Cara Menghitung Berat Badan Ideal, Coba Metode Berikut!

Banyak sekali orang yang memiliki permasalahan dengan berat badan. Baik yang kurus maupun yang memiliki berat badan berlebih. Hal ini juga lah yang membuat beberapa orang tersebut sering salah adalah menghitung berat badan mereka. 

berat badan ideal

Cara penghitungan berat badan yang salah akan berakibat terhadap hasil berat badan ideal yang harus Anda miliki. Lalu bagaimanakah cara menghitung berat badan ideal? Sebelum mengetahui cara menghitung berat badan yang ideal, perlu Anda ketahui bahwa tidak ada satupun berat badan ideal untuk setiap orang. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi berat badan ideal pada tiap orang. 

Hal ini termasuk karena usia, rasio otot lemak, tinggi badan, jenis kelamin, dan distribusi lemak tubuh ataupun bentuk tubuh orang tersebut. Memiliki berat badan berlebih dapat mempengaruhi risiko kesehatan seseorang, misalnya saja seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan masalah kardiovaskular lainnya. 

Cara menghitung berat badan ideal 

Metode 1: Indeks Massa Tubuh 

Indeks massa tubuh atau yang biasa disebut dengan body mass index (BMI) adalah alat umum untuk mengukur berat badan ideal seseorang. Cara mengukur berat badan ideal dengan metode BMI ini adalah dengan mengaitkan antara berat badan dan tinggi badan seseorang. 

Mudahnya adalah dengan membagi berat badan seseorang dalam satuan kilogram (kg) dengan tinggi badan seseorang dalam satuan meter kuadrat (m2). Misalnya saja, seseorang dengan tinggi badan 160 cm (1,60 m) memililiki berat 70 kg, maka indeks masa tubuh atau BMI orang tersebut adalah:

BMI: 70 kg/ 2,56 = 23,4. 

Kalikan tinggi badan dengan kuadrat (1,60 x 1,60)= 2,56

Jadi hasil BMI 23,4 jika dilihat berdasarkan standar berat badan ideal menurut world health organization (WHO) termasuk dalam kategori normal. Berikut beberapa standar berat badan ideal menurut WHO dan National Institute of Health (NIH):

Kurus: <18,5 (BMI)

Normal: 18,5-24,9 (BMI)

Kelebihan berat badan: 25-29,9 (BMI)

Obesitas: >30 (BMI)

Meskipun alat ukur dengan metode BMI ini sering kali digunakan untuk mengukur berat badan ideal seseorang, namun tetap saja BMI merupakan alat ukur yang sederhana. Pasalnya tidak memperhitungkan faktor-faktor sebagai berikut:

  • Ukuran pinggang atau pinggul
  • Proporsi atau distribusi lemak
  • Proporsi massa otot

BMI terkadang dapat memberikan gambaran kasar tentang sehat atau tidaknya berat badan seseorang, dan beguna untuk mengukur sebuah tren dalam penelitian populasi. Namun, hal ini tentu bukanlah menjadi satu-satunya ukutan bagi seseorang untuk menilai apakah berat badan mereka ideal atau tidak. 

Metode 2: Waist to Hip Ratio (WHR)

Metode WHR atau pengukuran pinggang ke pinggul adalah untuk membandingan ukuran pinggang seseorang dengan pinggulnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak lemak tubh di sekitar bagian tengah dan bisa mengembangkan penyakit kardiovaskular (CVC) dan diabetes. 

Semakin tinggi ukuran pinggang seseorang, maka semakin besar pula risiko yang muncul. Untuk alasan tersebut, WHR adalah alat yang berguna untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat dan ukuran yang sehat. 

Ukuran rasio pinggang-pinggul (WHR) Anda

  1. Ukuran lingkar pinggang pada bagian tersempit, biasanya tepat di atas pusar.
  2. Bagilah ukuran ini dengan ukuran di sekitar pinggul Anda pada bagian pinggul yang paling lebar. 

Jadi, jika ukuran pinggang Anda 28 inci dan pinggul 36 inci, bagi ukuran tersebut 28:36= 0,77.

Artinya, pengaruh WHR terhadap risiko penyakit kardiovaskular (CVD) berbeda untuk pria dan wanita, karena mereka cenderung memiliki bentuk tubuh yang berbeda. 

Pada pria:

  • Di bawah 0,9: risiko masalah kesehatan kardiovaskular rendah
  • Dari 0,9 hingga 0,99: risiko sedang
  • Pada 1,0 atau lebih: risiko tinggi

Pada wanita:

  • Di bawah 0,8: risiko rendah
  • Dari 0,8 hingga 0,89: risiko sedang
  • Di 0,9 atau lebih: risiko tinggi

Namun, angka-angka tersebut dapat berbeda, tergantung pada sumber dan populasi tempat angka tersebut berlaku. WHR dapat menjadi prediktor yang lebih baik untuk serangan jantung dan risiko kesehatan lainnya daripada pada BMI, yang tidak mempertimbangkan distribusi lemak. 

Jadi cara menghitung berat badan ideal dapat Anda lakukan dengan dua cara tersebut, BMI dan WHR. Mungkin, dengan menggabungkan dua metode di atas bisa menjadi cara terbaik untuk mendapatkan ide yang akurat. 

Jadi, siapapun yang mengkhawatirkan berat badan, ukuran pinggang atau komposisi tubuhnya harus membicarakan hal tersebut dengan dokter atau ahli gizi Anda. Dengan begitu, dokter atau ahli gizi Anda akan memberikan saran tentang cara apa yang baik untuk Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *