6 Fakta Menarik soal Fear of Abandonment

Tidak satu orang pun di dunia yang bahagia ketika mengalami kehilangan. Rasa sedih dan kecewa pasti terjadi ketika Anda harus berhadapan dengan kehilangan orang yang Anda sayangi. Namun, beberapa orang menanggapi kesedihan tersebut dengan perilaku yang ekstrem, yang dikenal dengan istilah fear abandonment.

Fear of abandonment merupakan ketakutan luar biasa yang ditunjukkan seseorang kepada isu kehilangan orang yang disayanginya. Umumnya, ketakutan yang melebihi normal ini terbentuk dari trauma masa lalu. Ketakutan tersebut menjadi tidak wajar karena orang yang terkena fear of abandonment akan mengaplikasikan ketakutannya ke dalam bentuk rasa tidak percaya kepada orang lain sampai berusaha mencelakakan diri sendiri jika situasi tidak berjalan sesuai keinginannya.

Masalah perilaku ini pun sudah lama dilirik sebagai penelitian kejiwaan. Banyak fakta akhirnya ditemukan mengenai fear pf abandonment ini. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang rasa takut kehilangan yang luar biasa tersebut.

  1. Bukan Masalah Psikologis

Perilaku ekstrem yang ditunjukkan oleh orang yang mengalami fear of abandonment dinyatakan bukan bagian dari masalah psikologis. Ketakutan kehilangan yang luar biasa ini hanya bentuk penyimpangan perilaku akibat trauma akan ketakutan yang pernah dialami sebelumnya.

  • Dipicu Perilaku Lain

Orang-orang yang mengalami fear of abandonment umumnya terpicu oleh masalah perilaku lainnya yang sudah terlebih dahulu ada. Avoidant personality disorderdanborderline personality disorder yang merupakan perilaku yang mengarah pada penarikan diri dari lingkungan sosial kerpa menjadi pemicu ketakutan kehilangan yang luar biasa.

  • Dimulai dari Balita

Usia anak-anak menjadi penentuan seseorang terkena fear of abandonment atau tidak. Pasalnya, kebanyakan gejala ketakutan luar biasa ini dimulai ketika usia seseorang masih 3 tahun alias balita. Banyak yang bisa memulihkan kondisinya sendiri secara natural, namun banyak pula yang masih menyimpan ketakutan luar biasa tersebut hingga dewasa. Orang-orang yang tidak mampu menanggalkan ketakutannnya hingga dewasa inilah yang akhirnya membentuk masalah perilaku yang cukup serius.

  • Bukan Hanya Kematian

Kehilangan yang amat ditakuti oleh orang-orang dengan fear of abandonment tidak hanya menyangkut soal kematian orang yang disayangi. Rasa takut yang luar biasa juga mengarah pada takut akan ditinggal pergi oleh orang-orang yang disayanginya tersebut. Bukan hanya soal fisik, rasa takut ditinggalkan oleh orang yang mengidap fear of abandonment juga menyangkut pelepasan secara emosional.

  • Berpengaruh ke Percintaan

Orang-orang dengan fear of abandonment cenderung memiliki hubungan percintaan yang tidak mulus. Rasa takut kehilangan yang berlebihan membuat orang dengan fear of abandonment berupaya terus menyenangkan pasangannya, walaupun terkadang menyakiti dirinya sendiri. Di sisi lain, tidak jarang orang-orang dengan rasa takut yang berlebih ini berubah menjadi sosok yang posesif guna menjaga pasangannya tetap berada di sisinya alias tidak pernah meninggalkannya. Faktanya upaya penjagaan yang berlebihan tersebut tak jarang membuat hubungan justru berakhir buruk.

  • Terapi Pasangan

Bisakah fear of abandonment dihilangan dari perilaku seseorang? Jawabannya jelas, bisa. Orang dengan ketakutan luar biasa ini bisa memutuskan untuk melakukan terapi dengan tenaga ahli kejiwaan untuk secara perlahan menghilangkan ketakutannya secara sedikit demi sedikit. Selain itu, ada sebuah fakta yang menarik bahwa terapi pasangan terhadap orang yang berperilaku fear of abandonment juga ampuh menjadi penyembuh. Di mana pasangan dari orang yang memiliki ketakutan kehilangan yang luar biasa secara konsisten meyakinkan orang tersebut bahwa akan selalu ada dia di sisinya.

Bagaimanapun ketakutan mesti dihadapi. Ketika fear of abandonment mulai menyerang Anda, meyakinkan diri sendiri bahwa Anda dicintai dan kehidupan memang memiliki siklus akhir kematian merupakan stimulasi yang baiknya terus Anda gaungkan dalam diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *