumbat Pori-Pori

Ternyata penggunaan masker putih telur dapat menyumbat pori-pori wajah, hal ini dikarenakan molekul protein putih telur terlalu besar dan tidak dapat menyerap ke dalam lapisan kulit. Protein yang dipercaya dapat membuat kulit lebih kenyal, ternyata tidak bisa terserap sehingga menyebabkan pori-pori tersumbat.

Jadi pastikan setelah menggunakan masker putih telur Anda membersihkannya dengan teliti dan cermat supaya sisa dari putih telur tersebut tidak menyumbat pori-pori kulit wajah. Perlu Anda ketahui jika penyumbatan pori-pori kulit dapat menyebabkan munculnya berbagai macam masalah, terutama jerawat dan komedo.

  • Meneyebabkan Breakout

Jika Anda memiliki kulit sensitif, perlu Anda ketehaui bahwa putih telur juga mengandung vitamin A, di mana nutrisi ini mampu meningkatkan sensitifitas kulit sekaligus merangsang terjadinya breakout atau beruntusan. Bila Anda sedang dalam perawatan dokter kulit, Anda harus mendiskusikan penggunaan masker putih telur untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.  

  • Infeksi Salmonella

Telur mentah berpotensi mengandung bakteri salmonella. Terutama jika telur ayam yang Anda gunakan tidak segar atau tidak dicuci bersih. Anda bisa keracunan atau mengalami iritasi. Meski jarang terjadi, apabila Anda tidak hati-hati dalam menggunakan masker putih telur untuk wajah, dikhawatirkan tetesan putih telur mentah tersebut bisa tidak sengaja tertelan bersamaan dengan kemungkinan bakteri yang ada di dalamnya. 

Sebelum Anda menggunakan masker putih telur, Anda bisa melakukan upaya prefentif agar tidak mengalami kemungkinan efek samping yang ditimbulkan. Anda bisa mengecek apakah kulit Anda cocok menggunakan masker putih telur atau tidak dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Oleskan sedikit masker putih telur terlebih dahulu ke beberapa bagian tubuh lain. Misalnya, punggung tangan, kulit di bawah dagu, atau area kulit di belakang telinga.
  • Tunggu selama kurang lebih 15 menit.
  • Bilas area kulit dengan air sampai benar-benar bersih.
  • Kemudian, lihatlah reaksi kulit Anda.
  • Jika kulit mengalami kemerahan, terasa perih dan gatal, bengkak, atau tanda-tanda alergi kulit lainnya, maka sebaiknya Anda tidak menggunakan masker putih telur untuk wajah.
  • Sebaliknya, apabila tidak muncul reaksi alergi, maka Anda dapat menggunakan masker putih telur untuk wajah.

Masker putih telur memang mengandung banyak manfaat, tetapi ada pula kemungkinan efek samping dari penggunaan masker alami ini. Oleh karena itu, pastikan kulit Anda cocok dengan masker ini untuk meminimalisir risiko. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan telur yang steril dan segar.

Menakjubkan, Begini Cara Kerja Telinga Anda

Menakjubkan, Begini Cara Kerja Telinga Anda

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengenai cara kerja telinga. Ternyata cara kerja alat pendengaran ini tidak sesederhana yang kita lihat. 

Cara kerja telinga adalah dengan menangkap gelombang suara hingga membuat bagian gendang bergetar. Kemudian, setiap frekuensi suara yang terdengar, akan segera ditransfer ke otak untuk diberikan makna atas atas yang didengar.

Sehingga masing-masing bagian telinga memiliki fungsi dan apa yang didengar akan bergantung pada kinerja bagian-bagian ini.

Mengenal Anatomi Telinga

Untuk memahami bagaimana cara kerja telinga, penting juga untuk mengenal susunan anatomi telinga dan fungsinya masing-masing. 

Telinga dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu:

  1. Telinga bagian luar, yaitu bagian terluar dari telinga yang terdiri dari daun telinga, liang telinga, dan juga gendang telinga. 
  2. Telinga bagian tengah, merupakan ruang kecil yang terdiri dari tulang martil, tulang sanggurdi, dan tulang landasan.
  3. Telinga bagian dalam, yang terdapat organ keseimbangan dan pendengaran. Pada bagian dalam ini terdapat juga Koklea yang menjadi bagian penting untuk bisa mendengar.

Masing0masing bagian telinga ini punya perannya masing-masing dan penting agar seseorang bisa mendengar dengan baik. Dari anatomi saja sudah terlihat betapa kompleksnya alat pendengaran kita. Begitu pula dengan cara kerja telinga yang tidak kalah kompleksnya.

Cara Kerja Telinga untuk Bisa Mendengar

Jadi proses seseorang bisa mendengar dimulai dari adanya gelombang suara di sekitar yang ditangkap oleh daun telinga. Kemudian, gelombang suara tersebut akan disalurkan ke liang telinga dan membuat gendang telinga bergetar. Gendang ini sangat sensitif, bahkan suara paling pelan sekalipun bisa ditangkapnya.

Getaran yang terjadi di gendang telinga ini akan turut menggetarkan tulang martil, landasan, dan sanggurdi yang ada di telinga bagian tengah. Dari sini, getaran akan diteruskan ke telinga bagian dalam hingga ke Koklea. 

Koklea ini berisi cairan khusus yang akan bergerak seperti ombak ketika gelombang suara sampai di koklea ini. Kemudian, gerakan tersebut memberi stimulus pada saraf dalam koklea. Sel auditori pada koklea akan mendeteksi suara, kemudian melewati jalur di batang otak untuk sampai ke  pusat pendengaran di otak atau korteks auditori.

Nah, di bagian pusat pendengaran ini juga impuls saraf akan terkonversi menjadi suara yang dimaknai tertentu. 

Bisa Anda bayangkan proses yang begitu kompleks ini hanya terjadi dalam hitungan detik saja dan prosesnya instan. Sungguh menakjubkan, bukan?

Fungsi Lain dari Telinga

Selain memiliki fungsi utama sebagai alat pendengaran, telinga juga berperan menjaga keseimbangan tubuh, lho. Ada dua komponen yang dimaksud, yaitu:

  • Keseimbangan statis, yaitu kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan di posisi berdiri atau tetap
  • Keseimbangan dinamis, yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada saat bergerak atau beraktivitas.

Penyakit yang Dapat Mengganggu Kerja Telinga

Gelombang suara hanya bisa terkonversi menjadi makna tertentu apabila seluruh sistem pendengaran dalam kondisi yang sehat dan berfungsi dengan baik. Akan tetapi, ada saatnya ketika bagian telinga tertentu mengalami masalah dan tidak merespons dengan baik. 

Ada beberapa penyakit yang mengganggu cara kerja telinga, yaitu:

  • Infeksi telinga
  • Tinnitus
  • Penyakit Meniere
  • Barotrauma

Ketika Anda mengalami gangguan cara kerja telinga, segeralah periksakan ke dokter spesialis THT agar kondisi pendengaran Anda tidak semakin buruk. Selain itu, penting juga merawat kesehatan telinga dengan tidak terus menerus memberikan paparan suara bising.

Jelang Melahirkan, Begini Cara Menghilangkan Bulu Kemaluan

Bagi sebagian orang, merapikan bulu kemaluan bukanlah hal yang penting. Tapi, menjelang waktu melahirkan, biasanya wanita hamil akan mencari cara menghilangkan bulu kemaluan untuk mendukung proses melahirkan nantinya.

Sebenarnya, tidak ada alasan kesehatan khusus yang mengharuskan seseorang untuk menghilangkan bulu kemaluan. Keputusan untuk mencukur bulu kemaluan atau tidak ada pada diri Anda sendiri. 

Cara menghilangkan bulu kemaluan di rumah

Area kemaluan merupakan area privat. Karena itu, Anda mungkin merasa lebih nyaman untuk melakukan upaya menghilangkan bulu sendiri di rumah. 

Berikut ini beberapa rekomendasi cara menghilangkan bulu kemaluan yang bisa Anda coba: 

  • Mencukur

Mencukur adalah cara termudah untuk menghilangkan bulu, termasuk pada area kemaluan. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mempersiapkan krim cukur serta pisau atau alat cukur khusus.

Tapi, pisau pada alat cukur bisa melukai kulit Anda bila tidak dilakukan dengan hati-hati. Karena itu, lakukan upaya mencukur secara perlahan dan jangan gunakan alat cukur yang sama untuk bagian tubuh lainnya.

Supaya proses mencukur jadi lebih mudah, cobalah untuk membasahi bulu kemaluan Anda terlebih dahul. Gunakan krim cukur untuk mengurangi resiko iritasi. Jangan lupa untuk selalu membilas pisau cukur sampai bersih setelah menggunakannya. 

  • Menggunting

Selain mencukur, Anda juga bisa memangkas bulu kemaluan dengan gunting. Biasanya, metode menggunting cenderung lebih aman dari mencukur, karena gunting tidak akan bersentuhan langsung dengan kulit. Dengan begitu, resiko terkena iritasi kulit pun lebih kecil.

Akan tetapi, tentunya hasil pemangkasan dengan gunting tidak akan semaksimal mencukur. Anda perlu waktu yang lebih lama untuk memotong bulu sampai benar-benar pendek dan rapi.

Berbeda dengan cara mencukur, ketika akan menggunting, pastikan bulu Anda berada dalam keadaan kering. Lalu, gunting secara perlahan, satu per satu dengan gumpalan kecil. 

Setelah selesai, cuci gunting dan pastikan gunting dalam keadaan kering sebelum disimpan.

  • Krim penghilang bulu

Jika Anda tidak ingin melakukan usaha ekstra dengan mencukur dan menggunting, Anda bisa juga memanfaatkan krim penghilang bulu. Krim ini umumnya mengandung bahan kimia yang bekerja dengan memecah protein bulu, sehingga melemahkan pangkal bulu.

Saat pangkal bulu menjadi lemah, bulu menjadi lebih mudah rontok bahkan hanya dengan menyekanya saja. 

Dibandingkan dengan mencukur dan menggunting, hasil dari krim penghilang bulu cenderung lebih tahan lama. Penggunaanya serupa dengan waxing, tapi penggunaan krim ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun, bagi sebagian orang, menggunakan krim penghilang bulu mungkin beresiko menimbulkan reaksi alergi. Karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa krim yang digunakan tidak mengandung bahan-bahan yang menjadi pemicu alergi untuk Anda. 

  • Waxing

Cara menghilangkan bulu kemaluan dengan waxing rentan menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi, cara ini adalah cara yang paling efektif untuk mengangkat semua bulu dan membawa hasil yang lebih tahan lama.

Bila Anda mempelajari cara-caranya, waxing sebenarnya bisa saja dilakukan di rumah. Tapi, akan lebih baik lagi kalau Anda menggunakan bantuan dari ahlinya untuk melakukan metode ini.

Bagi pemilik kulit sensitif, waxing bisa menyebabkan iritasi dan infeksi kulit. Karena itu, sebaiknya hati-hati saat akan menghilangkan bulu kemaluan dengan metode ini sendiri di rumah. 

Bagi ibu hamil, itulah beberapa cara menghilangkan bulu kemaluan yang bisa Anda coba. Langkah-langkah di atas bisa dilakukan di rumah tanpa harus melalui perawatan profesional dari rumah sakit.

Cara Mengejan yang Benar Bikin Melahirkan Lebih Lancar, Lho!

Bagi ibu hamil, penting memahami bahwa ketika melahirkan bayi terdapat dua metode yang bisa dilakukan. Pertama melalui vagina dengan proses melahirkan secara normal. Kedua menggunakan metode operasi caesar dengan dilakukan pembedahan pada bagian perut. Untuk proses melahirkan melalui vagina, Anda perlu mengejan guna mendorong bayi agar bisa keluar dari perut. Proses mengejan ini membutuhkan teknik khusus. Jika salah dan tidak benar, proses melahirkan dapat terhambat bahkan bisa membahayakan keselamatan bayi dan ibu. 

cara mengejan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan

Sebelum melahirkan, Anda sebaiknya memahami bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika nantinya mengejan saat proses persalinan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

  1. Ikuti aba-aba dari dokter untuk mengejan.Hal tersebut penting sebab dokter tentu memahami betul waktu yang tepat untuk mulai mengejan dilihat dari pembukaan lahiran yang sudah mencapai 10cm. 
  2. Jika dalam keadaan darurat dan tidak ada dokter yang membantu, Anda perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk mengejan. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Anda perlu mengejan ketika bukaan sudah lengka. Salah satu tanda Anda siap mengejan adalah adanya kontraksi rahim yang berlangsung kurang lebih 45-90 detik. 
  3. Pastikan posisi Anda nyaman ketika mengejan. Terdapat beberapa pilihan posisi seperti bertumpu pada tangan dan lutut, berbaring menyamping dengan salah satu kaki diangkat, dan berjongkok. Posisi manapun yang dipilih, Anda harus meletakkan dagu di dada dan tarik punggung ke arah depan agar rahim dan otot perut terbantu ketika mendorong bayi keluar. 
  4. Ketika proses melahirkan berlangsung, Anda memang perlu menerapkan teknik mengejan yang telah dipelajari. Meski demikian, mengikuti insting tubuh tetap penting dilakukan. Jika Anda merasa perlu berhenti sejenak untuk mengejan, lakukan saja agar tubuh tidak kehabisan tenaga. 
  5. Untuk durasi mengejan, Anda tidak harus melakukannya dari awal kontraksi hingga bayi keluar. Proses melahirkan masing-masing orang akan berbeda, sehingga lama waktu mengejan pun perlu disesuaikan. Bagi yang baru pertama kali melahirkan, umumnya waktu yang dibutuhkan untuk mengejan sekitar 1-2 jam. Jika bayi mengalami posisi posterior biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk mengejan. 
  6. Gunakan teknik pernapasan yang benar ketika mengejan. Untuk teknik pernapasan akan dibahas lebih lanjut setelah ini. 

Teknik pernapasan ketika mengejan 

Teknik pernapasan ketika mengejan menjadi salah satu kunci utama ketika melahirkan. Apabila Anda bernapas dengan sembarangan, maka proses mengejan akan semakin sulit dan membuang banyak tenaga secara percuma. Berikut teknik pernapasan yang dapat Anda pelajari. 

  1. Buka mulut dan buat tenggorokan hingga rahang rileks. 
  2. Hindari berteriak sebab dapat membuat Anda kehabisan tenaga. 
  3. Saat mengejan, letakkan tangan di atas perut untuk melemaskan perineum. 
  4. Hindari membuang napas lewat mulut. Bernapaslah menggunakan hidung secara perlahan.  
  5. Mengeluarkan suara seperti “ah” dan “o” disarankan sebab dapat membantu mengeluarkan napas membuat tubuh rileks. 
  6. Meski menahan napas seringkali memudahkan ketika mengejan, sebaiknya hindari melakukan hal tersebut terlalu lama. Bernapas secara teratur menjadi penting ketika melahirkan sebab ibu dan bayi membutuhkan aliran oksigen yang tetap terjaga. 

Cara mengejan yang benar

Setelah mengetahui teknik pernapasan serta hal lain yang perlu diperhatikan ketika melahirkan, kini saatnya Anda memahami cara mengejan yang benar. Berikut langkah-langkah mudah yang bisa Anda ikuti. 

  1. Baringkan tubuh kemudian tekuk kedua kaki sambil dibuka lebar.
  2. Posisi kepala sebaiknya agak bangun. Anda dapat mengangkat sedikit bagian punggung. 
  3. Selipkan dagu ke dada.
  4. Usahakan untuk membuat rileks area dasar panggul agar area perineum seolah menonjol keluar.
  5. Tarik napas dalam dan dorong tubuh untuk mulai mengejan. Lakukan 3-4 kali setiap kali kontraksi muncul.
  6. Saat kontrasi berakhir, kurangi mengejan agar bayi tidak kembali bergerak masuk. 

Selama Anda mempelajari dengan seksama cara mengejan untuk melahirkan maka tidak perlu merasa resah dan khawatir. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ mengenai latihan mengejan sebelum melahirkan. Meski sudah pernah melahirkan sebelumnya, berkonsultasi pada dokter tentang cara mengejan yang benar tetap diperlukan. Hal itu disebabkan kondisi tubuh akan selalu berubah ketika kehamilan terjadi.

10 Penyebab Napas Terasa Berat, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Napas terasa berat biasanya terjadi ketika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat dan butuh banyak tenaga. Mislanya ketika Anda selesai berolahraga berat. 

napas terasa berat

Akan tetapi jika napas terasa berat tanpa melakukan aktivitas apapun, tentu Anda harus khawatir dan waspada. Karena mungkin saja kondisi ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang ditakutkan bisa mengancam kesehatan Anda.

Berbagai Penyebab Napas Terasa Berat 

Napas terasa berat terjadi saat oksigen yang masuk ke tubuh sedikit atau ketika tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak. Sehingga frekuensi pernapasan meningkat sebab tubuh harus bekerja keras untuk mencukupi oksigen yang diperlukan. Hal ini akan membuat napas Anda berat dibanding biasanya.

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan napos Anda menjadi berat.

  1. Asma

Penyakit asma memang membuat pernapasan seseorang menjadi berat akibat saluran di paru-paru meradang dan bengkak. Kondisi medis kronis ini tidak hanya membuat napas berat, tetapi juga membuat penderitanya batuk, sesak di dada, sesak napas, hingga mengi. 

  1. Demam

Saat demam, suhu tubuh meningkat dan butuh oksigen lebih banyak untuk menurunkan suhu badan. Orang yang mengalami demam juga akan sulit bernapas saat akan melakukan aktivitas fisik. Sangat disarankan ketika seseorang demam untuk beristirahat hingga benar-benar pulih.

Namun, jika kondisi napas berat dan disertai dengan pusing dan kebingungan, maka segeralh mendatangi dokter.

  1. Infeksi

Napas terasa berat juga biasanya disebabkan oleh infeksi seperti sinus, flu, pilek, pneumonia, dan bronkitis. Untuk infeksi ringan seperti pilek biasanya bisa sembuh sendiri. Namun, infeksi serius seperti bronkitis hingga pneumonia, harusnya ditangani segera oleh dokter agar tidak muncul komplikasi yang berbahaya.

  1. Dehidrasi

Tubuh yang dehidrasi biasanya juga mengalami napas berat karena tubuh tidak bisa menyuplai energi ke sel-sel tubuh. Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh, tetapi juga bisa disebabkan oleh paparan cuaca yang terlalu panas atau kebanyakan minum kopi atau alkohol.

  1. Reaksi Alergi

Reaksi alergii yang umumnya terjadi adalah ruam kulit, bersin-bersin, mual, diare, hingga hidung tersumbat. Reaksi alergi disebut dengan anafilaksis perlu diwaspadai karena menyebabkan mulut dan tenggorokan membengkak dan napas pun jadi berat.

  1. Obesitas

Berat tubuh yang berlebih membuat berbagai organ dalam tubuh bekerja keras, termasuk juga paru-paru. Hal ini akan membuat napas lebih berat bahkan bisa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik.

  1. Gangguan Cemas

Gangguan cemas dan penyakit mental lain juga dapat membuat seseorang mengalami napas berat. Kondisi napas berat ini semakin meningkatkan kecemasan yang dirasakan sehingga semakin membahayakan pula.

Penderita gangguan kecemasan sebaiknya menenangkan diri dan tidak buru-buru panik, mencari tempat sepi, dan tarik napas dalam-dalam. Mintalah bantuan medis jika pernapasan tidak kunjung normal setelah melakukan beberapa cara tersebut.

  1. Gagal Jantung

Ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal, biasanya merupakan ciri-ciri gagal jantung. Orang yang mengalami gagal jantung biasanya akan mengalami napas berat akibat adanya penumpukan di pembuluh darah dan bocornya cairan ke paru-paru.

  1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK merupakan kelompok penyakit paru-paru yang bisa membuat pernapasan penderitanya menjadi berat. Biasanya PPOK ini disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok. 

  1. Kanker Paru-paru

Salah satu gejala kanker paru-paru adalah napas terasa berat. Selain susah bernapas, gejala lain dari kanker paru-paru adalah nyeri dada, batuk (bahkan mengeluarkan darah saat batuk), suara serak, hingga produksi dahak meningkat.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal, Coba Metode Berikut!

Banyak sekali orang yang memiliki permasalahan dengan berat badan. Baik yang kurus maupun yang memiliki berat badan berlebih. Hal ini juga lah yang membuat beberapa orang tersebut sering salah adalah menghitung berat badan mereka. 

berat badan ideal

Cara penghitungan berat badan yang salah akan berakibat terhadap hasil berat badan ideal yang harus Anda miliki. Lalu bagaimanakah cara menghitung berat badan ideal? Sebelum mengetahui cara menghitung berat badan yang ideal, perlu Anda ketahui bahwa tidak ada satupun berat badan ideal untuk setiap orang. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi berat badan ideal pada tiap orang. 

Hal ini termasuk karena usia, rasio otot lemak, tinggi badan, jenis kelamin, dan distribusi lemak tubuh ataupun bentuk tubuh orang tersebut. Memiliki berat badan berlebih dapat mempengaruhi risiko kesehatan seseorang, misalnya saja seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan masalah kardiovaskular lainnya. 

Cara menghitung berat badan ideal 

Metode 1: Indeks Massa Tubuh 

Indeks massa tubuh atau yang biasa disebut dengan body mass index (BMI) adalah alat umum untuk mengukur berat badan ideal seseorang. Cara mengukur berat badan ideal dengan metode BMI ini adalah dengan mengaitkan antara berat badan dan tinggi badan seseorang. 

Mudahnya adalah dengan membagi berat badan seseorang dalam satuan kilogram (kg) dengan tinggi badan seseorang dalam satuan meter kuadrat (m2). Misalnya saja, seseorang dengan tinggi badan 160 cm (1,60 m) memililiki berat 70 kg, maka indeks masa tubuh atau BMI orang tersebut adalah:

BMI: 70 kg/ 2,56 = 23,4. 

Kalikan tinggi badan dengan kuadrat (1,60 x 1,60)= 2,56

Jadi hasil BMI 23,4 jika dilihat berdasarkan standar berat badan ideal menurut world health organization (WHO) termasuk dalam kategori normal. Berikut beberapa standar berat badan ideal menurut WHO dan National Institute of Health (NIH):

Kurus: <18,5 (BMI)

Normal: 18,5-24,9 (BMI)

Kelebihan berat badan: 25-29,9 (BMI)

Obesitas: >30 (BMI)

Meskipun alat ukur dengan metode BMI ini sering kali digunakan untuk mengukur berat badan ideal seseorang, namun tetap saja BMI merupakan alat ukur yang sederhana. Pasalnya tidak memperhitungkan faktor-faktor sebagai berikut:

  • Ukuran pinggang atau pinggul
  • Proporsi atau distribusi lemak
  • Proporsi massa otot

BMI terkadang dapat memberikan gambaran kasar tentang sehat atau tidaknya berat badan seseorang, dan beguna untuk mengukur sebuah tren dalam penelitian populasi. Namun, hal ini tentu bukanlah menjadi satu-satunya ukutan bagi seseorang untuk menilai apakah berat badan mereka ideal atau tidak. 

Metode 2: Waist to Hip Ratio (WHR)

Metode WHR atau pengukuran pinggang ke pinggul adalah untuk membandingan ukuran pinggang seseorang dengan pinggulnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak lemak tubh di sekitar bagian tengah dan bisa mengembangkan penyakit kardiovaskular (CVC) dan diabetes. 

Semakin tinggi ukuran pinggang seseorang, maka semakin besar pula risiko yang muncul. Untuk alasan tersebut, WHR adalah alat yang berguna untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat dan ukuran yang sehat. 

Ukuran rasio pinggang-pinggul (WHR) Anda

  1. Ukuran lingkar pinggang pada bagian tersempit, biasanya tepat di atas pusar.
  2. Bagilah ukuran ini dengan ukuran di sekitar pinggul Anda pada bagian pinggul yang paling lebar. 

Jadi, jika ukuran pinggang Anda 28 inci dan pinggul 36 inci, bagi ukuran tersebut 28:36= 0,77.

Artinya, pengaruh WHR terhadap risiko penyakit kardiovaskular (CVD) berbeda untuk pria dan wanita, karena mereka cenderung memiliki bentuk tubuh yang berbeda. 

Pada pria:

  • Di bawah 0,9: risiko masalah kesehatan kardiovaskular rendah
  • Dari 0,9 hingga 0,99: risiko sedang
  • Pada 1,0 atau lebih: risiko tinggi

Pada wanita:

  • Di bawah 0,8: risiko rendah
  • Dari 0,8 hingga 0,89: risiko sedang
  • Di 0,9 atau lebih: risiko tinggi

Namun, angka-angka tersebut dapat berbeda, tergantung pada sumber dan populasi tempat angka tersebut berlaku. WHR dapat menjadi prediktor yang lebih baik untuk serangan jantung dan risiko kesehatan lainnya daripada pada BMI, yang tidak mempertimbangkan distribusi lemak. 

Jadi cara menghitung berat badan ideal dapat Anda lakukan dengan dua cara tersebut, BMI dan WHR. Mungkin, dengan menggabungkan dua metode di atas bisa menjadi cara terbaik untuk mendapatkan ide yang akurat. 

Jadi, siapapun yang mengkhawatirkan berat badan, ukuran pinggang atau komposisi tubuhnya harus membicarakan hal tersebut dengan dokter atau ahli gizi Anda. Dengan begitu, dokter atau ahli gizi Anda akan memberikan saran tentang cara apa yang baik untuk Anda. 

4 Alasan Labu Siam Bisa Turunkan Berat Badan

Termasuk merupakan salah satu buah-buahan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia, labu siam dengan rasa manisnya ini memiliki nama latin Sechium edule.  Kalori labu siam membuah jenis buah-buahan ini kerap dijadikan masakan seperti sayur asam, gado-gado hingga ketupat sayur, mengonsumsinya dengan dikukus atau direbus bisa menurunkan kolesterol dan berat badan.

kalori labu siam

Labu siam memiliki kandungan mineral yang penting bagi tubuh, seperti protein, vitamin B6, asam folat, vitamin C, vitamin K, vitamin E, sodium, kalsium, zat besi dan magnesium. Sementara itu, lemak yang terdapat pada labu siam juga tergolong sebagai lemak baik dan tidak memiliki kolesterol jahat atau LDL.

Alasan Diet dengan Labu Siam

  1. Kaya Akan Serat

Diet tinggi serat efektif membantu konstipasi sekaligus dengan menyehatkan usus lewat alur pembuangan yang normal dengan rendah kalori labu siam. Satu buah labu siam mengandung 3,5 gram serat dan mampu memberi 14 persen kebutuhan serat seseorang sekitar 25 gram. Serat juga membantu mengontrol kadar gula darah, sangat disarankan bagi penderita diabetes.

  • Memberi Hidrasi

Disebut juga dengan tanaman jipang hanya memiliki 38,6 kalori dan 0,1 gram lemak, meski rendah kalori seseorang akan tetap merasa kenyang dalam jangka waktu cukup panjang karena kandungan air dan serat yang dmilikinya. Cara mengonsumsi labu siam juga cukup mudah, bisa dibuat camilan dengan tujuan mempertahankan rasa.

Labu siam yang dijadikan camilan tidak akan mengurangi kebutuhan tubuh aakn asupan kalori harian. Selain dikonsumsi dengan menjadikannya sebagai camilan, labu siam memiliki tekstur yang lembut sehingga mampi ditempatkan sebagai bagian dari salad atau sekadar tambahan saja.

  • Sebagai Antioksidan

Labu siam merupakan sumber folat dan vitamin C yang tinggi, kandungan ini membuat labu siam mampu berkontribusi 189 mikrogram folat untuk diet. Jumlah ini diprediksi mampu memenuhi sebanyak 50 persen kebutuhan yang direkomendasikan untuk kesehatan tubuh. Selain itu, vitamin C menjadi antioksidan penting yang membantu tubuh melawan radikal bebas.

  • Mundukung Fungsi Saraf dan Otot

Labu siam mengandung zing, magnesium, kalsium fosfor dan kalium, zinc yang disumbangkan sekiyar 1 miligram atau setara untuk memenuhi tujuh persen kebutuhan harian. Zinc memiliki fungsi yang cukup penting, yakni sebagai penyembuh luka. Sementara kalsium dan magnesium mampu memperkuat tulang serta potasium untuk fungsi saraf dan otot.

Labu siam baik dikonsumsi untuk anak-anak maupun orang dewasa hingga lanjutusia, akan sangat disayangkan jika banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang dlewatkan begitu saja. Salah satunya yakni membantu menurunkan tekanan darah di dalam tubuh.

Buah ini memiliki efek diuretik ditambah sifat antioksidan yang memiliki peran penting dalam penurunan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Selain itu, buah ini juga mengandung magnesium dalam jumlah cukup tinggi, hal inilah yang membuat labu siam sangat baik untuk pengidap hipertensi.

Meski memiliki rasa manis, rendah kalori labu siam dan kandungan lemaknya bisa mengurangi penimbunan lemak di dalam tbuh. Selain kaya akan serat, seperti yang telah dijelaskan di atas jika labu siam mampu memberi efek mengenyangkan perut.

Diet yang dilakukan tentu membuat energi dalam tubuh juga semakin cepat habis, hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena labu siam mampu menjadi penambah stamina tuuh. Hal ini didapat dari kandungan senyawa elektrolit di dalam buah ini dan tersedia cukup besar. Eelektrolit ini ditemukan dalam bentuk potasium maupun kalium.