Category: bayi & menyusui

Bebelac 4 untuk Usia Berapa?

Bebelac 4 untuk usia berapa? Pertanyaan ini mungkin pernah membuat Anda bimbang, khususnya jika Anda termasuk orang tua baru. 

Bebelac adalah susu pertumbuhan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Tentunya, susu ini juga dapat mendukung pertumbuhan tulang dan gigi si kecil.

Kandungan minyak ikan, omega 3, dan omega 6 dalam susu ini dapat merangsang pertumbuhan otak anak. Artinya, Bebelac 4 juga baik untuk meningkatkan daya konsentrasi anak dalam masa belajar.

Terdapat tiga varian susu Bebelac 4 yang bisa Anda pilih untuk si kecil, yaitu:

  • Vanila
  • Madu
  • Coklat

Susu bubuk Bebelac 4 ini sangat tepat untuk usia prasekolah anak untuk mendukung pertumbuhannya.

Bebelac 4 untuk prasekolah

Bebelac 4 diformulasikan untuk usia anak prasekolah atau sekitar 3-6 tahun. Ini adalah rentang usia penting dalam pertumbuhan si kecil.

Pada usia 3-6 tahun, anak sudah lebih aktif belajar dan bersosialisasi. Susu ini tidak hanya mendukung perkembangan otak, tapi juga bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Susu ini memiliki pilihan rasa yang lezat serta dilengkapi dengan HiQ-EQ+, yaitu:

  • FOS:GOS 1:9 – berperan untuk mendukung pencernaan dengan memberikan nutrisi yang tepat dan konsumsi serat yang cukup.
  • Minyak ikan, Omega 3, Omega 6 – Bebelac mengandung minyak ikan (0,27%), mengandung Asam alpha-linolenat (Omega 3) 84g/ saji dan Asam Linoleat (Omega 6) 1110 mg/saji
  • 11 vitamin dan 4 mineral – Susu ini mengandung zat besi, zinc, lodium, vitamin A, dan kalsium untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Keunggulan Bebelac 4

Bebelac 4 unggul dengan kandungan FOS:GOS 1:9 yang tidak dimiliki susu bubuk anak lainnya. Pada intinya FOS dan GOS adalah karbohidrat jenis oligosakarida yang tidak bisa dicerna.

  • FOS (fructo-oligosaccharides) dapat ditemukan secara alami di tanaman
  • GOS (galacto-oligosaccharides) adalah oligosakarida yang secara alami terdapat dalam susu.

Nah FOS dan GOS tidak bisa dicerna lambung dan diserap usus. Namun, dua senyawa ini dapat difermentasi untuk menjadi makanan bakteri baik dalam usus.

Pada akhirnya, karena bakteri baik dapat tumbuh dengan baik, FOS & GOS dapat menjaga sistem pencernaan dengan memberikan nutrisi yang tepat.

Indikasi (manfaat)

  • Kaya akan minyak ikan, omega 3, dan omega 6 untuk perkembangan otak anak
  • Kaya akan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak
  • Melindungi saluran pencernaannya agar tetap sehat

Komposisi

Susu bubuk, laktosa, minyak nabati (mengandung antioksidan alfa tokoferol dan sodium askorbat), maltodekstrin, sukrosa, galakto oligosakarida (GOS), 7 mineral, frukto oligosakarida (FOS), Perisa identik alami vanilla, perisa alami madu, minyak ikan (DHA), premiks vitamin, pengemulsi lesitin kedelai.

Aturan pakai

  • Bersihkan alat makan atau minum bayi dengan cara merebusnya
  • Larutkan 3 sendok takar ke dalam 200 ml air hangat
  • Aduk hingga susu larut sempurna
  • Susu siap dikonsumsi dan sebaiknya segera dihabiskan
  • Jangan diberikan pada anak berusia di bawah 3 tahun

Apa yang Harus Dilakukan Jika Bab Bayi Cair Tanpa Ampas?

Diare atau bab bayi cair tanpa ampas merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Sebagian kasus diare pada bayi sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bayi juga berisiko mengalami komplikasi yang berbahaya, jika diare yang dialaminya tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Busa pada kotoran bayi adalah tanda kelebihan laktosa

Angka kematian bayi dan balita akibat diare masih tergolong tinggi. Di seluruh dunia, sekitar 525.000 bayi dan balita meninggal karena diare setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, persentase kematian bayi akibat diare masih cukup tinggi, yaitu sekitar 25–30%.

Diare pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya

  • Gastroenteritis dan infeksi usus akibat virus, bakteri, dan parasite
  • Keracunan makanan, khususnya pada bayi yang sudah mengonsumsi MPASI
  • Terlalu banyak mengonsumsi jus buah
  • Alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu
  • Intoleransi susu sapi

Bayi yang sudah mulai mengonsumsi MPASI dan sedang mengalami diare, disarankan untuk menghindari makanan berminyak, berserat tinggi, mengandung banyak gula, dan susu sapi. Hal ini karena jenis makanan dan minuman tersebut dapat memperburuk gejala diare pada bayi.

Diare yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, bayi tetap perlu mendapatkan asupan cairan dan nutrisi yang cukup selama diare.

Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan diare pada bayi yang dapat Anda lakukan di rumah.

  1. Memberikan ASI dan cairan elektrolit

Bayi berusia di bawah 6 bulan yang mengalami diare dapat diatasi dengan pemberian ASI lebih sering. Hal ini karena ASI mengandung nutrisi yang diperlukan untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama BAB. Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi melawan bakteri atau virus penyebab diare. Pada bayi berusia di atas 6 bulan, pemberian ASI boleh dilanjutkan sambil diselingi pemberian cairan rehidrasi oral, seperti oralit atau pedialit, setiap kali ia BAB dan muntah.

  1. Memberikan suplemen zinc

Suplemen zinc dapat diberikan untuk mengatasi diare pada balita. Menurut WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang mengalami diare akut dapat diberikan suplemen zinc selama 10–14 hari. Dosis pemberian suplemen zinc pada bayi berusia di bawah 6 bulan adalah sekitar 10 mg per hari, sedangkan pada balita 20 mg per hari. Untuk menentukan dosis dan cara pemberian suplemen yang benar, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter anak.

  1. Memberikan probiotik

Beberapa riset menunjukkan bahwa pemberian probiotik bisa mendukung proses penyembuhan dan mempercepat pemulihan bayi yang mengalami diare. Oleh karena itu, Anda dapat memberikan Si Kecil suplemen atau makanan yang mengandung probiotik saat ia terkena diare. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan tindakan pencegahan diare pada bayi dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mencuci tangan sebelum menyiapkan susu dan makanan bayi serta setelah mengganti popoknya
  • Mencuci tangan Si Kecil, terutama setelah ia bermain, menyentuh benda kotor, atau setelah buang air kecil dan buang air besar
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, termasuk mainan dan benda lain yang sering disentuh Si Kecil
  • Memberikan ASI eksklusif secara rutin
  • Memastikan kebersihan dan kesterilan botol susu atau peralatan MPASI yang digunakan

Diare pada bayi dan anak-anak tidak selalu membutuhkan antibiotik. Pemberian obat antibiotik hanya ditujukan pada kasus diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik untuk menangani diare pada bayi perlu dikonsultasikan ke dokter anak terlebih dahulu.

Jika bab bayi cair tanpa ampas yang dialami bayi cukup berat hingga membuatnya kehilangan banyak cairan atau dehidrasi, penanganan langsung oleh dokter perlu segera dilakukan. Untuk menangani bab bayi cair tanpa ampas, dokter dapat memberikan cairan infus guna menggantikan cairan tubuh yang hilang karena diare sekaligus mengatasi dehidrasi pada bayi.

Harga Vaksin Rotavirus di Rumah Sakit dan Manfaatnya

Harga Vaksin Rotavirus di Rumah Sakit dan Manfaatnya

Vaksin rotavirus memang tidak termasuk ke dalam daftar imunisasi daftar lengkap, namun pemberian vaksin ini cukup penting untuk mencegah diare hebat yang bisa membuat nyawa melayang. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sangat menganjurkan pemberian vaksin rotavirus untuk memberikan perlindungan yang maksimal pada anak. 

Apalagi, menurut data Kementerian Kesehatan pada tahun 2017, kasus kematian akibat diare di Indonesia masih cukup tinggi yakni sebesar 1,97%. Virus rotavirus juga diketahui menular, sehingga cukup berbahaya untuk kesehatan bayi

Mengingat vaksin rotavirus bukanlah vaksin yang diwajibkan pemerintah, kamu pun harus merogoh kocek pribadi untuk mendapatkan vaksin ini. 

Harga vaksin rotavirus di beberapa rumah sakit dan klinik pun berbeda-beda, bergantung pada jenis dan juga merek vaksin yang kamu pilih. Berikut ini informasinya.

Harga vaksin rotavirus 

Harga vaksin rotavirus di beberapa rumah sakit dan klinik berbeda-beda, mulai dari Rp300 ribuan bergantung pada jenis yang digunakan dan mereknya.

Berikut ini informasi harga vaksin rotavirus di beberapa klinik yang bisa kamu beli di aplikasi SehatQ.

Rumah Imunisasi Medivax

Vaksin Rotavirus di Rumah Imunisasi Medivax menggunakan jenis vaksin Rotarix dan RotaTeq. Vaksin Rotarix ini dibanderol dengan harga Rp475 ribu untuk satu kali dosis. Sedangkan vaksin RotaTeq dibanderol dengan harga Rp449 ribu per dosisnya. 

Vaksinasi ini diberikan pada usia 2,4, dan 6 bulan dengan dosis pertama dilakukan sebelum usia anak 15 minggu dan semua dosis harus diberikan sebelum usia 32 minggu. 

Harga tersebut sudah harga final, artinya termasuk biaya administrasi, biaya vaksin, dan juga konsultasi dokter.

Karena masih pandemi, kamu akan mendapatkan biaya tambahan sebesar Rp35 ribu untuk biaya APD. 

Rumah Imunisasi Medivax juga menyediakan layanan ‘Home Service’, sehingga kamu tak perlu keluar rumah untuk mendapatkan vaksin ini. Namun, ada tambahan biaya untuk transportasi, ya. 

RS Banyumanik

Rumah Sakit Banyumanik juga menyediakan layanan vaksin rotavirus dengan biaya sebesar Rp354 ribu. Vaksin yang diberikan adalah vaksin jenis Rotarix.

Sama seperti yang lain, pemberian vaksin ini juga disesuaikan dengan rekomendasi IDAI dan dokter yakni pada usia 6-14 minggu untuk dosis pertama dan dosis kedua dengan selang waktu 4-8 minggu setelah dosis pertama. 

RSIA Bunda Sejahtera

RSIA Bunda Sejahtera menyediakan layanan paket vaksin rotavirus seharga Rp560 ribu. 

Jenis vaksin yang diberikan adalah vaksin Rotarix dan diberikan sebanyak 2 kali, yakni pada bayi usia 10 minggu dan bayi usia 14 minggu. 

Untuk informasi lebih lengkap terkait prosedur vaksin rotavirus di masing-masing rumah sakit dan klinik, kamu bisa menghubungi layanan Customer Care SehatQ di nomor (021) 3199 0388 atau melalui WhatsApp di nomor +62 812-8858-8167.

Bagaimana jika tidak melakukan vaksin rotavirus?

Meskipun bukan vaksin yang diwajibkan, namun melakukan vaksin rotavirus sangat penting untuk menjaga kesehatan anak kita. 

Seperti yang sudah dijelaskan jika virus rotavirus bisa menyebabkan bayi mengalami diare hebat bahkan bisa menyebabkan kematian. Selain itu, virus ini pun gampang menular melalui lingkungan atau makanan yang tidak higienis. 

Pada beberapa kasus, bayi yang tertular virus ini juga akan menimbulkan gejala dehidrasi yang cukup parah, muntah, dan kram perut. Jika dibiarkan bisa membuat anak lemas dan meninggal dunia. 

Oleh sebab itu, pemberian vaksin rotavirus sangat penting dan jangan sampai diskip, ya. 

9 Arti Warna Pup Bayi, Normalkah?

9 Arti Warna Pup Bayi, Normalkah?

Warna feses bayi bisa menjadi tanda kondisi kesehatan si kecil. Selain perbedaan warna, ada pula perbedaan tekstur antara kotoran orang dewasa dengan bayi. Berikut arti warna pup bayi untuk melihat kesehatannya.

Arti Warna Pup Bayi Sesuai Kondisi Kesehatan

Dalam masa awal kehidupannya, warna feses bayi memang mengalami perubahan. Bisa jadi yang awalnya hitam, jadi warna kuning atau hijau. Dari warna pup bayi ini bisa dilihat apakah kondisi bayi sehat, kurang sehat atau sedang sakit. 

Berikut arti warna feses bayi berdasarkan kondisi kesehatan si kecil.

  1. Hitam

Feses bayi berwarna hitam saat pertama kali dilahirkan adalah hal yang normal. Warna pup yang hitam barulah mengindikasikan kondisi tidak normal jika terjadi saat bayi sudah balita.

Warna pup bayi hitam kental disebut meconium. Isinya berupa jaringan kulit, lendir, dan cairan amniotik. Namun, perlu diperhatikan bahwa warna pup hitam ini tidak boleh berlangsung lebih dari beberapa hari pasca bayi dilahirkan.

  1. Kuning terang

Pup bayi berwarna kuning terang juga merupakan hal yang normal terjadi pada bayi yang minum ASI. Terkadang kondisi ini juga dialami oleh bayi yang diberi susu formula.

Akan tetapi, bila bayi sering buang air kecil dari biasanya dan pup berwarna kuning terang, maka hal ini bisa menjadi pertanda bayi mengalami diare.

  1. Kuning kecoklatan

Setelah kondisi meconium selesai, biasanya warna pup bayi akan menjadi kuning kecokelatan. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang diberikan ASI.

  1. Merah

Warna pup bayi bisa berubah menjadi merah jika mengonsumsi makanan berwarna dasar merah atau minuman yang diminum. Seperti misalnya konsumsi jus tomat atau buah bit.

Warna feses juga bisa menjadi merah jika terjadi perdarahan karena infeksi pencernaan. Segera hubungi dokter jika pup bayi berwarna merah tapi tidak konsumsi makanan merah.

  1. Oranye

Warna pup bayi berwarna oranye juga merupakan kondisi normal terjadi. Hal ini terjadi karena ada salah satu pigmen dari saluran pencernaan.

  1. Hijau tua

Pup bayi warna hijau tua ketika buang air besar umumnya adalah kondisi normal. Apalagi pada bayi yang baru saja menjalani masa pengenalan makanan padat pendamping ASI. Selain itu, pup bayi juga bisa berwarna hijau tua jika mengonsumsi makanan berwarna dasar hijau, seperti kacang polong, bayam. Pup bayi bisa berwarna hijau juga bisa disebabkan oleh suplemen zat besi.

  1. Cokelat kehijauan

Pup bayi dengan warna kombinasi hijau dan cokelat merupakan hal normal. Bahkan ini menjadi ciri khas warna kotoran bayi yang mengonsumsi susu formula. Bahkan tekstur bayi pun juga jadi lebih padat dibanding minum ASI.

  1. Abu-abu

Bila kotoran bayi berwarna abu-abu, maka segera hubungi dokter. Hal ini bisa menandakan adanya kendala pencernaan si kecil. Mungkin saja hal ini disertai konsistensi seperti kapur.

  1. Putih

Kotoran bayi yang berubah warna menjadi putih juga bisa mengindikasikan kurangnya produksi empedu di hati. Sehingga makanan tidak bisa dicerna dengan baik. Jika pup bayi sudah berwarna putih, maka ini pertanda kondisi serius dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Mencari tahu informasi seputar warna pup bayi memang penting untuk mengetahui bila ada kondisi serius pada si kecil. Segera konsultasikan dengan dokter bila feses bayi menandakan kondisi bahaya.  Jangan anggap sepele jika bayi Anda mengalami adanya perubahan warna feses yang tidak normal.

Milna Snack Bayi, Snack Ideal Untuk Bayi

milna snack bayi

Jika Anda baru memiliki anak, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan supaya kondisinya tetap sehat, salah satunya termasuk makanan. Ada berbagai makanan yang dapat membantu mendukung kesehatan anak Anda, salah satunya termasuk Milna snack bayi seperti Milna Rice Crackers Banana Berries. 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Produk Kesehatan

Sebelum Anda membeli produk kesehatan seperti Milna snack bayi, Anda sebaiknya perhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Harga

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah harga yang ditawarkan kepada konsumen. Jika harga yang ditawarkan terjangkau, Anda bisa memperoleh produknya dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika harganya kurang terjangkau, Anda bisa mencari alternatifnya.

Jika produk tersebut tersedia dengan harga promo, Anda sebaiknya cari tahu apakah promonya masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas produk

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas produk. Kualitas produk dapat menentukan kepuasan konsumen. Jika kualitas yang ditawarkan bagus, sebagian orang mungkin akan membeli produk yang sama di lain waktu.

  • Pembelian

Anda sebaiknya jangan asal membeli produk kesehatan, karena barang-barang tersebut mungkin tidak dapat memberikan jaminan kepada konsumen. Oleh karena itu, Jika Anda ingin membeli produk kesehatan di tempat, Anda sebaiknya beli di tempat yang resmi seperti supermarket. Jika Anda ingin membeli produk kesehatan secara online, Anda sebaiknya cari toko online ternama atau toko yang memiliki ulasan yang bagus.

  • Izin edar

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin edar produk kesehatan. Jika produk kesehatan, termasuk makanan, ingin dijual di Indonesia, produk-produk tersebut perlu diuji terlebih dahulu oleh pihak terkait seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), untuk mengetahui apakah aman untuk diberikan kepada konsumen atau tidak.

  • Diskusi dan rekomendasi

Jika Anda tidak yakin apakah Anda sebaiknya membeli produk kesehatan yang Anda butuhkan atau tidak, Anda bisa bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal dan sering melakukan hal tersebut. Jika Anda sudah mengetahui pendapat mereka dan mayoritas setuju dengan keputusan tersebut, Anda bisa membelinya.

  • Ketentuan

Tidak semua produk kesehatan memiliki aturan pakai yang sama. Oleh karena itu, pengguna perlu baca aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakannya. Efek samping bisa timbul jika pengguna tidak menggunakan produknya sesuai dengan kemasan.

Untuk menentukan makanan seperti apa yang sebaiknya Anda beli untuk bayi Anda, Anda harus pertimbangkan produk yang sesuai dengan usia bayi Anda. Kandungan yang ideal untuk mendukung kesehatan bayi Anda adalah sayuran dan zat besi.

Tentang Milna Rice Crackers Banana Berries

Milna Rice Crackers Banana Berries memiliki kandungan berikut untuk mendukung kesehatan anak:

  • Kalsium.
  • Zat besi.
  • Zinc.
  • Bebas gluten.
  • Vitamin D.

Jika Anda ingin memperoleh Milna Rice Crackers Banana Berries, Anda bisa membelinya melalui situs SehatQ. Produk tersebut tersedia dengan harga Rp 12.000,00.

Untuk memberikan makanan tersebut kepada anak Anda, Anda perlu ikuti aturan yang tertera pada kemasan. Makanan tersebut juga perlu disimpan di tempat yang aman dan jangan terpapar langsung oleh sinar matahari.

Jika anak Anda mengalami kondisi tertentu, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang lebih baik untuk mengatasi kondisi yang dialami anak Anda.

Kesimpulan

Untuk mendukung kesehatan anak Anda, Anda bisa memberikannya Milna snack bayi. Sebelum Anda membeli produk tersebut, Anda dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal yang disebutkan di atas supaya Anda bisa belanja dengan aman. Jika anak Anda mengalami kondisi tertentu, Anda bisa bertemu dengan dokter.

Berbagai Penyebab Bayi Kuning, Orang Tua Harus Mengetahui

Berbagai Penyebab Bayi Kuning, Orang Tua Harus Mengetahui

Penyebab bayi kuning adalah istilah medis untuk semburat kekuningan pada kulit. Warna kuning disebabkan oleh zat yang disebut bilirubin, yang dibuat secara normal di dalam tubuh. Bayi dengan kadar bilirubin darah yang lebih tinggi dari normal, suatu kondisi yang disebut “hiperbilirubinemia,” mendapatkan warna kuning ini saat bilirubin menumpuk di kulit. Pada bayi dengan kulit lebih gelap, penyakit kuning mungkin tidak terlihat meskipun mereka memiliki kadar bilirubin darah yang tinggi. Penyakit kuning selama 24 jam pertama setelah lahir, atau menguningnya telapak tangan dan telapak kaki, adalah keadaan darurat medis. Jika ini terjadi, dokter akan melakukan tes darah untuk mengidentifikasi dan menangani masalah tersebut.

Penyakit kuning bukanlah penyakit, melainkan tanda peningkatan kadar bilirubin darah. Penyakit kuning tidak menyakitkan, tetapi pada beberapa bayi, kondisi medis yang serius dapat terjadi jika hiperbilirubinemia tidak diobati. Kehadiran penyakit kuning memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko mengalami hiperbilirubinemia parah. Jika ini terjadi, dapat menjadi racun bagi sistem saraf, berpotensi menyebabkan kerusakan otak. Untungnya, perawatan yang aman dan efektif tersedia. 

Awalnya  menyebabkan kulit menjadi kuning. Kemudian, gusi, telapak tangan, dan telapak kaki, serta bagian putih mata, juga bisa berubah warna menjadi kuning. Perubahan ini mungkin sulit dilihat pada anak-anak dengan kulit lebih gelap atau jika bayi tidak dapat membuka kelopak matanya. Perubahan warna:

  • Terlihat pertama kali di wajah, lalu dada, area perut, lengan, dan terakhir kaki. Namun, pada beberapa bayi, perkembangan penyakit kuning dari kepala hingga ujung kaki mungkin tidak terlihat, dan penyakit kuning dapat muncul di seluruh tubuh seperti cokelat.
  • Dapat diperiksa dengan menekan satu jari di dahi atau hidung bayi (disebut “blansing” kulit). Jika kulit mengalami ikterus, akan tampak kuning saat jari dicabut.
  • Dapat diikuti pada beberapa bayi dengan menekan tonjolan tulang dada, pinggul, dan lutut mereka untuk memeriksa apakah penyakit kuning memburuk.
  • Harus diperiksa lebih dari satu kali sebelum bayi meninggalkan rumah sakit setelah lahir. Jika Anda membawa bayi pulang lebih cepat dari tiga hari setelah lahir, sebaiknya Anda mengecek warna kulitnya setiap hari hingga jadwal janji berikutnya. Bayi harus dibawa ke dokter atau perawat untuk pemeriksaan dalam satu sampai tiga hari setelah pulang.

Tanda-tanda penyakit kuning yang memburuk – Hubungi dokter bayi Anda jika salah satu dari hal berikut terjadi:

  • Warna kuning terlihat di lutut atau di bawah, lebih gelap (berubah dari kuning lemon menjadi kuning oranye), atau jika “putih” pada mata tampak kuning
  • Bayi Anda demam
  • Bayi Anda sulit makan
  • Bayi Anda lebih mengantuk dari biasanya
  • Sulit untuk membangunkan bayi Anda
  • Bayi Anda mudah tersinggung dan sulit untuk dihibur
  • Bayi Anda melengkungkan leher atau tubuhnya ke belakang

Penyebab Jaudince

Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah. Bilirubin terbentuk dan diproduksi saat sel darah merah dipecah. Bilirubin (zat kuning) secara alami dikeluarkan oleh hati dan kemudian dikeluarkan melalui tinja dan urin. Kadar bilirubin menjadi tinggi ketika bilirubin dibuat lebih cepat dari kemampuan dihilangkan.

Penyakit kuning sering terjadi pada bayi baru lahir karena dua hingga tiga kali lebih banyak bilirubin dibuat daripada pada orang dewasa. Penyakit kuning pada bayi baru lahir memengaruhi hampir semua bayi dan disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin ringan hingga sedang dan biasanya tidak berbahaya. Seringkali mencapai tingkat tertinggi tiga sampai empat hari setelah lahir dan biasanya hilang satu sampai dua minggu setelah lahir. Pada bayi yang lahir pada usia 38 minggu atau kurang dan mereka yang mengalami penyakit kuning secara signifikan, penyakit kuning mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk hilang, karena proses eliminasi yang normal berkembang seiring bertambahnya usia.

Bayi baru lahir dengan kadar bilirubin yang lebih tinggi dalam darah memiliki apa yang disebut “hiperbilirubinemia parah”, kondisi yang lebih serius. Bayi dapat mengalami hiperbilirubinemia parah pada hari pertama setelah lahir. Jika bayi Anda menjadi sangat kuning, sangat penting untuk segera menghubungi atau menemui dokter Anda.

Salah satu alasan mengapa kadar bilirubin lebih tinggi pada bayi adalah lebih banyak sel darah merah yang dipecah (dan sebagai hasilnya, lebih banyak bilirubin diproduksi). Ini bisa terkait dengan:

  • Memar dan cedera jaringan ringan saat melahirkan.
  • Jika golongan darah dan golongan darah ibu dan bayi berbeda (atau “tidak cocok”); sistem kekebalan tubuh ibu dapat merusak sel darah merah bayi.
  • Penyebab turunan dari kerusakan sel darah merah (seperti defisiensi enzim yang disebut glukosa-6-fosfat dehidrogenase [G6PD], yang dapat terjadi lebih sering pada populasi kulit hitam, Mediterania, atau Asia).
  • Secara keseluruhan, bilirubin juga lebih lambat dikeluarkan pada bayi dibandingkan dengan orang dewasa karena hati dan usus bayi belum berkembang sepenuhnya. Pada bayi di Asia Timur, kemampuan mengeluarkan bilirubin membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang.

Menyusui – Penyakit kuning dapat terlihat pada bayi yang disusui karena dua alasan utama:

  • Beberapa bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup karena kesulitan menyusu atau ibunya tidak menghasilkan ASI yang cukup. Jika ini terjadi, bayi mungkin kehilangan banyak berat badan, yang meningkatkan kadar bilirubin. Meningkatkan suplai ASI, sering menyusui, dan memastikan bayi memiliki “latch” yang baik adalah pengobatan terbaik untuk penyakit kuning yang disebabkan oleh kurangnya asupan ASI. 
  • Penyebab bayi kuning akibat ASI diduga disebabkan oleh hati dan usus bayi yang belum matang, yang menyebabkan pembuangan bilirubin lebih lambat. Penyakit kuning dimulai pada minggu pertama setelah lahir, memuncak dalam dua minggu setelah lahir, dan menurun selama beberapa minggu berikutnya. Penyakit kuning pada bayi yang disusui bukanlah alasan untuk berhenti menyusui selama bayi menyusu dengan baik, bertambah berat badan, dan sebaliknya tumbuh. Menyusui memiliki banyak manfaat yang diketahui baik untuk ibu maupun bayi.

Selain meningkatkan asupan ASI jika perlu, bayi dengan penyakit kuning jarang memerlukan pengobatan kecuali terjadi hiperbilirubinemia parah. Jika penyakit kuning bayi Anda tidak kunjung sembuh, Anda harus menemui dokter atau perawat untuk dievaluasi.

Komplikasi penyakit kuning

Pada bayi yang kadar bilirubin darahnya mencapai tingkat yang membahayakan, bilirubin dapat masuk ke otak dan menyebabkan kerusakan yang dapat diperbaiki (disebut ensefalopati bilirubin akut) atau kerusakan permanen (disebut kernikterus atau ensefalopati bilirubin kronis). Pemantauan yang sering dan perawatan dini yang mendesak pada bayi yang berisiko tinggi terkena penyakit kuning membantu mencegah hiperbilirubinemia parah.

Pengobatan penyakit kuning

Tujuan pengobatan penyakit kuning adalah untuk mengurangi tingkat bilirubin secara efisien dan aman. Bayi dengan hiperbilirubinemia ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan sama sekali. Bayi dengan kadar bilirubin yang lebih tinggi memerlukan perawatan singkat, yang dijelaskan di bawah ini.

Penyakit kuning sering terjadi pada bayi prematur (yang lahir sebelum usia 38 minggu). Bayi prematur lebih rentan terhadap hiperbilirubinemia karena toksisitas otak terjadi pada kadar bilirubin yang lebih rendah dibandingkan bayi cukup bulan. Akibatnya, bayi prematur dirawat dengan kadar bilirubin yang lebih rendah tetapi dengan perawatan yang sama yang dibahas di bawah ini.

Sering menyusui

Memberikan ASI yang cukup merupakan bagian penting dari pencegahan dan pengobatan penyakit kuning karena membantu pembuangan bilirubin dalam tinja dan urin. Jika bayi Anda tidak mendapatkan cukup ASI melalui menyusui, dokter Anda dapat berbicara dengan Anda tentang pilihan seperti melengkapi dengan susu formula atau ASI donor. Anda akan tahu bahwa bayi Anda mendapatkan cukup ASI jika mereka memiliki setidaknya enam popok basah per hari, warna tinja mereka berubah dari hijau tua menjadi kuning, dan mereka tampak kenyang setelah menyusu.

Fototerapi

Fototerapi (terapi “ringan”) adalah perawatan medis yang paling umum untuk hiperbilirubinemia pada bayi. Dalam kebanyakan kasus, fototerapi adalah satu-satunya perawatan yang diperlukan. Permukaan kulit bayi terpapar sinar biru khusus, yang memecah bilirubin menjadi senyawa yang lebih mudah dihilangkan melalui tinja dan urine. Perawatan dengan fototerapi berhasil untuk hampir semua bayi.

Fototerapi biasanya diberikan di rumah sakit, tetapi dalam kasus tertentu, dapat dilakukan di rumah jika bayi dalam keadaan sehat dan risiko komplikasi rendah.

Bayi harus memiliki kulit sebanyak mungkin yang terpapar cahaya. Bayi biasanya telanjang (atau hanya memakai popok) di keranjang terbuka atau penghangat, tetapi perlu memakai penutup mata atau masker khusus untuk melindungi mata . Fototerapi harus terus menerus dan dihentikan hanya untuk menyusui dan perawatan kulit-ke-kulit bayi. Beberapa rumah sakit memiliki selimut fototerapi khusus yang memungkinkan perawatan berlanjut saat Anda menggendong atau memberi makan bayi Anda.

Paparan sinar matahari sebelumnya dianggap membantu tetapi tidak lagi direkomendasikan karena risiko kulit terbakar kecuali sinar ultraviolet disaring. Sunburn tidak terjadi dengan lampu yang digunakan dalam fototerapi.

Fototerapi dihentikan ketika kadar bilirubin turun ke tingkat yang aman. Bukan hal yang aneh jika bayi masih tampak ikterus untuk jangka waktu tertentu setelah fototerapi selesai. Kadar bilirubin dapat meningkat lagi 18 hingga 24 jam setelah menghentikan fototerapi. Meskipun jarang, hal ini memerlukan tindak lanjut bagi mereka yang mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut.

Efek samping: Fototerapi sangat aman, tetapi dapat memiliki efek samping sementara, termasuk ruam kulit dan tinja yang kendur. Kepanasan dan dehidrasi dapat terjadi jika bayi tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula. Oleh karena itu, warna kulit bayi, suhu, dan jumlah popok basah harus diawasi secara ketat.

Tidak seperti biasanya, beberapa bayi dapat mengalami perubahan warna kulit dan urin yang gelap dan coklat keabu-abuan atau sindrom “bayi perunggu”. Itu tidak berbahaya dan secara bertahap hilang tanpa pengobatan setelah beberapa minggu.

Menyusui selama fototerapi: Penting bagi bayi yang menerima fototerapi untuk minum cairan yang cukup (idealnya ASI) karena bilirubin dikeluarkan melalui urin dan tinja. Menyusui harus dilanjutkan selama fototerapi. Penggunaan air glukosa oral tidak diperlukan. Pada bayi dengan dehidrasi serius, cairan intravena (IV) mungkin diperlukan untuk memperbaiki kehilangan cairan.

Bayi yang tidak dapat makan cukup ASI, kehilangan banyak berat badan, atau dehidrasi mungkin memerlukan ASI ekstra atau susu formula yang direkomendasikan secara medis untuk waktu yang singkat. Ibu yang memberikan susu formula harus terus menyusui atau memerah ASI secara teratur untuk menjaga suplai ASInya.

Ada beberapa kontroversi tentang praktek pemberian susu formula tambahan pada bayi ASI eksklusif. Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan ini, sebaiknya bicarakan dengan dokter atau perawat bayi Anda terlebih dahulu.

Transfusi tukar

Transfusi tukar adalah prosedur darurat yang menyelamatkan jiwa yang terkadang diperlukan untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat. Transfusi menggantikan darah bayi dengan darah yang disumbangkan untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat (2 hingga 3 jam). Transfusi tukar dilakukan hanya untuk bayi yang tidak menanggapi pengobatan lain dan yang memiliki tanda-tanda atau berisiko signifikan untuk kerusakan otak, Itulah beberapa penyebab bayi kuning.

Selain Mengonsumsi Appeton Lysine, Anda Bisa Lakukan Ini!

appeton lysine

Agar tumbuh kembangnya optimal, orang tua perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Namun terkadang, kebutuhan gizi anak tidak sejalan dengan asupan makanan harian yang didapatkan. Bila berjalan cukup lama, hal tersebut bisa memicu timbulnya kekurangan gizi pada si kecil. Salah satu pencegahannya adalah dengan mengonsumsi suplemen seperti Appeton Lysine Sirup.

Appeton Lysine Sirup merupakan suplemen yang dapat memelihara kesehatan tubuh, salah satunya mencegah dari kekurangan gizi. Suplemen ini mengandung berbagai Vitamin seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B6 dan Vitamin C. Selain itu, Appeton Lysine Sirup juga mengandung L – lysine HCL, Nicolinamide, dan D-panthenol yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Anak-anak yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup berpotensi mengalami komplikasi serta gangguan kesehatan jangka panjang, seperti ini.

  1. Gangguan kesehatan mental dan emosional

Menurut Children’s Defense Fund, anak-anak yang kekurangan asupan nutrisi berisiko menderita gangguan psikologis. Sebagai contoh, rasa cemas berlebih maupun ketidakmampuan belajar, sehingga memerlukan konseling kesehatan mental. 

  1. Tingkat IQ yang rendah

Menurut data yang dilansir pada National Health and Nutrition Examination Survey, anak-anak dengan gizi buruk cenderung melewatkan pelajaran di kelas sehingga anak tidak naik kelas. Anak menjadi lemas, lesu, dan tidak dapat bergerak aktif karena kekurangan vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya. Hal ini didukung oleh data World Bank yang juga mencatat hubungan antara gizi buruk dan tingkat IQ yang rendah. Anak-anak ini juga mungkin mengalami kesulitan mencari teman karena masalah perilaku mereka. 

  1. Penyakit infeksi

Dampak gizi buruk lainnya yang kerap kali terjadi adalah risiko penyakit infeksi. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuhnya yang tidak kuat akibat nutrisi tubuh yang tidak terpenuhi. Ada banyak vitamin dan mineral yang sangat memengaruhi kerja sistem kekebalan tubuh, misalnya vitamin C, zat besi, dan zink. Bila kadar nutrisi tersebut tidak tercukupi, maka sistem kekebalan tubuhnya juga buruk. 

  1. Anak pendek dan tidak tumbuh optimal

Pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang terhambat adalah dampak gizi buruk pada anak. Di masa pertumbuhan, si kecil sangat memerlukan zat protein yang diandalkan untuk membangun sel-sel tubuh dan karbohidrat sebagai sumber energi utama tubuh. Bila tidak ada protein dan zat nutrisi lainnya, bukan tidak mungkin pertumbuhan si kecil terhambat bahkan berhenti sebelum waktunya. Maka itu penting bagi Anda untuk terus memantau kesehatan sang buah hati, apalagi jika ia masih dalam usia di bawah lima tahun.

Meski begitu, mengonsumsi Appeton Lysine ini bukan berarti dapat mengganti kebutuhan akan nutrisi dan makanan. Anda tetap harus memperhatikan kebutuhan gizi agar tetap seimbang. Cara mencegah kurang gizi pada anak yang paling utama adala memberikan makanan dengan gizi seimbang. Adapun makanan bergizi seimbang ini terdiri dari empat kelompok makanan utama.

  • Buah-buahan dan sayuran, setidaknya berikan anak 5 porsi per hari.
  • Makanan sumber karbohidrat, yaitu nasi, kentang, roti, pasta, dan sereal.
  • Makanan sumber protein, yaitu daging, telur, ayam, ikan, kacang-kacangan dan produknya.
  • Susu dan produk susu, seperti keju dan yogurt.

Selain pemberian makanan yang bergizi, Anda juka bisa memberikan imunisasi lengkap pada anak untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga anak terhindar dari penyakit infeksi. Jangan lupa juga untuk Berikan juga kapsul vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus sampai anak berusia 5 tahun. 

Yuk, Buat Sendiri Mainan Bayi 1 Tahun di Rumah

Yuk, Buat Sendiri Mainan Bayi 1 Tahun di Rumah

Kemampuan si kecil akan semakin bertambah ketika berusia 1 tahun. Semua barang akan dianggap sebagai mainan. Untuk itu, sebagai orangtua, kita dituntut kreatif untuk membuat mainan bayi 1 tahun agar tidak bosan. 

Tak melulu harus beli, kita pun bisa loh membuat mainan bayi 1 tahun di rumah dengan bahan-bahan yang aman dan tentu saja murah. Berikut ini beberapa ide mainan bayi 1 tahun yang bisa dibuat sendiri di rumah untuk mengembangkan kemampuan sensorik dan motoriknya. 

Botol warna-warni

Saat berusia 1 tahun, bayi biasanya menyukai hal-hal baru dengan warna-warna yang cerah. Kamu bisa membuatkan botol berisi manik-manik dengan warna yang cerah, atau bisa juga mengisinya dengan biji jagung dan tutup rapat.

Lalu berikan pada si kecil dan ajarkan untuk menggoyang-goyangkan botol tersebut. Kamu juga bisa menambahkan glitter agar ada efek-efek berkilau yang membuat si kecil penasaran. 

Papan sensori

Bayi berusia satu tahun suka sekali memanjat dinding dan memegang semua benda yang ditemuinya. Kamu bisa loh membuatkan mainan berupa papan sensori yang bisa diraba dan pegang bayi. Hal ini bisa merangsang kemampuan sensoriknya. 

Kamu bisa meletakkan beberapa barang di dinding seperti kancing, bulu, plastik, kain flannel, bubble wrap, hingga sisir. Pastikan, bahan-bahan yang digunakan untuk papan sensoria man dan tidak membahayakan, ya. Biarkan si kecil melakukan kegiatannya meraba-raba benda yang sudah disediakan. 

Kotak harta karun

Menginjak usia 1 tahun, si kecil biasanya juga suka untuk mengeluarkan dan memasukkan barang ke dalam wadah. Kamu bisa menyediakan kotak yang berisi beberapa mainannya.

Ajak si kecil untuk mengambil beberapa barang mainannya yang diletakkan di tempat terpisah dan mengarahkannya untuk memasukkan barang ke dalam box. 

Permainan ini cocok untuk si kecil yang aktif dan sedang belajar berjalan. 

Melukis tangan dan kaki

Kamu juga bisa mengajak anak untuk melukis pada kanvas dengan menggunakan pewarna makanan yang aman. Penggunaan pewarna makanan sangat direkomendasikan mengingat si kecil masih suka memasukkan apa saja ke dalam mulutnya, sehingga aman dilakukan. 

Ajak si kecil untuk mencampur semua pewarna makanan dan mencoret-coret di kanvas. Bisa juga dengan menjiplak gambar tangan dan kakinya. Hal ini bisa menjadi aktivitas yang seru dan menyenangkan. 

Memasukkan barang ke dalam toples

Permainan ini cukup bagus untuk mengasah konsentrasi bayi dan motorik halusnya. Kamu cukup menggunakan bahan seperti cotton bud dan toples yang bagian tutupnya sudah dilubangi.

Kemudian, ajak si kecil untuk memasukkan cotton bud ke dalam toples melalui lubang kecil yang sudah dibuat. 

Membuat bunyi-bunyian dengan peralatan di rumah

Bermain berbagai jenis suara juga menjadi hal yang menyenangkan untuk si kecil. Kamu bisa mencoba membuat berbagai jenis suara dari peralatan dapur atau mainan anak, seperti mangkok, sendok, hingga gelas. Pastikan menggunakan bahan yang aman dan bukan bahan pecah belah, seperti plastik atau bahan enamel. 

Permainan sortir warna

Sediakan beberapa box yang sudah diberi warna, misal merah, hijau, kuning dan lain sebagainya. Lalu sediakan bola berwarna-warni dan ajak si kecil untuk memasukkan bola ke dalam box sesuai dengan warna. 

Hal ini bisa menjadi kegiatan baru yang menyenangkan. Selain itu, si kecil pun akan dengan mudah menghapal setiap warna. 

Nah, itu dia beberapa ide membuat mainan anak 1 tahun yang bisa dipraktikkan di rumah. Selamat mencoba!

Leukosit Tinggi Pada Bayi, Apa Saja Penyebabnya?

Leukosit tinggi pada bayi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat membahayakan tubuh. Leukosit merupakan sel darah putih dimana kadar normalnya berkisar antara 9.000 hingga 30.000 per mikroliter darah (ketika baru lahir). Kadar normal leukosit anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun berkisar antara 6.200 hingga 17.000 per mikroliter darah.

Jika kadar leukosit lebih tinggi dari yang disebutkan di atas, maka manusia mengalami leukositosis. Leukositosis merupakan kondisi yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kelainan sistem imun.

Gejala

Jika manusia memiliki kadar leukosit lebih dari kadar normal, mereka bisa mengalami gejala berikut:

  • Lebih banyak berkeringat.
  • Pucat.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Memar.
  • Berdarah.
  • Sesak nafas.

Penyebab

Kadar leukosit yang lebih tinggi dari kadar normal bisa dipengaruhi oleh beberapa penyakit, antara lain tuberkulosis (TBC), leukimia, penyakit sumsum tulang, dan asma.

Selain penyakit, berikut adalah penyebab leukosit tinggi pada bayi berdasarkan jenisnya:

  • Neutrofil

Neutrofil merupakan jenis sel darah putih yang paling umum terjadi pada manusia. Jika kadar neutrofil lebih tinggi dari kadar normal, hal tersebut disebut sebagai neutrofilia. Kondisi tersebut bisa terjadi karena infeksi dan peradangan.

  • Limfosit

Limfosit merupakan jenis sel darah putih yang berkontribusi antara 20 hingga 40 persen di dalam tubuh. Jika kadar limfosit lebih tinggi dari kadar normal, hal tersebut disebut sebagai limfositosis. Kondisi tersebut bisa terjadi karena infeksi virus dan leukimia.

  • Monosit

Monosit merupakan jenis sel darah putih yang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan sel lainnya. Jika kadar monosit lebih tinggi dari kadar normal, hal tersebut disebut sebagai monositosis. Kondisi tersebut bisa terjadi karena infeksi dan kanker.

  • Eosinofil

Eosinofil merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dengan mencegah parasit. Jika kadar eosinofil lebih tinggi dari kadar normal, hal tersebut disebut sebagai eosinofilia. Kondisi tersebut bisa terjadi karena alergi dan parasit.

  • Basofil

Basofil merupakan jenis sel darah putih yang juga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan memiliki peran dalam mencegah infeksi. Jika kadar basofil lebih tinggi dari kadar normal, hal tersebut disebut sebagai basofilia. Kondisi tersebut bisa terjadi karena leukimia.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika anak Anda memiliki leukosit tinggi, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang terjadi pada anak Anda.
  • Daftar obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisinya seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda sudah mencoba pengobatan lain untuk mengatasi leukosit tinggi?

Setelah mengetahui kondisi anak Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang melibatkan tes darah.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter dapat memberikan sejumlah pengobatan kepada pasien, namun tergantung pada kondisi yang mereka alami. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi kadar leukosit yang tinggi:

  • Alergi

Jika pasien mengalami alergi, pasien dapat menggunakan obat antihistamin atau inhaler.

  • Infeksi

Jika pasien mengalami infeksi, pasien dapat menggunakan obat antibiotik.

  • Leukimia

Jika pasien mengalami leukimia, pasien dapat melakukan kemoterapi, terapi radiasi, atau transplantasi sel punca.

Kesimpulan

Leukosit tinggi pada bayi perlu segera diatasi, karena dapat menimbulkan kondisi yang parah bagi tubuh. Meskipun demikian, ada sejumlah pengobatan yang dapat mengatasi leukosit tinggi. Jika anak Anda mengalami kondisi tersebut atau ingin tahu lebih lanjut tentang leukosit, Anda bisa bertemu dengan dokter.

Promo Perawatan Ibu dan Anak

Memiliki anak merupakan momen yang ditunggu-tunggu ibu hamil. Meskipun demikian, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya termasuk memantau kondisi kehamilan. Jika Anda hamil, Anda perlu memantau kondisi kehamilan secara rutin. Banyak fasilitas kesehatan yang menawarkan promo perawatan ibu dan anak, dan Anda bisa mencoba untuk mencari informasi apakah ada fasilitas kesehatan (di dekat tempat tinggal Anda) menawarkan promo tersebut atau tidak.

Tips Memilih Fasilitas Kesehatan

Sebelum Anda mencari fasilitas kesehatan yang menawarkan promo perawatan ibu dan anak, Anda sebaiknya perhatikan beberapa tips di bawah:

  • Harga

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah harga promo yang ditawarkan di sebuah fasilitas kesehatan. Ada baiknya jika Anda bandingkan terlebih dahulu promo yang ditawarkan dari fasilitas kesehatan tersebut dengan yang lain. Mungkin saja fasilitas kesehatan tersebut memberikan kualitas pelayanan yang bagus dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Anda juga perlu perhatikan apakah promo tersebut masih berlaku atau tidak.

  • Lokasi

Anda sebaiknya jangan memilih fasilitas kesehatan hanya berdasarkan jarak tempuh atau yang lebih dekat dengan tempat tinggal Anda. Mungkin saja fasilitas kesehatan lain yang jaraknya lebih jauh menawarkan pelayanan yang lebih baik.

  • Izin

Hal lain yang penting untuk diketahui adalah izin operasi fasilitas kesehatan tersebut. Anda perlu memilih fasilitas kesehatan yang resmi. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat melihat informasi melalui situs fasilitas kesehatan.

  • Pelayanan

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas pelayanan yang ditawarkan kepada masyarakat. Sebagian fasilitas kesehatan menawarkan harga yang lebih terjangkau, namun belum tentu memberikan kualitas pelayanan yang baik dibandingkan dengan fasilitas kesehatan lain.

  • Ketentuan

Walaupun Anda diminta untuk memeriksa kondisi kehamilan secara rutin, ada baiknya jika Anda melakukan pemeriksaan dalam waktu yang dianjurkan. Contohnya, jika Anda ingin melihat kondisi janin secara fisik, Anda sebaiknya tunggu di usia kehamilan antara 27 hingga 32 minggu, karena waktu tersebut dapat memberikan gambaran yang terbentuk lebih jelas (walaupun belum terlihat sempurna).

  • Diskusi dan rekomendasi

Hal lain yang lebih mudah untuk membantu Anda memilih sebuah fasilitas kesehatan adalah pendapat orang lain (yang Anda kenal dan pernah memeriksa kondisi kehamilan). Jika Anda sudah mengetahui pendapat mereka dan mendapatkan sebagian besar tanggapan positif tentang fasilitas kesehatan tersebut, Anda bisa mengunjunginya.

Contoh Promo Perawatan Ibu dan Anak

Berikut adalah contoh-contoh promo perawatan ibu dan anak:

  • Paket USG 4D

Promo tersebut ditawarkan dengan harga Rp 499.999,00 dan dapat dipesan melalui situs SehatQ. Promo tersebut berlaku hingga 29 November 2021. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat situsnya: https://www.sehatq.com/promo/paket-usg-4d-rsia-sayyidah.

  • Paket Persalinan Normal

Promo tersebut ditawarkan dengan harga Rp 4.900.000,00 dan dapat dipesan melalui situs SehatQ. Promo tersebut berlaku hingga 31 Desember 2021. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat situsnya: https://www.sehatq.com/promo/paket-persalinan-normal-rs-bhina-bhakti-husada.

  • Paket Persalinan Cesar

Promo tersebut ditawarkan dengan harga Rp 10.200.000,00 dan dapat dipesan melalui situs SehatQ. Promo tersebut berlaku hingga 31 Desember 2021. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat situsnya: https://www.sehatq.com/promo/paket-persalinan-cesar-rs-bhina-bhakti-husada.

Jika Anda Mengalami Kondisi Tertentu

Jika Anda mengalami kondisi tertentu selama masa kehamilan, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Seberapa parah kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu selama masa kehamilan?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti USG.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Contohnya, jika Anda sering susah tidur (insomnia), Anda bisa berendam dengan air hangat sebelum tidur.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara untuk mencegah masalah pada tubuh:

  • Mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Mengkonsumsi air putih secara rutin.
  • Berolahraga secara teratur, namun yang ringan seperti yoga.
  • Beristirahat yang cukup.

Kesimpulan

Banyak fasilitas kesehatan yang menawarkan promo perawatan ibu dan anak, dan Anda perlu memeriksa kondisi kehamilan secara rutin. Untuk mencegah risiko selama masa kehamilan, Anda perlu melakukan cara-cara yang disebutkan di atas seperti mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga. Untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.