Anak Suka Bicara Sendiri, Apakah Normal?

Pernahkah kamu melihat ada anak kecil atau balita yang sibuk bicara sendiri di rumah? Bila iya, tidak perlu takut dan cemas ya! Sebab, hal itu sangat normal terjadi. Hal itu karena berbicara sendiri juga merupakan bagian dari perkembangannya. 

Suka Bicara Sendiri Tidak Gila, Justru Tunjukkan Jiwa yang Sehat : Okezone  Lifestyle

Menurut ahli perkembangan, anak kerap berbicara sendiri untuk berimajinasi, mengekspresikan emosi dan fantasinya. Tidak hanya itu, bicara sendiri kerap dilakukan anak dalam rangka membimbing diri sendiri saat bermain atau ketika sedang berada di sekolah. Terkait hal ini, anak-anak yang sering bicara sendiri diketahui memiliki keterampilan bahasa ekspresif yang lebih tinggi.

Psikolog asal Rusia, Vygotsky, menemukan peran perkembangan kognitif dalam kegiatan bicara sendiri. Menurut pandangannya, bicara sendiri memungkinkan anak secara sadar mengarahkan proses berpikirnya. Periode ini merupakan transisi dari tahapan bicara sosial awal dan berbicara dalam hati menuju pada kemampuan untuk melakukan kontrol internal terhadap perilaku. Ia juga menilai kebiasaan anak bicara sendiri di awal usia sekolah.

Bukan hanya anak-anak, sebenarnya semua orang—termasuk orang dewasa, senang berbicara sendiri. Bedanya, menurut Arlene Eisenberg, penulis buku What to Expect The Toddler Years adalah, orang dewasa sudah belajar melakukannya di dalam hati, sehingga tidak ada orang lain yang mendengar.

”Berbicara sendiri itu sebenarnya adalah proses berpikir seseorang yang tercetus keluar dalam bentuk kata-kata,” kata Eisenberg.

Pada usia sekitar 2 tahun, batita baru saja belajar merumuskan pikirannya ke dalam bentuk kata-kata. Nah, upaya merumuskan ini akan terasa lebih mudah jika ia mengucapkannya dengan suara keras—persis seperti seseorang yang baru belajar membaca. Makanya, dalam tahapan ini, anak belum mampu membedakan antara proses berpikir di dalam hati dengan proses berpikir yang diungkapkan lewat kata-kata.

Kebiasaan berbicara sendiri juga terjadi karena didorong keinginan anak mempraktekkan kemampuan berbahasa yang belum lama ini baru ia kuasai. Bukan hanya itu, anak juga senang mendengar suaranya sendiri. Seiring dengan meningkatnya kemampuan berbahasa balita, ia akan semakin senang mendengarkan dirinya sendiri berbicara.

Lama-kelamaan, bersamaan dengan meningkatnya usia dan semakin terasanya kemampuan anak dalam berbicara, ia akan mulai lebih sering berpikir di dalam hati—meskipun kebiasaan berbicara sendiri masih akan terus bertahan sampai ia memasuki usia pra-sekolah atau bahkan lebih dari itu.

Sembari menanti anak memperbaiki kemampuannya berbicara di dalam hari, hindari mengkritik apalagi menghukum anak karena berbicara sendiri. Anggap saja ini adalah fase unik dalam kehidupan si kecil, yang pada suatu hari nanti akan kamu rindukan kehadirannya.

Selain itu berbicara sendiri berperan pada kemampuan regulasi diri, atau kemampuan anak untuk mengontrol perilakunya. Kebiasaan ini biasanya meningkat ketika anak mencoba menyelesaikan tugas atau problem solving yang sulit sendirian, tanpa bantuan orang dewasa. Mungkin anak yang sedang bingung mengatasi masalahnya memang harus mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, keras-keras!

Lantas, adakah hal yang harus dilakukan oleh orang tua terkait hal ini? Atau, bagaimana sebaiknya kita, sebagai orang tua, menyikapi anak yang suka bicara sendiri?

Dukung anak dengan memberikannya ruang. Bila anak suka bicara sendiri, para ahli perkembangan anak mengajurkan orang tua memberi anak banyak kesempatan untuk:

  • Melakukan permainan sendiri
  • Bermain bersama anak lain di taman bermain, atau mengundang satu atau dua orang teman main ke rumah
  • Bicara sendiri ketika bermain tanpa dikritik atau diejek
  • Membaca buku dengan kata-kata yang mengandung rima
  • Menunjuk kata pada buku cerita saat membacakannya
  • Menceritakan kembali kegiatannya seharian
  • Menceritakan urutan sebuah kejadian.

Demikian penjelasan mengenai anak suka bicara sendiri. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *