Cara Mengatasi Munculnya Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut atau dalam istilah medis disebut leukoplakia adalah bercak putih keabu-abuan yang muncul di lidah, gusi, bagian dasar mulut seperti tenggorokan, atau pipi bagian dalam. Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya bercak putih di dinding mulut ini.

Namun, beberapa faktor risiko yang bisa memicu yaitu infeksi bakteri, jamur, atau virus, gesekan dengan gigi yang kasar atau tajam, konsumsi alkohol yang berlebihan, kebiasaan merokok serta pemakaian aksesoris kesehatan gigi seperti dentur. Bercak putih di dinding mulut akan terasa tebal, menonjol, keras, dan kasar. Umumnya, kemunculan bercak ini tidak disertai dengan rasa sakit.

Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut jika bercak putih di dinding mulut disertai dengan kondisi sebagai berikut:

  • Mulut berdarah
  • Bengkak di tenggorokan atau lidah
  • Sariawan dengan ukuran yang besar
  • Susah untuk makan dan minum
  • Sulit bernapas
  • Demam tinggi lebih dari 38o C

Pengobatan Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen di mulut. Jika gejala yang ditimbulkan ringan, bercak ini akan hilang dengan sendirinya. Namun untuk menghindari terjadinya komplikasi kesehatan yang lain seperti kanker mulut, maka perlu segera dilakukan pengobatan dan penanganan medis, antara lain seperti:

  • Menghindari sumber iritasi dan faktor risiko penyebab munculnya bercak putih di dinding mulut seperti konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan merokok
  • Operasi pengangkatan bercak dengan menggunakan sinar laser atau dibekukan (cryoprobe)
  • Pembedahan untuk membuang bercak putih di dinding mulut. Tindakan medis ini disarankan jika pemeriksaan ditemukan sel abnormal pada leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut
  • Jika bercak putih di dinding mulut disebabkan gesekan gigi yang tajam, maka dokter akan lebih dulu memperbaiki kondisi gigi tersebut
  • Jika bercak putih di dinding mulut disebabkan oleh infeksi jamur, cara mengatasinya dengan pengobatan anti jamur. Dokter biasanya akan memberikan resep obat anti jamur dengan waktu konsumsi untuk 10-14 hari.
  • Pasien dengan hairy leukoplakia atau bercak putih di dinding mulut berambut, dokter akan memberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan bercak. Selain itu, ada juga krim dengan kandungan asam retinoid seperti tretinoin topikal untuk memperkecil ukuran bercak putih di dinding mulut

Setelah menjalani pengobatan tersebut, pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah munculnya kembali bercak putih di dinding mulut.

Pencegahan Bercak Putih di Dinding Mulut

Bercak putih di dinding mulut atau leukoplakia bisa dicegah dengan menjalani pola hidup sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

  • Mengurangi konsumsi alkohol, contohnya minuman bir dan wine agar tidak memicu perkembangan bakteri secara berlebihan
  • Menghentikan kebiasaan merokok, termasuk penggunaan produk tembakau yang dikunyah sehingga tidak menimbulkan iritasi dinding mulut
  • Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti anggur, brokoli, almond, asparagus
  • Rajin memeriksakan gigi ke dokter, terutama jika termasuk penderita diabetes. Pemeriksaan ke dokter gigi bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali
  • Jaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari. Anda juga bisa melakukan flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang setidaknya satu kali sehari
  • Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur. Obat kumur dengan kandungan anti bakteri memang membantu menjaga kesehatan mulut, tetapi jika terlalu sering digunakan bisa merusak keseimbangan bakteri alami di dalam mulut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *