Category: Hidup Sehat

Memahami L-Theanine dan Manfaatnya

Memahami L-Theanine dan Manfaatnya

Para pecinta teh sedikit banyak pasti pernah mendengar mengenai L-theanine. Ini merupakan senyawa yang banyak terdapat pada daun teh dan digadang-gadang menjadi kunci rileks bagi tiap orang yang mengonsumsi seduhan daun teh tersebut. Namun, sebenarnya apa itu L-theanine?

L-theanine sejatinya merupakan jenis asam amino. Ragam asam amino yang satu ini mampu memengaruhi kadar bahan kimia tertentu pada otak Anda, termasuk mengatur serotonin dan dopamin yang memberi efek bahagia pada seseorang. Tidak ayal, mengonsumsi bahan yang mengandung L-theanine diyakini mampu memengaruhi suasana hati dan emosi. 

Dari fungsi tersebut, manfaat yang dapat Anda peroleh dari pengonsumsian L-theanine pun sangat banyak. Berikut ini adalah aneka manfaat dari L-theanine yang mungkin sudah Anda duga maupun yang tidak disangka-sangka. 

  1. Meredakan Kecemasan 

Gangguan kecemasan yang dialami oleh banyak orang di dunia bersumber dari rasa stres yang tidak terkendali. Padahal, Anda bisa mengendalikan stres dengan cara-cara yang simpel, semudah menyeruput teh di sore hari. L-theanine pada teh akan membantu produksi hormon serotonin dan dopamine sehingga suasana hati menjadi membaik dan stres pun dapat dikurangi. Efek dominonya rasa cemas yang berlebihan pun dapat dipangkas. 

  1. Mengontrol Tekanan Darah

L-theanine tidak hanya mampu mengontrol tingkat stres dan menghindarkan Anda dari kecemasan. Jenis asam amino yang satu ini nyatanya juga efektif mengontrol tekanan darah Anda. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012, L-theanine terbukti mampu menjaga tekanan darah seseorang tidak melonjak terlalu tinggi atau tetap berada di batas normal. 

  1. Meningkatkan Kinerja Otak 

Ketika Anda rajin menyesap teh, Anda akan merasa lebih mudah berkonsentrasi terhadap sesuatu hal. Daya ingat Anda pun terasa lebih baik. Itu semua terjadi karena L-theanine yang terkandung pada teh memiliki efek melindungi saraf, tidak terkecuali saraf pusat yang ada di otak. Saraf yang terlindungi membuat otak bisa berkinerja lebih baik sehingga Anda bisa lebih fokus. 

  1. Memperbaiki Kualitas Tidur

Produksi hormone dopamin yang meningkat karena bantuan L-theanine pun bisa berpengaruh baik pada kualitas tidur Anda. Orang-orang yang mengonsumsi L-theanine sebesar 200 miligram per hari mampu lebih rileks saat tidur, yang ditandai pula dengan pengurangan detak jantung ketika istirahat sehingga tidur menjadi lebih pulas. Dengan kualitas tidur yang lebih baik, kesehatan Anda pun akan lebih terjaga. 

  1. Mengobati Flu

Pandangan orang yang menganggap teh adalah obat pilek maupun flu tidaklah salah. L-theanine yang banyak terkandung pada jenis minuman tersebut ternyata mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan flu. Bahkan dalam sebuah penelitian didapati, orang-orang yang rutin mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung L-theanine selama 5 bulan berturut-turut berisiko lebih rendah terkena flu. 

  1. Meredakan Sinusitis 

Selain mampu memberi suasana rileks di otak dan mental, L-theanine ternyata juga mampu meningkatkan gerakan helai rambut di hidung. Kemampuan ini sangat berguna bagi para penderita sinusitis. Sebab dengan gerakan helai rambut yang lebih aktif, lendir-lendir di hidung dapat lebih mudah dibersihkan dan mencegah penumpukan. Alhasil, gejala sinusitis pun bisa diredakan. 

  1. Membantu Pengobatan Kanker 

Sampai saat ini, penelitian mengenai kemampuan L-theanine dalam membantu upaya pemulihan pasien kanker masih terus dilakukan. Kesimpulan sementaranya, L-theanine memang cukup berguna meningkatkan efektivitas obat kemoterapi pada pasien kanker. Dengan obat yang lebih efektif, kemungkinan sembuh pada pasien kanker pun menjadi lebih besar. 

*** 

Banyaknya manfaat L-theanine membuat banyak produsen yang membuat produk suplemen yang berisikan senyawa asam amino ini. Jadi selain rajin menyeruput teh, Anda bisa mengandalkan suplemen untuk merasakan khasiat L-theanine. Tertarik mencobanya?

Manfaat Antibiotik Cipro

Dikenal dengan nama siprofloksasin atau ciprofloxacin merupakan antibiotik yang berguna untuk mengatasi berbagai jenis bakteri. Antibiotik cipro ini tersedia dalam bentuk tablet, suntikan dan tetes mata dengan kandungan bahan aktif ciprofloxacin Hcl yang memiliki cara kerja menghentikan pertumbuhan bakteri.

Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan virus, seperti common cold (batuk pilek biasa) hingga flu. Beberapa jenis infeksi bakteri yang dapat diobati dengan obat ini adalah infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, diare, infeksi menular seksual, antraks hingga infeksi lain di bagian kulit, tulang, sendi, perut hingga mata.

Kegunaan Obat Ciprofloxacin

Manfaat utama dari antibiotik cipro ini adalah untuk menyembuhkan berbagai macam infeksi bakteri dan termasuk obat yang tergolong dalam kelas quinolone. Cara kerja obat ini adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri, antibiotik tidak akan bekerja menyembuhkan infeksi virus. Namun mengonsumsinya harus sesuai dengan ketentuan dari petunjuk cara pakai obat.

Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan sesuai dengan arahan dokter, biasanya dikonsumsi dua kali sehari pada pagi hari dan malam hari. Misalnya aturan minum obat ini bentuk sirup dengan dikocok selama 15 detik sebelum menuangkan setiap dosis. Pemberian dosis diukur menggunakan alat pengukur khusus atau juga bisa sendok.

Antibiotik paling ampuh diminum tepat waktu sesuai dengan dosis, hal itu membuat dosis obat yang berada dalam tubuh seseorang tetap konstan. Jika dikonsumsi demikian obat ini dapat bekerja dengan optimal, konsumsi obat ini sampai habis meskipun gejala menghilang setelah beberapa hari meminum obat ini.

Cara Menyimpan

Ciprofloxacin merupakan obat yang harus disimpan pada suhu ruangan, sebisa mungkin jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Tidak disarankan disimpan di kamar mandi atau membekukannya, ciprofloxacin merupakan jenis obat generik. Merek lain yang mengandung obat ini mungkin saja punya aturan penyimpanan yang berbeda.

Selalu perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker, jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Selain itu obat ini juga tidak boleh dibuang sembarang seperti ke toilet atau saluran pembuangan kecuali memang diinstruksikan demikian.

Dosis Ciprofloxacin

  • Anthrax Prophylaxis

Dosis obat untuk anthrax prophylaxis pasca terkena paparan bacillus anthracis melalui pernapasan, melalui infus gunakan sebanyak 400 mg IV setiap 12 jam. Melalui mulut, gunakan 500 setiap 12 jam, pengobatan ini harus dimulai secepat mungkin setelah dokter mencurigai atau memastikan adanya paparan, total durasi terapi menggunakan obat ini adalah selama 60 hari.

  • Bacteremia

Untuk bakteremia sekunder terkait dengan infeksi saluran kemih yang disebabkan karena escherichia coli sebanyak 400 mg didapat melalui infus dan gunakan setiap 12 jam. Penggunaan obat ini harus berlanjut selama tujuh sampai 14 hari, tergantung sifat dan keparahan infeksi. 

  • Dosis Bronkitis

Kondisi bronkitis ringan sampai sedang dapat diobati dengan antibiotik cipro melalui infus dengan dosis sebanyak 400 mg IV setiap 12 jam. Antibiotik ini juga dapat diminum secara oral dan aturan minumnya adalah sebanyak 500 mg setiap 12 jam.

Perlu diperhatikan dengan sangat hati-hati dalam penggunaan obat ini pada orang yang menderita gangguan jantung, msyasthenia grabis, hipokalemia, gangguan tulang dan sendi, gangguan saraf hingga gangguan mental. Selain itu beritahu dokter jika pasien memiliki riwayat diabetes, hipertensi, kejang, cedera kepala, penyakit liver hingga penyakit ginjal.

7 Sayuran Berwarna Ungu, Kaya Antioksidan dan Baik Untuk Kesehatan

7 Sayuran Berwarna Ungu, Kaya Antioksidan dan Baik Untuk Kesehatan
Raw purple vegetables over gray concrete background. Cabbage, radicchio salad, kohlrabi, carrot, cauliflower, onions, artichoke, beans, potato, plums. Top view, flat lay.

Menyantap sayuran setiap hari tentunya menyehatkan dan dipercaya baik untuk tubuh. Sayuran identik dengan warna hijau, namun tidak ada salahnya untuk menyantap sayuran berwarna lainnya. Salah satunya adalah sayuran berwarna ungu yang kaya akan antioksidan. Antioksidan dapat membantu kerusakan sel serta mampu melindungi tubuh Anda dari penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas.

Berbagai sayuran berwarna ungu yang menyehatkan

Sayuran berwarna ungu tidak susah ditemukan. Anda dapat menemukannya di pasar tradisional maupun supermarket. Berikut rekomendasi 7 sayuran berwarna ungu yang dapat Anda pilih:

  1. Wortel Ungu

Terkenal dengan warna oren, ternyata sayur wortel juga memiliki varian yang berwarna ungu. Wortel ungu memiliki zat antioksidan yang kuat seperti anthocyanin, cinnamic acid, dan chlorogenic acid yang dapat melawan radikal bebas. 

Selain itu, jumlah antioksidan polifenol pada wortel ungu lebih banyak dibanding dengan jenis wortel lainnya. Mengkonsumsi makanan yang kaya kana polifenol memiliki resiko lebih rendah dalam mengalami penyakit obesitas, diabetes, dan jantung. Wortel ungu juga mempunyai kandungan lainnya yang sama seperti wortel oren, yaitu beta karoten dan vitamin A. 

  1. Terong

Rekomendasi sayuran berwarna ungu yang kedua adalah Terong. Terong sangat mudah ditemui dan harganya cukup terjangkau. Mengandung antioksidan, vitamin K, C, B6 serta mangan, terong adalah sayuran yang penting untuk kesehatan tulang dan metabolisme tubuh.

Kulit terong yang berwarna ungu mengandung anthocyanin nasunin yang dapat mencegah peradangan. Tidak hanya itu, terong juga dapat mengurangi resiko kanker, risiko kardiovaskuler, serta mencegah penuaan otak.

  1. Kembang Kol Ungu

Kembang kol ungu memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan kembang kol putih, yaitu tinggi serat dan rendah kalori. Kembang kol ungu merupakan hasil perkawinan silang yang mengandung vitamin C, K, B6 dan folat. 

Kandungan pada kembang kol dipercaya mampu mengurangi risiko kanker, terutama kanker paru-paru dan pencernaan.

  1. Kale Ungu

Kale merupakan salah satu sayuran yang memiliki banyak kandungan nutrisi. Sayuran ini dijuluki ‘queen of greens’ dan kaya akan vitamin, antioksidan, dan mineral.

Beberapa kandungan bermanfaat yang dimiliki kale ungu adalah quercetin, kaempferol, dan p-coumaric acid yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

  1. Buah Bit

Buah bit mengandung banyak vitamin seperti vitamin A, C, dan B6. Selain itu, di dalamnya juga terdapat nitrogen anorganik yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. 

Mengkonsumsi buah bit juga dapat menurunkan tekanan darah hingga 3-10 mmHg dalam beberapa jam. Buah bit juga dapat menghindarkan demensia dan meminimalkan risiko penyakit kronis berbahaya lainnya. 

  1. Ubi Ungu

Ubi merupakan sumber karbohidrat yang menyehatkan. Memiliki kandungan antosianin, ubi dapat menyehatkan kesehatan jantung dan mata serta menurunkan risiko penyakit kronis. 

Ubi dapat dipertimbangkan untuk  Anda konsumsi, karena ubi memiliki rasa manis dan memiliki kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

  1. Kubis Ungu

Sayuran berwarna ungu yang terakhir adalah kubis ungu. Sayuran ini mengandung 36 jenis antioksidan dan memiliki kandungan belerang yang hampir mirip dengan brokoli. Belerang dalam kubis ungu akan sangat terasa saat dikonsumsi, namun hal ini dipandang tidak berbahaya. 

Kubis ungu memiliki kandungan antosianin, flavonoid, karotenoid, dan antioksidan lainnya. Selain itu, kubis ungu juga dipercaya dapat menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Itu tadi 7 rekomendasi sayuran berwarna ungu yang dapat Anda konsumsi dan memiliki kandungan yang menyehatkan tubuh. 

Anda akan semakin banyak mendapatkan nutrisi dengan mengkonsumsi makanan sehat yang berwarna. Jadi, tak ada salahnya menambahkan sayuran berwarna pada piring Anda dan membuat makan lebih menyenangkan.

Ibu Diare Saat Menyusui, Ini Cara Mengatasinya

Diare merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi siapa pun, terlebih lagi bagi ibu menyusui. Diare saat menyusui mungkin akan menimbulkan kekhawatiran pada ibu akan menulari bayinya dan kekhawatiran tentang apakah aman untuk melanjutkan menyusui saat sedang sakit.

Untungnya, diare biasnya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan berbagai tindakan pengobatan yang aman untuk ibu menyusui, yaitu dengan perawatan sederhana di rumah. Nah, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare ketika sedang menyusui si kecil. 

Penyebab umum diare

Diare saat menyusui menjadi hal yang umum terjadi dan dapat terjadi karena beberapa alasan. Pada minggu-minggu setelah melahirkan, diare mungkin akan terjadi karena mengonsumsi obat pencahar untuk meredakan sembelit pascapartum. Namun, stres karena melahirkan pun bisa menjadi salah satu faktor diare. 

Namun, tak satu pun dari penyebab diare berikut ini tidak menimbulkan masalah dalam hal melanjutkan menyusui bayi Anda. Selain itu, ibu menyusui yang diare dapat mengembangkan gastroenteritis menular, penyebab paling umum dari diare sporadic di kalangan orang dewasa. 

Kebanyakan kasus adalah karena virus, meskipun bakteri dan parasit pun juga dapat menyebabkan gastroenteritis. Organisme yang menyebabkan gastroenteritis menular tidak dapat ditularkan ke bayi Anda melalui ASI. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir ASI dapat menginfeksi bayi Anda. Faktanya, justru menyusui dapat mengurangi risiko bayi tertular gastroenteritis menular. 

Mengatasi diare saat menyusui

Beberapa perawatan dan pengobatan dapat Anda lakukan untuk mengatasi diare ketika menyusui. Diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Untuk mengurangi gejala dan ketidaknyamanan selama diare, Anda harus:

  1. Tetap terhidrasi

Diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Jadi, tetaplah terhidrasi saat menyusui karena dehidrasi dapat mengurangi suplai ASI. Untuk mengganti cairan yang hilang, minumlah banyak cairan. Pilihan yang sehat meliputi:

  • Air putih  
  • Jus buah yang diencerkan
  • Larutan rehidrasi
  • Minuman isotonik, yang termasuk banyak minuman olahraga
  1. Hindari makanan bermasalah

Beberapa makanan bisa memperburuk diare. Makanan pemicu ini bervariasi dari orang ke orang, tetapi beberapa penyebab paling umum termasuk:

  • Makanan berlemak 
  • Gorengan
  • Makanan pedas
  • Produk susu
  1. Periksa ke dokter

Jika diare berlanjut selama lebih dari 2 hari, maka ada baiknya untuk segera menemui dokter. Mereka dapat membantu menentukan penyebab dan memberikan pilihan pengobatan untuk diare Anda. Dokter mungkin akan merekomendasikan obat yang mengandung loperamide, seperti Imodium, Maalox Antidiarrheal, atau Pepto Diare Control. Ini umumnya aman dikonsumsi saat Anda menyusui.

Mengobati mual

Pada beberapa wanita, diare saat menyusui akan mengalami mual. Hal ini mungkin terjadi akibat perubahan hormonal, dehidrasi ringan, atau gula darah rendah.  Untuk mengatasi mual di rumah, ada bainya untuk mencoba:

  • Minum teh jahe atau peppermint 
  • Mengonsumsi vitamin B6
  • Memakai gelang antinausea atau mabuk laut di pergelangan tangan
  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi
  • Sering makan makanan bergizi untuk menghindari gula darah rendah

Mengobati refluks asam atau mulas

Perubahan gaya hidup seringkali dapat meredakan mulas secara signifikan.  Ini juga merupakan pilihan yang aman untuk wanita hamil dan menyusui. Jika pengobatan tumahan tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan pengobatan yang aman. Seperti:

  1. Perubahan gaya hidup. Untuk meredakan mulas dan refluks asam, wanita menyusui dapat mencoba: 
  • Makan beberapa porsi kecil sehari, ukan tiga porsi besar
  • Minum air di antara waktu makan, bukan saat makan
  • Tidak makan selama 2-3 jam sebelum tidur
  • Menghindari makanan berlemak, pedas, atau asam, meinuman berkarbonasi, cokelat, dan kafein
  • Tidak berbaring selama atau setelah makan
  • Berjalan-jalan ringan setelah makan untuk mendorong pencernaan
  • Memastikan pakaian longgar di sekitar perut
  • Tidur di sisi kiri tubuh
  • Mengangkat kepala dengan bantal atau penambah tempat tidur
  1. Pengobatan

Beberapa obat mulas yang mungkin aman dikonsumsi saat menyusui. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat bebas, termasuk:

  • Simetidin (Tagamet)
  • Famotinine (Pepcid)
  • Nizatidine (Axid)
  • Omeprazole (Prilosec)

Jadi, diare saat menyusui mungkin dapat hilang dalam waktu beberapa hari. Namun, jika diare tak kunjung berhenti segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Tipe-Tipe Sindrom Nefrotik pada Anak, Bawaan Lahir Salah Satunya

Sindrom nefrotik pada anak merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada ginjal dimana protein, lebih tepatnya albumin, ikut terbuang melalui urin. Padahal seharusnya protein tersaring di ginjal dan kembali ke aliran darah. Kondisi ini terjadi karena glomerulus di ginjal mengalami kerusakan. Glomerulus yaitu jaringan kapiler darah yang dibungkus kapsul di ginjal, berfungsi sebagai penyaring zat sisa dan membuang cairan berlebih di tubuh. 

Sindrom nefrotik paling sering diderita anak-anak daripada orang dewasa. Terdapat 2-7 kasus sindrom nefrotik yang terjadi pada 100.000 anak-anak berusia kurang dari 18 tahun, serta sebagian besar menyerang anak laki-laki. Berikut ini terdapat tipe-tipe sindrom nefrotik dibagi berdasarkan penyebabnya:

  1. Sindrom nefrotik primer 

Tipe sindrom nefrotik primer termasuk ke dalam jenis penyakit idiopatik atau penyebabnya tidak diketahui secara jelas, namun menjadi penyebab paling umum. Tipe sindrom nefrotik primer terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

  • Minimal change disease

Kerusakan glomerulus hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron sehingga mampu menunjukkan detail sangat baik dibandingkan jenis mikroskop lainnya. Minimal change disease paling banyak diderita oleh anak-anak dibandingkan sindrom nefrotik primer yang lainnya. 

  • Focal segmental glomerulosclerosis

Kerusakan hanya terjadi pada sebagian glomerulus. Akan tetapi, kerusakan telah menyebabkan bekas luka parut. Hasilnya ginjal tidak dapat menyaring darah dan cairan dengan baik. 

  • Membranoproliferative glomerulonephritis

Terdapat endapan antibodi yang menumpuk pada glomerulus sehingga terjadi penebalan dan kerusakan. Antibodi merupakan jenis protein yang dibuat oleh sistem imun untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri atau virus. 

  1. Sindrom nefrotik sekunder

Penyakit atau infeksi tertentu menyebabkan terjadinya sindrom nefrotik primer pada anak-anak. Berikut ini jeni-jenis penyakit atau infeksi tersebut:

  • Diabetes

Faktanya tak hanya orang dewasa yang berisiko terkena diabetes, anak-anak pun bisa menderita diabetes. Biasanya disebabkan karena riwayat keluarga, kondisi obesitas, atau kebiasaan menonsumsi gula dalam jumlah banyak dan terus menerus. 

  • Vaskulitis IgA

Penyakit ini disebabkan pembuluh darah kecil di tubuh mengalami peradangan, bahkan bocor. Vaskulitis IgA memang sering terjadi pada anak-anak. 

  • Hepatitis

Peradangan hati pada anak ditandai dengan gejala mual, muntah, nyeri perut, demam, diare, lemah, serta nafsu makan berkurang. 

  • HIV

Kebanyakan anak-anak mendapatkan Human Immunodeficeincy Virus (HIV) dari ibu saat kehamilan, persalinan, atau melalui ASI.  

  • Malaria

Infeksi yang dutularkan melalui gigitan nyamuk ini jika tidak segera ditangani dan diobati akan mengakibatkan anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian. 

  • Lupus

Autoimun atau kondisi sistem imun menyerang diri sendiri termasuk bagian ginjal yang menyebabkam sindrom nefrotik pada anak-anak.

  • Infeksi bakteri Streptococcal

Infeksi ini terjadi akibat bekteri pada penyakit radang tenggorokan atau infeksi kulit yang tidak ditangani dan diobati. 

Penyebab lain sindrom nefrotik sekunder anak juga dipengaruhi pengobatan aspirin, ibuprofen, atau obat-obatan Nonsteroidal Anti-inflamatory Drugs (NSAIDs). 

  1. Sindrom nefrotik kongenital atau bawaan lahir

Dibandingkan yang lainnya, tipe sindrom nefrotik kongenital tergolong jarang terjadi, serta umumnya menjangkit bayi dalam rentang usia 3 bulan. Tipe ini disebut juga sindrom nefrotik infantil yang disebabkan cacat genetik dan diwariskan orang tua, atau bisa juga karena infeksi saat proses persalinan. 

Masing-masing tipe sindrom nefotik anak membutuhkan perawatan dan pengobatan khusus. Tipe sekunder misalnya, penyembuhan penyakit utama diperlukan agar penyakit penyerta berupa sindrom nefrotik dapat tertangani. Beberapa kasus sindrom nefrotik parah pada anak berisiko mengakibatkan gagal ginjal dan dialisis.

Bagaimana Cara Membersihkan Kuku Kaki Hitam karena Infeksi dan Penyakit?

Kuku kaki pada umumnya berwarna putih merah muda. Apabila terjadi perubahan warna, mungkin Anda sedang mengalami masalah kesehatan. Begitu pula kuku kaki hitam yang disebabkan karena infeksi jamur dan penyakit. Cara membersihkan kuku kaki hitam pun tidak bisa sembarangan, berbagai pengobatan dibutuhkan seiring dengan proses penyembuhan penyakit utamanya. 

Kuku hitam bisa jadi karena infeksi dan penyakit

Penyebab perubahan kuku kaki diantaranya pengaplikasian cat kuku, kekurangan nutrisi, infeksi dan penyakit, atau trauma fisik, seperti terjepit meja dan sebagainya. Beberapa diantaranya hilang atau sembuh dengan sendirinya. Namun, ada pula yang tidak kunjung membaik dalam waktu yang lama. Berikut ini penyebab kuku hitam karena infkesi dan beberapa jenis penyakit:

  • Infeksi jamur

Paparan jamur lebih sering menyebabkan warna putih atau kuning, meskipun ada juga yang berubah menjadi hitam akibat penumpukan kotoran. Kuku kaki terutama, sangat rentan terhadap infeksi dan jamur karena kondisi di lingkungan yang lembab dan hangat

  • Melanoma

Jenis kanker kulit ini tergolong sangat serius. Tanda dan gejala awal yang muncul yaitu adanya bercak coklat tua yang tidak beraturan mirip tahi lalat di kulit. Bercak juga bisa terjadi di bawah bantalan kuku sehingg warna kuku berubah menjadi lebih gelap.   

  • Diabetes

Penderita diabetes mengalami kekurangan oksigen sehingga penyebarannya di jari kaki atau anggota gerak bawah lainnya menjadi terhambat. Hal inilah yang menyebabkan jari, terutama bagian kaki, menjadi hitam. 

  • Anemia

Penderita anemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Sementara, hemoglobin digunakan untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Apabila tubuh, seperti kuku jari, mendapatkan oksigen yang kurang maka dapat berubah menjadi hitam. Tak hanya itu, anemia juga berisiko membuat kuku rapuh dan cekung mirip sendok. 

Terdapat berbagai penyebab kuku hitam lainnya, seperti penyakit jantung dan ginjal. Akan tetapi, tidak semua penderita penyakit tersebut mengalami gejala yang sama, ada yang lebih baik bahkan lebih buruk.

Trauma fisik biasanya disebabkan oleh cedera sehingga pembuluh darah di bawah kuku pecah. Hal ini membuat tampilan kuku juga menghitam.

Bagaimana cara membersihkannya?

Infeksi jamur pada jari-jari kaki cenderung lebih mudah diobati secara mandiri jika diketahui sejak awal. Pengobatan biasanya berupa obat anti-jamur oral, krim oles, atau cat kuku khusus anti-jamur. 

Obat anti-jamur oral biasanya digunakan sebagai pilihan pertama pengobatan karena lebih efektif dan cepat menyembuhkan. Krim dioleskan setelah kuku dibersihkan dan akan lebih baik jika kuku ditipiskan terlebih dahulu. Sedangkan cat kuku anti-jamur juga bisa digunakan pada kuku dan kulit sekitarnya. Untuk mengaplikasikan cat kuku baru, usap cat kuku lama menggunakan aseton atau alkohol terlebih dahulu. 

Kuku kaki hitam yang disebabkan cedera atau trauma fisik, perlahan warna akan menghilang seiring pertumbuhan kuku. Pertumbuhan kuku kaki secara keseluruhan membutuhkan waktu 18 bulan, sementara pertumbuhan kuku tangan lebih cepat yaitu sekitar 6 bulan. Akan tetapi, selama rentang waktu tersebut pertumbuhan kuku masih disertai warna hitam, Anda mungkin perlu waspada dengan penyebab penyakit lainnya.

Perubahan warna kuku berkaitan dengan penyakit seperti, melanoma, anemia, diabetes, penyakit jantung dan ginjal memerlukan pengobatan dan perawatan berkaitan dengan penyakit yang dideritanya. Bagi penderita anemia yang memiliki kuku rapuh, sebaiknya hindari menggigit atau merobek kuku dengan tangan agar tidak timbul kerusakan yang lebih parah.

Manfaat dan Tingkat Keamanan Dinatrium Guanilat pada Makanan

Manfaat dan Tingkat Keamanan Dinatrium Guanilat pada Makanan

Selain monosodium glutamat (MSG), dinatrium guanilat adalah zat aditif makanan lain yang mungkin jarang Anda lihat dan sering terlewatkan. Hal ini wajar karena terkadang zat aditif ini dicantumkan sebagai “perasa alami”. Dinatrium guanilat sering kali digunakan bersama dengan MSG dalam berbagai makanan, seperti keripik kentang, makanan kalengan, dan produk susu. 

Apa itu dinatrium guanilat?

Dinatrium guanilat adalah penambah rasa umum terbuat dari guanosine monophosphate (GMP). Istilah biokimia GMP adalah nukleotida, yang merupakan molekul penting penyusun DNA. Dinatrium guanilat biasanya dibuat melalui proses fermentasi tepung tapioka, tetapi juga bisa dari jamur, ragi, dan rumput laut.

Penggunaan dinatrium guanilat biasanya dipasangkan dengan MSG atau glutamat lainnya, tetapi bisa juga digunakan sendiri, meskipun hal ini jarang terjadi, karena biaya produksinya yang cukup mahal. Glutamat sendiri adalah protein alami yang terdapat dalam makanan, seperti keju dan tomat. Di otak Anda juga ada glutamat yang bertindak sebagai neurotransmiter.

Apa manfaatnya?

Meskipun menggunakan garam meja saja sudah dapat memberikan rasa pada makanan, penambahan senyawa glutamat dapat meningkatkan cara kerja lidah Anda untuk merasakan garam. Dinatrium guanilat dapat memperkuat intensitas rasa garam, sehingga Anda hanya butuh lebih sedikit garam untuk menghasilkan rasa yang sama.

MSG dan dinatrium guanilat bersama-sama akan meningkatkan cita rasa pada makanan Anda. Manusia dapat merespons kombinasi ini delapan kali lebih kuat dibandingkan hanya MSG saja. Dengan kata lain, ketika MSG dan dinatrium guanilat digabungkan, Anda cenderung akan menganggap rasa makanan jauh lebih enak.

Yang terpenting adalah kombinasi MSG dan dinatrium guanilat dapat menambah rasa umami pada hidangan. Umami adalah rasa dasar kelima, yang dikaitkan dengan rasa gurih dari daging sapi, ragi, jamur, dan kaldu. Mengingat dinatrium guanilat tidak dapat menghasilkan rasa umami, maka harus dipasangkan dengan MSG agar bisa menghasilkan rasa tersebut.

Dinatrium guanilat sebagai pengganti MSG

Meskipun jarang, dinatrium guanilat terkadang dikombinasikan juga dengan disodium inosinate (berasal dari asam inosinat (IMP)) untuk menggantikan penggunaan MSG secara keseluruhan. Ketika dicampur dengan dinatrium guanilat, akan terbentuk nukleotida yang disebut sebagai “I + G” dalam industri makanan. Sayangnya, I + G hanya bisa membuat rasa umami jika dipasangkan dengan MSG.

Umumnya, dinatrium guanilat ditambahkan ke berbagai jenis makanan olahan, termasuk sereal kemasan, saus, mie instan, makanan ringan, produk pasta, daging yang diawetkan, minuman energi, sup kalengan, dan sayuran kaleng. Senyawa ini juga tersedia secara alami pada ikan dan jamur, seperti jamur shiitake kering mengandung 150 mg dinatrium guanilat per 3,5 ons (100 gram).

Keamanan dinatrium guanilat 

FDA dan EFSA menyatakan bahwa dinatrium guanilat aman untuk dikonsumsi. Sayangnya, pedoman asupan atau dosis aman terkait dinatrium guanilat belum bisa ditetapkan, karena penelitiannya masih terbatas.

Dinatrium guanilat memang menambah kandungan natrium total suatu produk makanan, tetapi biasanya dimasukkan dalam jumlah kecil dan bervariasi. MSG, sebagai perbandingan mudahnya, mengandung sekitar 500 mg natrium dalam 1 sendok teh (4 gram MSG). Ini artinya dapat memenuhi sekitar 22% asupan natrium dari kebutuhan harian. 

Meskipun makanan olahan kemungkinan besar hanya sedikit kandungan MSG dan dinatrium guanilatnya, tapi bukan berarti menjadi satu-satunya sumber natrium dalam makanan Anda. Zat aditif ini sering kali digunakan sebagai pengganti garam, karena asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Ada sebuah penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa pemberian MSG 4g/gBB tikus dapat meningkatkan stres oksidatif. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, sehingga memicu penyakit kronis seperti penyakit jantung. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia terkait keamanan MSG dan dinatrium guanilat.

Kelompok yang sebaiknya menghindari zat ini

Jika Anda sensitif terhadap MSG sebaiknya juga menghindari dinatrium guanilat, karena sering digunakan secara bersama. Gejala sensitivitas MSG, seperti sakit kepala, otot sesak, dan kemerahan. Contoh produk yang mengandung MSG, seperti ajinomoto dan asam glutamat. Perlu dicatat bahwa MSG dan dinatrium guanilat aman dikonsumsi selama tidak berlebihan.

Sementara itu, Anda yang memiliki penyakit asam urat atau batu ginjal harus menghindarinya, karena guanilat di dalam tubuh dapat diubah menjadi purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat Anda.

Catatan

Dinatrium guanilat adalah zat aditif makanan yang umum digunakan sebagai penambah rasa. Bersama dengan MSG, zat aditif ini dapat mengurangi penggunaan garam pada makanan Anda. Selain itu, dinatrium guanilat aman dikonsumsi selama tidak berlebihan. Jika Anda memiliki sensitivitas dengan MSG, kondisi asam urat, atau riwayat batu ginjal, sebaiknya menghindari zat ini.

Prosedur Tes Hitung Retikulosit, Mulai Pengambilan Darah Hingga Pembacaan Hasil

Retikulosit mrtupakan sel darah merah yang belum matang. Tes hitung retikulosit digunakan untuk mengukur jumlah sel darah merah baru yang terbentuk. Tes ini biasanya dilakukan guna mendiagnosis jenis anemia, bahkan sekarang dapat digunakan untuk medetaksi penyakit lainnya, seperti penyakit ginjal. Tinggi atau rendahnya jumlah retikulosit menunjukkan jenis anemia tertentu meskipun tetap dibutuhkan tanda dan gejala lainnya.  

Apa yang harus disiapkan?

Pertama-tama pertugas laboratorium akan mengambil darah Anda sebagai sampel uji. Dokter biasanya menyarankan untuk melakukan puasa atau menghindari makanan serta minuman tertentu sebelumnya. Obat pengencer darah juga tidak boleh dikonsumsi.

Apabila Anda menderita hemofilia maka beritahu dokter karena akan memengaruhi proses pembekuan darah atau riwayat penyakit lainnya. Konsumsi obat-obatan tertentu juga sebaiknya diinformasikan kepada dokter, baik itu obat dengan resep atau obat yang dijual bebas.

Proses pengambilan darah

Biasanya petugas laboratorium mengambil sampel darah  siku bagian dalam atau punggung Anda. Berikut ini proses pengambilan darah yang dilakukan:

  1. Petugas mensterilkan area kulit dengan antiseptik
  2. Lengan bagian atas tempat suntikan dibungkus pita plastik untuk memberi tekanan dan menghambat laju aliran darah sehingga darah terkumpul
  3. Suntikkan jarum steril ke pembuluh darah dan pindah sampel darah ke botol yang telah disiapkan
  4. Lepas pita di lengan dan bersihkan area suntikan serta beri plaster

Bagi bayi dan anak-anak, prosesnya akan sedikit berbeda. Dokter akan membuat sayatan kecil di kulit. Saat darah keluar, dokter menggunakan strip tes untuk mengambil sampel darah yang berjumlah sedikit tersebut.

Akan tetapi, terdapat beberapa kasus orang dewasa yang juga tidak membutuhkan suntikan saat pengambilan darah. Dokter hanya menususk ujung jari dengan jarum kecil kemudian darah diambil menggunakan strip.  

Petugas kemudian akan menguji sampel darah di laboratorium dan mengirimkan ke dokter untuk dibaca hasil tes tersebut.

Dahulu dokter meletakkan sampel darah di bawah mikroskop untuk menghitung retikulosit satu per satu. Akan tetapi, saat ini telah digunakan mesin penghitung untuk mengetahui jumlah retikulosit seluruhnya. 

Pembacaan hasil tes

Pada dasarnya kadar normal retikulosit berbeda-beda di setiap prosedur. Bahkan beberapa kasus membutuhkan tes tambahan untuk memastikan jumlah retikulosit. Hasil pembacaan dituliskan dalam bentuk persentase. Rentang kadar normal orang dewasa dalam bentuk persentase yaitu 0,5-1,5%.

Kadar retikulosit yang tinggi menandakan bahwa Anda mengalami:

  • Pendarahan akut
  • Kehilangan darah kronis
  • Anemia hemolitik, pada orang dewasa maupun bayi baru lahir
  • Penyakit ginjal

Sementara kadar retikulosit rendah dapat mengindikasikan kondisi berikut ini:

  • Anemia karena kekurangan zat besi
  • Anemia aplastik
  • Kekurangan asam folat
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kegagalan fungsi sumsum tulang
  • Penyakit ginjal
  • Sirosis

Dokter akan menjelaskan mengenai hasil pembacaan tes hitung retikulosit serta masalah kesehatan yang mungkin Anda derita. Dokter juga akan merekomendasikan penanganan atau pengobatan lanjutan.

Siapa saja yang dilarang melakukan tes ini?

Beberapa orang tidak disarankan melakukan tes ini karena hasilnya dipengaruhi kondisi fisik, efek samping perawatan medis, atau pengobatan tertentu seperti:

  • Melakukan pengobatan, seperti pada penderita Parkinson, rheumatoid arthritis, demam, malaria
  • Kemoterapi kanker
  • Terapi radiasi
  • Hamil
  • Baru saja melakukan transfusi darah

Retikulosit berasal dari jaringan spons di dalam sum-sum tulang.  Sel darah merah memiliki waktu hidup hanya 4 bulan sehingga akan diproduksi retikulosit baru secara terus menerus.

Dosis Akar Valerian Atasi Masalah Tidur dan Kecemasan

Apakah akhir-akhir ini Anda sulit tidur? Mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan akar valerian untuk mengatasinya. Akar valerian adalah salah satu tanaman herbal yang sering dipasarkan dalam bentuk suplemen makanan. Produsen mengklaim akar tanaman ini dapat mengatasi insomnia dan ketegangan saraf akibat cemas yang melanda diri. 

Meskipun ada banyak suplemen akar valerian di pasaran saat ini, tetapi jumlah yang terkandung di setiap kapsulnya berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jumlah dosis aman mengonsumsi akar valerian, terutama dalam mengatasi gangguan tidur dan kecemasan.

Mengenal akar valerian

Valerian (Valeriana officinalis) adalah tanaman liar di padang rumput di seluruh wilayaha Asia Amerika Utara, dan Eropa. Tanaman valeria akan menghasilkan bunga putih, merah muda, atau ungu di musim panas. Akarnya sendiri sudah dijadikan sebagai obat herbal sejak berabad-abda lamanya.

Hingga saat ini, para peneliti masih belum yakin cara kerja akar valerian untuk meredakan insomnia dan kecemasan. Ada dugaan bahwa akar valerian dapat meningkatkan zat kimia berupa asam gamma aminobutyric (GABA) di otak. Senyawa inilah yang berkontribusi untuk memberikan efek menenangkan dalam tubuh. Selain itu, banyak juga obat resep untuk kecemasan yang cara kerjanya sama dengan ini, seperti alprazolam dan diazepam.

Berapa dosis akar valerian yang dianjurkan untuk masalah tidur?

Umumnya, masalah tidur yang sering dialami adalah insomnia, yaitu ketidakmampuan untuk tetap tertidur atau tertidur. Bahkan, kondisi ini dapat memengaruhi sekitar sepertiga dari semua orang dewasa, setidaknya sekali seumur hidup. Jika insomnia dibiarkan berkepanjangan, maka efeknya sangat besar pada kualitas hidup penderitanya.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh American Family Physician, dosis akar valeria yang aman untuk mengatasi insomnia atau sulit tidur adalah 300 – 600 miligram yang dikonsumsi 30 menit – 2 jam sebelum tidur. Jika sediaannya dalam bentuk teh, maka Anda dapat menyeduhnya sebanyak 2 – 3 gram dalam 1 cangkir air panas selama 10 – 15 menit. Selain itu, tampaknya akar valerian bekerja efektif setelah Anda meminumnya secara teratur selama dua minggu atau lebih. Penting untuk diingat agar Anda tidak mengonsumsinya selama lebih dari sebulan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Lalu, berapa dosis amannya untuk kecemasan?

Melansir dari laman resmi Healthline, dosis aman akar valerian untuk mengatasi kecemasan lebih rendah daripada insomnia, yaitu 120 – 200 mg sebanyak tiga kali sehari dan dosis terakhirnya harus tepat sebelum tidur. Dosis memang sengaja lebih rendah agar tidak menyebabkan kantuk di siang hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda seperti biasanya.

Apakah akar valerian efektif untuk kecemasan dan tidur?

Sudah banyak penelitian secara klinis untuk menguji kemanjuran dan keamanan akar valerian untuk tidur dan hasilnya sangat beragam. Sebuah studi tahun 2009 menunjukkan tidak ada perbaikan dengan mengonsumsi 300 mg ekstrak valerian 30 menit sebelum tidur selama dua minggu. Sama halnya dengan tinjauan dari 37 studi yang menemukan bahwa sebagian besar uji klinis akar valerian menunjukkan bahwa akar valerian aman dikonsumsi, tetapi tidak efektif untuk insomnia.

Lain halnya dengan penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa konsumsi 400 mg ekstrak akar valerian dapat meningkatkan kualitas tidur, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, kualitas tidur, dan jumlah terbangun di tengah malam.

Sementara itu, penelitian akar valerian dalam mengobati kecemasan masih terbatas. Satu studi kecil tahun 2002 menunjukkan bahwa konsumsi 50 mg ekstrak akar valerian tiga kali sehari selama empat minggu dapat mengurangi kecemasan. Studi lainnya menggunakan dosis dalam jumlah sedikit lebih tinggi.

Catatan dari SehatQ

FDA telah menyatakan akar valerian aman dikonsumsi, tetapi efek samping ringan mungkin dapat terjadi, seperti pusing, sakit kepala, sakit perut, dan rasa gelisah. Terlebih lagi, herbal ini tidak disarankan dikonsumsi selama lebih dari sebulan tanpa saran dari dokter, apalagi dalam jangka panjang. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu, agar dapat disesuaikan aturan minumnya berdasarkan kebutuhan dan kondisi Anda saat ini.

5 Faktor Penyebab Pusing Setelah Olahraga yang Perlu Diketahui

Olahraga memang bermanfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, jika dilakukan sembarangan dan asal-asalan saja dapat menyebabkan efek pusing setelah olahraga. alih-alih membuat tubuh bugar, justru membuat tubuh menjadi tidak enak.

Pusing setelah olahraga kadang tak jarang membuat seseorang bisa kehilangan kesadaran. Lantas, apa penyebab pusing ini? Simak selengkapnya di artikel ini.

Penyebab Pusing Setelah Olahraga

Biasanya, rasa pusing muncul setelah melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Kekuatan tubuh yang dikerahkan secara berlebihan dapat membuat jantung bekerja lebih keras. Efeknya, suplai darah ke otak pun jadinya berkurang.

Lebih lanjut, berikut beberapa penyebab terjadinya pusing setelah olahraga yang perlu diketahui.

  • Dehidrasi

Tubuh disebut dehidrasi ketika mengeluarkan cairan dari tubuh lebih banyak dibanding cairan yang masuk. Olahraga dapat membuat cairan tubuh hilang akibat peningkatan suhu tubuh. Untuk menurunkan suhu, tubuh mengeluarkan keringat.

Selain menyebabkan pusing, dehidrasi setelah olahraga juga bisa memicu gejala lain seperti mulut kering, tubuh kelelahan, hingga merasa sangat haus.

  • Teknik Pernapasan yang Salah

Pusing setelah olahraga juga bisa terjadi karena teknik pernapasan yang salah. Saat melakukan aktivitas fisik, otot akan butuh lebih banyak oksigen dan laju pernapasan maupun detak jantung pun akan meningkat.

Nah, jika Anda tidak bernapas dengan penuh baik sebelum maupun sesudah berolahraga, maka aliran darah yang kaya oksigen ke otak akan menurun. Sehingga akan membuat Anda merasa pusing karena otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  • Rendahnya Gula Darah

Jika Anda merasa pusing terutama setelah berolahraga, bisa jadi tanda kadar gula darah Anda menurun tiba-tiba. Sebab, ketika berolahraga, otot akan menggunakan energi lebih banyak dibanding biasanya. Terlebih 15 menit pertama berolahraga, tubuh akan menarik glukosa yang beredar di aliran darah dan otot untuk menghasilkan energi melakukan aktivitas fisik yang dilakukan.

Saat glukosa habis, maka akan membuat kadar gula darah dalam tubuh pun menurun. Tubuh kemudian mengambil cadangan gula di hati. Efeknya, otak kaan kekurangan glukosa sebagai sumber energi utamanya. Itulah kenapa Anda bisa merasakan pusing setelah berolahraga.

Gejala lain yang bisa dirasakan selain pusing adalah tubuh berkeringat, kebingungan, kelelahan, sakit kepala, hingga tubuh gemetaran.

  • Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah rendah juga bisa menjadi penyebab pusing setelah olahraga. Biasanya tekanan darah menurun 30-60 menit setelah melakukan aktivitas fisik. Pada sebagian orang, penurunan tekanan darah ini bisa terjadi lebih cepat saat seseorang tidak berhasil melakukan pendinginan pascaolahraga.

Pembuluh darah membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan dengan ritme kerja jantung dan juga otot. Ketika berolahraga, otot maupun jantung bekerja lebih ekstra untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke otot. Namun, akan kembali normal setelah melakukan aktivitas fisik.

Aliran darah ke otak menjadi sedikit terhambat karena pembuluh darah yang butuh penyesuaian terhadap kerja jantung. Ini berdampak pada otak menjadi kekurangan oksigen dan menyebabkan munculnya rasa pusing.

  • Aktivitas Fisik yang Berlebihan

Berolahraga terlalu berlebihan emicu adanya penurunan tekanan darah. Jika terus menerus dibiarkan, tubuh menjadi dehidrasi. Tekanan darah berkurang dan tubuh dehidrasi memicu munculnya kepala pusing setelah berolahraga.

Untuk mencegah pusing setelah olahraga, Anda bisa mengatur teknik pernapasan dengan tidak bernapas dangkal ketika berolahraga. Kemudian, jangan sampai Anda memaksakan untuk melakukan olahraga yang berlebihan, menyediakan air dan minumlah setelah beberapa menit berolahraga.