Category: bayi & menyusui

Kandungan dan Manfaat MPASI Buah Naga untuk Bayi

Setelah mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi dianggap sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI. Ini adalah usia yang ideal bagi orang tua mengenalkan MPASI. Banyak orang sepakat bahwa mengenalkan MPASI bisa dimulai dengan makanan yang mudah dicerna seperti buah-buahan. Dari sekain banyak jenis buah-buahan, buah naga untuk bayi dinilai tepat.

Buah naga memiliki nilai gizi tinggi. Ada banyak kandungan dan manfaat yang bisa diberikan buah naga. Salah satunya mampu menangkal virus dan kuman penyebab flu dan batuk pilek serta menangkal radikal bebas. Selain itu, buah naga mengandung kadar kolesterol yang rendah sehingga cocok untuk bayi. 

Selain itu, ada banyak nutrisi penting di dalam buah naga. Anda dapat membuatkan menu MPASI yang menyehatkan untuk si kecil dengan memilih buah naga sebagai salah satu menu makan pertamanya. Berikut beberapa kandungan dan manfaat buah naga untuk bayi sehingga menjadikan buah ini sebagai MPASI yang tepat.

  • Tinggi serat

Serat yang terkandung di dalam buah naga sangatlah tinggi. Kandungan serat tersebut akan membantu mereka memiliki sistem pencernaan yang sehat. Dengan sistem pencernaan yang sehat, ada banyak sekali potensi masalah kesehatan yang dapat dihindari, sembelit salah satunya. Serat juga berfungsi menjaga keseimbangan kadar gula darah dan membantu si kecil untuk meningkatkan berat badan secara sehat.

  • Kaya vitamin C

Vitamin C di dalam buah naga merupakan sumber antioksidan yang bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Tentu saja ini bisa menjadi manfaat yang penting bagi mereka. Asupan vitamin C juga akan merangsang perkembangan pembuluh darah bayi yang sedang tumbuh. 

  • Kaya vitamin A

MPASI buah naga untuk bayi juga berpotensi memenuhi kebutuhan anak Anda akan vitamin A. Pasalnya buah naga mengandung kadar vitamin A yang sangat tinggi. Dengan kandungan itu, manfaat yang bisa didapat salah satunya adalah kesehatan mata bayi akan terjaga dengan baik. Selain itu, vitamin A juga dapat melindungi anak Anda dari berbagai macam infeksi.

  • Kaya zat besi

Buah naga mengandung zat besi yang dapat meningkatkan jumlah sel darah merah. Fungsi zat besi ini sangat penting dalam pencegahan penyakit anemia atau kekurangan sel darah merah. Dengan begitu, Anda secara tidak langsung mengurangi risiko bayi mengalami masalah dalam tumbuh kembang. Terhambatnya tumbuh kembang dapat bermula dari kondisi anemia. 

Selain mencegah anemia, zat besi juga berfungsi mencegah dan mengayasi penyakit defisiensi yang dapat menyebabkan banyak gangguan perkembangan pada bayi. Kandungan ini juga penting dalam meningkatkan pertumbuhan rambut yang sehat.

  • Kaya antioksidan

Memberi buah naga untuk bayi sebagai makanan pendamping ASI-nya berpotensi mencegah anak dari serangan radikal bebas. Sebab buah naga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya. Antioksidan yang tinggi pada buah naga dapat melindungi membran sel pada si kecil sehingga terhindar dari radikal bebas. 

Tak hanya itu, antioksidan pada buah naga secara alami membuat bayi Anda memiliki sistem pertahanan tubuh yang kuat sehingga mampu melindungi bayi dari serangan berbagai macam penyakit. 

***

Buah-buahan adalah makanan yang sebaiknya dikenalkan dan dikonsumsi terlebih dahulu saat Anda mulai memberikan MPASI. Salah satu buah yang disarankan yaitu buah naga. Buah naga untuk bayi sangatlah baik, karena dilihat dari segi kandungannya, buah ini memiliki manfaat yang melimpah.

Buah berwarna merah dan bersisik ini juga banyak tersedia di pasaran, harganya pun cenderung terjangkau. Sehingga buah naga untuk bayi menjadi semakin masuk akal untuk dijadikan menu MPASI.

Hidramnion

Apa yang Dimaksud dengan Hidramnion?

Memasuki masa kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu ibu hamil, karena mereka akan memiliki anak. Meskipun mereka akan memiliki keturunan secara biologis, ada berbagai tantangan yang perlu diwaspadai ibu hamil ketika mereka mengandung. Salah satu tantangan tersebut adalah kondisi yang kemungkinan akan dialami ibu hamil seperti hidramnion.

Apa yang Dimaksud dengan Hidramnion?

Hidramnion merupakan kondisi ketika ibu hamil mengandung, mereka memiliki terlalu banyak air ketuban di dalam rahimnya. Kondisi tersebut jarang terjadi dan berkisar antara 1 hingga 2 persen terjadi pada ibu hamil.

Meskipun hidramnion merupakan kondisi yang jarang terjadi, perut ibu hamil bisa membesar ketika usia kehamilan mereka di bawah 10 minggu, dan jika perutnya menonjol, mereka akan kesulitan bernafas, berdiri, dan berjalan.

Apa Saja Gejala Hidramnion?

Ibu hamil yang mengalami hidramnion bisa diketahui melalui seberapa besar perut yang tampak (karena banyaknya cairan ketuban). Jika mereka mengalami hidramnion, berikut adalah gejala yang bisa terjadi:

  • Sesak nafas ketika melakukan gerakan.
  • Pembengkakan pada bagian perut bawah.
  • Ukuran rahim lebih besar dari normal.
  • Jumlah urine berkurang.
  • Detak jantung janin sulit didengar.
  • Gerakan janin sulit dirasakan.

Apa Saja Penyebab Hidramnion?

Ibu hamil yang mengalami hidramnion bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Faktor genetik

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami hidramnion adalah faktor genetik. Jika kondisi tersebut terjadi, mungkin saja kondisi tersebut berkaitan dengan sindrom Edwards atau spina bifida (cacat lahir di bagian punggung).

  • Diabetes gestasional

Faktor lain yang dapat membuat ibu hamil mengalami hidramnion adalah diabetes gestasional. Ibu hamil lebih rentan terhadap hidramnion jika mereka pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.

Walaupun kaitannya antara diabetes dan banyaknya jumlah air ketuban pada masa kehamilan tidak tampak jelas, para pakar menduga bahwa janin yang menerima gula dalam jumlah yang terlalu banyak dari plasenta bisa menjadi faktor pemicu kondisi tersebut.

  • Sindrom transfusi janin kembar

Faktor lain yang perlu diwaspadai dan dapat membuat ibu hamil mengalami hidramnion adalah sindrom transfusi janin kembar atau twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Sindrom tersebut terjadi ketika salah satu janin menerima cairan dan darah dari plasenta dalam jumlah yang terlalu banyak. Janin tersebut mengeluarkan cairan melalui urine sehingga dapat menambah volume air ketuban.

  • Komplikasi pada janin

Hidramnion bisa dipengaruhi oleh komplikasi pada janin. Contoh komplikasi yang bisa terjadi adalah hydrops fetalis. Kondisi tersebut muncul ketika janin mengalami penumpukan cairan pada bagian paru-paru dan perut.

Apa Saja Komplikasi Hidramnion?

Jika ibu hamil mengalami hidramnion, mereka bisa mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Bayi sungsang.
  • Tali pusat terlepas dari rahim.
  • Persalinan terjadi secara prematur akibat pecahnya ketuban secara dini.
  • Perdarahan setelah janin lahir.
  • Plasenta terlepas dari dinding rahim lebih cepat dari proses melahirkan.

Seperti Apakah Diagnosis Hidramnion?

Jika Anda mengalami hidramnion, Anda sebaiknya hubungi dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik dengan mengukur seberapa banyak volume air ketuban yang ada di dalam perut.

Apa Saja Pengobatan Hidramnion?

Setelah mengetahui kondisi pasien, dokter dapat melakukan pengobatan. Dokter akan memberikan pengobatan tertentu kepada pasien jika pasien mengalami hidramnion akibat diabetes.

Jika pasien mengalami hidramnion akibat volume air ketuban yang tampak berlebihan, pasien perlu menjalani prosedur amniosentesis. Prosedur tersebut dilakukan dengan mengeluarkan cairan dari kantung ketuban untuk mengurangi risiko di dalam perut pasien.

Kesimpulan

Hidramnion merupakan kondisi yang serius yang perlu diwaspadai. Walaupun jarang terjadi, hidramnion dapat menimbulkan berbagai gejala sehingga perlu segera diatasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang hidramnion atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kehamilan, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Atasi Masalah Setelah Melahirkan dengan Produk Perawatan Pasca Melahirkan Berikut Ini

Setelah ibu melakukan proses persalinan, biasanya akan muncul masalah-masalah yang berkaitan dengan perubahan fisik, seperti munculnya stretch mark pada paha dan perut. Tidak perlu khawatir, permasalahan ini dapat diatasi dengan secara rutin menggunakan produk perawatan pasca melahirkan. Proses perawatan ibu pasca melahirkan ini dapat secara mudah dilakukan di rumah maupun di salon perawatan khusus.

Masalah pasca melahirkan yang mungkin dihadapi oleh ibu

  • Munculnya stretch mark

Selain perut ibu yang baru melahirkan akan terlihat lebih buncit dan kendur, ibu hamil juga kerap kali mengeluhkan munculnya stretch mark dan bekas luka pasca melahirkan. Permasalahan perut buncit ini sebenarnya akan mengempis seiring waktu secara sendirinya, walau memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Di sisi lain, stretch mark dan bekas luka akan cenderung sulit dihilangkan jika tidak ditangani secara benar.

  • Kesehatan kulit yang tak menentu

Ibu yang baru melahirkan akan mengalami perubahan hormon secara besar-besaran yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan kulit. beberapa permasalahan kesehatan kulit yang mungkin timbul, antara lain tumbuhnya jerawat di beberapa daerah pada tubuh, seperti leher atau dagu. 

  • Perubahan pada vagina dan saluran kemih

Terlepas dari metode atau cara melahirkan apa pun, vagina dan saluran kemih akan mengalami perubahan. Vagina akan merenggang dan lebih sensitif, serta rawan mengeluarkan cairan, seperti darah, yang dapat berlangsung berminggu-minggu. Selain itu, risiko permasalahan lainnya, yaitu siklus menstruasi yang berubah-ubah menjadi tidak teratur. Kondisi ini akan membuat jaringan otot di sekitar dasar panggul menjadi lebih renggang, sehingga Anda akan mengalami kesulitan mengontrol pembuangan air kecil. Tidak jarang, urin akan ikut keluar ketika Anda batuk atau bersin. 

Produk perawatan pasca melahirkan untuk ibu

Mengatasi permasalahan pasca proses persalinan, dapat dibantu dengan beberapa produk perawatan pasca melahirkan berikut ini:

  • Gurita/stagen

Salah satu produk perawatan pasca melahirkan yang sering kali digunakan oleh ibu, yaitu gurita atau stagen. Produk ini akan membantu ibu dalam mengatasi perut buncit yang kendur. Sebagai alternatif, ibu juga dapat menggunakan korset untuk mengatasi permasalahan ini. Pilihlah produk yang memang didesain khusus untuk ibu yang baru melahirkan dengan pemasangan produk yang mudah.

  • Minyak zaitun

Manfaat minyak zaitun telah lama dipercaya mampu mengoptimalkan kesehatan kulit, tidak terkecuali dalam mengatasi munculnya stretch mark. Munculnya stretch mark atau luka di bagian perut, paha, pinggul ibu, secara tidak langsung akan memengaruhi tingkat kepercayaan diri. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menggunakan minyak zaitun secara rutin sebagai produk perawatan pasca melahirkan. 

Di samping minyak zaitun, Anda juga dapat menggunakan krim khusus untuk menghilangkan stretch mark dengan kandungan jojoba, sehingga dapat melembutkan kulit secara bersamaan. Pilih juga produk yang bersifat hypoallergenic, sehingga dapat mengurangi risiko alergi. 

  • Skin care untuk perawatan kulit wajah

Perawatan pasca melahirkan juga termasuk perawatan kesehatan kulit wajah ibu. Meski ibu akan sangat sibuk merawat sang buah hati, namun ibu juga perlu untuk merawat diri sendiri. 

Ibu yang baru melahirkan cenderung memproduksi progesteron lebih tinggi, sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak. Mengatasi masalah kulit ini, ibu dapat menggunakan skin care dengan kandungan yang lembut dan ringan. Sebagai catatan tambahan, ibu tetap dapat melakukan eksfoliasi, namun hanya untuk seminggu sekali penggunaan.


Dapatkan produk perawatan pasca melahirkan rekomendasi dengan harga bersahabat hanya di SehatQ.com.

Microtia, Kelainan Bawaan Lahir Telinga Bayi

Microtia adalah kelainan bawaan lahir di mana bagian luar telinga anak tidak berkembang sebagaimana mestinya dan cacat. Kelainan tersebut dapat memengaruhi satu (unilateral) atau kedua (bilateral) telinga. Sekitar 90 persen kasus microtia terjadi pada satu telinga. Di Amerika Serikat, diperkirakan 1 hingga 5 dari 10 ribu kelahiran akan memiliki microtia. Dengan microtia bilateral terjadi pada 1 dari 25 ribu kelahiran setiap tahunnya. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar microtia yang perlu Anda ketahui.

Tipe microtia

Microtia terjadi dalam 4 tingkat atau level keparahan yang berbeda, di antaranya adalah:

  • Tingkat 1. Anak memiliki telinga bagian luar yang tampak kecil dan terlihat normal. Namun, saluran telinga menyempit atau tidak ada sama sekali.
  • Tingkat 2. Sepertiga bagian bawah telinga, termasuk daun telinga, tampak berkembang dengan normal. Namun, dua pertiga bagian atas berukuran kecil atau memiliki bentuk yang cacat. Saluran telinga sempit atau tidak ada sama sekali.
  • Tingkat 3. Jenis microtia yang paling sering dijumpai pada anak dan bayi baru lahir. Anak memiliki bagian kecil telinga luar yang belum berkembang, termasuk bagian awal lobus dan sebagian kecil tulang rawan telinga atas. Pada microtia tingkat 3, umumnya tidak ada saluran telinga.
  • Tingkat 4. Bentuk paling parah microtia yang juga dikenal dengan nama anotia. Anak Anda memiliki anotia apabila tidak ada telinga atau saluran telinga, baik pada satu sisi atau kedua telinga.

Penyebab

Microtia biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan, pada minggu-minggu awal perkembangan. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun sering dihubungkan dengan pengunaan dan alkohol pada masa kehamilan. Kondisi atau perubahan genetik, pemicu lingkungan, dan diet rendah karbohidrat dan asam folat juga dianggap dapat menyebabkan microtia. Salah satu faktor risiko yang dapat diidentifikasi adalah penggunaan obat-obatan untuk jerawat Accutane pada saat hamil. Obat ini telah diasosiasikan dengan beberapa kelainan kelahiran, termasuk salah satunya adalah microtia.

Faktor lain yang dapat menyebabkan anak menderita microtia adalah diabetes (apabila sang ibu mengidap diabetes saat hamil). Ibu hamil yang menderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak dengan kondisi microtia dibandingkan dengan ibu hamil lain. Microtia bukanlah sebuah kelainan bawaan yang diwariskan. Dalam banyak kasus, anak-anak dengan microtia tidak memiliki anggota keluarga lain dengan kondisi yang sama. Microtia terjadi secara acak dan bahkan telah diteliti kasusnya pada anak kembar, di mana satu bayi memiliki microtia sementara bayi yang lain tidak.

Anak yang lahir dengan microtia dapat mengalami gangguan pendengaran sebagian atau keseluruhan pada telinga yang terdampak, sehingga kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Anak-anak dengan gangguan pendengaran sebagian juga dapat menderita gangguan bicara saat mereka mulai belajar berbicara. Interaksi dengan orang lain atau sekelilingnya juga tampak sulit karena gangguan pendengaran, namun ada pilihan terapi yang dapat membantu hal tersebut. Mereka yang tuli membutuhkan adaptasi dan penyesuaian gaya hidup. Hal tersebut menunjukkan “outlook” yang baik bagi mereka yang menderita microtia, terutama karena anak-anak dapat beradaptasi dengan sangat baik. Saat tumbuh dewasa, anak-anak yang terlahir dengan microtia dapat memiliki kualitas hidup yang sama dengan mereka yang tidak, terutama apabila perawatan yang tepat dan penyesuaian gaya hidup sejak dini diterapkan. Karena microtia membuat bentuk telinga terlihat aneh, beberapa orang merasa kurang percaya diri dengan tampilan fisik yang mereka miliki. Terapi dapat membantu hal ini. Konsultasi dengan dokter tentang pilihan perawatan apa yang cocok untuk kondisi anak Anda.