Atasi Luka Dengan Rivanol

Luka sayatan, cakaran, atau gigitan hewan perlu mendapatkan pembersihan menyeluruh menggunakan air hangat untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi dan jaringan parut serta mempercepat pemulihan. Anda bisa melakukan hal ini untuk jenis luka ringan.

Anda perlu menghentikan pendarahan, membersihkan luka, dan menggunakan perban pada luka. Anda juga bisa menggunakan rivanol, yang mana merupakan cairan antiseptik yang efektif membersihkan luka dari kotoran, kuman, dan bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi dan komplikasi berbahaya. 

Jika luka bersifat ringan dan Anda bisa mengatasinya sendiri di rumah, pastikan untuk membersihkan luka dengan air mengalir selama 5 hingga 10 menit. Pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air, dan bersihkan luka dari kotoran dan benda asing seperti pasir atau tanah menggunakan pinset yang telah disterilkan. Jangan menekan pinset terlalu dalam ke arah luka. Untuk menghindari terjadinya infeksi akibat bakteri dan kuman pada kulit, Anda bisa menggunakan pembersih antiseptik seperti rivanol. Anda juga perlu menutupnya menggunakan perban untuk mencegah luka kotor atau iritasi. 

Pencegahan infeksi pada luka

Membersihkan dan melindungi luka dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi. Anda bisa menggunakan cairan antiseptik seperti rivanol untuk membersihkan luka. Selain itu, setelah terjadi luka sayatan atau goresan ringan, Anda perlu:

  • Basuh luka secepatnya menggunakan air bersih mengalir selama beberapa menit. Kemudian, bersihkan daerah di sekitar luka menggunakan air hangat bersabun. Jika tidak memungkinkan untuk membersihkan luka menggunakan air bersih, bersihkan menggunakan tisu beralkohol. 
  • Biarkan luka kering terkena udara
  • Gunakan antiseptik seperti rivanol pada luka
  • Dan lindungi luka menggunakan perban

Mereka yang memiliki luka berukuran besar dan terjadi pendarahan berlebih membutuhkan perawatan medis. Tenaga medis profesional dapat mengobati cidera atau luka untuk mecegah infeksi dan komplikasi lainnya. Orang-orang yang terkena gigitan hewan atau luka akibat benda berkarat dan kotor memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita tetanus, dan perlu mendapatkan bantuan medis secepatnya. Tenaga medis profesional dapat membersihkan luka dan memberi pasien suntikan untuk melindunginya dari infeksi tetanus apabila dibutuhkan. Tetanus adalah sebuah kondisi yang berpotensi mengancam nyawa yang terjadi ketika bakteri tertentu masuk ke dalam tubuh dan melepaskan racun yang memengaruhi saraf. Gejala tetanus meliputi kejang otot yang menyakitkan, rahang mengunci, dan demam. 

Luka gores, luka sayatan, dan kulit yang rusak karena sebab apapun dapat terinfeksi ketika bakteri masuk ke dalam luka dan mulai berkembang biak. Bkateri dapat masuk dari kulti di sekitar luka, lingkungan eksternal, dan benda yang menyebabkan cidera. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melindungi luka menggunakan perban untuk mengurangi risiko infeksi. Risiko infeksi luka lebih tinggi apabila luka berukuran besar dan dalam, partikel asing atau kotoran masuk ke dalam luka, penyebab luka adalah gigitan dari hewan atau orang lain, serta penyebab luka adalah cidera yang melibatkan benda terkontaminasi, benda berkarat, dan benda yang kotor. Kondisi kesehatan tertentu dan faktor yang berhubungan dengan lingkungan juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Adapun kondisi medis tersebut di antaranya adalah diabetes, sirkulasi udara yang buruk, sistem kekebalan tubuh yang melemah (misalnya orang-orang yang menderita HIV atau mereka yang minum obat penekan imun), kurangnya aktivitas (misalnya orang yang menghabiskan waktu mereka di tempat tidur), orang lanjut usia, dan mereka yang menderita defisiensi vitamin dan nutrisi. Untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi, gunakan rivanol setiap kali Anda terluka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *