Ulasan Seputar Kesehatan

Mengenal Obat Levonorgestrel

Mengenal Obat Levonorgestrel

Levonorgestrel adalah progestin sintetis yang mirip dengan Progesteron yang digunakan dalam kontrasepsi dan terapi hormon. Obat ini digunakan oleh wanita untuk mencegah kehamilan setelah kegagalan pengendalian kelahiran seperti kondom rusak atau hubungan seks tanpa kondom. 

Obat levonorgestrel adalah kontrasepsi darurat dan tidak boleh digunakan sebagai bentuk kontrasepsi biasa. Karena obat ini adalah hormon progestin yang bekerja terutama dengan mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) selama siklus menstruasi Anda, hal itu juga yang membuat cairan vagina Anda lebih kental untuk membantu mencegah sperma mencapai sel telur (pembuahan) dan mengubah lapisan rahim untuk mencegah penempelan sel telur yang telah dibuahi.

Levonorgestrel bisa digunakan sebagai obat yang dapat mencegah kehamilan, tetapi tidak akan mencegah penyebaran virus HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Secara global, levonorgestrel adalah kontrasepsi darurat yang paling umum digunakan. Obat ini awalnya diberikan persetujuan FDA pada tahun 1982 dan merupakan kontrasepsi darurat pertama yang hanya mengandung progesteron, menunjukkan tingkat kemanjuran yang tinggi dan kurangnya efek samping estrogenik bila dibandingkan dengan rejimen kontrasepsi darurat yang lebih lama.

Meskipun digunakan untuk wanita, obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada wanita dengan berat badan tertentu misalnya, lebih dari 74 kilogram atau jika Anda telah menggunakan obat lain tertentu dalam sebulan terakhir. Efek dan hal ini bisa mengakibatkan kehamilan walaupun Anda mengkonsumsi levonorgestrel. 

Karena levonorgestrel termasuk obat yang dijual bebas, Anda disarankan untuk periksa bahan pada label bahkan jika Anda pernah menggunakan produk sebelumnya. Produsen mungkin telah mengubah bahan-bahannya. Selain itu, produk dengan nama yang mirip mungkin mengandung bahan berbeda yang dimaksudkan untuk tujuan berbeda. Mengambil produk yang salah dapat membahayakan Anda.

Jika Anda menggunakan produk yang dijual bebas untuk mengobati sendiri, baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum minum obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, bicarakan dengan apoteker Anda. Jika dokter Anda telah meresepkan obat ini, minumlah sesuai petunjuk.

Untuk mengkonsumsi levonorgestrel, Anda harus minum 1 tablet melalui mulut dengan atau tanpa makanan sesegera mungkin setelah berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Obat ini bekerja paling baik bila diminum dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seks tanpa kondom. Jika Anda muntah dalam waktu 2 jam setelah minum obat ini, hubungi dokter Anda untuk menanyakan apakah Anda perlu mengulang dosis.

Efek samping penggunaan levonorgestrel antara lain mual atau muntah, sakit perut, kelelahan, pusing, perubahan perdarahan vagina, nyeri payudara, atau sakit kepala. Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, beritahu dokter atau apoteker Anda segera.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda melihat gejala reaksi alergi yang serius, termasuk: ruam, gatal atau bengkak terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan, pusing parah, kesulitan bernapas.

Setelah Anda minum obat ini, waktu menstruasi Anda akan tetap datang dan seberapa banyak Anda darah yang keluar dapat berubah karena obat ini. Jika menstruasi Anda terlambat lebih dari 7 hari, Anda mungkin perlu melakukan tes kehamilan. Namun jika Anda merasa memiliki masalah medis yang serius setelah konsumsi levonorgestrel, Anda disarankan untuk segera mencari bantuan medis.

Apa Saja Penyebab Eritema Multiformus yag Harus Diketahui?

Penderita eritema multiformus mengalami gejala utama berupa ruam di bagian tubuh terutama lengan dan kaki berbentuk lingkaran merah di bawah kulit atau sering disebut bull’s eye pattern. Gejala tersebut merupakan reaksi imun yang dipicu oleh infeksi atau pengobatan tertentu.

eritema multiformis

Penyakit ini memiliki kemungkinan menyerang anak-anak dengan kasus sebesar 20%, akan tetapi mereka yang berusia 20-30 tahun lebih sering terjangkit. Pria berpotensi lebih besar darpada wanita. Berikut ini merupakan beberapa penyebab eritema multiformis: 

  1. Virus herpes simpleks

Sebanyak 70% penderita eritema multiformis disebabkan herpes simpleks sehingga menjadi penyebab utama, baik virus herpes simpleks (HSV) 1 maupun virus herpes simpleks (HSV) 2. HSV 1 umumnya ditandai dengan lepuhan luka kecil di bagian mulut dan wajah, sedangkan HSV 2 umumnya tumbuh di bagian alat kelamin.  

Herpes simpleks biasanya terjadi selama 7-10 hari sebelum berkembangnya eritema multiformis, meskipun eritema multiformis juga bisa muncul tanpa diawali gejala herpes. Virus herpes simpleks biasanya berada di dalam tubuh dalam bentuk non aktif, namun seiring berjalannya waktu dapat menjadi aktif dan menimbulkan luka. 

Anda perlu waspada dengan penderita herpes simpleks karena dapat menular secara langsung. Anak-anak lebih mudah terkena penyakit ini akibat tertular dari orang dewasa.  

  1. Pneumonia mycoplasma

Bakteri ini menyerang saluran pernapasan sehingga menyebabkan infeksi yang ditandai dengan tenggorokan sakit, kelelahan, demam, batuk tidak kunjung sembuh, sakit kepala, sakit dada, dan napas pendek. Sebesar 2-10% kasus eritema multiformis disebabkan oleh bakteri pneumonia mycoplasma. Apabila dokter telah mendiagnosis eritema multiformis karena pneumonia mycoplasma, maka dokter akan mengobati infeksi pneumonia mycoplasma terlebih dahulu. 

Berdasarkan Canadian Medical Association Journal, tes pneumonia mycoplasma yang menyebabkan eritema multiformis dilakukan dengan cara tes swab bagian nasofaring. Jika terbukti positif, maka dokter akan memberikan azitromicin untuk mengatasi batuk dan rasa rtidak nyaman serta prednison. Luka akan sembuh setelah 9 hari pengobatan. Hal ini tentunya dilakukan di bawah pengawasan dokter.  

  1. Penyakit infeksi lainnya

Beberapa penyakit infeksi karena virus selain herpes simpleks juga bisa menyebabkan eritema multiformis, diantaranya:

  • Adenovirus
  • Influenza
  • Epstein-Barr atau virus herpesn jenis lain
  • Virus Coxsackie yang ditandai munculnya bintil-bintil berair
  • Parvovirus
  • HIV

Tak hanya itu, infeksi bakteri TBC dan streptococcus juga mampu menyebabkan eritema multiformis 

  1. Penggunaan obat-obatan

Pada dasarnya eritema multiformis yang disebabkan kaerena obat-obatan sangat jarang terjadi. Berikut ini merupakan pengobatan tertentu yang berkaitan dengan penyakit tersebut:

  • Nonsteroidal anti-inflamatory drugs (NSAID’s)
  • Pengobatan yang berhubungan dengan antibakteri
  • Penisilin
  • Obat kejang
  • Obat anastesi
  • Barbiturat atau obat penenang sebelum operasi

Apabila setelah menggunakan salah satu obat di atas kemudian muncul efek samping berupa ruam bull’s eye, maka segera hubungi dokter. Sebaiknya Anda tidak menghentikan pengobatan sebelum mendapatkan instruksi dari dokter.  

Vaksin tetanus diphteria acellular pertusis (Tdap) atau hepatitis B juga berisiko mengakibatkan berkembangnya eritema multiformis. Meskipun hal ini jarang terjadi sehingga bukan alasan untuk tidak melakukan vaksin. Anda dapat berkomunikasi dengan dokter tentang efek samping vaksin yang akan diberikan. 

Biasanya dokter mendiagnosis eritema multiformis nelalui identifikasi fisik. Biopsi juga akan dilakukan dengan cara mengambil sampel kulir di area penyakit, mengirimkannya untuk diuji di laboratorium, dan dianalisis. Untuk mengetahui penyebab pasti eritema multiformis, dokter dapat melakukan rontgen.  

Microtia, Kelainan Bawaan Lahir Telinga Bayi

Microtia adalah kelainan bawaan lahir di mana bagian luar telinga anak tidak berkembang sebagaimana mestinya dan cacat. Kelainan tersebut dapat memengaruhi satu (unilateral) atau kedua (bilateral) telinga. Sekitar 90 persen kasus microtia terjadi pada satu telinga. Di Amerika Serikat, diperkirakan 1 hingga 5 dari 10 ribu kelahiran akan memiliki microtia. Dengan microtia bilateral terjadi pada 1 dari 25 ribu kelahiran setiap tahunnya. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar microtia yang perlu Anda ketahui.

Tipe microtia

Microtia terjadi dalam 4 tingkat atau level keparahan yang berbeda, di antaranya adalah:

  • Tingkat 1. Anak memiliki telinga bagian luar yang tampak kecil dan terlihat normal. Namun, saluran telinga menyempit atau tidak ada sama sekali.
  • Tingkat 2. Sepertiga bagian bawah telinga, termasuk daun telinga, tampak berkembang dengan normal. Namun, dua pertiga bagian atas berukuran kecil atau memiliki bentuk yang cacat. Saluran telinga sempit atau tidak ada sama sekali.
  • Tingkat 3. Jenis microtia yang paling sering dijumpai pada anak dan bayi baru lahir. Anak memiliki bagian kecil telinga luar yang belum berkembang, termasuk bagian awal lobus dan sebagian kecil tulang rawan telinga atas. Pada microtia tingkat 3, umumnya tidak ada saluran telinga.
  • Tingkat 4. Bentuk paling parah microtia yang juga dikenal dengan nama anotia. Anak Anda memiliki anotia apabila tidak ada telinga atau saluran telinga, baik pada satu sisi atau kedua telinga.

Penyebab

Microtia biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan, pada minggu-minggu awal perkembangan. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun sering dihubungkan dengan pengunaan dan alkohol pada masa kehamilan. Kondisi atau perubahan genetik, pemicu lingkungan, dan diet rendah karbohidrat dan asam folat juga dianggap dapat menyebabkan microtia. Salah satu faktor risiko yang dapat diidentifikasi adalah penggunaan obat-obatan untuk jerawat Accutane pada saat hamil. Obat ini telah diasosiasikan dengan beberapa kelainan kelahiran, termasuk salah satunya adalah microtia.

Faktor lain yang dapat menyebabkan anak menderita microtia adalah diabetes (apabila sang ibu mengidap diabetes saat hamil). Ibu hamil yang menderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak dengan kondisi microtia dibandingkan dengan ibu hamil lain. Microtia bukanlah sebuah kelainan bawaan yang diwariskan. Dalam banyak kasus, anak-anak dengan microtia tidak memiliki anggota keluarga lain dengan kondisi yang sama. Microtia terjadi secara acak dan bahkan telah diteliti kasusnya pada anak kembar, di mana satu bayi memiliki microtia sementara bayi yang lain tidak.

Anak yang lahir dengan microtia dapat mengalami gangguan pendengaran sebagian atau keseluruhan pada telinga yang terdampak, sehingga kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Anak-anak dengan gangguan pendengaran sebagian juga dapat menderita gangguan bicara saat mereka mulai belajar berbicara. Interaksi dengan orang lain atau sekelilingnya juga tampak sulit karena gangguan pendengaran, namun ada pilihan terapi yang dapat membantu hal tersebut. Mereka yang tuli membutuhkan adaptasi dan penyesuaian gaya hidup. Hal tersebut menunjukkan “outlook” yang baik bagi mereka yang menderita microtia, terutama karena anak-anak dapat beradaptasi dengan sangat baik. Saat tumbuh dewasa, anak-anak yang terlahir dengan microtia dapat memiliki kualitas hidup yang sama dengan mereka yang tidak, terutama apabila perawatan yang tepat dan penyesuaian gaya hidup sejak dini diterapkan. Karena microtia membuat bentuk telinga terlihat aneh, beberapa orang merasa kurang percaya diri dengan tampilan fisik yang mereka miliki. Terapi dapat membantu hal ini. Konsultasi dengan dokter tentang pilihan perawatan apa yang cocok untuk kondisi anak Anda.

Efek Samping Masker Putih Telur yang Membahayakan Kulit

Merawat kulit merupakan upaya menjadikan penampilan seseorang tetap tejaga. Ada begitu banyak cara, bahan, dan model perawatan kulit. Salah satu di antaranya adalah penggunaan masker alami. Ada begitu banyak bahan alami yang terbukti bisa memberikan manfaat bagi kulit wajah. Salah satu yang populer adalah masker putih telur.

Masker ini dianggap efektif dalam mengobati sejumlah masalah kulit. Pasalnya, putih telur mengandung dua bahan perawatan kulit yang penting yaitu kolagen dan protein. Beberapa manfaatnya adalah meningkatkan warna kulit dan elastisitas.

Namun, terlepas dari kandungan yang bermanfaat untuk kulit, masker putih telur juga memiliki efek samping yang dapat membahayakan kulit, seperti:

  • Menyebabkan Alergi

Efek samping masker putih telur yang paling sering terjadi adalah alergi pada kulit. Bentuk dan jenis alergi itu beragam, mulai dari biduran, ruam kulit, gatal, hingga susah untuk bernapas. Apalagi jika kamu memiliki alergi telur, lebih baik tidak menggunakan masker putih telur agar tidak memicu munculnya alergi di kulit wajah.

  • Menimbulkan Iritasi Kulit

Masker putih telur dipercaya bisa membantu melembapkan kulit, mencerahkan kulit, hingga membantu menjaga kulit tetap kencang. Namun, kalau terlalu sering menggunakan masker putih telur, Seseorang bisa mengalami iritasi kulit, ditandai dengan munculnya tanda seperti gatal, kemerahan, hingga munculnya jerawat.

Terkadang iritasi kulit itu tidak ditandai dengan gejala yang tampak. Maka untuk kamu yang memiliki kulit yang sensitif, berhati-hatilah saat menggunakan masker putih telur ini, agar tidak menyebabkan infeksi sekunder pada kulit.

  • Menyumbat Pori-Pori

Ternyata penggunaan masker putih telur dapat menyumbat pori-pori wajah, hal ini dikarenakan molekul protein putih telur terlalu besar dan tidak dapat menyerap ke dalam lapisan kulit. Protein yang dipercaya dapat membuat kulit lebih kenyal, ternyata tidak bisa terserap sehingga menyebabkan pori-pori tersumbat.

Jadi pastikan setelah menggunakan masker putih telur Anda membersihkannya dengan teliti dan cermat supaya sisa dari putih telur tersebut tidak menyumbat pori-pori kulit wajah. Perlu Anda ketahui jika penyumbatan pori-pori kulit dapat menyebabkan munculnya berbagai macam masalah, terutama jerawat dan komedo.

  • Meneyebabkan Breakout

Jika Anda memiliki kulit sensitif, perlu Anda ketehaui bahwa putih telur juga mengandung vitamin A, di mana nutrisi ini mampu meningkatkan sensitifitas kulit sekaligus merangsang terjadinya breakout atau beruntusan. Bila Anda sedang dalam perawatan dokter kulit, Anda harus mendiskusikan penggunaan masker putih telur untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.  

  • Infeksi Salmonella

Telur mentah berpotensi mengandung bakteri salmonella. Terutama jika telur ayam yang Anda gunakan tidak segar atau tidak dicuci bersih. Anda bisa keracunan atau mengalami iritasi. Meski jarang terjadi, apabila Anda tidak hati-hati dalam menggunakan masker putih telur untuk wajah, dikhawatirkan tetesan putih telur mentah tersebut bisa tidak sengaja tertelan bersamaan dengan kemungkinan bakteri yang ada di dalamnya. 

Sebelum Anda menggunakan masker putih telur, Anda bisa melakukan upaya prefentif agar tidak mengalami kemungkinan efek samping yang ditimbulkan. Anda bisa mengecek apakah kulit Anda cocok menggunakan masker putih telur atau tidak dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Oleskan sedikit masker putih telur terlebih dahulu ke beberapa bagian tubuh lain. Misalnya, punggung tangan, kulit di bawah dagu, atau area kulit di belakang telinga.
  • Tunggu selama kurang lebih 15 menit.
  • Bilas area kulit dengan air sampai benar-benar bersih.
  • Kemudian, lihatlah reaksi kulit Anda.
  • Jika kulit mengalami kemerahan, terasa perih dan gatal, bengkak, atau tanda-tanda alergi kulit lainnya, maka sebaiknya Anda tidak menggunakan masker putih telur untuk wajah.
  • Sebaliknya, apabila tidak muncul reaksi alergi, maka Anda dapat menggunakan masker putih telur untuk wajah.

Masker putih telur memang mengandung banyak manfaat, tetapi ada pula kemungkinan efek samping dari penggunaan masker alami ini. Oleh karena itu, pastikan kulit Anda cocok dengan masker ini untuk meminimalisir risiko. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan telur yang steril dan segar.

Bagaimana Cara Cepat Hamil? Coba Lakukan Ini!

Kehamilan merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu bagi setiap pasangan. Namun, pada kenyataannya kehamilan tidak semudah itu didapatkan. Banyak hal yang menyebabkan pasangan sulit untuk mendapatkan anak. 

Banyak cara cepat hamil yang bisa Anda lakukan, salah satunya dengan melakukan hubungan seksual di masa subur Anda. Beberapa perubahan gaya hidup sederhana pun dapat Anda lakukan guna meningkatkan kesuburan untuk mendapatkan kehamilan. Nah, berikut berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kehamilan lebih cepat. 

Bagaimana Cara Cepat Hamil? Coba Lakukan Ini!

Cara cepat hamil 

Beberapa langkah dan cara berikut dapat Anda lakukan untuk bisa mendapatkan kehamilan secara cepat. Di antaranya:

  1. Waktu berhubungan seks

Waktu terbaik untuk hamil adalah saat paling subur dalam siklus menstruasi Anda. Dua hari sebelum Anda berevolusi dan hari ovulasi memiliki probabilitas konsepsi tertinggi. Berhubungan seks pada hari-hari itu akan memberi Anda peluang besar untuk hamil. Pasalnya selama ovulasi, ovarium Anda akan melepaskan sel telur yang matang. Telur itu mengalir ke tuba falopi menuju rahim Anda. 

Salah satu cara untuk menghitung hari siklus Anda adalah dengan mencatat jadwal siklus pada catatan atau menggunakan aplikasi. Anda pun dapat mencari tanda-tanda seperti berikut, yang mengindikasi ovulasi:

  • Perubahan keputihan. Saat berovulasi, lendir Anda akan menjadi bening dan kental, kira-kira seperti putih telur. 
  • Kenaikan suhu tubuh basal (BBT). Suhu istirahat tubuh Anda akan sedikit meningkat setelah Anda berovulasi. Anda dapat mengukur BBT dengan termometer suhu tubuh basal sebelum Anda bangun di pagi hari. 
  1. Posisi dan seberapa sering 

Pada dasarnya, tidak ada posisi tertentu selama berhubungan seks yang terbukti meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan. Namun posisi tertentu mungkin lebih baik daripada yang lain untuk memastikan para perenang kecil itu untuk menuju telur. Posisi misionaris (pria di atas) dan doggie style (pria di belakang) memungkinakan penetrasi yang lebih dalam.

Selain posisi, seberapa sering Anda melakukan hubungan seks. Pasalnya, terlalu sering berhubungan seks dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sperma memiliki kualitas yang lebih baik bila dikumpulkan setelah 2-3 hari. Bercintalah sekali sehari atau dua kali sehari selama masa subur Anda akan meningkatkan peluang Anda untuk hamil.  

  1. Ubah gaya hidup

Jika gaya hidup Anda berantakan, ada baiknya untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya saja, olahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menjadi bugar membuat Anda lebih subur. 

Olahraga tidak hanya membantu Anda menurunkan berat badan tetapi juga menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar hormon stres kortisol dan meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi, yang semuanya diperlukan untuk pembuahan. 

Mengonsumsi makanan sehat pun dapat meningkatkan kesuburan dan membuat Anda hamil lebih cepat. Lemak sehat omega-3 dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. Jadi, sarankan suami untuk banyak mengonsumsi salmon, sarden, tiram, buah, madu dan sayuran hijau untuk menjaga perenang (sperma) dalam kondisi prima.  

Tips lain untuk cepat hamil

Selain mengubah praktik seks Anda, cara untuk hamil lainnya adalah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Orgasme. Bagi seorang pria, ejakulasi sangat penting untuk membuat pasangannya hamil. Meskipun seorang wanita tidak harus mencapai klimaks untuk bisa hamil, gerakan orgasme dapat membantu mendorong sperma lebih dekat ke tujuan. 
  • Kendalikan berat badan Anda. Menjadi obesitas atau terlalu kurus sekalipun bisa menurunkan kesuburan Anda. 
  • Jangan merokok. Merokok dapat meningkatkan kemungkinan kemandulan dan keguguran, serta mengurangi motilitas sperma. 
  • Batasi kafein. Membatasi jumlah kafein dalam jumlah banyak, lebih dari lima cangkir kopi sehari, kafein dapat menurunkan kesuburan. 

Kapan sebaiknya Anda menemui dokter?
Jika Anda pernah mencoba untuk hamil tetapi belum berhasil, temui dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut. Anda dapat menemui dokter jika:

  • Wanita di bawah usia 35 tahun harus mencoba setidaknya 1 tahun sebelum mencari bantuan medis. 
  • Wanita 35 atau lebih tua harus menemui penyedia layanan kesehatan setelah 6 bulan mencoba. 
  • Haid tidak teratur atau tidak ada sama sekali tapi tidak hamil
  • Endometriosis
  • Penyakit radang panggul
  • Riwayat keguguran
  • Operasi hernia atau masalah dengan testis

Berbagai cara cepat hamil bisa dilakukan untuk mendapatkan kehamilan. Selain memperhatikan hubungan seksual dengan pasangan, Anda pun harus melakukan gaya hidup sehat seperti berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat.

Ini Tanda-Tanda Anda Mengalami Defisiensi Vitamin A

Defisiensi vitamin A adalah kondisi yang terjadi akibat asupan vitamin A yang tidak memadai, menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan tubuh. Kondisi ini lebih rentan terjadi pada wanita hamil, wanita menyusui, anak-anak, dan balita.

Ini Tanda-Tanda Anda Mengalami Defisiensi Vitamin A

Pada dasarnya, vitamin A diperlukan oleh tubuh untuk mendukung berbagai fungsi kesehatan, salah satunya kesehatan mata dan kulit. Vitamin A tidak dapat diproduksi sendiri dalam tubuh manusia. Anda hanya bisa mendapatkan kandungan vitamin A dari makanan yang dikonsumsi. 

Gejala defisiensi vitamin A

Bila Anda mengalami defisiensi vitamin A, Anda rentan terkena berbagai macam penyakit. Karena itu, sebaiknya kenali gejala yang mungkin Anda alami untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala dari kondisi kekurangan vitamin A antara lain: 

  • Rabun senja

Karena vitamin A penting untuk menjaga kesehatan mata, salah satu gejala yang akan Anda rasakan ketika kekurangan vitamin A adalah rabun senja. Rabun senja merupakan gangguan mata yang membuat Anda mengalami kesulitan penglihatan di malam hari.

Biasanya, rabun senja tidak akan terjadi dengan sendirinya kalau Anda tidak menderita kekurangan vitamin A. Untuk mengatasinya, Anda bisa meningkatkan asupan vitamin A, baik melalui makanan ataupun suplemen khusus.

Bila Anda ingin menggunakan suplemen vitamin A, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Suplemen dan makanan yang mengandung vitamin A sama-sama efektif dalam memperbaiki gejala rabun senja.

  • Kulit kering

Tidak hanya untuk mata, vitamin A juga sangat penting untuk kondisi kesehatan kulit. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kekeringan pada kulit karena sel kulit tidak mampu memproduksi sel kulit baru dan melawan peradangan, menimbulkan eksim.

Bila Anda mengalami eksim, kulit Anda akan terasa kering, gatal, dan meradang. Anda bisa mengobatinya dengan meminum obat khusus sebagai peningkat vitamin A. 

Eksim pada kulit tidak selalu menandakan bahwa Anda mengalami kekurangan vitamin A. Tapi, hal ini bisa menjadi salah faktor pemicunya. 

  • Infertilitas

Kurangnya vitamin A dalam tubuh juga bisa berdampak pada ketidakmampuan untuk mengandung dan infertilitas. Vitamin A dibutuhkan untuk mendukung sistem reproduksi pria dan wanita, sekaligus berkontribusi dalam perkembangan bayi.

Infertilitas atau ketidaksuburan bisa diatasi dengan asupan antioksidan yang memadai. Vitamin A bisa menjadi salah satu sumber antioksidan yang bisa membantu dalam mengatasinya. 

  • Pertumbuhan yang lambat

Pada anak-anak, defisiensi vitamin A dapat mengakibatkan lambatnya proses pertumbuhan. Hal ini bisa terjadi karena vitamin A memang menjadi salah satu sumber vitamin yang sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa meningkatkan asupan vitamin A pada anak, baik melalui makanan ataupun melalui suplemen khusus. Tapi, pastikan Anda telah berkonsultasi pada dokter mengenai keamanan konsumsi suplemen untuk anak Anda. 

  • Infeksi tenggorokan

Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan infeksi, salah satunya di tenggorokan dan dada. Infeksi ini bisa mengakibat kerusakan atau gangguan pada saluran pernapasan. 

Sama seperti gejala lain dari kekurangan vitamin A, infeksi tenggorokan bisa diatasi dengan meningkatkan asupan vitamin A, salah satunya melalui suplemen. Akan tetapi, hal ini kurang disarankan untuk anak-anak, karena belum ada penelitian yang bisa membuktikan dampak penggunaannya bagi anak-anak. 

Jadi, sebaiknya suplemen vitamin A hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar mengalami defisiensi cukup parah.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami gejala defisiensi vitamin A. Dokter bisa membantu dalam menentukan upaya penanganan yang paling tepat. 

Menakjubkan, Begini Cara Kerja Telinga Anda

Menakjubkan, Begini Cara Kerja Telinga Anda

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengenai cara kerja telinga. Ternyata cara kerja alat pendengaran ini tidak sesederhana yang kita lihat. 

Cara kerja telinga adalah dengan menangkap gelombang suara hingga membuat bagian gendang bergetar. Kemudian, setiap frekuensi suara yang terdengar, akan segera ditransfer ke otak untuk diberikan makna atas atas yang didengar.

Sehingga masing-masing bagian telinga memiliki fungsi dan apa yang didengar akan bergantung pada kinerja bagian-bagian ini.

Mengenal Anatomi Telinga

Untuk memahami bagaimana cara kerja telinga, penting juga untuk mengenal susunan anatomi telinga dan fungsinya masing-masing. 

Telinga dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu:

  1. Telinga bagian luar, yaitu bagian terluar dari telinga yang terdiri dari daun telinga, liang telinga, dan juga gendang telinga. 
  2. Telinga bagian tengah, merupakan ruang kecil yang terdiri dari tulang martil, tulang sanggurdi, dan tulang landasan.
  3. Telinga bagian dalam, yang terdapat organ keseimbangan dan pendengaran. Pada bagian dalam ini terdapat juga Koklea yang menjadi bagian penting untuk bisa mendengar.

Masing0masing bagian telinga ini punya perannya masing-masing dan penting agar seseorang bisa mendengar dengan baik. Dari anatomi saja sudah terlihat betapa kompleksnya alat pendengaran kita. Begitu pula dengan cara kerja telinga yang tidak kalah kompleksnya.

Cara Kerja Telinga untuk Bisa Mendengar

Jadi proses seseorang bisa mendengar dimulai dari adanya gelombang suara di sekitar yang ditangkap oleh daun telinga. Kemudian, gelombang suara tersebut akan disalurkan ke liang telinga dan membuat gendang telinga bergetar. Gendang ini sangat sensitif, bahkan suara paling pelan sekalipun bisa ditangkapnya.

Getaran yang terjadi di gendang telinga ini akan turut menggetarkan tulang martil, landasan, dan sanggurdi yang ada di telinga bagian tengah. Dari sini, getaran akan diteruskan ke telinga bagian dalam hingga ke Koklea. 

Koklea ini berisi cairan khusus yang akan bergerak seperti ombak ketika gelombang suara sampai di koklea ini. Kemudian, gerakan tersebut memberi stimulus pada saraf dalam koklea. Sel auditori pada koklea akan mendeteksi suara, kemudian melewati jalur di batang otak untuk sampai ke  pusat pendengaran di otak atau korteks auditori.

Nah, di bagian pusat pendengaran ini juga impuls saraf akan terkonversi menjadi suara yang dimaknai tertentu. 

Bisa Anda bayangkan proses yang begitu kompleks ini hanya terjadi dalam hitungan detik saja dan prosesnya instan. Sungguh menakjubkan, bukan?

Fungsi Lain dari Telinga

Selain memiliki fungsi utama sebagai alat pendengaran, telinga juga berperan menjaga keseimbangan tubuh, lho. Ada dua komponen yang dimaksud, yaitu:

  • Keseimbangan statis, yaitu kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan di posisi berdiri atau tetap
  • Keseimbangan dinamis, yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada saat bergerak atau beraktivitas.

Penyakit yang Dapat Mengganggu Kerja Telinga

Gelombang suara hanya bisa terkonversi menjadi makna tertentu apabila seluruh sistem pendengaran dalam kondisi yang sehat dan berfungsi dengan baik. Akan tetapi, ada saatnya ketika bagian telinga tertentu mengalami masalah dan tidak merespons dengan baik. 

Ada beberapa penyakit yang mengganggu cara kerja telinga, yaitu:

  • Infeksi telinga
  • Tinnitus
  • Penyakit Meniere
  • Barotrauma

Ketika Anda mengalami gangguan cara kerja telinga, segeralah periksakan ke dokter spesialis THT agar kondisi pendengaran Anda tidak semakin buruk. Selain itu, penting juga merawat kesehatan telinga dengan tidak terus menerus memberikan paparan suara bising.

7 Obat Tenggorokan Gatal yang Efektif Saat Hamil

Saat tenggorokan gatal, seperti gejala batuk atau radang tenggorokan sering kali membuat tidak nyaman, terlebih lagi kondisi ini terjadi dimasa kehamilan. Pada kondisi tersebut, tentu ibu hamil tidak bisa mengonsumsi sembarangan obat untuk tenggorokan gatal. 

Selama kehamilan, sistem imun ibu mengalami transformasi imunologi untuk mendukung kehamilan, yang dapat membuat tubuh rentan terhadap virus, seperti radang tenggorokan yang menyebabkan tenggorokan gatal. 

Gejala tenggorokan gatal

Gejala yang umum terjadi bersaaan dengan tenggorokan gatal, meliputi:

  • Kemerahan pada tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Rasa nyeri yang terus menerus di tenggorokan
  • Demam
  • Sakit telinga
  • Merah, amandel bengkak
  • Suara serak

Saat tenggorokan terasa gatal, beberapa gejala tersebut sering kali muncul bersamaan dengan gejala-gejala lainnya. 

Obat tenggorokan gatal ala rumahan

Ibu hamil biasanya tidak bisa mengonsumsi semabrang obat. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, Anda bisa mencoba meredakan tenggorokan gatal selama kehamilan dengan beberapa bahan yang tersedia di rumah Anda. Berikut beberapa daftar obat tenggorokan gatal yang bisa Anda coba untuk meredakan tenggorokan gatal selama kehamilan. 

  1. Teh lemon madu

Madu dapat membantu menenangkan tenggorokan, dan lemon dapat melawan bakteri serta membersihkan lendir. Dengan cara:

  • Rebus secangkir air
  • Tambahkan madu dan jus lemon (perasan lemon) ke dalamnya
  • Biarkan dingin lalu minum
  1. Menghirup uap

Menghirup uap dapat membasahi selaput lendir Anda dan dapat meredakan tenggorokan yang kering. Anda pun bisa menggunakan humidifier di kamar untuk menjaga kelembapan udara tetap terjaga. Pastikan untuk selalu membersihkan humidifier dari waktu ke waktu untuk mencegah pertumbuhan bakteri. 

  1. Kumur air asin dan kunyit

Air asin dapat memabntu melembapkan selaput tenggorokan dan meredakan iritasi yang terjadi. Kunyit dikatakan memiliki efek terapeutilk pada batuk dan tenggorokan gatal. Cara membuatnya mudah saja, Anda hanya perlu:

  • Siapkan air hangat secukupnya
  • Tambahkan setengah sendok teh garam dan bubuk kunyit ke dalam gelas
  • Aduk hingga tercampur
  • Lalu kumur dengan air tersebut, dan lakukan setiap jam untuk menghilangkan rasa gatal dan sakit
  1. Teh jahe

Jahe memiliki sifat antijamur dan anti bakteri. Hal ini dapat memabntu mengurangi peradangan ada tenggorokan. 

  • Rebus secangkir air dan tambahkan sekitar satu inci jahe segar yang telah dikupas
  • Seduh selama lima menit. Tambahkan madu untuk rasa manis dan minum tehnya 
  • Anda dapat menambahkan daun mint segar untuk efek menenangkan
  1. Air

Mengonsumsi lebih banyak air putih dapat membantu Anda terhindar dari dehidrasi selama kehamilan. Pun sama halnya dengan tenggorokan gatal. Mengonsumsi lebih banyak cairan akan membantu Anda dalam dekongesti, tenggorokan gatal, pilek dan batuk.

  1. Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap sehat dan kuat. Cobalah untuk memasukkan lebih banyak makanan yang kaya akan vitamin ini ke dalam makanan harian Anda. buah seperti jeruk,  dan sayuran seperti, tomat banyak mengandung vitamin C. 

  1. Zinc

Kebanyakan tenggorokan gatal, batuk atau pilek disebabkan karena rhinovirus yang tumbuh subur dan berkembang biak di seluruh hidung serta tenggorokan. Zinc bekerja dengan cara mencegah virus berkembang biak. Hal ini juga data menghentikan untuk tetap  menetap di selaput lendir tenggorokan dan hidung. Cara paling aman untuk asupan zinc selama kehamilan adalah dengan mengonsumsi bayam, biji labu kuning, daging domba, dan daging kambing. 

Kapan harus menemui dokter?

Tenggorokan gatal bisa diakibatkan karena virus ataupun bakteri. Jika tenggorokan gatal selama berminggu-minggu dan Anda mengalami beberapa gejala seperti di bawah ini. Maka ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat tenggorokan gatal. Adapun gejala meliputi:

  • Jika tenggorokan gatal berkembang menjadi radang tenggorokan dan berlangsung lebih dari satu minggu
  • Anda mengalami demam bersamaan dengan sakit tenggorokan
  • Tenggorokan gatal bisa berkembang tiba-tiba, dan Anda menjadi sulit menelan
  • Pengobatan rumahan sepertinya tidak berhasil

Obat tenggorokan gatal ala rumahan ini tergolong aman untuk ibu hamil. Namun, jika gejala tak kunjung reda dan cenderung memburuk, disarankan Anda untuk segera ke dokter untuk mendapatkan solusi yang lebih baik. Dan, jangan pernah minum sembarangan obat ketika sedang hamil, mengunjungi dokter adalah solusi terbaik  untuk masalah Anda. 

Jelang Melahirkan, Begini Cara Menghilangkan Bulu Kemaluan

Bagi sebagian orang, merapikan bulu kemaluan bukanlah hal yang penting. Tapi, menjelang waktu melahirkan, biasanya wanita hamil akan mencari cara menghilangkan bulu kemaluan untuk mendukung proses melahirkan nantinya.

Sebenarnya, tidak ada alasan kesehatan khusus yang mengharuskan seseorang untuk menghilangkan bulu kemaluan. Keputusan untuk mencukur bulu kemaluan atau tidak ada pada diri Anda sendiri. 

Cara menghilangkan bulu kemaluan di rumah

Area kemaluan merupakan area privat. Karena itu, Anda mungkin merasa lebih nyaman untuk melakukan upaya menghilangkan bulu sendiri di rumah. 

Berikut ini beberapa rekomendasi cara menghilangkan bulu kemaluan yang bisa Anda coba: 

  • Mencukur

Mencukur adalah cara termudah untuk menghilangkan bulu, termasuk pada area kemaluan. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mempersiapkan krim cukur serta pisau atau alat cukur khusus.

Tapi, pisau pada alat cukur bisa melukai kulit Anda bila tidak dilakukan dengan hati-hati. Karena itu, lakukan upaya mencukur secara perlahan dan jangan gunakan alat cukur yang sama untuk bagian tubuh lainnya.

Supaya proses mencukur jadi lebih mudah, cobalah untuk membasahi bulu kemaluan Anda terlebih dahul. Gunakan krim cukur untuk mengurangi resiko iritasi. Jangan lupa untuk selalu membilas pisau cukur sampai bersih setelah menggunakannya. 

  • Menggunting

Selain mencukur, Anda juga bisa memangkas bulu kemaluan dengan gunting. Biasanya, metode menggunting cenderung lebih aman dari mencukur, karena gunting tidak akan bersentuhan langsung dengan kulit. Dengan begitu, resiko terkena iritasi kulit pun lebih kecil.

Akan tetapi, tentunya hasil pemangkasan dengan gunting tidak akan semaksimal mencukur. Anda perlu waktu yang lebih lama untuk memotong bulu sampai benar-benar pendek dan rapi.

Berbeda dengan cara mencukur, ketika akan menggunting, pastikan bulu Anda berada dalam keadaan kering. Lalu, gunting secara perlahan, satu per satu dengan gumpalan kecil. 

Setelah selesai, cuci gunting dan pastikan gunting dalam keadaan kering sebelum disimpan.

  • Krim penghilang bulu

Jika Anda tidak ingin melakukan usaha ekstra dengan mencukur dan menggunting, Anda bisa juga memanfaatkan krim penghilang bulu. Krim ini umumnya mengandung bahan kimia yang bekerja dengan memecah protein bulu, sehingga melemahkan pangkal bulu.

Saat pangkal bulu menjadi lemah, bulu menjadi lebih mudah rontok bahkan hanya dengan menyekanya saja. 

Dibandingkan dengan mencukur dan menggunting, hasil dari krim penghilang bulu cenderung lebih tahan lama. Penggunaanya serupa dengan waxing, tapi penggunaan krim ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun, bagi sebagian orang, menggunakan krim penghilang bulu mungkin beresiko menimbulkan reaksi alergi. Karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa krim yang digunakan tidak mengandung bahan-bahan yang menjadi pemicu alergi untuk Anda. 

  • Waxing

Cara menghilangkan bulu kemaluan dengan waxing rentan menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi, cara ini adalah cara yang paling efektif untuk mengangkat semua bulu dan membawa hasil yang lebih tahan lama.

Bila Anda mempelajari cara-caranya, waxing sebenarnya bisa saja dilakukan di rumah. Tapi, akan lebih baik lagi kalau Anda menggunakan bantuan dari ahlinya untuk melakukan metode ini.

Bagi pemilik kulit sensitif, waxing bisa menyebabkan iritasi dan infeksi kulit. Karena itu, sebaiknya hati-hati saat akan menghilangkan bulu kemaluan dengan metode ini sendiri di rumah. 

Bagi ibu hamil, itulah beberapa cara menghilangkan bulu kemaluan yang bisa Anda coba. Langkah-langkah di atas bisa dilakukan di rumah tanpa harus melalui perawatan profesional dari rumah sakit.

Cara Mengejan yang Benar Bikin Melahirkan Lebih Lancar, Lho!

Bagi ibu hamil, penting memahami bahwa ketika melahirkan bayi terdapat dua metode yang bisa dilakukan. Pertama melalui vagina dengan proses melahirkan secara normal. Kedua menggunakan metode operasi caesar dengan dilakukan pembedahan pada bagian perut. Untuk proses melahirkan melalui vagina, Anda perlu mengejan guna mendorong bayi agar bisa keluar dari perut. Proses mengejan ini membutuhkan teknik khusus. Jika salah dan tidak benar, proses melahirkan dapat terhambat bahkan bisa membahayakan keselamatan bayi dan ibu. 

cara mengejan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan

Sebelum melahirkan, Anda sebaiknya memahami bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika nantinya mengejan saat proses persalinan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

  1. Ikuti aba-aba dari dokter untuk mengejan.Hal tersebut penting sebab dokter tentu memahami betul waktu yang tepat untuk mulai mengejan dilihat dari pembukaan lahiran yang sudah mencapai 10cm. 
  2. Jika dalam keadaan darurat dan tidak ada dokter yang membantu, Anda perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk mengejan. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Anda perlu mengejan ketika bukaan sudah lengka. Salah satu tanda Anda siap mengejan adalah adanya kontraksi rahim yang berlangsung kurang lebih 45-90 detik. 
  3. Pastikan posisi Anda nyaman ketika mengejan. Terdapat beberapa pilihan posisi seperti bertumpu pada tangan dan lutut, berbaring menyamping dengan salah satu kaki diangkat, dan berjongkok. Posisi manapun yang dipilih, Anda harus meletakkan dagu di dada dan tarik punggung ke arah depan agar rahim dan otot perut terbantu ketika mendorong bayi keluar. 
  4. Ketika proses melahirkan berlangsung, Anda memang perlu menerapkan teknik mengejan yang telah dipelajari. Meski demikian, mengikuti insting tubuh tetap penting dilakukan. Jika Anda merasa perlu berhenti sejenak untuk mengejan, lakukan saja agar tubuh tidak kehabisan tenaga. 
  5. Untuk durasi mengejan, Anda tidak harus melakukannya dari awal kontraksi hingga bayi keluar. Proses melahirkan masing-masing orang akan berbeda, sehingga lama waktu mengejan pun perlu disesuaikan. Bagi yang baru pertama kali melahirkan, umumnya waktu yang dibutuhkan untuk mengejan sekitar 1-2 jam. Jika bayi mengalami posisi posterior biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk mengejan. 
  6. Gunakan teknik pernapasan yang benar ketika mengejan. Untuk teknik pernapasan akan dibahas lebih lanjut setelah ini. 

Teknik pernapasan ketika mengejan 

Teknik pernapasan ketika mengejan menjadi salah satu kunci utama ketika melahirkan. Apabila Anda bernapas dengan sembarangan, maka proses mengejan akan semakin sulit dan membuang banyak tenaga secara percuma. Berikut teknik pernapasan yang dapat Anda pelajari. 

  1. Buka mulut dan buat tenggorokan hingga rahang rileks. 
  2. Hindari berteriak sebab dapat membuat Anda kehabisan tenaga. 
  3. Saat mengejan, letakkan tangan di atas perut untuk melemaskan perineum. 
  4. Hindari membuang napas lewat mulut. Bernapaslah menggunakan hidung secara perlahan.  
  5. Mengeluarkan suara seperti “ah” dan “o” disarankan sebab dapat membantu mengeluarkan napas membuat tubuh rileks. 
  6. Meski menahan napas seringkali memudahkan ketika mengejan, sebaiknya hindari melakukan hal tersebut terlalu lama. Bernapas secara teratur menjadi penting ketika melahirkan sebab ibu dan bayi membutuhkan aliran oksigen yang tetap terjaga. 

Cara mengejan yang benar

Setelah mengetahui teknik pernapasan serta hal lain yang perlu diperhatikan ketika melahirkan, kini saatnya Anda memahami cara mengejan yang benar. Berikut langkah-langkah mudah yang bisa Anda ikuti. 

  1. Baringkan tubuh kemudian tekuk kedua kaki sambil dibuka lebar.
  2. Posisi kepala sebaiknya agak bangun. Anda dapat mengangkat sedikit bagian punggung. 
  3. Selipkan dagu ke dada.
  4. Usahakan untuk membuat rileks area dasar panggul agar area perineum seolah menonjol keluar.
  5. Tarik napas dalam dan dorong tubuh untuk mulai mengejan. Lakukan 3-4 kali setiap kali kontraksi muncul.
  6. Saat kontrasi berakhir, kurangi mengejan agar bayi tidak kembali bergerak masuk. 

Selama Anda mempelajari dengan seksama cara mengejan untuk melahirkan maka tidak perlu merasa resah dan khawatir. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ mengenai latihan mengejan sebelum melahirkan. Meski sudah pernah melahirkan sebelumnya, berkonsultasi pada dokter tentang cara mengejan yang benar tetap diperlukan. Hal itu disebabkan kondisi tubuh akan selalu berubah ketika kehamilan terjadi.