Apa Saja Penyebab Eritema Multiformus yag Harus Diketahui?

Penderita eritema multiformus mengalami gejala utama berupa ruam di bagian tubuh terutama lengan dan kaki berbentuk lingkaran merah di bawah kulit atau sering disebut bull’s eye pattern. Gejala tersebut merupakan reaksi imun yang dipicu oleh infeksi atau pengobatan tertentu.

eritema multiformis

Penyakit ini memiliki kemungkinan menyerang anak-anak dengan kasus sebesar 20%, akan tetapi mereka yang berusia 20-30 tahun lebih sering terjangkit. Pria berpotensi lebih besar darpada wanita. Berikut ini merupakan beberapa penyebab eritema multiformis: 

  1. Virus herpes simpleks

Sebanyak 70% penderita eritema multiformis disebabkan herpes simpleks sehingga menjadi penyebab utama, baik virus herpes simpleks (HSV) 1 maupun virus herpes simpleks (HSV) 2. HSV 1 umumnya ditandai dengan lepuhan luka kecil di bagian mulut dan wajah, sedangkan HSV 2 umumnya tumbuh di bagian alat kelamin.  

Herpes simpleks biasanya terjadi selama 7-10 hari sebelum berkembangnya eritema multiformis, meskipun eritema multiformis juga bisa muncul tanpa diawali gejala herpes. Virus herpes simpleks biasanya berada di dalam tubuh dalam bentuk non aktif, namun seiring berjalannya waktu dapat menjadi aktif dan menimbulkan luka. 

Anda perlu waspada dengan penderita herpes simpleks karena dapat menular secara langsung. Anak-anak lebih mudah terkena penyakit ini akibat tertular dari orang dewasa.  

  1. Pneumonia mycoplasma

Bakteri ini menyerang saluran pernapasan sehingga menyebabkan infeksi yang ditandai dengan tenggorokan sakit, kelelahan, demam, batuk tidak kunjung sembuh, sakit kepala, sakit dada, dan napas pendek. Sebesar 2-10% kasus eritema multiformis disebabkan oleh bakteri pneumonia mycoplasma. Apabila dokter telah mendiagnosis eritema multiformis karena pneumonia mycoplasma, maka dokter akan mengobati infeksi pneumonia mycoplasma terlebih dahulu. 

Berdasarkan Canadian Medical Association Journal, tes pneumonia mycoplasma yang menyebabkan eritema multiformis dilakukan dengan cara tes swab bagian nasofaring. Jika terbukti positif, maka dokter akan memberikan azitromicin untuk mengatasi batuk dan rasa rtidak nyaman serta prednison. Luka akan sembuh setelah 9 hari pengobatan. Hal ini tentunya dilakukan di bawah pengawasan dokter.  

  1. Penyakit infeksi lainnya

Beberapa penyakit infeksi karena virus selain herpes simpleks juga bisa menyebabkan eritema multiformis, diantaranya:

  • Adenovirus
  • Influenza
  • Epstein-Barr atau virus herpesn jenis lain
  • Virus Coxsackie yang ditandai munculnya bintil-bintil berair
  • Parvovirus
  • HIV

Tak hanya itu, infeksi bakteri TBC dan streptococcus juga mampu menyebabkan eritema multiformis 

  1. Penggunaan obat-obatan

Pada dasarnya eritema multiformis yang disebabkan kaerena obat-obatan sangat jarang terjadi. Berikut ini merupakan pengobatan tertentu yang berkaitan dengan penyakit tersebut:

  • Nonsteroidal anti-inflamatory drugs (NSAID’s)
  • Pengobatan yang berhubungan dengan antibakteri
  • Penisilin
  • Obat kejang
  • Obat anastesi
  • Barbiturat atau obat penenang sebelum operasi

Apabila setelah menggunakan salah satu obat di atas kemudian muncul efek samping berupa ruam bull’s eye, maka segera hubungi dokter. Sebaiknya Anda tidak menghentikan pengobatan sebelum mendapatkan instruksi dari dokter.  

Vaksin tetanus diphteria acellular pertusis (Tdap) atau hepatitis B juga berisiko mengakibatkan berkembangnya eritema multiformis. Meskipun hal ini jarang terjadi sehingga bukan alasan untuk tidak melakukan vaksin. Anda dapat berkomunikasi dengan dokter tentang efek samping vaksin yang akan diberikan. 

Biasanya dokter mendiagnosis eritema multiformis nelalui identifikasi fisik. Biopsi juga akan dilakukan dengan cara mengambil sampel kulir di area penyakit, mengirimkannya untuk diuji di laboratorium, dan dianalisis. Untuk mengetahui penyebab pasti eritema multiformis, dokter dapat melakukan rontgen.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *