Cara Mengatasi Bekas Gigitan Tungau

Gigitan tungau bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi pada kulit. Meskipun umumnya cenderung tidak terlalu membahayakan secara medis, namun bekas gigitan tungau dapat menganggu aktivitas hingga penampilan seseorang. Lalu, bagaimana cara mengatasi bekas gigitan tungau yang mengganggu? Simak penjelasan berikut ini.

Tungau merupakan salah satu jenis hewan kelompok arthtopada yang berkuran sangat kecil (mikro) yang umumnya dapat memakan tanaman, serangga, hewan, bahkan kulit manusia. Bentuk tubuh tungau dapat menyerupai kutu serangga, tetapi tungau tidak memiliki mata dan sayap. Karena bentuk tubuhnya sangat kecil dan tidak kasat mata, keberadaan tungau sering kali sulit untuk dilihat denga mata telanjang. Tidak heran orang yang tidak menyadari bahwa mereka digigit tungau sampai muncul bekas gigitan tungau di permukaan kulit.

Cara mengatasi bekas gigitan tungau berdasarkan jenisnya

Adapun cara mengatasi bekas gigitan tungau yang tepat harus sesuai dengan jenisnya. Bagaimana caranya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

  • Sarcoptes scabiei

Bekas gigitan tungau yang utama berasal dari jenis Sarcoptes scabiei. Jenis spesies tungau ini dapat menggigit permukaan kulit, menggali terowongan di bawah kulit, bertelur, dan menimbulkan scabies atau penyakit kudis.

Bekas gigitan tungau ini akan membuat penderitanya merasakan gatal yang teramat sangat di kulit terutama saat malam hari. Sebaiknya, Anda tidak menggaruk kulit karena dapat meningkatkan risiko luka terbuka dan infeksi kulit. Cara mengatasi bekas gigitan tungau S.scabiei adalah dengan menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dokter akan mengobati scabies dengan meresepkan obat salep (krim permethrin, lotion lindane, crotamiton) dan atau obat minum yang berfungsi membunuh tungau S.scabiei dan larvanya di dalam kulit. Dokter juga akan meresepkan obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

  • Tungau debu

Tungau debu mungkin menjadi salah satu jenis tungau yang cukup akrab di telinga. Sesuai namanya, jenis tungau ini dapat menghuni debu rumah. Mereka dapat hidup dengan memakan kulit-kulit mati manusia yang jatuh atau bulu hewan peliharaan.

Tungau debu biasanya terdapat di debu rumah, kasur, karpet, perabotan rumah, hingga barang-barang furnitur. Beberapa jenis obat-obatan yang digunakan sebagai cara mengatasi bekas gigitan tungau debu, meliputi:

  • Obat antihistamin yang dijual bebas di apotek
  • Dekongestan
  • Semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid atau cromolyn sodium

Bagi orang yang mengalami alergi tungau debu, imunoterapi merupakan salah satu cara mengobati tungau debu yang efektif. Imunoterapi adalah pemberian obat dengan dosis alergen yang besar.

  • Demodex

Demodex adalah jenis tungau yang dapat hidup pada folikel rambut, wajah, hingga permukaan kulit tubuh, seperti leher atau dada. Terdapat dua jenis tungau demodex yang umum dikenal, yaitu Demodex folliculorum dan Demodex brevis. Cara mengatasi bekas gigitan tungau Demodex, yakni menggunakan salep gigitan serangga, seperti krim crotamiton atau permethrin.

Selain itu, untuk mencegah bekas gigitan tungau bertambah parah, sebaiknya bersihkan wajah secara rutin dua kali sehari menggunakan sabun pembersih wajah berbasis minyak serta lakukan eksfoliasi kulit.

  • Chigger

Chigger adalah larva dari keluarga tungau Trombiculid. Ketika tungau chigger hinggap pada kulit manusia, ia akan mengeluarkan enzim pencernaan yang melembutkan lapisan epidermis kulit sehingga menyebabkan ruam.

Untuk mengatasi bekas gigitan tungau chigger, Anda dapat menggunakan obat oles kortikosteroid, minum obat antihistamin, dan mengompres kulit yang terdapat bekas gigitan tungau dengan air dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *