Author: dena

Menakjubkan, Begini Cara Kerja Telinga Anda

Menakjubkan, Begini Cara Kerja Telinga Anda

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengenai cara kerja telinga. Ternyata cara kerja alat pendengaran ini tidak sesederhana yang kita lihat. 

Cara kerja telinga adalah dengan menangkap gelombang suara hingga membuat bagian gendang bergetar. Kemudian, setiap frekuensi suara yang terdengar, akan segera ditransfer ke otak untuk diberikan makna atas atas yang didengar.

Sehingga masing-masing bagian telinga memiliki fungsi dan apa yang didengar akan bergantung pada kinerja bagian-bagian ini.

Mengenal Anatomi Telinga

Untuk memahami bagaimana cara kerja telinga, penting juga untuk mengenal susunan anatomi telinga dan fungsinya masing-masing. 

Telinga dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu:

  1. Telinga bagian luar, yaitu bagian terluar dari telinga yang terdiri dari daun telinga, liang telinga, dan juga gendang telinga. 
  2. Telinga bagian tengah, merupakan ruang kecil yang terdiri dari tulang martil, tulang sanggurdi, dan tulang landasan.
  3. Telinga bagian dalam, yang terdapat organ keseimbangan dan pendengaran. Pada bagian dalam ini terdapat juga Koklea yang menjadi bagian penting untuk bisa mendengar.

Masing0masing bagian telinga ini punya perannya masing-masing dan penting agar seseorang bisa mendengar dengan baik. Dari anatomi saja sudah terlihat betapa kompleksnya alat pendengaran kita. Begitu pula dengan cara kerja telinga yang tidak kalah kompleksnya.

Cara Kerja Telinga untuk Bisa Mendengar

Jadi proses seseorang bisa mendengar dimulai dari adanya gelombang suara di sekitar yang ditangkap oleh daun telinga. Kemudian, gelombang suara tersebut akan disalurkan ke liang telinga dan membuat gendang telinga bergetar. Gendang ini sangat sensitif, bahkan suara paling pelan sekalipun bisa ditangkapnya.

Getaran yang terjadi di gendang telinga ini akan turut menggetarkan tulang martil, landasan, dan sanggurdi yang ada di telinga bagian tengah. Dari sini, getaran akan diteruskan ke telinga bagian dalam hingga ke Koklea. 

Koklea ini berisi cairan khusus yang akan bergerak seperti ombak ketika gelombang suara sampai di koklea ini. Kemudian, gerakan tersebut memberi stimulus pada saraf dalam koklea. Sel auditori pada koklea akan mendeteksi suara, kemudian melewati jalur di batang otak untuk sampai ke  pusat pendengaran di otak atau korteks auditori.

Nah, di bagian pusat pendengaran ini juga impuls saraf akan terkonversi menjadi suara yang dimaknai tertentu. 

Bisa Anda bayangkan proses yang begitu kompleks ini hanya terjadi dalam hitungan detik saja dan prosesnya instan. Sungguh menakjubkan, bukan?

Fungsi Lain dari Telinga

Selain memiliki fungsi utama sebagai alat pendengaran, telinga juga berperan menjaga keseimbangan tubuh, lho. Ada dua komponen yang dimaksud, yaitu:

  • Keseimbangan statis, yaitu kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan di posisi berdiri atau tetap
  • Keseimbangan dinamis, yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada saat bergerak atau beraktivitas.

Penyakit yang Dapat Mengganggu Kerja Telinga

Gelombang suara hanya bisa terkonversi menjadi makna tertentu apabila seluruh sistem pendengaran dalam kondisi yang sehat dan berfungsi dengan baik. Akan tetapi, ada saatnya ketika bagian telinga tertentu mengalami masalah dan tidak merespons dengan baik. 

Ada beberapa penyakit yang mengganggu cara kerja telinga, yaitu:

  • Infeksi telinga
  • Tinnitus
  • Penyakit Meniere
  • Barotrauma

Ketika Anda mengalami gangguan cara kerja telinga, segeralah periksakan ke dokter spesialis THT agar kondisi pendengaran Anda tidak semakin buruk. Selain itu, penting juga merawat kesehatan telinga dengan tidak terus menerus memberikan paparan suara bising.

7 Obat Tenggorokan Gatal yang Efektif Saat Hamil

Saat tenggorokan gatal, seperti gejala batuk atau radang tenggorokan sering kali membuat tidak nyaman, terlebih lagi kondisi ini terjadi dimasa kehamilan. Pada kondisi tersebut, tentu ibu hamil tidak bisa mengonsumsi sembarangan obat untuk tenggorokan gatal. 

Selama kehamilan, sistem imun ibu mengalami transformasi imunologi untuk mendukung kehamilan, yang dapat membuat tubuh rentan terhadap virus, seperti radang tenggorokan yang menyebabkan tenggorokan gatal. 

Gejala tenggorokan gatal

Gejala yang umum terjadi bersaaan dengan tenggorokan gatal, meliputi:

  • Kemerahan pada tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Rasa nyeri yang terus menerus di tenggorokan
  • Demam
  • Sakit telinga
  • Merah, amandel bengkak
  • Suara serak

Saat tenggorokan terasa gatal, beberapa gejala tersebut sering kali muncul bersamaan dengan gejala-gejala lainnya. 

Obat tenggorokan gatal ala rumahan

Ibu hamil biasanya tidak bisa mengonsumsi semabrang obat. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, Anda bisa mencoba meredakan tenggorokan gatal selama kehamilan dengan beberapa bahan yang tersedia di rumah Anda. Berikut beberapa daftar obat tenggorokan gatal yang bisa Anda coba untuk meredakan tenggorokan gatal selama kehamilan. 

  1. Teh lemon madu

Madu dapat membantu menenangkan tenggorokan, dan lemon dapat melawan bakteri serta membersihkan lendir. Dengan cara:

  • Rebus secangkir air
  • Tambahkan madu dan jus lemon (perasan lemon) ke dalamnya
  • Biarkan dingin lalu minum
  1. Menghirup uap

Menghirup uap dapat membasahi selaput lendir Anda dan dapat meredakan tenggorokan yang kering. Anda pun bisa menggunakan humidifier di kamar untuk menjaga kelembapan udara tetap terjaga. Pastikan untuk selalu membersihkan humidifier dari waktu ke waktu untuk mencegah pertumbuhan bakteri. 

  1. Kumur air asin dan kunyit

Air asin dapat memabntu melembapkan selaput tenggorokan dan meredakan iritasi yang terjadi. Kunyit dikatakan memiliki efek terapeutilk pada batuk dan tenggorokan gatal. Cara membuatnya mudah saja, Anda hanya perlu:

  • Siapkan air hangat secukupnya
  • Tambahkan setengah sendok teh garam dan bubuk kunyit ke dalam gelas
  • Aduk hingga tercampur
  • Lalu kumur dengan air tersebut, dan lakukan setiap jam untuk menghilangkan rasa gatal dan sakit
  1. Teh jahe

Jahe memiliki sifat antijamur dan anti bakteri. Hal ini dapat memabntu mengurangi peradangan ada tenggorokan. 

  • Rebus secangkir air dan tambahkan sekitar satu inci jahe segar yang telah dikupas
  • Seduh selama lima menit. Tambahkan madu untuk rasa manis dan minum tehnya 
  • Anda dapat menambahkan daun mint segar untuk efek menenangkan
  1. Air

Mengonsumsi lebih banyak air putih dapat membantu Anda terhindar dari dehidrasi selama kehamilan. Pun sama halnya dengan tenggorokan gatal. Mengonsumsi lebih banyak cairan akan membantu Anda dalam dekongesti, tenggorokan gatal, pilek dan batuk.

  1. Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap sehat dan kuat. Cobalah untuk memasukkan lebih banyak makanan yang kaya akan vitamin ini ke dalam makanan harian Anda. buah seperti jeruk,  dan sayuran seperti, tomat banyak mengandung vitamin C. 

  1. Zinc

Kebanyakan tenggorokan gatal, batuk atau pilek disebabkan karena rhinovirus yang tumbuh subur dan berkembang biak di seluruh hidung serta tenggorokan. Zinc bekerja dengan cara mencegah virus berkembang biak. Hal ini juga data menghentikan untuk tetap  menetap di selaput lendir tenggorokan dan hidung. Cara paling aman untuk asupan zinc selama kehamilan adalah dengan mengonsumsi bayam, biji labu kuning, daging domba, dan daging kambing. 

Kapan harus menemui dokter?

Tenggorokan gatal bisa diakibatkan karena virus ataupun bakteri. Jika tenggorokan gatal selama berminggu-minggu dan Anda mengalami beberapa gejala seperti di bawah ini. Maka ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat tenggorokan gatal. Adapun gejala meliputi:

  • Jika tenggorokan gatal berkembang menjadi radang tenggorokan dan berlangsung lebih dari satu minggu
  • Anda mengalami demam bersamaan dengan sakit tenggorokan
  • Tenggorokan gatal bisa berkembang tiba-tiba, dan Anda menjadi sulit menelan
  • Pengobatan rumahan sepertinya tidak berhasil

Obat tenggorokan gatal ala rumahan ini tergolong aman untuk ibu hamil. Namun, jika gejala tak kunjung reda dan cenderung memburuk, disarankan Anda untuk segera ke dokter untuk mendapatkan solusi yang lebih baik. Dan, jangan pernah minum sembarangan obat ketika sedang hamil, mengunjungi dokter adalah solusi terbaik  untuk masalah Anda. 

Jelang Melahirkan, Begini Cara Menghilangkan Bulu Kemaluan

Bagi sebagian orang, merapikan bulu kemaluan bukanlah hal yang penting. Tapi, menjelang waktu melahirkan, biasanya wanita hamil akan mencari cara menghilangkan bulu kemaluan untuk mendukung proses melahirkan nantinya.

Sebenarnya, tidak ada alasan kesehatan khusus yang mengharuskan seseorang untuk menghilangkan bulu kemaluan. Keputusan untuk mencukur bulu kemaluan atau tidak ada pada diri Anda sendiri. 

Cara menghilangkan bulu kemaluan di rumah

Area kemaluan merupakan area privat. Karena itu, Anda mungkin merasa lebih nyaman untuk melakukan upaya menghilangkan bulu sendiri di rumah. 

Berikut ini beberapa rekomendasi cara menghilangkan bulu kemaluan yang bisa Anda coba: 

  • Mencukur

Mencukur adalah cara termudah untuk menghilangkan bulu, termasuk pada area kemaluan. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mempersiapkan krim cukur serta pisau atau alat cukur khusus.

Tapi, pisau pada alat cukur bisa melukai kulit Anda bila tidak dilakukan dengan hati-hati. Karena itu, lakukan upaya mencukur secara perlahan dan jangan gunakan alat cukur yang sama untuk bagian tubuh lainnya.

Supaya proses mencukur jadi lebih mudah, cobalah untuk membasahi bulu kemaluan Anda terlebih dahul. Gunakan krim cukur untuk mengurangi resiko iritasi. Jangan lupa untuk selalu membilas pisau cukur sampai bersih setelah menggunakannya. 

  • Menggunting

Selain mencukur, Anda juga bisa memangkas bulu kemaluan dengan gunting. Biasanya, metode menggunting cenderung lebih aman dari mencukur, karena gunting tidak akan bersentuhan langsung dengan kulit. Dengan begitu, resiko terkena iritasi kulit pun lebih kecil.

Akan tetapi, tentunya hasil pemangkasan dengan gunting tidak akan semaksimal mencukur. Anda perlu waktu yang lebih lama untuk memotong bulu sampai benar-benar pendek dan rapi.

Berbeda dengan cara mencukur, ketika akan menggunting, pastikan bulu Anda berada dalam keadaan kering. Lalu, gunting secara perlahan, satu per satu dengan gumpalan kecil. 

Setelah selesai, cuci gunting dan pastikan gunting dalam keadaan kering sebelum disimpan.

  • Krim penghilang bulu

Jika Anda tidak ingin melakukan usaha ekstra dengan mencukur dan menggunting, Anda bisa juga memanfaatkan krim penghilang bulu. Krim ini umumnya mengandung bahan kimia yang bekerja dengan memecah protein bulu, sehingga melemahkan pangkal bulu.

Saat pangkal bulu menjadi lemah, bulu menjadi lebih mudah rontok bahkan hanya dengan menyekanya saja. 

Dibandingkan dengan mencukur dan menggunting, hasil dari krim penghilang bulu cenderung lebih tahan lama. Penggunaanya serupa dengan waxing, tapi penggunaan krim ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun, bagi sebagian orang, menggunakan krim penghilang bulu mungkin beresiko menimbulkan reaksi alergi. Karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa krim yang digunakan tidak mengandung bahan-bahan yang menjadi pemicu alergi untuk Anda. 

  • Waxing

Cara menghilangkan bulu kemaluan dengan waxing rentan menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi, cara ini adalah cara yang paling efektif untuk mengangkat semua bulu dan membawa hasil yang lebih tahan lama.

Bila Anda mempelajari cara-caranya, waxing sebenarnya bisa saja dilakukan di rumah. Tapi, akan lebih baik lagi kalau Anda menggunakan bantuan dari ahlinya untuk melakukan metode ini.

Bagi pemilik kulit sensitif, waxing bisa menyebabkan iritasi dan infeksi kulit. Karena itu, sebaiknya hati-hati saat akan menghilangkan bulu kemaluan dengan metode ini sendiri di rumah. 

Bagi ibu hamil, itulah beberapa cara menghilangkan bulu kemaluan yang bisa Anda coba. Langkah-langkah di atas bisa dilakukan di rumah tanpa harus melalui perawatan profesional dari rumah sakit.

Cara Mengejan yang Benar Bikin Melahirkan Lebih Lancar, Lho!

Bagi ibu hamil, penting memahami bahwa ketika melahirkan bayi terdapat dua metode yang bisa dilakukan. Pertama melalui vagina dengan proses melahirkan secara normal. Kedua menggunakan metode operasi caesar dengan dilakukan pembedahan pada bagian perut. Untuk proses melahirkan melalui vagina, Anda perlu mengejan guna mendorong bayi agar bisa keluar dari perut. Proses mengejan ini membutuhkan teknik khusus. Jika salah dan tidak benar, proses melahirkan dapat terhambat bahkan bisa membahayakan keselamatan bayi dan ibu. 

cara mengejan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan

Sebelum melahirkan, Anda sebaiknya memahami bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika nantinya mengejan saat proses persalinan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

  1. Ikuti aba-aba dari dokter untuk mengejan.Hal tersebut penting sebab dokter tentu memahami betul waktu yang tepat untuk mulai mengejan dilihat dari pembukaan lahiran yang sudah mencapai 10cm. 
  2. Jika dalam keadaan darurat dan tidak ada dokter yang membantu, Anda perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk mengejan. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Anda perlu mengejan ketika bukaan sudah lengka. Salah satu tanda Anda siap mengejan adalah adanya kontraksi rahim yang berlangsung kurang lebih 45-90 detik. 
  3. Pastikan posisi Anda nyaman ketika mengejan. Terdapat beberapa pilihan posisi seperti bertumpu pada tangan dan lutut, berbaring menyamping dengan salah satu kaki diangkat, dan berjongkok. Posisi manapun yang dipilih, Anda harus meletakkan dagu di dada dan tarik punggung ke arah depan agar rahim dan otot perut terbantu ketika mendorong bayi keluar. 
  4. Ketika proses melahirkan berlangsung, Anda memang perlu menerapkan teknik mengejan yang telah dipelajari. Meski demikian, mengikuti insting tubuh tetap penting dilakukan. Jika Anda merasa perlu berhenti sejenak untuk mengejan, lakukan saja agar tubuh tidak kehabisan tenaga. 
  5. Untuk durasi mengejan, Anda tidak harus melakukannya dari awal kontraksi hingga bayi keluar. Proses melahirkan masing-masing orang akan berbeda, sehingga lama waktu mengejan pun perlu disesuaikan. Bagi yang baru pertama kali melahirkan, umumnya waktu yang dibutuhkan untuk mengejan sekitar 1-2 jam. Jika bayi mengalami posisi posterior biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk mengejan. 
  6. Gunakan teknik pernapasan yang benar ketika mengejan. Untuk teknik pernapasan akan dibahas lebih lanjut setelah ini. 

Teknik pernapasan ketika mengejan 

Teknik pernapasan ketika mengejan menjadi salah satu kunci utama ketika melahirkan. Apabila Anda bernapas dengan sembarangan, maka proses mengejan akan semakin sulit dan membuang banyak tenaga secara percuma. Berikut teknik pernapasan yang dapat Anda pelajari. 

  1. Buka mulut dan buat tenggorokan hingga rahang rileks. 
  2. Hindari berteriak sebab dapat membuat Anda kehabisan tenaga. 
  3. Saat mengejan, letakkan tangan di atas perut untuk melemaskan perineum. 
  4. Hindari membuang napas lewat mulut. Bernapaslah menggunakan hidung secara perlahan.  
  5. Mengeluarkan suara seperti “ah” dan “o” disarankan sebab dapat membantu mengeluarkan napas membuat tubuh rileks. 
  6. Meski menahan napas seringkali memudahkan ketika mengejan, sebaiknya hindari melakukan hal tersebut terlalu lama. Bernapas secara teratur menjadi penting ketika melahirkan sebab ibu dan bayi membutuhkan aliran oksigen yang tetap terjaga. 

Cara mengejan yang benar

Setelah mengetahui teknik pernapasan serta hal lain yang perlu diperhatikan ketika melahirkan, kini saatnya Anda memahami cara mengejan yang benar. Berikut langkah-langkah mudah yang bisa Anda ikuti. 

  1. Baringkan tubuh kemudian tekuk kedua kaki sambil dibuka lebar.
  2. Posisi kepala sebaiknya agak bangun. Anda dapat mengangkat sedikit bagian punggung. 
  3. Selipkan dagu ke dada.
  4. Usahakan untuk membuat rileks area dasar panggul agar area perineum seolah menonjol keluar.
  5. Tarik napas dalam dan dorong tubuh untuk mulai mengejan. Lakukan 3-4 kali setiap kali kontraksi muncul.
  6. Saat kontrasi berakhir, kurangi mengejan agar bayi tidak kembali bergerak masuk. 

Selama Anda mempelajari dengan seksama cara mengejan untuk melahirkan maka tidak perlu merasa resah dan khawatir. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ mengenai latihan mengejan sebelum melahirkan. Meski sudah pernah melahirkan sebelumnya, berkonsultasi pada dokter tentang cara mengejan yang benar tetap diperlukan. Hal itu disebabkan kondisi tubuh akan selalu berubah ketika kehamilan terjadi.

Penyebab Gangguan Pendengaran Tuna Rungu dan Cara Mengatasinya

Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran dapat disebut tuna rungu ataupun tuli. Meski pun keduanya sama-sama populer dan sering digunakan, namun ternyata memiliki perbedaan secara penggunaan istilah. Tuna rungu dianggap lebih halus dan sopan untuk digunakan dalam tatanan sosial budaya dan dijadikan penyebutan dalam dunia medis. Sedangkan istilah tuli dianggap lebih kasar. Meski demikian, anggota komunitas Tuli lebih memilih disebut Tuli daripada tuna rungu. Mengapa demikian? Mereka beranggapan bahwa sapaan Tuli menunjukkan kelompok masyarakat yang memiliki identitas soial, bahasa ibu, dan budaya sendiri. Lalu, apa saja jenis dan penyebab gangguan pendengaran? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Jenis dan penyebab gangguan pendengaran

Tuna rungu memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari segi medis. Ketiganya berbeda dari segi penyebab. Penting untuk mengetahui dengan jelas penyebab tuna rungu pada seseorang sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

  • Gangguan pendengaran sensorineural (SNHL)

Gangguan pendengaran sensorineural(SNHL) menjadi penyebab 90% tuna rungu pada orang dewasa. Gangguan SNHL terjadi karena struktur bagian dalam mengalami kerusakan. Selain itu, SNHL juga bisa terjadi karena kerusakan syaraf pendengaran.

  • Gangguan pendengaran konduktif

Gangguan pendengaran konduktif adalah salah satu yang dapat menyebabkan seseorang menjadi tuna rungu. Penyebabnya yaitu adanya masalah pada gendang telinga, osikel, atau saluran telinga. Gangguan ini menyebabkan suara tidak dapat masuk pada telinga bagian dalam.

  • Gangguan pendengaran campuran

Gangguan pendengaran campuran tergolong paling rumit ditangani dibandingkan yang lainnya. Hal itu dikarenakan gangguan pendengaran campuran merupakan kombinasi gangguan SNHL dan gangguan kognitif. Kemampuan mendengar orang yang mengalami hal ini akan sangat buruk.

Cara mengatasi gangguan pendengaran

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi gangguan pendengaran yang dialami oleh seseorang. Tuna rungu pada setiap orang bisa berbeda-beda sehingga penanganannya pun akan disesuaikan. Berikut ini merupakan 3 cara mengatasi gangguan pendengaran yang sering digunakan.

  • Pemberian obat-obatan

Pemberian obat khusus dapat membantu mengatasi tuna rungu pada seseorang. Obat yang diberikan akan disesuaikan. Untuk penyakit Meniere, kombinasi obat tertentu akan diberikan beserta saran untuk melakukan diet rendah sodium dan natrium. Jika mengalami infeksi telinga kronis, Anda mungkin terbantu dengan obat antijamu dan antibiotik. Virus juga dapat membuat tuna rungu secara mendadak sehingga seringkali ditangani menggunakan obat kortikosteroid.

  • Pemakaian alat bantu dengar

Cara lain untuk mengatasi tuna rungu yaitu dengan memakai alat bantu dengar. Jenis alat bantu dengar bermacam-macam seperti jenis konvensional, alat bantu dengar dengan konduksi tulang, dan alat bantu dengan dengan implan koklea. Pemilihan alat bantu dengar akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

  • Operasi atau pembedahan

Selain obat dan alat bantu, operasi juga termasuk cara untuk mengatasi gangguan pendengaran. Tindakan pembedahan dilakukan jika berbagai obat tidak dapat mengatasi gangguan pendengaran yang dialami oleh seseorang. Beberapa jenis tuna rungu yang diatasi dengan operasi yaitu karena tumor jinak, trauma kepala penyebab kompartemen telinga pecah, serta tidak adanya saluran telinga tengah.  

Untuk dapat berkomunikasi dengan para tuna rungu, Anda dapat menggunakan bahasa isyarat. Sama seperti bahasa verbal, bahasa isyarat pun memiliki ragam jenis sesuai dengan daerah masing-masing. Komunitas Tuli di Indonesia menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sebagai bahasa utama. Untuk tuna rungu di Inggris, mereka menggunakan British Sign Language (BSL). Sedangkan di Amerika, terdapat Sign Language (ASL) yang digunakan tuna rungu Amerika Serikat. Semua bahasa isyarat tersebut dapat Anda pelajari, meski Anda bukan seorang tuna rungu.

10 Penyebab Napas Terasa Berat, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Napas terasa berat biasanya terjadi ketika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat dan butuh banyak tenaga. Mislanya ketika Anda selesai berolahraga berat. 

napas terasa berat

Akan tetapi jika napas terasa berat tanpa melakukan aktivitas apapun, tentu Anda harus khawatir dan waspada. Karena mungkin saja kondisi ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang ditakutkan bisa mengancam kesehatan Anda.

Berbagai Penyebab Napas Terasa Berat 

Napas terasa berat terjadi saat oksigen yang masuk ke tubuh sedikit atau ketika tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak. Sehingga frekuensi pernapasan meningkat sebab tubuh harus bekerja keras untuk mencukupi oksigen yang diperlukan. Hal ini akan membuat napas Anda berat dibanding biasanya.

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan napos Anda menjadi berat.

  1. Asma

Penyakit asma memang membuat pernapasan seseorang menjadi berat akibat saluran di paru-paru meradang dan bengkak. Kondisi medis kronis ini tidak hanya membuat napas berat, tetapi juga membuat penderitanya batuk, sesak di dada, sesak napas, hingga mengi. 

  1. Demam

Saat demam, suhu tubuh meningkat dan butuh oksigen lebih banyak untuk menurunkan suhu badan. Orang yang mengalami demam juga akan sulit bernapas saat akan melakukan aktivitas fisik. Sangat disarankan ketika seseorang demam untuk beristirahat hingga benar-benar pulih.

Namun, jika kondisi napas berat dan disertai dengan pusing dan kebingungan, maka segeralh mendatangi dokter.

  1. Infeksi

Napas terasa berat juga biasanya disebabkan oleh infeksi seperti sinus, flu, pilek, pneumonia, dan bronkitis. Untuk infeksi ringan seperti pilek biasanya bisa sembuh sendiri. Namun, infeksi serius seperti bronkitis hingga pneumonia, harusnya ditangani segera oleh dokter agar tidak muncul komplikasi yang berbahaya.

  1. Dehidrasi

Tubuh yang dehidrasi biasanya juga mengalami napas berat karena tubuh tidak bisa menyuplai energi ke sel-sel tubuh. Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh, tetapi juga bisa disebabkan oleh paparan cuaca yang terlalu panas atau kebanyakan minum kopi atau alkohol.

  1. Reaksi Alergi

Reaksi alergii yang umumnya terjadi adalah ruam kulit, bersin-bersin, mual, diare, hingga hidung tersumbat. Reaksi alergi disebut dengan anafilaksis perlu diwaspadai karena menyebabkan mulut dan tenggorokan membengkak dan napas pun jadi berat.

  1. Obesitas

Berat tubuh yang berlebih membuat berbagai organ dalam tubuh bekerja keras, termasuk juga paru-paru. Hal ini akan membuat napas lebih berat bahkan bisa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik.

  1. Gangguan Cemas

Gangguan cemas dan penyakit mental lain juga dapat membuat seseorang mengalami napas berat. Kondisi napas berat ini semakin meningkatkan kecemasan yang dirasakan sehingga semakin membahayakan pula.

Penderita gangguan kecemasan sebaiknya menenangkan diri dan tidak buru-buru panik, mencari tempat sepi, dan tarik napas dalam-dalam. Mintalah bantuan medis jika pernapasan tidak kunjung normal setelah melakukan beberapa cara tersebut.

  1. Gagal Jantung

Ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal, biasanya merupakan ciri-ciri gagal jantung. Orang yang mengalami gagal jantung biasanya akan mengalami napas berat akibat adanya penumpukan di pembuluh darah dan bocornya cairan ke paru-paru.

  1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK merupakan kelompok penyakit paru-paru yang bisa membuat pernapasan penderitanya menjadi berat. Biasanya PPOK ini disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok. 

  1. Kanker Paru-paru

Salah satu gejala kanker paru-paru adalah napas terasa berat. Selain susah bernapas, gejala lain dari kanker paru-paru adalah nyeri dada, batuk (bahkan mengeluarkan darah saat batuk), suara serak, hingga produksi dahak meningkat.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal, Coba Metode Berikut!

Banyak sekali orang yang memiliki permasalahan dengan berat badan. Baik yang kurus maupun yang memiliki berat badan berlebih. Hal ini juga lah yang membuat beberapa orang tersebut sering salah adalah menghitung berat badan mereka. 

berat badan ideal

Cara penghitungan berat badan yang salah akan berakibat terhadap hasil berat badan ideal yang harus Anda miliki. Lalu bagaimanakah cara menghitung berat badan ideal? Sebelum mengetahui cara menghitung berat badan yang ideal, perlu Anda ketahui bahwa tidak ada satupun berat badan ideal untuk setiap orang. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi berat badan ideal pada tiap orang. 

Hal ini termasuk karena usia, rasio otot lemak, tinggi badan, jenis kelamin, dan distribusi lemak tubuh ataupun bentuk tubuh orang tersebut. Memiliki berat badan berlebih dapat mempengaruhi risiko kesehatan seseorang, misalnya saja seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan masalah kardiovaskular lainnya. 

Cara menghitung berat badan ideal 

Metode 1: Indeks Massa Tubuh 

Indeks massa tubuh atau yang biasa disebut dengan body mass index (BMI) adalah alat umum untuk mengukur berat badan ideal seseorang. Cara mengukur berat badan ideal dengan metode BMI ini adalah dengan mengaitkan antara berat badan dan tinggi badan seseorang. 

Mudahnya adalah dengan membagi berat badan seseorang dalam satuan kilogram (kg) dengan tinggi badan seseorang dalam satuan meter kuadrat (m2). Misalnya saja, seseorang dengan tinggi badan 160 cm (1,60 m) memililiki berat 70 kg, maka indeks masa tubuh atau BMI orang tersebut adalah:

BMI: 70 kg/ 2,56 = 23,4. 

Kalikan tinggi badan dengan kuadrat (1,60 x 1,60)= 2,56

Jadi hasil BMI 23,4 jika dilihat berdasarkan standar berat badan ideal menurut world health organization (WHO) termasuk dalam kategori normal. Berikut beberapa standar berat badan ideal menurut WHO dan National Institute of Health (NIH):

Kurus: <18,5 (BMI)

Normal: 18,5-24,9 (BMI)

Kelebihan berat badan: 25-29,9 (BMI)

Obesitas: >30 (BMI)

Meskipun alat ukur dengan metode BMI ini sering kali digunakan untuk mengukur berat badan ideal seseorang, namun tetap saja BMI merupakan alat ukur yang sederhana. Pasalnya tidak memperhitungkan faktor-faktor sebagai berikut:

  • Ukuran pinggang atau pinggul
  • Proporsi atau distribusi lemak
  • Proporsi massa otot

BMI terkadang dapat memberikan gambaran kasar tentang sehat atau tidaknya berat badan seseorang, dan beguna untuk mengukur sebuah tren dalam penelitian populasi. Namun, hal ini tentu bukanlah menjadi satu-satunya ukutan bagi seseorang untuk menilai apakah berat badan mereka ideal atau tidak. 

Metode 2: Waist to Hip Ratio (WHR)

Metode WHR atau pengukuran pinggang ke pinggul adalah untuk membandingan ukuran pinggang seseorang dengan pinggulnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak lemak tubh di sekitar bagian tengah dan bisa mengembangkan penyakit kardiovaskular (CVC) dan diabetes. 

Semakin tinggi ukuran pinggang seseorang, maka semakin besar pula risiko yang muncul. Untuk alasan tersebut, WHR adalah alat yang berguna untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat dan ukuran yang sehat. 

Ukuran rasio pinggang-pinggul (WHR) Anda

  1. Ukuran lingkar pinggang pada bagian tersempit, biasanya tepat di atas pusar.
  2. Bagilah ukuran ini dengan ukuran di sekitar pinggul Anda pada bagian pinggul yang paling lebar. 

Jadi, jika ukuran pinggang Anda 28 inci dan pinggul 36 inci, bagi ukuran tersebut 28:36= 0,77.

Artinya, pengaruh WHR terhadap risiko penyakit kardiovaskular (CVD) berbeda untuk pria dan wanita, karena mereka cenderung memiliki bentuk tubuh yang berbeda. 

Pada pria:

  • Di bawah 0,9: risiko masalah kesehatan kardiovaskular rendah
  • Dari 0,9 hingga 0,99: risiko sedang
  • Pada 1,0 atau lebih: risiko tinggi

Pada wanita:

  • Di bawah 0,8: risiko rendah
  • Dari 0,8 hingga 0,89: risiko sedang
  • Di 0,9 atau lebih: risiko tinggi

Namun, angka-angka tersebut dapat berbeda, tergantung pada sumber dan populasi tempat angka tersebut berlaku. WHR dapat menjadi prediktor yang lebih baik untuk serangan jantung dan risiko kesehatan lainnya daripada pada BMI, yang tidak mempertimbangkan distribusi lemak. 

Jadi cara menghitung berat badan ideal dapat Anda lakukan dengan dua cara tersebut, BMI dan WHR. Mungkin, dengan menggabungkan dua metode di atas bisa menjadi cara terbaik untuk mendapatkan ide yang akurat. 

Jadi, siapapun yang mengkhawatirkan berat badan, ukuran pinggang atau komposisi tubuhnya harus membicarakan hal tersebut dengan dokter atau ahli gizi Anda. Dengan begitu, dokter atau ahli gizi Anda akan memberikan saran tentang cara apa yang baik untuk Anda. 

Altitude Sickness

Altitude sickness merupakan gejala yang dialami penderita dimana mereka mendaki di tempat yang tinggi dengan terlalu cepat. Kondisi tersebut juga bisa dialami ketika penderita merasa tidak tahan di ketinggian tertentu.

Orang-orang bisa mengalami altitude sickness ketika mereka berada di ketinggian lebih dari 250 meter. Semakin cepat seseorang berada di ketinggian tertentu, semakin besar risiko gejala yang akan dialami.

Pada umumnya, altitude sickness dipengaruhi oleh kondisi tubuh seseorang dan medan pendakian yang dilewati. Jika medan yang dilewati seseorang tinggi, mereka akan membutuhkan energi lebih banyak untuk melewati permukaan tersebut.

Gejala

Altitude sickness juga dapat menimbulkan berbagai gejala, namun berbeda-beda bagi setiap orang. Gejala-gejala yang dialami penderita ditentukan oleh derajat beratnya medan yang dilewati. Berikut adalah informasi secara spesifik tentang derajat berat medan:

  1. Derajat ringan

Seseorang yang melewati derajat ringan bisa merasa lelah, pusing, sesak nafas, nafsu makan berkurang, badan tidak enak, dan kesulitan untuk tidur. Gejala-gejala tersebut bisa terjadi dalam 12 hingga 24 jam setelah seseorang mendaki di medan tersebut. Gejalanya juga akan berkurang dalam waktu yang sama karena tubuh mereka sudah semakin terbiasa terhadap hal tersebut.

  • Derajat sedang

Pada dasarnya, seseorang yang melewati derajat sedang akan mengalami gejala yang sama seperti derajat ringan. Namun, gejala yang dialami akan semakin memburuk. Hal tersebut juga akan membuat penderita kehilangan kondisi tubuh dan merasa sulit untuk berjalan. Proses pemulihan akibat gejala yang dialami bisa membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan derajat ringan.

  • Derajat berat

Seseorang yang melewati derajat berat akan mengalami gejala yang parah sehingga membutuhkan perawatan secepatnya. Gejala-gejala yang bisa dialami penderita adalah tubuh terasa sesak, tidak bisa berjalan, merasa bingung, batuk, kulit memucat, dan adanya cairan pada bagian paru dan otak.

Penyebab

Seseorang yang mengalami altitude sickness dipengaruhi oleh kondisi tubuh. Sebagian orang mungkin merasa kuat untuk mendaki, namun sebagian orang merasa lemah untuk melakukan hal tersebut.

Selain itu, mendaki terlalu cepat di suatu ketinggian dapat mempengaruhi kondisi mereka, apakah kondisinya akan memburuk atau tidak. Tubuh manusia membutuhkan waktu satu hingga tiga hari untuk beradaptasi di ketinggian tertentu.

Selain kondisi tubuh manusia dan kecepatan mendaki, altitude sickness juga dipengaruhi oleh aktivitas yang terlalu berat dalam waktu 24 jam pendakian, hipotermia, kurangnya asupan cairan pada tubuh, dan mengkonsumsi alkohol atau zat sedatif.

Diagnosis

Jika Anda mengalami altitude sickness, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda dengan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan dada (jika terdapat cairan di bagian paru) dan tanda-tanda vital.

Pengobatan

Untuk mengobati altitude sickness, Anda sebaiknya beristirahat sampai kondisi Anda pulih. Namun, jika kondisi yang Anda alami tergolong ringan seperti merasa lelah, Anda bisa melanjutkan pendakiannya, namun Anda perlu mendaki lebih pelan.

Selain itu, Anda juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih dan membawa obat untuk membantu menjaga kondisi tubuh. Anda sebaiknya tidak melakukan kebiasaan buruk dengan merokok, mengkonsumsi alkohol, atau mengkonsumsi zat sedatif.

Kesimpulan


Altitude sickness merupakan gangguan yang perlu diwaspadai, karena gangguan tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, baik ringan maupun berat. Oleh karena itu, jika Anda ingin melakukan pendakian, pastikan Anda menjaga kondisi Anda dan bawa perlengkapan sesuai kebutuhan, terutama yang dapat membantu mengobati gejala yang bisa Anda alami.

4 Alasan Labu Siam Bisa Turunkan Berat Badan

Termasuk merupakan salah satu buah-buahan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia, labu siam dengan rasa manisnya ini memiliki nama latin Sechium edule.  Kalori labu siam membuah jenis buah-buahan ini kerap dijadikan masakan seperti sayur asam, gado-gado hingga ketupat sayur, mengonsumsinya dengan dikukus atau direbus bisa menurunkan kolesterol dan berat badan.

kalori labu siam

Labu siam memiliki kandungan mineral yang penting bagi tubuh, seperti protein, vitamin B6, asam folat, vitamin C, vitamin K, vitamin E, sodium, kalsium, zat besi dan magnesium. Sementara itu, lemak yang terdapat pada labu siam juga tergolong sebagai lemak baik dan tidak memiliki kolesterol jahat atau LDL.

Alasan Diet dengan Labu Siam

  1. Kaya Akan Serat

Diet tinggi serat efektif membantu konstipasi sekaligus dengan menyehatkan usus lewat alur pembuangan yang normal dengan rendah kalori labu siam. Satu buah labu siam mengandung 3,5 gram serat dan mampu memberi 14 persen kebutuhan serat seseorang sekitar 25 gram. Serat juga membantu mengontrol kadar gula darah, sangat disarankan bagi penderita diabetes.

  • Memberi Hidrasi

Disebut juga dengan tanaman jipang hanya memiliki 38,6 kalori dan 0,1 gram lemak, meski rendah kalori seseorang akan tetap merasa kenyang dalam jangka waktu cukup panjang karena kandungan air dan serat yang dmilikinya. Cara mengonsumsi labu siam juga cukup mudah, bisa dibuat camilan dengan tujuan mempertahankan rasa.

Labu siam yang dijadikan camilan tidak akan mengurangi kebutuhan tubuh aakn asupan kalori harian. Selain dikonsumsi dengan menjadikannya sebagai camilan, labu siam memiliki tekstur yang lembut sehingga mampi ditempatkan sebagai bagian dari salad atau sekadar tambahan saja.

  • Sebagai Antioksidan

Labu siam merupakan sumber folat dan vitamin C yang tinggi, kandungan ini membuat labu siam mampu berkontribusi 189 mikrogram folat untuk diet. Jumlah ini diprediksi mampu memenuhi sebanyak 50 persen kebutuhan yang direkomendasikan untuk kesehatan tubuh. Selain itu, vitamin C menjadi antioksidan penting yang membantu tubuh melawan radikal bebas.

  • Mundukung Fungsi Saraf dan Otot

Labu siam mengandung zing, magnesium, kalsium fosfor dan kalium, zinc yang disumbangkan sekiyar 1 miligram atau setara untuk memenuhi tujuh persen kebutuhan harian. Zinc memiliki fungsi yang cukup penting, yakni sebagai penyembuh luka. Sementara kalsium dan magnesium mampu memperkuat tulang serta potasium untuk fungsi saraf dan otot.

Labu siam baik dikonsumsi untuk anak-anak maupun orang dewasa hingga lanjutusia, akan sangat disayangkan jika banyak manfaat bagi kesehatan tubuh yang dlewatkan begitu saja. Salah satunya yakni membantu menurunkan tekanan darah di dalam tubuh.

Buah ini memiliki efek diuretik ditambah sifat antioksidan yang memiliki peran penting dalam penurunan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Selain itu, buah ini juga mengandung magnesium dalam jumlah cukup tinggi, hal inilah yang membuat labu siam sangat baik untuk pengidap hipertensi.

Meski memiliki rasa manis, rendah kalori labu siam dan kandungan lemaknya bisa mengurangi penimbunan lemak di dalam tbuh. Selain kaya akan serat, seperti yang telah dijelaskan di atas jika labu siam mampu memberi efek mengenyangkan perut.

Diet yang dilakukan tentu membuat energi dalam tubuh juga semakin cepat habis, hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena labu siam mampu menjadi penambah stamina tuuh. Hal ini didapat dari kandungan senyawa elektrolit di dalam buah ini dan tersedia cukup besar. Eelektrolit ini ditemukan dalam bentuk potasium maupun kalium.

Cara Membuat Aloe Vera Gel, Mudah dan Praktis!

Cara Membuat Aloe Vera Gel, Mudah dan Praktis!

Dunia kecantikan belakangan ini sedang ramai diserbu berbagai produk berbahan dasar aloe vera gel atau gel lidah buaya. Macam-macam khasiat yang ditawarkan membuat bahan satu ini diminati banyak orang. Tak harus membeli produk skincare untuk menikmati manfaatnya, Anda juga bisa membuat sendiri di rumah secara mudah dan praktis. 

Cara pembuatan

Sebelum membuat aloe vera gel, perhatikan kualitas aloe vera yang akan digunakan. Anda bisa membeli di supermarket atau memanen dari pekarangan sendiri. Aloe vera yang berkualitas memiliki umur panen sekitar 3-4 tahun, tidak rusak, serta tidak terjangkit penyakit atau jamur. Jika tidak akan digunakan langsung, simpan aloe vera ke dalam suhu kulkas untuk menjaga kesegarannya. Selanjutnya, bahan-bahan yang harus disiapkan:

  • Daun aloe vera
  • Pisau 
  • Sendok kecil
  • Blender
  • Wadah tertutup
  • Bubuk vitamin C atau vitamin E (jika ada)

Bubuk vitamin C atau vitamin E digunakan sebagai pengawet untuk memperpanjang masa simpan. Langkah-langkah berikutnya yang harus dilakukan:

  • Bersihkan aloe vera dan diamkan aloe vera dalam keadaan berdiri selama 10-15 menit untuk menghilangkan getah
  • Cuci kembali aloe vera setelah didiamkan, gunakan sarung tangan latex karena getah memiliki sifat iritan
  • Keringkan aloe vera menggunakan tisu atau kain dan buang kulit luar aloe vera menggunakan pisau
  • Ambil aloe vera gel menggunakan sendok kecil dan pastikan kulit aloe vera tidak ikut terkelupas
  • Blender beberapa detik sampai berbusa dan mencair
  • Aloe vera gel siap digunakan

Cara penyimpanan

Aloe vera gel terdiri dari bahan-bahan aktif seperti vitamin dan enzim sehingga kandungannya berpotensi berkurang atau hilang jika tidak disimpan dengan cara yang tepat. Aloe vera gel sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup berwarna gelap agar menghindari terurainya bahan-bahan aktif tersebut. Wadah berbahan kaca lebih dianjurkan karena meminimalisir reaksi antara produk aloe vera gel dengan material wadah. 

Aloe vera dapat bertahan di wadah tertutup selama 1 minggu. Jika dimasukkan ke dalam refrigerator bisa bertahan selama 2 bulan, sementara jika dimasukkan dalam freezer maksimal selama 6 bulan. Namun, akan lebih baik jika setelah pembuatan aloe vera gel, produk tersebut langsung digunakan.

Apakah boleh mengonsumsi aloe vera gel?

Selama ini aloe vera gel hanya terkenal dimanfaatkan sebagai bentuk perawatan luar saja. Namun, ternyata aloe vera gel juga memiliki berbagai bentuk olahan untuk dikonsumsi. 

Menurut studi, terdapat perbedaan pendapat mengenai keamanan aloe vera gel untuk dikonsumsi. Beberapa penemuan membuktikan bahwa aloe vera gel tidak untuk dikonsumsi karena mengandung bahan berbahaya yang berasal dari getah aloe vera, yaitu aloin. Senyawa ini bisa menyebabkan kerusakan DNA dan menyebabkan kanker. 

Di sisi lain, aloe vera gel dinyatakan boleh dikonsumsi karena mengandung anthraquinones yang dinilai memberikan manfaat bagi tubuh. Konsumsi aloe vere gel diperbolehkan dengan syarat sesuai dengan dosis minimal, meskipun sampai saat ini belum ada ketentuan mengenai dosis tersebut. 

Aloe vera gel bisa digunakan secara topikal atau eksternal karena terbukti memiliki khasiat untuk tubuh. Jarang ditemukan kejadian yang menunjukkan reaksi alergi atau bahaya akibat interaksi dengan obat lainnya. 

Meskipun aloe vera memiliki banyak manfaat, mudah, dan praktis saat membuatnya bukan berarti saat diaplikasikan, aloe vera memiliki efek yang sama untuk masing-masing individu. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi setiap orang dan tepat atau tidaknya cara pembuatan serta penyimpanannya.