Bahaya Daging Babi Perlu Diwaspadai

bahaya daging babi untuk kesehatan

Banyak orang yang ingin jalan-jalan ke berbagai tempat, khususnya jika tempat tersebut merupakan tempat kuliner. Banyak makanan yang tersedia di berbagai tempat kuliner, salah satunya termasuk daging babi. Namun, sama seperti makanan lain, daging babi juga bisa berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, bahaya daging babi perlu diwaspadai.

Kondisi Pada Tubuh

Jika Anda ingin mengkonsumsi daging babi, Anda perlu pahami bahwa bahaya daging babi dapat menimbulkan kondisi berikut:

  1. Tekanan darah tinggi

Salah satu kondisi yang bisa timbul akibat bahaya daging babi adalah tekanan darah tinggi. Hal tersebut bisa terjadi karena seseorang mengkonsumsi daging babi yang tinggi lemak atau menggunakan garam dalam jumlah yang terlalu banyak.

  1. Hepatitis E

Hepatitis E juga merupakan kondisi lain yang bisa terjadi akibat bahaya daging babi. Hepatitis E merupakan virus yang ada pada hati daging babi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa daging yang tidak dimasak dengan matang akan menimbulkan risiko tersebut.

Pada umumnya, penderita hepatitis E tidak menunjukkan gejala apapun, namun ibu hamil bisa mengalami gagal hati dan berisiko terhadap kematian.

  1. Kanker hati

Kanker hati bisa terjadi karena adanya kandungan nitrosamine pada daging babi. Berdasarkan sebuah penelitian, manusia lebih sensitif terhadap nitrosamine dibandingkan dengan hewan uji coba seperti tikus.

Kandungan nitrosamine dapat ditemukan di bagian hati, sosis, ham, dan bacon. Selain itu, jika lemaknya banyak, berarti daging tersebut mengandung lebih banyak nitrosamine dibandingkan dengan daging babi yang lemaknya sedikit.

  1. Sirosis hati

Daging babi yang tidak diolah dengan baik juga dapat menimbulkan sirosis hati. Sirosis hati merupakan kondisi munculnya fibrosis pada hati.

  1. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat manusia. Hal tersebut berkaitan dengan mengkonsumsi daging babi yang tidak diolah dengan baik dan telah terjadi sejak tahun 1980-an. Otak merupakan bagian yang paling dipengaruhi oleh kondisi tersebut.

  1. Trikinosis

Trikinosis merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh cacing Trichinella spiralis. Cacing tersebut bisa ditemukan di daging babi yang tidak matang. Hingga saat ini, jumlah kasus trikinosis akibat mengkonsumsi daging babi yang tidak matang terus menurun.

  1. Yersiniosis

Walaupun kasus trikinosis semakin menurun, ada kondisi lain yang perlu diwaspadai yang disebabkan oleh daging babi, yaitu yersiniosis. Yersiniosis merupakan kondisi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia. Bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, demam, bahkan diare yang disertai dengan darah.

  1. Taeniasis

Taeniasis merupakan infeksi parasit yang terjadi karena adanya tiga spesies cacing daging pita. Salah satu spesies tersebut adalah Taenia solium dimana spesies tersebut juga dapat ditemukan di daging babi yang mentah.

Walaupun spesies tersebut tidak menimbulkan gejala apapun pada manusia, spesies tersebut dapat memicu cysticercosis. Cysticercosis merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kejang dimana kondisi tersebut perlu ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Kelompok yang Rentan Terhadap Bahaya Daging Babi

Sebagian orang bisa mengalami kondisi yang disebutkan di atas. Secara spesifik, orang-orang yang bisa mengalami kondisi tersebut termasuk ibu hamil, pasien yang menjalani terapi kanker, dan pasien yang menggunakan obat untuk menjaga sistem imun.

Penggunaan Daging Babi

Untuk menghindari risiko yang disebutkan di atas, jika Anda ingin mengkonsumsi daging babi, Anda sebaiknya lakukan cara-cara berikut:

  • Mencuci tangan sebelum mengolah daging babi.
  • Memperhatikan suhu daging babi ketika dimasak. Suhu minimal untuk memasak daging tersebut adalah 63 derajat Celsius.
  • Diamkan daging babi 3 menit setelah dimasak, kemudian Anda bisa memakan daging tersebut.
  • Penyimpanan daging babi tidak boleh lebih dari 4 hari dan suhu harus berada di bawah 4 derajat Celsius.
  • Daging babi perlu ditutup dengan rapat jika Anda menyimpannya di lemari es.
  • Jangan menaruh daging babi dalam suhu ruangan lebih dari 2 jam.

Kesimpulan

Daging babi merupakan daging yang bermanfaat bagi tubuh. Walaupun demikian, bahaya daging babi perlu diperhatikan dan Anda perlu mengolahnya dengan baik untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi seperti hepatitis E.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *