Azomax Syrup: Dosis, Pemakaian dan Efek Samping

Salah satu merk antibiotik yang saat ini banyak dicari, yakni azomax syrup. Merk antibiotik ini, diproduksi oleh Dexa Medica yang merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Produk ini, memiliki kandungan antibiotik azitromisin. 

Antibiotik ini, biasanya digunakan untuk pengobatan dan juga pengelolaan infeksi bakteri. Adapun infeksi bakteri yang bisa diobati dengan azitromisin seperti infeksi saluran pernafasan dan juga infeksi menular seksual. 

Informasi Azomax Syrup

Ada sedikit informasi yang perlu kamu ketahui tentang azomax syrup. Di dalamnya, Azomax mengandung azitromisin yang masuk dalam kategori antibiotik dalam golongan makrolida. 

Azitromisin adalah antibiotik berspektrum luas. Maksudnya yakni azitromisin mempunyai aktivitas yang lebih baik dalam melawan bakteri gram negatif. Tak hanya bakteri gram negatif saja, azitromisin juga bisa melawan beberapa jenis bakteri gram positif. 

Sebenarnya, ada dua jenis Azomax:

  • Azomax syrup kering yang di dalamnya memiliki kandungan azitromisin 200mg/5mL.
  • Azomax kaplet salut selaput yang di dalamnya memiliki kandungan azitromisin 500 mg. 

Jika kamu memiliki produk antibiotik ini, usahakan menyimpannya di tempat yang kering dan juga sejuk. Selain itu, jauhkan juga obat ini dari anak-anak. Tak hanya itu, silakan cek apakah obat sudah masuk ke masa kadaluarsa atau belum. Jika kadaluarsa, jangan pernah sekalipun mengkonsumsinya. 

Cara Kerja Obat Azomax

Azitromisin berperan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Biasanya, kandungan ini juga disebut dengan agen bakteriostatik. Kandungan ini, bisa lebih berperan menjadi agen bakteriostatik dibandingkan dengan bakterisidal. 

Sebaiknya, Azomax jenis sirup ataupun kaplet dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Sangat direkomendasikan, Azomax dikonsumsi satu jam sebelum atau dua jam setelah makan.

Indikasi

Ada beberapa indikasi tertentu penggunaan azomax. Beberapa di antaranya yakni sebagai berikut:

  • Infeksi ringan saluran napas atas/bawah
  • Infeksi sedang saluran napas atas/bawah
  • Infeksi kulit serta jaringan lunak
  • Ureritis non-gonokokal
  • Servistis yang diakibatkan oleh Chlamydia Trachomatis

Terdapat beberapa kondisi yang mungkin membutuhkan azomax. Namun, sangat disarankan untuk mengikuti anjuran dokter atau mengkosultasikannya terlebih dahulu jika ada kondisi tertentu yang membutuhkan terapi dengan menggunakan antibiotik ini.

Kontraindikasi

Jika tadi sudah mengetahui indikasi penggunaan, ada juga kontraindikasi penggunaan. Bisa dikatakan, kontraindikasi merupakan kondisi tertentu dari pengguna yang tidak dibolehkan mengkonsumsi obat-obat tertentu. 

Azomax, juga memiliki kontraindikasi. Yakni sebaiknya tidak diberikan ke pasien yang mempunyai hipersensitivitas pada antibiotik seperti eritromisin, azitromisin, dan antibiotik lain dalam golongan makrolida. 

Selain itu, ada baiknya juga azomax tidak diberikan pada wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui. 

Dosis 

Obat azomax ini, masuk dalam golongan obat keras. Maka dari, penggunaan atau dosis pemakaian dari obat ini sebaiknya mengikuti anjuran dan resep dari dokter. Adapun doses yang diberikan, terdapat dua kategori: untuk orang dewasa dan untuk anak-anak. 

Dosis Azomax untuk Dewasa

Bagi penderita infeksi ringan hingga sedang dalam saluran pernafasan, faringitis, pneumonia, tonsilitis, infeksi kulit, dan juga jaringan lunak, berikut ini dosisnya:

  • Hari pertama: 500mg sebagai dosis tunggal
  • Hari kedua – hari kelima: 250mg dalam 24 jam dengan dosis 1 gram

Bagi penderita uretritis non-gonokokal serta servisitis, berikut ini dosis penggunannya:

  • 1 gram sebagai dosis tunggal

Dosis Azomax untuk Anak

Sedangkan pada anak, dosisnya yakni sebagai berikut:

  • 10mg/kg berat badan dalam satu hari sebagai dosis tunggal.
  • Dilakukan selama 3 hari. 

Adapun perhatian khusus perlu dilakukan jika azomax akan diberikan pada:

  • Pasien dengan kondisi pneumonia ringan atau sedang
  • Pasien dengan gangguan hati atau ginjal
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Serta anak di bawah usia 16 tahun

Efek Samping

Ada beberapa kasus penghentian konsumsi obat ini lantaran ada efek samping yang muncul. Biasanya, efek samping muncul seringkali berhubungan dengan saluran pencernaan. Beberapa efek sampingnya yakni sebagai berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare

Adapun efek samping lain yang mungkin dirasakan seperti:

  • Vertigo
  • Nyeri kepala
  • Ruam
  • Nyeri dada

Itulah sedikit informasi yang bisa diberikan terkait azomax syrup dan juga azomax kaplet yang bisa kamu ketahui. Jika ingin menggunakannya, jangan lupa meminta resep dan dosis dari dokter dulu, ya. Semoga membantu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *